NovelToon NovelToon
Selimut Tetangga

Selimut Tetangga

Status: tamat
Genre:Cinta Terlarang / Selingkuh / Tamat
Popularitas:7.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Clarissa icha

Aku wanita yang menjunjung tinggi kesetiaan dan pengabdian pada seorang suami.
3 tahun mengarungi bahtera rumah tangga, aku merasa menjadi wanita paling bahagia karena di karuniai suami yang sempurna. Mas Dirga, dengan segala kelembutan dan perhatian yang selalu tercurahkan untukku, aku bisa merasakan betapa suamiku begitu mencintaiku meski sampai detik ini aku belum di beri kepercayaan untuk mengandung anaknya.

Namun pada suatu ketika, keharmonisan dalam rumah tangga kami perlahan sirna.
Mas Dirga diam-diam mencari kebahagiaan di tempat lain, dan kekecewaan membuatku tak lagi memperdulikan soal kesetiaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clarissa icha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

Buru-buru masuk lagi ke dalam rumah setelah mengantarkan teh dan makanan ke teras, aku menghindari kontak mata dengan Mas Agam. Meski sempat beradu pandang untuk beberapa detik, tapi akhirnya aku mengalihkan pandangan.

Interaksi antara aku dan Mas Agam akhir-akhir ini semakin sering. Mungkin itu yang membuat jantungku berdetak kencang saat beradu pandangan dengannya.

Melanjutkan memasak dan menata makanan di atas meja makan setelah selesai. Aku beranjak dari dapur lantaran mendengar suara dering ponsel milik Mas Dirga. Ponsel miliknya di letakan begitu saja di sofa ruang keluarga. Aku buru-buru mengambilnya dan berniat memberikan ponsel itu pada Mas Dirga. Tapi sesaat aku berfikir untuk mengecek ponselnya yang selama ini tak pernah terjangkau dari pengecekan ku.

Mungkin karna terlalu percaya pada Mas Dirga, hingga aku tidak pernah berfikir untuk membuka-buka isi ponselnya sejak menikah.

"Wanita ini,," Menatap layar ponsel dengan senyum getir, rupanya wanita selingkuh Mas Dirga yang menghubunginya. Mas Dirga tidak menyimpan nomornya karna di layar hanya tertera nomor ponsel saja dan foto profil aplikasi hijau dengan foto seorang wanita serta anak kecil.

Buru-buru ku angkat tapi sengaja tidak mengeluarkan suara karna ingin tau apa yang dikatakan wanita itu di seberang sana.

"Hallo Mas. Rayyan Demam tinggi, aku membawanya ke UGD tadi. Apa kamu bisa kesini.? Aku benar-benar takut dan bingung."

Menekan tombol merah, aku memutuskan panggilan karna tidak tahan lagi mendengar apa yang dia katakan. Dada terasa sesak, nafas terasa berada di ujung. Jangan tanya lagi bagaimana keadaan hatiku saat ini. Meski mencoba untuk bersikap masa bodo, nyatanya hatiku tak cukup kuat untuk menerima kenyataan demi kenyataan yang semakin menunjukkan perselingkuhan Mas Dirga.

Dengan tangan yang gemetar, aku membuka aplikasi hijau dan menghapus riwayat panggilannya. Ku letakan ponsel Mas Dirga di tempat semula dengan posisi yang sama.

"Jangan salahkan aku kalau berhenti setia, kamu yang memulai Mas.!!" Keduanya tanganku reflek mengepal.

Pernikahan kami sudah berantakan akibat ulah Mas Dirga di belakangku. Biar aku hancurkan sekalian pernikahan kami tanpa sisa. Jika dia bisa menyakitiku, maka aku bisa menghancurkan perasaannya.!

Peduli apa dengan harga diri dan kehormatan, nyatanya harga diri dan kehormatan yang aku jaga selama ini tak berarti. Bahkan tak mampu menjamin keutuhan rumah tangga ku.

...*****...

"Kamu yakin nggak mau jalan-jalan Dek.?" Untuk kedua kalinya Mas Dirga menanyakan hal itu padaku.

"Kemarin kan kita nggak sempet jalan. Besok Mas udah kerja lagi loh,," Mas Dirga berusaha membujuk ku. Tapi aku tetap menolak.

"Aku lagi pengen di rumah aja Mas." Beranjak dari kursi dan membereskan piring di meja makan, aku berusaha menghindari tatap muka dengan Mas Dirga dan memilih mencuci piring.

"Kamu nggak pengen ke hotel lagi.?" Aku terkejut saat tiba-tiba Mas Dirga memelukku dari belakang.

"Disini banyak hotel baru dengan view pegunungan. Terakhir menginap di hotel Bandung 7 bulan yang lalu kan.?" Tanyanya memastikan.

Sejak menikah, kami memang sering pergi menginap dari satu hotel ke hotel lainnya. Tentunya untuk mengisi hari libur Mas Dirga dan quality time berdua.

Beberapa hotel mewah di Jakarta, Bandung dan kota-kota lainnya sudah kami sambangi.

Dengan cara seperti itu, kami bisa menghibur diri atas kekurangan dalam rumah tangga yang sampai detik ini belum di karuniai seorang anak.

Beberapa saat berfikir, akhirnya aku menyetujui ajakan Mas Dirga. Dengan begitu Mas Dirga tidak akan datang ke rumah sakit untuk menemui wanita dan anak kecil itu yang entah anak Mas Dirga atau bukan.

Selama Mas Dirga masih menuruti perkataanku, aku bisa membuatnya jarang menemui wanita itu.

Bila perlu, aku hancurkan hubungan mereka secara diam-diam.

