Alih-alih menikmati fasilitas orang tuanya Sheeva memilih menepi dan hidup di panti asuhan sejak duduk di bangku kelas 8 menengah atas. Banyak hal membuatnya memutuskan demikian
lantas apa yang mendorong gadis sekecil itu menjauh dari dekapan hangat keluarganya ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayra Zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ciuman
Hari ini sheeva mulai bersekolah kembali setelah hampir satu bulan tidak masuk dan lebih banyak gurunya yang datang ke paviliun milik keluarga Aditama untuk melanjutkan proses belajar mengajar.
Andai tidak ada Edward Aditama entah bagaimana nasib sekolah Sheeva terutama soal bea siswanya.
Setelah berhasil merayu daddy Edward agar boleh kemabli ke rukonya dua hari lalu, Sheeva memutuskan hari akan berangkat ke sekolah karena dia merasa tubuhnya sudah sangat fit.
Bukan hal mudah bagi Sheeva bisa mendapat ijin dari daddy Edward dan mommy Renita untuk kembali ke rukonya. di ijinkan pun dengan syarat ada pengawal yang akan menjaganya. Sebenarnya Sheeva tak nyaman namum mau bagaimana lagi, dari pada di tawan orang tua angkatnya ya kan.
Pagi ini saja Sheeva harus berdebat dengan para pengawalnya daddy Edward. Sheeva yang sudah terbiasa sekolah dengan mengendarai motornya kini di haruskan kemana-mana naik mobil yang di siapakan oleh daddy Edward. Jelas Sheeva menolak, mana mobilnya kelihatan mewah banget lagi. Apa dia tidak akan menjadi pergunjingan seantero Harapan Bangsa.
Hampir satu bulan tidak sekolah dia tiba-tiba datang dengan di antar pengawal dan menaiki mobil mewah. Alamat dia akan di tuduh menjadi simpanan om-om ini mah.
Dengan segala perdebatan akhirnya Sheeva berangkat dengan menaiki taksi online. Itupun dia masih tetap mendapat pengawalan dari anak buah daddy Edward. Meskipun pengawalnya seorang perempuan tetap saja Sheeva merasa risi di buatnya.
Beruntungnya dua pengawalnya itu tidak sampai ikut masuk ke dalam lingkungan sekolah, kalau sampai ikut masuk entah apa yang akan dia lakukan ?
Langkah Sheeva terhenti karena ada tangan besar yang mencekal lengannya. Dia melotot terkejut begitu mengetahui itu adalah ulah Kay. Kay bahkan membawa Sheeva kearea lorong sekolah yang masih sepi.
'' Ada apa sih kak ?" Sheeva berusaha melepas cekalan Kay.
" Siapa yang ijinin kamu berangkat sekolah hari ini ?" Sheeva tak berani menatap mata kay.
" Lihat aku Sheeva !" Sheeva masih menunduk.
" Bukankan sudah ku bilang rehat dulu ?"
Sheeva memberanikan diri menatap mata Kay. Namum kembali dia menunduk. Sorot tajam yang terpancar dari mata pria di depannya itu benar-benar mampu menembus jantungnya.
" Maaf kak, aku sudah terlalu lama tidak masuk sekolah. Aku tidak mau beasiswaku hangus karena itu dan banyak tugas wakil ketua osis tang sudah aku abaikan. Aku juga sudah sehat kak, bosan diam di rumah terus "
" Kalau bicara tatap lawan bicaramu Sheeva " Sheeva menghela nafas, dia lalu menatap Kay.
" Apa kamu pikir daddy tidak atau aku tidak sanggup membayar uang sekolahmu ?"
" Bukan masalah mampu dan tidaknya kak.jika soal uang aku pun ada hanya, akan menjadi sia-sia apa yang aku perjuangkan selama ini kak "
" Tidak akan ada yang berani mencabut beasiswamu "
" Tapi peraturannya memang begitu kak "
" Kamu itu tidak berangkat karena sakit, surat dokternya juga ada. Apa kamu pikir yayasan sebesar ini tidak bisa mentoleransi ?"
