NovelToon NovelToon
My Hot Boss

My Hot Boss

Status: tamat
Genre:Romantis / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:404k
Nilai: 5
Nama Author: Nana Hutabarat

Rinduku terlarang untukmu.

Jonathan adalah bos yang sempurna seksi, matang, tampan dan yang penting adalah pengertian. Bagi Jonathan, Lily, sekretarisnya adalah sosok yang sempurna. Dia melakukan tugasnya sebagai sekretaris juga sebagai tunangan palsu yang akan menyingkirkan wanita penggoda dari dekatnya.

Tugasnya melebihi seorang istri, selalu melayaninya di kantor maupun di rumah kecuali di ranjang. Sampai Jonathan berpikir jika dia tidak akan bisa hidup tanpanya.

Hingga Bella datang membuat Jonathan jatuh cinta dan merubah semua cerita. Bella laksana seorang dewi didepannya. Dia memuja wanita itu dan berkeinginan untuk menikahinya dalam waktu dekat.

Lily merasa patah hati dan tersingkir. Dia mulai mundur dari kehidupan Jonathan secara perlahan. Memutuskan untuk menikah dengan mantan kekasihnya.

Jonathan mati-matian berharap Lily tidak meninggalkan pekerjaan. Hal itu membuat Bella sadar bahwa bukan dia yang Jonathan butuhkan. Bella cemburu dan berharap Lily pergi dari kehidupan Jonathan selamanya.

Akankah rindu Jonathan itu akan bersambut ataukah rindu itu akan terlarang selamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana Hutabarat, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.25 Tawaran Terakhir

"Oh, Bapak ini Bosnya Lily?" sapa Ibu Kurnia mendekati Jonathan. Pria itu mengangguk dan tersenyum. Dia lalu menatap Lily kembali.

"Aku dengar jika Lily mau menikah jadi aku datang untuk memastikan kebenarannya." Suara Jonathan nampak terdengar berat. Dia mengerjapkan matanya dengan cepat.

"Ternyata kau memang akan menikah."

"Kami sebetulnya ingin mengadakan pernikahan ini bulan besok namun karena kesehatan Ayah Lily yang memburuk makan acara pernikahan dipercepat. Tepatnya besok acara ijab kabul nya."

Jonathan mengangguk.

"Aku kemari tidak membawa hadiah untukmu. Namun, aku akan mentransfer sejumlah uang sebagai bonusmu dan juga hadiah pernikahan." Jonathan merasa berat ketika akan mengatakan kata pernikahan. Akan tetapi dia harus tegar dan ikut bahagia dengan keputusan Lily ini.

"Wah, Terima kasih banyak Pak. Tumben Pak Jokowi baik," ledek Lily sambil menyeka air matanya.

"Aku selalu baik padamu," ujar Jonathan lagi terkekeh. Dia lalu menoleh kesamping dan membuang nafas yang terasa mengganjal di dada.

"Aku ada urusan penting jadi akan pulang setelah ini." Lily nampak terkejut mendengarnya.

"Lho kok cepat-cepat," kata Ibu Kurnia.

"Mbok masuk dan makan dulu. Pamali lho Pak jika keluar dari bertamu tanpa makan terlebih dahulu," bohong Ibu Kurnia.

"Iya Pak Jo, duduk sebentar lalu makan hidangan yang ada. Saya akan buatkan kopi serta makannya," ujar Lily masuk ke dalam.

Ibu Kurnia lalu mempersilahkan Jonathan untuk duduk menemaninya hingga Lily kembali keluar dengan segelas kopi serta sepiring makanan.

"Lily temani Bosmu dulu. Ibu ada urusan di dalam." Lily mengangguk.

"Ini Pak Kopi dan makannya."

Lily meletakkan kopi di kursi sebelah Jonathan sedangkan lalu menyerahkan piring berisi makanan kepada pria itu. Jonathan menatapnya dengan seksama. Mereka lalu duduk bersisian.

"Jadi kau akan menikah?" Jonathan memasukkan suapan dalam mulutnya. Ini mungkin terakhir kalinya pelayanan yang akan diterimanya. Mengapa terasa sesak dan berat. Makanan itu bahkan seperti mengandung banyak duri di dalamnya.

"Kenapa kau tidak mengatakannya?"

"Tanya apa?" Lily menatapnya.

"Mengatakan jika kau menyukaiku," Jonathan langsung menatapnya. Lily sendiri memalingkan wajah ke arah lain.

"Jika kau mengatakannya ini tidak akan terjadi," ucap Jonathan.

"Semua sudah terjadi. Pak Jo dengan pilihanmu yaitu Bella dan aku dengan pilihanku."

