NovelToon NovelToon
Terbiasa Denganmu (Kisah Cinta CEO Amnesia)

Terbiasa Denganmu (Kisah Cinta CEO Amnesia)

Status: tamat
Genre:CEO / Romansa / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:38.3k
Nilai: 5
Nama Author: Indah Mawarni

Alan Mahendra adalah seorang CEO sebuah perusahaan Mebel ternama nomor satu se-Asia Tenggara. Ia mempunyai kekasih bernama Sonia. Tapi sayang Sonia tidak mendapatkan restu dari kedua orang tua Alan.

Suatu hari Alan bertengkar dengan Bobby yang menyebabkan dirinya jatuh ke sebuah sungai yang dalam. Lalu mobilnya di bawa dan di buang ke dalam jurang.

Dini yang sedang melamun di tepi sungai melihat jasad sedang mengapung terbawa arus sungai. Itu adalah jasad Alan. Dini masuk ke sungai dan membawa jasad Alan itu ke tepi sungai.

Dini yakin bahwa pria yang diselamatkannya masih bernyawa. Ia membawa Alan kerumahnya untuk dirawat. Saat Alan siuman, Alan lupa dengan semua hal. Bahkan mengingat namanya saja dia tidak mampu. Akhirnya kedua orang tua Dini memutuskan untuk membiarkan Alan tinggal di rumah mereka. Tepatnya di sebuah gudang kosong yang akan mereka renovasi untuk kamar Alan. Dan karena Alan tidak tahu siapa namanya, Dini memberinya sebuah nama yaitu Tejo.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indah Mawarni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25. Pertemuan Gilang dan Alan

"Assalamu'alaikum", ucap Gilang di depan pintu rumah Abah.

Seseorang yang sedang berada di rumah pun langsung menjawab salam mereka dan bergegas menemui tamu yang datang ke rumahnya. Betapa terkejutnya Emak melihat kedatangan Gilang dan Dara.

Dara langsung memeluk erat Emak. Begitu sangat rindu karena sudah hampir setahun mereka tidak bertemu. Emak langsung menyuruh mereka masuk dan ingin segera membawakan minuman kepada mereka.

Dari dalam kamar, Dini mendengar suara ribut dari luar. Ia pun penasaran dan bergegas keluar dari kamar untuk mengetahui siapa tamu yang datang ke rumahnya. Begitu tau bahwa Dara dan Gilang yang datang ia begitu senang. Dan langsung memeluk Dara dengan erat.

Tidak lupa Dara memberikan sebuah hadiah untuk Dini, adik sepupu kesayangannya yang sudah dia anggap seperti adik kandungnya sendiri. Dini merasa sangat bahagia. Ia tidak sabar dan langsung membuka hadiahnya yang ternyata adalah baju-baju baru dan juga sebuah tas sandang yang sangat cantik berwarna merah kesukaannya. Lalu, matanya terperanjat melihat sebuah kotak yang ia tahu itu adalah kotak handphone. Matanya langsung berbinar-binar dan langsung memeluk kotak tersebut.

"Ayo di buka dong", pinta Dara.

Dengan malu-malu Dini membuka kotak tersebut. Dan dia pun terkejut lagi, pasalnya itu adalah handphone yang memang ingin dia beli. Karena sudah beberapa bulan ini Dini mengumpulkan uangnya untuk membeli handphone tersebut. Dan kini ia tidak perlu lagi mengeluarkan uangnya.

"Makasih ya kak", ucap Dini sambil memeluk dan menciumi Dara.

"Eit, makasihnya ke Kak Gilang dong. Kan belinya pakai uang Kak Gilang", ucap Dara.

"Hehehe makasih ya Kak Gilang", ucap Dini malu-malu.

"Iya sayang. Sama-sama", jawab Gilang sambil tersenyum karena lucu melihat tingkah Dini.

