NovelToon NovelToon
Terjebak Cinta Gadis Taruhan

Terjebak Cinta Gadis Taruhan

Status: tamat
Genre:Duniahiburan / Teen School/College / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Romansa / Tamat
Popularitas:505k
Nilai: 4.6
Nama Author: Mutia Kim

Seorang gadis cantik bernama Yuna Kim anak dari pengusaha Real Estate tersohor di Korea Selatan menyamar sebagai orang biasa di kampus barunya yang terkenal dengan orang-orang elit yang berkuliah disana karena sebuah alasan.

Lantaran hal itu dia menjadi sasaran empuk untuk dijadikan bahan taruhan yang dilakukan oleh salah satu Idol grup terkenal yang merupakan seniornya disana.

Salah satu member dari idol grup bernama Jayden Choi mencoba untuk mendapatkan hati Yuna, agar dia bisa menang dalam taruhan yang dia buat bersama teman-temannya.

Setelah Jayden berhasil mendapatkan hati Yuna, dia langsung melepaskan dan mempermalukan Yuna di depan semua orang. Tentu hal itu membuat Yuna sakit hati ketika mengetahui jika dirinya cuma sebagai alat taruhan saja.

Apakah Yuna akan membalas dendam kepada Jayden?

Yuk simak kisahnya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutia Kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Yuna Dikejar oleh Wartawan

Sesampainya di halte, Yuna berpamitan pada Lukas. Setelah itu ia turun dari mobil papanya dan langsung melanjutkan perjalanannya menuju ke kampus.

Yuna menghentikan langkahnya, karena lupa membawa sesuatu yang penting menurut saat ini.

"Oh ya ampun! Aku lupa bawa pakai masker," ucap Yuna menepuk jidatnya sambil menggeledah isi tasnya.

"Padahal tadi aku udah taruh di dalam tas deh. Alamat ketahuan sama wartawan nih!" monolog Yuna.

Yuna menghela napas berat. "Terpaksa deh cuma pakai topi sama kacamata aja," gumamnya sambil memakai kacamata dan topi.

Ketika Yuna sudah berada di halaman kampus, disana sudah banyak wartawan yang pastinya tengah menunggu kedatangannya untuk di wawancarai.

'Aduh banyak banget sih wartawan disana,' batin Yuna resah.

Yuna berjalan mengendap-endap sambil celingak-celinguk melihat situasi. Waktu Yuna akan menoleh ke belakang, ia tidak sengaja menubruk tubuh salah satu wartawan yang berada di depannya.

BRUKKK!

"Awww," ucap Yuna meringis.

"Eh kamu Yuna kan?" tanya wartawan tersebut.

"Bu-bukan," elak Yuna. Namun wartawan tersebut tidak mempercayainya.

"Guys ada Yuna disini!" teriak wartawan tersebut sambil memanggil semua teman wartawannya.

"Mampus ketahuan! Aku harus buru-buru kabur nih," gumam Yuna. Ia mengambil ancang-ancang dan langsung berlari sekencang mungkin meninggalkan wartawan tersebut, lalu Yuna bersembunyi di balik semak-semak.

"Sepertinya mereka udah nggak ngejar aku lagi," gumam Yuna melihat situasi.

Baru saja Yuna ingin keluar dari persembunyiannya, tiba-tiba ada seseorang yang membekap mulutnya.

Yuna akan berteriak, namun karena mendengar suara seseorang yang ia kenal, langsung diurungkannya.

"Sekarang udah aman," ucap William.

Yah, William sengaja melakukan itu, karena melihat para wartawan itu sedang berada di daerah tempat Yuna bersembunyi.

Lalu Yuna menghadap ke belakang, tepatnya ke arah William. Dan jarak wajahnya dan William hanya berkisar kurang lebih 10 cm.

"William," ucap Yuna pelan.

"Ngapain sih pakai kacamata segala, kayak nggak pernah di kejar wartawan aja" ucap William sambil melepas kacamata yang Yuna kenakan.

"Emang nggak pernah ya," ucap Yuna sambil mengerucutkan bibirnya.

William menatap lekat wajah cantik Yuna yang lumayan dekat dengannya. Dalam pikirannya, William sangat ingin mencium bibir Yuna yang sedang mengerucut gemas itu. Namun dengan cepat ia tepis pikiran itu dari otaknya.

"Ayo kita masuk," ajak William.Yuna hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum, lalu mereka berdua berjalan beriringan menuju ke dalam gedung kampus.

...****************...

"Hai Jayden," sapa Jessie sambil bergelayut manja di lengan Jayden. Member D'Warlords lainnya kecuali William, menatap tak suka ke arah Jessie.