" Kalaupun mereka tidak bisa kasih toleransi jangan khawatir ada aku dan daddy Sheev. Yang penting itu kamu fit betul dulu "
" Aku sudah sehat kak "
" Kamu ngak takut mommy sama daddy kecewa hemm ?" Kay mengunakan kelemahan Sheeva.
" Mereka sangat sayang dan peduli padamu lho Sheev "
" Iya kak aku tau itu."
" Aku senang dan sangat bahagia bertemu kalian kak. Kalian menerima ku tanpa peduli histori keluargaku. Namum di sisi lain aku merasa sesak dengan semua yang kalian beri kak. Aku tau ini semua demi kebaikanku kak, kalian melakukan ini demi menjaga keamananku. Tapi, jujur kau tak nyaman kak, aku susah gerak, apapun harus dengan pengawal " Sheeva mencoba mengutarakan rasa tidak nyamannya. Berharap Kay memahaminya namun ternyata Kay justru salah menangapi ketidak nyamanan Sheeva.
" Jadi keberadaanku membuat kamu tidak nyaman juga ?" Sheeva gelagapan mendengan pertanyaan dari Kay.
" Bukan begitu maksudku kak " Sheeva tak ingin Kay salah paham.
" Lalu apa hemm..?" Kay mengikis jarak antara keduanya. Membuat Sheeva terpojok di dinding.
Tanpa di duga Kay mendaratkan bibirnya di bibir mungil Sheeva. Awalnya hanya menempel, namun lambat laun Kay melumat rakus bibir Sheeva. Tentu Sheeva terkejut namum, amu berontak bercuma satu tangan Kay menahan tengkuknya. Kay terlihat menikmati meski Sheeva tak membalasnya.
Sheeva hanya mampu mematung. Air matanya mengalir tanpa di minta. Dia merasa terlalu murahan karena membiarkan seorang pria menyentuh lebih atas dirinya.
Kay yang menyadari telah melewati batas pun akhirnya menyudahi perbuatannya. Tanpa melepas tangannya dari tengkuk Sheeva dia menyatukan keningnya dengan kening Sheeva. Dia menyesal tak mampu mengendalikan diri.
" Maaf sweety " ucapnya dengan nafas terengah-engah.
" Murah banget aku ya kak ?" Sheeva tersenyum getir. Air matanya terus mengalir.
" No.. Aku yang salah tidak bisa mengendalikan diri, maaf oke ?"
" Hemmm.."
" Your my Queen Sheev, kamu tidak murah "
" Queen of jalang begitu ?" Sheeva terkekeh, namun justru itu semakin membuat seorang kay jatuh terperosok semakin dalam rasa bersalah.
" Sorry sweety aku tak bermaksud begitu. Aku melakuakn itu karena aku mencintaimu, aku gemas dengan ngeyelnya kamu. Aku tidak tau gimana caranya menangani perasaanku ini Sheev " Sheeva terkejut dengan pengakuan Kay.
" Tolong jangan temui aku lagi kak. Aku tidak ingin menjadi jahat dan tak tau terima kasih dengan meluapkan amarahku ke kamu "
" Kamu boleh ngamuk Sheev, karena memang aku salah. Asal jangan melarangku buat ketemu kamu. Aku nggak bisa Sheev "
" Aku tidak mau lihat muka kakak lagi " Sheeva berlari meninggalkan Kay, dia tak jadi masuk kelas. Sheeva memilih pergi ke tempat di mana dia biasa menyediri.
" Bodoh.." Kay memukul kepalanya lalu berlari menyusul Sheeva. Sayang dia kehilangan jejak Sheeva. Wanita mungil itu begitu gesit larinya.
" Bos.." Kay tak menghiraukan panggilan Antoni. Diotaknya hanya segera menemukan Sheeva.
" Itu si bos kenapa sih ?" Rama nampak bingun dengan tingkah leadernya.
" Larinya udah kaya mau mengejar pacarnya saja " Imbuh Yuda.