Kemudian Emak datang membawakan minuman serta cemilan untuk mereka santap. Tak lupa pula Dara memberikan hadiah untuk Emak dan juga Abah. Emak juga merasa sangat bahagia menerima hadiah dari anaknya itu. Kemudian, Emak ingin menghubungi Abah supaya cepat pulang karena kedatangan Dara dan Gilang. Namun, Dara berpesan agar Emak tidak bilang bahwa mereka telah berada di rumah untuk mengejutkan Abah. Emak pun menuruti perintah Dara dan langsung berjalan ke kamar untuk mengambil ponselnya dan menghubungi Abah.

"Oh iya. Sebagai gantinya gimana kalau Dini masak untuk Kak Dara dan Kak Gilang. Kalian mau dimasakin apa?", tawar Dini.

"Em, apa ya Mas kira-kira", tanya Dara pada suaminya.

"Dini mau masak apa aja pasti enak. Semua yang Dini masak pasti Kakak makan", jawab Gilang memuji Dini.

Dini pun tampak tersipu malu karena telah di puji. Kemudian Dini mengusulkan ingin memasak kare kambing spesial untuk kakak-kakaknya. Mereka berdua pun setuju dengan usulan Dini.

Kemudian Dini langsung bergegas untuk pergi ke peternakan untuk mengambil daging kambing. Namun, tidak di sangka Abah sudah sampai di depan rumah. Dini langsung sedikit takut karena Abah melarangnya keluar rumah sebelumnya.

"Mau kemana kamu?", tanya Abah pada Dini yang berada di teras.

"Mau ke peternakan Bah. Mau ngambil daging kambing. Dini mau masak kare kambing", jawab Dini dengan sedikit rasa takut.

"Tumben?"

"Soalnya ada tamu, Bah. Jadi, mau sekalian di ajak makan".

"Tamu? Siapa?"

"Kayaknya Abah harus liat sendiri deh".

"Ya sudah, kali ini Abah izinkan kamu keluar. Tapi, Abah mohon jangan melakukan sesuatu yang memalukan".

Abah merasa sangat penasaran dengan tamu yang datang ke rumahnya. Ia langsung berjalan masuk ke dalam rumah sambil mengucapkan salam.

"Wa'alaikum salam", jawab Gilang dan Dara bersamaan sambil melihat ke arah orang yang baru masuk ke rumah itu.

"Dara? Gilang?", ucap Abah terkejut dengan senyuman lebar di bibirnya.

Dari luar Dini mendengar suara ricuh dari dalam rumahnya. Hatinya juga ikut merasa senang karena rumahnya menjadi ramai sekarang. Ia pun bergegas mengendarai motornya menuju peternakan.

***

Dini telah membawa 3 kg daging kambing pilihan dari peternakan Abah. Ia sedang mengendarai motornya menuju rumahnya. Tanpa sengaja Dini melihat Wahyu yang sedang duduk sendirian di tepi jalan sambil memandangi hamparan sawah yang luas. Dini menghentikan laju motornya di sisi jalan lainnya.

Dini merasa Wahyu sedang dirundung masalah. Ia terlihat seperti sedang melamun. Dini penasaran dengan apa yang sedang Wahyu pikirkan. Tapi, Saat ia hendak turun dari motornya, ucapan Abah langsung terlintas di benaknya. Tidak mungkin ia mengecewakan Abah lagi. Dini langsung mengurungkan niatnya untuk menemui Wahyu.

Ia langsung melajukan motornya kembali. Dan saat tiba di rumah, ia langsung membersihkan daging kambing itu dan setelah itu ia langsung merebusnya agar dagingnya empuk. Sambil menunggu daging yang di rebus, Dini menyiapkan bumbu kare. Di rumah selalu tersedia bumbu masakan serta dedaunan untuk aromatik ada tumbuh di halaman rumahnya.

Saat itu juga, sebuah mobil pickup masuk ke halaman rumah Abah. Tejo turun dari mobil, ia langsung masuk dari pintu belakang karena ingin mandi. Dari kejauhan, sudah tercium aroma sedap yang menggugah seleranya. Kemudian ia buru-buru masuk dan mendapatkan Dini yang sedang memasak.

"Ssstt, masak apa?", tanya Tejo yang berada di pintu.