Kalau aku tidak bahagia, maka Mas Dirga dan wanita itu juga tidak berhak bahagia.

Kami langsung bersiap. Aku mengemasi baju ganti milikku dan baju Mas Dirga, juga membawa baju kerja Mas Dirga karna kami akan pulang pagi. Jadi besok setelah mengantarku pulang, Mas Dirga bisa langsung berangkat ke kantor.

"Kita beli cemilan dulu ya." Mas Dirga membelokkan mobil di minimarket.

"Biar Mas aja yang beli, kamu tunggu disini."

"Mau nitip apa.?" Tanya lembut. Aku menyebutkan minuman dan beberapa snack ringan, setelah itu Mas Dirga bergegas turun dari mobil.

Begitu Mas Dirga masuk ke mini market, aku melirik ponselnya yang dia tinggalkan di mobil.

Aku ingin melihat apakah wanita itu sempat menelfon Mas Dirga ataupun mengirimkan pesan padanya.

Membuka aplikasi chat, aku melihat riwayat panggilan karna tidak ada chat dari wanita itu.

Tapi rupanya di riwayat panggilan juga tidak ada.

Itu artinya Mas Dirga belum tau kalau dia di minta untuk pergi ke rumah sakit. Kalaupun sudah tau, pasti kami akan batal pergi ke hotel. Karna Mas Dirga pasti lebih memilih untuk pergi menemui wanita dan anak itu.

Baru saja akan mengembalikan ponsel ke tempat semula, sebuah panggilan masuk ke ponsel Mas Dirga. Aku ingin mengangkatnya, tapi saat itu Mas Dirga keluar dari minimarket. Segera ku letakkan ponsel itu dengan membiarkan ponsel terus berdering.

"Telfon dari siapa Dek,?" Mas Dirga menjulurkan kepala setelah membuka mobil.

Tangan kanannya memberikan kantong belanjaan padaku, sedangkan tangan kirinya langsung mengambil ponsel.

"Nggak tau, nggak ada namanya." Jawabku acuh dan memilih mengambil minum dari dalam kantong belanjaan.

"Sebentar Dek, Mas angkat telfon dulu ya." Mas Dirga langsung menutup pintu mobil, bahkan aku belum sempat menanggapi ucapannya. Aku hanya memperhatikan dia dari dalam mobil.

Mas Dirga bergeser menjauhi mobil dan berbicara sesuatu. Sayangnya aku tidak bisa mendengar apa yang dia katakan.

Kurang dari 3 menit Mas Dirga sudah kembali. Duduk di depan kemudi dan mulai melajukan mobilnya.

"Orang kantor ya Mas.?" Tanyaku.

"Bukan Dek, salah sambung." Mas Dirga menjawab tanpa menatapku sedikitpun.

Rasanya aku ingin tertawa sinis di depannya saat ini juga. Tapi belum saatnya. Karna aku masih ingin pura-pura bodoh dan pura-pura tidak tau dengan apa yang terjadi di belakangku.

Sepanjang perjalanan kami hanya mengobrol santai seperti biasa. Aku tetap menanggapi ucapan Mas Dirga meski harus menahan kekesalan.

"Mau coba yang privat pool nggak Dek.?" Tawarnya begitu kami sampai di hotel.

"Kamarnya paling atas, kayaknya seru." Tuturnya seraya merangkul pinggangku.

"Iya boleh,," Hanya jawaban singkat yang keluar dari bibirku.

Sampainya di resepsionis, Mas Dirga langsung memesan kamar hotel yang dia tawarkan padaku tadi.

Dia memang royal, tidak berfikir dua kali untuk mengeluarkan banyak uang setiap kali kami pergi atupun liburan. Tapi siapa sangka di balik sikapnya yang di kagumi oleh banyak istri di luar sana, dia bisa meluluhlantakkan hatiku dan menghancurkannya hingga berkeping-keping.

1
Dewa Nara
kan mbak sita pernah lihat Dirga sama ziva
Dewa Nara
berarti Agam tipe yg tempramental, kalau marah mulutnya berbisa
Dewa Nara
wah sadis bener mulut si Agam
Dewa Nara
jangan2 anaknya Agam
Dewa Nara
kok mbak sita gak nanya anak yg digendong Dirga
Dewa Nara
jangan sampai terlanjur bia...
Dewa Nara
kok dibiarkan berlarut-larut sih, bia
Dewa Nara
berarti bia sama aja dg Dirga
Dewa Nara
dasar laki2
Dewa Nara
walaupun Dirga gak niat selingkuh tapi perbuatannya sdh ke arah itu
Dewa Nara
kapan terbongkar perselingkuhan Dirga
ayu cantik
wenak
Sari Kumala
ini perempuan edan suka dicelup sana sini 😅
Catur Rini
terlalu bertele2,jadi males bacanya,isinya plinplan semua
Agnescerlly Cerlly
papanya sama pelakor
mamanya sama pebinor
nh tuh pasti syok anaknya kalau tau kelakuan emak bapaknya dulu
Agnescerlly Cerlly
baru kali ini aku muak sama cewe munafik ,
Agnescerlly Cerlly
sampai bab ini si bia ni lah,bodoh iya,oon iya,egois iya,munafik iya, serakah iya
Agnescerlly Cerlly
apa bedanya si bia sama Dirga sama sama serakah ingin punya keduanya.....kalau Agam kan katanya sudah cerai
Agnescerlly Cerlly
lelah smaa bia bodoh oon dan nafsuan juga disuruh cerai malah mending nafsu...aja ditambah smaa Agam....
Agnescerlly Cerlly
si bia disuruh cerai ngeyel minta ditunggu org bosan jangan blz selingkuh jua lh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!