" Eh tunggu, bukanya tadi dia sama bu bos ya atau jangan-jangan berantem lagi sama bu bos ?" Apa yang di ucapkan Faris membuat inti The king saling pandang.
" Gawat kalau iya " Ucap Rama.
" Ikuti !" Seru Yongki.
Kay sudah macam orang kesetanan berlari sepenjang koridor sekolah tanpa peduli raut kebingungan para siswa Harapan bangsa. Semua tempat sudah dia jelajahi namum tak kunjung menemukan Sheeva. Tidak mungkin juga Sheeva keluar sekolah karena pengawal yang dia tugaskan menjaga Sheeva mengatakan belum melihat satupun siswa keluar dari gerbang.
" Kay ! " Kay menoleh kearah belakang.
" Loe kenapa Sih ?" imbuh Yongki.
" Gue bikin Sheeva marah " Ucap kay Lirih.
" Pantaskan kalau adik gue marah. Loe udah sembarangan ambil apa yang dia jaga. Kalau loe anggep adik gue kayak cewek-cewek di luaran sana loe bener-bener bodoh " Ucap Pamungkas dan itu membuat Kay terkejut.
" Maksud loe apa brengsek ?"
" Loe harusnya sudah tau, queen bukan gadis yang sembarangan mau di sentuh. Sementara loe dengan enaknya mengambil ciuman pertamanya dan di sekolah lagi. Kalau cara loe nunjukin cinta loe ke dia begitu, gue jamin jangankan hatinya sehelai rambutnya pun akan susah loe gapai " Ucap Pamungkas sembari berlalu.
" Ya salam Kay, loe kenapa nekad banget sih ?" Ucap Rama sembari meraup mukanya.
" Begini nih kalau kulkas 14 pintu jatuh cinta " Imbuh Yuda. Kay tak memperdulikan keduanya.
" Bantu gue cari Sheeva " Ucap Kay Tegas.
" Ikut gue, gue tau di mana tempat dia suka menyendiri " Semua menoleh kearah Yongki.
" Loe diam-diam suka mengikuti Sheevaku ?" Yongki hampir terbahak mendegar kecemburuan Kay.
" Santai Kay, gue nggak sengaja pernah lihat dia sana. Hayo ikut tapi, jangan pada berisik.
Semua inti The king mengikuti langkah Yongki. Sempat Heran karena Yongki Justru membawa mereka kearea belakang sekolah.
" Mana ?" Kay tak sabar sepertinya.
" Itu " Yongki mendongak keatas pohon. 6 pria tampan di sekitarnya terbelalak.
Bagiamana tidak, mereka melihat Sheeva bersandar nyaman di atas dahan pohon besar. Gimana para cowok tidak Shock, pohon di hadapan mereka sangat besar dan pastinya sangat sulit buat di panjat. Lalu bagaiamana Sheeva bisa naik ke atas sana.
" Ya salam itu bocah naiknya gimana coba. Kenapa unik amat sih gebetan loe Kay ?" Rama terlihat begitu frustasi. Kay justru tersenyum tipis.
" Itu lewat sana ?" Yongki yang pernah melihat bagaiman Sheeva naik pun menunjukan dari mana gadis mungil itu bisa naik ke atas pohon yang cukup besar itu.
" Tapi sumpah gue ngeri tau. Ini pohon tinggi banget. Cewek pilihan loe emang nggak kaleng-kaleng bos " Ucap Faris yang nampak begidik ngeri saat mendongak keatas.
" Balik.." Satu kata yang mampu membuat seluruh inti The king menatap ke arah Kay.
" Lha.."
" Biarin aja dia sana.kalau aku ikut naik bisa makin ngamuk dia " Semua akhirnya mengangguk membenarkan ucapan Kay.
" Entah bagaimana caranya nanti aku mendapat maafmu, yang penting aku tau kamu baik-baik saja " Ucap kay dalam Hati, dia mendongak keatas sebentar lalu berjalan menjauh menyusul teman-temannya.
💪
terlalu berat beban hidup sheeva..