"Tumben banget kita dateng barengan. Oh ya luka kamu gimana? Udah baikan?" tanya Jessie dengan suara lemah lembutnya.

"Udah gapapa kok," jawab Jayden.

"Coba saja kemarin aku ada di lokasi kejadian. Pasti luka kamu nggak akan separah ini," ucap Jessie sambil memegang wajah Jayden, tapi langsung di tepis oleh laki-laki itu.

David memicingkan mata, "Hah? Maksud kamu, kamu mau gantikan Jayden di pukuli sama William gitu? Yakin kamu?" tanyanya meremehkan Jessie sambil tertawa. Member D'Warlords lainnya pun ikut tertawa mendengar ucapan David.

Tak sengaja Jayden melihat belakang ke arah tangga, disana ia melihat William sedang mengantarkan Yuna menuju ke kelasnya yang berada di lantai 2. Hati Jayden langsung terasa panas melihatnya.

"Ya ampun Jayden, aku mengerti perasaan kamu kayak gimana." Jessie semakin erat memeluk lengan Jayden.

"Kamu yang sabar ya, William itu memang susah banget di bilangin. Udah jelas-jelas Yuna itu nggak selevel sama kita, masih aja di deketin. Aku tau banget, pasti si Yuna itu punya cara yang licik untuk mendapatkan hatinya William," ucap Jessie panjang lebar sengaja untuk memanas-manasi Jayden.

Member D'Warlords sangat muak dengan perempuan di hadapannya ini, yang terlalu genit dan banyak drama.

"Darimana kamu tau kalau William itu beneran suka sama Yuna?" tanya Jayden.

"Ya kamu liat aja tadi kenyataannya. Mana mungkin seorang William suka sama cewek kampungan kayak Yuna," ucap Jessie yang terus merendahkan Yuna. Entah kenapa Jayden tak suka dengan ucapan Jessie tadi.

"Heh, kamu itu nggak usah sok tau ya! Kalau kamu nggak tau tentang mereka, kamu nggak usah sok-sok tarik kesimpulan deh!" sentak Jayden sambil menghempaskan tangan Jessie yang tengah memeluk tangannya.

"Dan kamu jadi cewek, nggak usah sok asik deh sama aku. Aku nggak butuh perhatian dari kamu, Ngerti?!" lanjut Jayden. Setelah mengatakan itu Jayden langsung pergi meninggalkan Jessie dan diikuti oleh sahabat-sahabatnya.

'Sialan! Kenapa jadi aku yang di bentak-bentak sama Jayden. Ini semua gara-gara Yuna! Awas aja kamu Yuna, aku bakal bikin kamu nggak tenang kuliah disini,' batin Jessie kesal.

...****************...

Setelah selesai makan siang di kantin, Yuna dan Deana pergi mencari angin di dekat air mancur yang berada di halaman kampusnya.

Hari ini Kenzo tidak masuk kuliah, dikarenakan ia pergi menjenguk neneknya yang sedang sakit di kota B.

Yuna duduk sambil membaca novel, sedangkan Deana duduk sambil memainkan ponselnya.

'Novel ini selalu ngingetin aku sama Jayden. Aku nggak bisa terus kayak gini, mungkin lebih baik novel ini aku buang saja' batin Yuna mengingat novel yang pernah ia berikan pada Jayden dan kebetulan novel tersebut sedang Yuna bawa sekarang.

'Tapi emang aku udah siap kehilangan novel ini? Dan apa aku siap kehilangan Jayden dari ingatan aku?' batin Yuna yang tengah dilanda dilema.

"Hei Yun, kamu nggak apa-apa kan?" tanya Deana yang langsung membuyarkan lamunan Yuna.

"Aku nggak apa-apa kok De," jawab Yuna tersenyum tipis.

"Beneran?" tanya Deana memastikan.

"Iya beneran Deana."

Jessie dan kedua temannya tiba-tiba saja menghampiri Yuna dan Deana. Jessie merampas novel yang Yuna pegang dan langsung membuang novel tersebut ke dalam kolam air mancur. Hal itu membuat Yuna dan Deana naik pitam sambil menatap tajam ke arah Jessie.

"Heh, apa-apaan sih kamu?! Main buang-buang novel orang aja!" sentak Deana.

"Diem deh kamu cewek centil!" balas Jessie ketus. Deana langsung terdiam mendengar ucapan Jessie sambil menahan emosinya.

"Eh berani ya kamu buang novel aku!" bentak Yuna.

"Kenapa? Kamu nggak suka?" tanya Jessie sinis.

"Nggak rela ya novel kamu itu aku buang ke kolam? Kalau kamu nggak suka ambil aja sendiri," lanjut Jessie. Yuna mencoba untuk menahan diri untuk tidak bertindak keras dengan perempuan di depannya ini.

