Tidak pernah terbayang kan jika wanita yang beberapa hari ini aku kenal dan aku suka adalah sosok hantu yang gentayangan.
Bagaimana akhir hidupnya dulu, hingga ia menjadi sesosok hantu yang bergentayangan?
Warning!
Isi nya hanya ke haluan dari author gabut 😊 no komen julid nyelekit 😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mahlina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Masa iya sakit?
...👻👻👻...
"Bang!"
Momo berdiri di depan kamar Bimo dengan tangannya yang mengenakan tas selempangnya di bahu.
Bimo langsung melepaskan pagutan bibirnya pada Melati takut juga jika Momo sampai melihatnya.
Melati meledek Bimo yang tadi sempat tidak mendengarkan perkataannya, "Makanya kalo aku kasih tau itu ngerti, beng!"
"Iya sayang, maaf ya! Lain kali aku akan lebih mendengarkan perkataan mu itu!" Bimo menarik sudut bibirnya.
Sedangkan Momo yang berada di luar kamar Bimo.
Momo menghentakkan ke dua kakinya, "Ayo bang! Ka Melati juga ajak!" Seru Momo.
Bimo bertanya pada Melati dengan gerakan kepalanya, "Bagai mana ini?"
Bimo beranjak dari posisinya dengan tangan satunya yang terulur pada Melati.
"Kau ikut kan?" Tanya Bimo.
"Aku tidak bisa bang, aku sudah mengeluarkan tenaga ku cukup besar hari ini, raga ku lelah." Ujar Melati yang tidak bisa ikut jika harus pergi sore hari.
Bimo akhirnya mengalah dan mengambil jaket dari dalam lemari pakaian yang ada di kamarnya.
"Ya sudah kalo begitu, apa tidak apa jika aku meninggalkan mu sendiri di rumah?" Bimo tampak ragu untuk meninggalkan Melati seorang diri di rumah.
"Tidak apa, bang! Kalian pergi saja berdua." Melati menarikkk sudut bibirnya ke atas saat melihat Bimo sudah mengenakan jaketnya, terlihat gagah.
Melati duduk menyandar pada kepala ranjang, tampak wajah Melati yang mulai lemah.
Bimo mendudukkan dirinya di tepian ranjang, membelai lembut pipi Melati.
"Aku baru tahu jika hantu juga bisa sakit!" Seru Bimo.
"Ihs aku ini sama dengan mu, bang yang membedakan hanya alam kita berdua, tapi ke seharian kau dan aku tidak jauh berbeda bang."
"Aku iya kan saja lah ya, semua perkataan mu itu Melati." Ujar Bimo yang tidak mau ambil pusing.
Bimo mengecup bibir Melati.
Cup.
Bimo membenarkan posisi Melati, "Kau istirahat lah di rumah." Ujar Bimo yang di angguki kepala oleh Melati.
Tangan Bimo terulur untuk menyelimuti tubuh Melati dengan selimut, "Aku tidak akan lama." Terang Bimo.
"Bersenang senang lah kalian berdua." Melati memejamkan ke dua matanya.
Hati Bimo benar benar berat untuk meninggalkan Melati di rumah seorang diri.
Bimo tidak lagi mendapati Momo di dalam rumah, "Anak itu pasti sudah menunggu di luar dengan tidak sabar." Gumam Bimo dengan kaki yang melangkah ke luar.
Setelah menutup pintu, Bimo langsung memasuki garasi mobilnya.
Momo membatin saat hanya mendapati Bimo yang ke luar dari dalam rumah, ko ka Melati gak ikut ya? Atau ka Melati sedang sibuk merias diri sayang?
Bimo mendudukkan dirinya di belakang kemudi dan mengenakan sabuk pengamannya.
"Ka Melati mana ka?" Momo menoleh pada Bimo.
"Ada di kamar kamar." Bimo melajukan kendaraannya.
"Kita cuma berdua aja gitu ka?" Momo tampak kecewa.
"Mau bagai mana lagi, Melati sedang tidak enak badan, sayang. Kau mengerti lah sedikit kondisi tubuhnya ya!" Bimo mencoba memberikan pengertian pada adik perempuannya Momo.
Momo mengerutkan keningnya, "Perasaan tadi ka Melati masih baik baik aja kan! Masa iya sakit?" Momo tampak tidak percaya dengan alasan yang di berikan Bimo.
"Ya memang itu kenyataannya, mau bagai mana lagi?" Bimo malah balik bertanya pada Momo.
"Ihs!"
"Jadi kita mau ke mana?"
bersambung...
...🍀🍀🍀🍀🍀...
Jangan lupa jempol nya ya 🤭
Janga lupa komentarnya buat pemasukan ide untuk author gabut 🤭
-Traces Of The Sun