"Eh Jo, cepetan mandi gih. Setelah itu kita makan bareng. Ini aku lagi masal kare kambing, acar timun dan nanas, sama mau buat telur dadar. Pokoknya enak deh", jelas Dini sambil mengaduk-aduk masakannya.

"Tumben banget banyak yang dimasak?", tanya Tejo penasaran.

"Iya dong. Soalnya Kakakku dan suaminya datang kesini. Dah, cepetan mandi sana", jawab Dini.

"Ya, udah deh kalau gitu aku ambil baju di kamar dulu", ucap Tejo

***

Dini sedang meletakkan makanan yang ia masak di atas tikar yang sudah dipersiapkan Abah tadi. Ya, mereka akan makan lesehan. Aroma masakan Dini sangat sedap. Semua orang tidak tahan lagi ingin memakannya.

Mereka pun mulai mengambil piring dan mengisinya dengan nasi. Dan tiba-tiba Tejo datang sambil mengucap salam. Gilang yang melihat kedatangan seorang pria itu pun kaget dan langsung berdiri.

"Pak Alan?", ucap Gilang kaget.

Semua heran dengan apa yang di ucapkan Gilang. Begitu juga dengan Tejo. Ia juga kaget karena lagi-lagi ia mendengar nama Alan. Nama yang membuat kepalanya sangat sakit karena nama itu terus berdatangan di dalam benaknya. Dan Tejo juga heran, mengapa pria itu menyebut dirinya Alan. Apakah itu nama aslinya dan apakah karena itu ia menganggap nama Alan tidak asing di telinganya. Namun, siapa pria itu. Kenapa dia mengenal dirinya dan menyebutnya dengan panggilan "Pak".

"Kak Gilang kenal sama Tejo?", tanya Dini.

"Tejo?".

"Ia Tejo, itu nama yang Dini berikan karena dia lupa ingatan dan lupa dengan namanya juga", jawab Dini.

"Apa? Lupa ingatan?", tanya Gilang yang masih bingung

**"

1
Nenieedesu
jangan lupa mampir dan tinggalkan jejak dinovel baru aq kak Dicintai ketua geng motor
Nenieedesu
bagus ceritanya
Nenieedesu
yang ini juga sudah aq favoritkan kak
Senajudifa
kesel jg aku sma wahyu ini
Senajudifa
itu sktx karena perjodohan
Senajudifa
dukung tejo dini...kutukan cinta mampir thor
🟢🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY🐌
Happy Ending Kk
Keren cerita kk yg ini
Perjuangan Ucup mampir
🟢🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY🐌: Sama2 Kk
total 2 replies
🟢🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY🐌
Makin Seru Kk
Perjuangan Ucup mampir
🟢🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY🐌
Makin Seru Kk
Kasihan Dini
Perjuangan Ucup mampir
love more
mampir dl
Indah MB: selamat membaca kak
total 1 replies
HELGA
Tejo gaktuh 😆😆😆
Indah MB: 😂😂😂

selamat membaca ya kak
total 1 replies
🟢🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY🐌
Makin Seru Kk
Perjuangan Ucup mampir
🟢🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY🐌
Makin Baper ama pasturi ini
Perjuangan Ucup mampir
Senajudifa
tejo jujur aj kalo cinta...aku mampir thor
Indah MB: iya kak... 😁
total 1 replies
Senajudifa
akhirx ketemu jg nih cerita aku sdh nyari tp lupa judul sm nm authorx😁😁🙏🙏
Indah MB: monggo di baca kak 😁
total 1 replies
🦋𝖀𝖓𝖓𝖎𝖊 𝕰𝖛𝖎🍀
Ga suka sama sifatnya si Bobby
Indah MB: iya kak... emang tega bgt dia
total 1 replies
🟢🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY🐌
Makin Seru Kk
Perjuangan Ucup mampir
🟢🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY🐌
Tapi Ry suka pny mertua kyk Mama Mira
Perjuangan Ucup mampir
emang dah otakku nih udah gak bersih🗿
Indah MB: berarti sama kayak otaknya mama Mira 🤣
total 1 replies
Indah MB
iya Ri makasih ya... jangan lupa kadonya 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!