"Kenapa kamu? Ambil tu novel!" ucap Jessie ketus.

Yuna duduk jongkok dan mencoba untuk mengambil novelnya yang tercebur di dalam kolam air mancur tersebut. Tapi jahatnya Jessie malah mendorong tubuh Yuna ke dalam kolam air mancur tersebut.

BYURRR!

"Rasain! Ini semua itu balasan aku! Gara-gara kamu, tadi pagi Jayden bentak aku," ucap Jessie yang menyalahkan Yuna.

Tak terima sahabatnya didorong Deana pun balik mendorong tubuh Jessie sampai menubruk tubuh Pamela dan Jenni.

"Apaan sih kamu cewek centil!" kesal Jessie.

"Iya nih, main dorong-dorong orang aja!" ucap Jenni.

"Gila ya kamu!" timpal Pamela yang tak kalah kesal.

"Kalian yang apaan! Sekarang kalian bertiga pergi dari sini! Atau aku laporin kalian ke Rektor!" ancam Deana.

Jessie dan kedua temannya pun pergi dengan perasaan yang kesal dan jengkel. Deana langsung menolong Yuna untuk naik dari kolam air mancur tersebut.

"Kamu nggak apa-apa kan Yun?" tanya Deana khawatir.

Yuna menggeleng pelan, "Aku nggak apa-apa kok De," ucapnya sambil membawa novel yang Jessie buang tadi dan kini novel itu sudah habis basah.

"Ayo kita ke toilet buat ganti baju kamu," aja Deana.

"Tapi aku lupa bawa baju De, gimana dong? Ya kali aku belajar pakai baju basah gini," ucap Yuna lesu.

"Kamu tenang aja, aku bawa baju lain kok di dalam mobil aku," ucap Deana.

"Serius?"

Deana mengangguk. "Kalau gitu kamu tunggu di toilet ya? Aku mau ambilin kamu baju dulu di mobil," ucapnya.

"Makasih ya De, kamu memang paling the best deh," puji Yuna. Deana terkekeh mendengar ucapan Yuna.

"Sama-sama Yuna. Kita itu kan sahabat, yah sudah seharusnya kita itu saling membantu," ucap Deana. Yuna tersenyum mendengarnya.

"Ya udah, kalau gitu aku mau ke mobil dulu ya?"

"Oke."

Yuna langsung pergi ke toilet, sedangkan Deana pergi ke parkiran untuk mengambil baju ganti untuk Yuna di dalam mobilnya.

.

.

.

.

.

.

.

To be continued.

1
Writer_lynn
Cinta Yang Menarik😁
Yusria Mumba
semangat yuna,
UNKNOWN 💋
disini juga ada🤭
UNKNOWN 💋
ada typo ya🤭
Arwet Bach
CaMer idaman
Allenn
Yuna
Arwet Bach
Ni Bru Yuna ank org KY tp g manja,ini Bru isi novel yg BS dijadikan panutan
Sri endang Wahyuni
bagus
Qaisaa Nazarudin
Udah deh JODOHIN aja mereka,Biar Jayden gak punya kesempatan lg buat deketin Yuna,Saat Jayden tau siapa Yuna sebenarnya..
Qaisaa Nazarudin
Yg lebih parah Yuna mengambil HAK orang lain secara tak langsung yg seharusnya betul2 memerlukan biasiswa itu..Yuna egois..
Qaisaa Nazarudin
Waah menang banyak Will,Langsung di percaya oleh tuan Kim buat jagain Yuna..👏👏👏👍👍
Qaisaa Nazarudin
Sendiri yg pengen hidup penuh kepura-puraan ya tanggung sendiri aja akibatnya,Semoga setelah ini kamu jauhin Jayden,Biar dia yg ngejar2 kamu lagi,Tapi ingat cuman kasih dia pelajaran,Jangan mau balikan lagi sama dia..
RahmaWati S Haruna
Luar biasa
RahmaWati S Haruna
pasti nnti William sma Jayden berebutan untuk mndpatkn Yuna
Kosong
A elah cewek modal nangis sama manja doang
Kosong
Ahahahaha cewek modal manja dan nangis doang 🤣🤣🤣
Kosong
Lagian cewek di baperin dikit ngaruh
Kan murahan
Kosong
Aku benci bangat cewek model yuna
Udah bego,Sok bisa padahal payah
Udah gtu keras kepala lgi
Kosong
Ae ellah gk ada cewek lain apa
Yuna gadis lemah dan bodoh
Elly Watty
g suka klw cewek yg susah move on, semoga Yuna nggak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!