Astri Wijaya mengenal Pasquela Sioulus sebagai pria yang tampan dan disukai banyak wanita.
Dia tidak berharap lebih untuk dicintai dan dimiliki oleh Pasquela, karena ia tahu apa yang harus diterimanya saat ia menerima seorang Pasquela Sioulus.
Perjalanan cinta mereka seperti menyusuri jalan sunyi hanya berdua tanpa mengetahui apakah ada rintangan didepannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 25.
Dengan perasaan marah dan kesal Pasquela berjalan keluar, ketika akan memasuki mobil yang sudah dibawa oleh Valet parking ke lobby, Pasquela menatap ke dalam lobby dan dilihatnya Astri masih duduk di sofa dengan posisi menyandar.
" Maafkan aku, bisa parkirkan kembali ?," kata Pasquela pada Valet parking yang sudah keluar dari mobilnya.
" Baik Tuan," jawabnya.
Pasquela berjalan kembali menghampiri Astri dan ia berdiri dibelakang sofa tempat Astri duduk bersandar.
" Sekali lagi, maukah kamu memaafkan aku ?," bisik Pasquela lembut tetapi cukup mengejutkan Astri hingga secara reflek ia memukul wajah yang berada sangat dekat dengan wajahnya.
" Astaga, hey hentikan... ini aku.!," ucap Pasquela menghentikan gerakan tangan Astri yang membabi buta.
" Ya Tuhan, Anda mengagetkan saja." ucap Astri ketika ia melihat wajah Pasquela sementara tangannya dipegang oleh pria itu.
" Kau tahu, sikapmu seperti singa lapar," ujar Pasquela, dan ia langsung duduk disebelah Astri sambil memegang hidungnya.
" Kenapa dengan hidung Anda ?," tanya Astri.
" Memangnya kamu tidak merasa kalau kamu memukul hidungku ?," jawab Pasquela.
" Ya Tuhan..., Maafkan aku, aku benar-benar tidak sengaja. Tapi Anda juga yang salah, mengapa berbisik di telingaku dari belakang ?," ucap Astri dengan cepat.
" Menurut mu ?."
" Ya mana aku tahu."
" Aku khawatir melihatmu masih duduk disini sendirian, sedangkan hari sudah malam," jawab Pasquela menatap wajah Astri dari samping.
" Oh, bukan karena..."
" Karena apa ?."
" Mana aku tahu, Anda pasti dapat menebaknya," jawab Astri.
Pasquela menatap Astri yang sedang mengambil tas belanjanya dari lantai dan terlihat mau pergi.
" Mau kemana ?,"tanya Pasquela.
" Mau ke kamar. Kenapa ?."
" Boleh aku ikut ?."
" Tidak, terimakasih," jawab Astri tegas walupun ia menjawabnya sambil tersenyum masam.
" Baiklah. Aku akan menunggu mu sampai kamu masuk ke kamar mu !."
" Oke, aku akan menelepon Anda begitu aku berada dikamar. Selamat malam."
" Malam."
Astri berjalan menuju lift dan ia masuk kedalam ketika pintu lift terbuka.
Pasquela masih berada di lobby menunggu Astri menelepon nya, dan tidak berapa lama gadis itu menghubungi nya lewat Videocall yang memperlihatkan bahwa dirinya sudah berada didalam kamarnya.
Setelah merasa yakin bahwa Astri sudah berada ditempat yang aman Pasquela meninggalkan hotel dimana Astri menginap menuju tempat yang tadi ditinggalkan begitu cepat ketika ia mengetahui bahwa Astri pergi berbelanja ketika hari sudah malam.
Pasquela mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang diizinkan menuju hotel dimana ia menginap.
Dengan langkah kakinya yang terkesan santai ia menuju kamar dan segera membuka pintunya.
Ditempat tidurnya yang besar terlihat seorang wanita yang memakai baju lingerie yang sangat tipis hingga memperlihatkan maksud dan tujuan dari pemakainya.
" Pergilah, kamu telah merusak hariku," perintah Pasquela tajam.
" Sayang, izinkan aku menemani dirimu ?," pinta wanita itu dengan sikapnya yang menggoda.
" Aku tidak pernah memintamu untuk datang dan juga tidak butuh kau temani."
" Pasquela aku tidak akan mengatakan kepada siapapun bahwa kita menghabiskan malam bersama ," katanya lagi, dan kini ia mengalungkan kedua lengannya pada leher Pasquela membuat pria itu melepaskan lengan wanita itu dengan kasar.
" Abyana, aku tidak perduli dengan apa yang kamu katakan, sekarang pergilah !."
" Pasquela, izinkan aku menemani dirimu, aku yakin kamu tidak akan menyesal."
" Sayang sekali Abyana, aku sudah sangat menyesal ketika mengizinkan diri mu masuk ke kamar ku. Sekarang pergilah, aku ingin kamarku kosong ketika aku kembali. Aku yakin kamu mengerti maksudku."
Pasquela meninggalkan kamarnya dan kini ia berada di cafe hotel dan tengah menikmati segelas anggur dengan kwalitas terbaik yang dimiliki oleh cafe tersebut.
Terdengar suara memuji para lelaki dari arah pintu masuk yang berada dibelakang Pasquela.
" Boleh aku menemani mu ?," terdengar suara wanita dengan nada menggoda.
" Sayang sekali, aku tidak ingin ditemani."
" Yakin tidak ingin ditemani ?," tanya wanita cantik dengan tubuh nya yang sangat membangkitkan gairah lelaki.
" Yakin," jawab Pasquela dengan senyum menilai.
" Sungguh ?," tanyanya lagi.
" Baiklah, tapi aku ingin memastikan bahwa dirimu bersih," jawab Pasquela membuat wajah wanita itu memerah.
" Apakah kamu meragukan diriku ?,"
" Tentu saja, dan kalaupun aku ingin bersamamu itu bukan sekarang, Pergilah...!."
Setelah wanita itu pergi Pasquela segera menghabiskan isi gelasnya dan ia kembali menuju kamarnya dan berharap Abyana sudah pergi, hingga ia bisa istirahat.
emang hrs ketemu sm astrid