"Apakah kau melakukan ini karena kecewa padaku?" tanya Jonathan lagi.

"Tidak karena ini pilihan orang tuaku bahkan sebelum Bella datang mereka sudah merencanakannya."

"Lalu kapan kau menyetujui untuk menikah dengan pria itu?"

Lily terkejut dengan pertanyaan Jonathan yang blak-blakan. Dia tidak bisa menjawabnya karena memang dia setuju setelah patah hati dengan Jonathan.

"Ku kira tidak ada gunanya kita bahas hal ini. Kita akan punya kehidupan berbeda setelah ini." Lily mengatakan hal itu dengan suara gemetar. Setengah mati dia menahan diri agar tidak menangis di depan Jonathan.

"Apa kau yakin dengan keputusanmu ini?" tanya Jonathan.

"Jika tidak apakah Pak Jo mau menggantikan posisi calon mempelai pria dan meninggalkan Bella yang menunggumu di sana? Tidakkan?" balik Lily.

Jonathan menelan salivanya dengan berat.

"Lily aku hanya butuh waktu untuk berpikir."

"Sayangnya saya tidak punya waktu untuk menunggumu berpikir." Pernyataan Lily itu menyentak hati Jonathan yang terdalam.

"Aku tahu satu hal Pak Jo. Akan lebih mudah jika kita hidup bersama orang yang mencintai kita karena dia pasti akan memperjuangkanmu. Akan tersiksa jika hidup bersama dengan orang yang tidak mencintaimu karena kau akan lelah terus berharap agar dia mencintaimu balik," lanjut Lily.

"Habiskan dulu makannya Pak sebelum pergi karena ini terakhir kali saya akan melayani Pak Jo. Itu juga kopi terakhir dari saya. Saya hanya bisa berharap Bapak tidak melupakan rasa kopi buatan saya selama ini karena bubuk kopi yang Bapak minum selama ini sengaja saya pesan dari rumah. Jadi Bapak tidak bisa menemukan citarasa yang sama dari kopi buatan saya dengan kopi manapun."

"Rasanya berat untuk melepaskanmu Lily."

"Nanti juga akan terbiasa. Ada Bella yang akan mengisi hari-hari Pak Jo ke depan." Jonathan menatap Lily lalu tersenyum kecut.

"Kau cantik jika berdandan seperti ini."

Mata Lily merebak. "Tidak terlihat murahan kan Pak?"

Jonathan lalu memeluk Lily tidak peduli dengan pandangan semua orang yang tertuju ke arah mereka.

Lily yang dari tadi nampak menahan diri tidak kuasa membendung tangisnya.

"Kau wanita terbaik yang pernah kutemui."

"Tapi semuanya sudah terlambat. Sekarang pulanglah sebelum semuanya terasa lebih berat lagi." Lily menyeka air matanya dan tanpa sengaja bulu mata palsunya terlepas. Mereka berdua tertawa.

Jonathan membantu Lily memasangnya lagi. Mereka nampak terlihat serasi dan mesra.

"Kau tidak cocok dengan bulu mata ini," ucap Jonathan yang akhirnya melepas bulu mata itu.

Lily menepuk lengan Jonathan. Dia menyeka air matanya lagi.

"Sekarang cepat pergi," usir Lily.

"Kau itu sudah kuberi seratus juta malah mengusirku begitu saja, aku kutuk nanti jadi tidak bisa melupakanku," ujar Jonathan berdiri.

Mereka berdua berjalan dengan saling ledek hingga sampai di depan mobil Jonathan.

"Kau sungguh akan menikah dengan pria pilihan orang tuamu dan melepaskan aku yang tampan ini?" tanya Jonathan memastikan diri dengan nada bergurau.

"Aku yakin. Orang tua selalu akan memilihkan yang terbaik untuk anaknya."

"Kalau begitu semoga kau bahagia dengan pilihanmu itu dan aku berdoa semoga kau tidak bisa melupakan wajah tampan ku setiap saat. Jika kau bercerai nanti datanglah kembali ke kantorku aku akan menerimamu kembali menjadi sekretarisku."

"Pak, saya belum menikah dan kau sudah mendoakan hal buruk menimpa pernikahanku."

"Lalu aku harus berdoa apa sedangkan hatiku merasa sakit karena kehilanganmu."

"Kau itu selalu menggombal saja setiap saat. Aku tidak percaya dengan perkataanmu."

"Aku serius. Aku harap kau membatalkan keputusanmu menikah dengan pria pilihan orang tuamu."

"Aku...."

"Bapak akan pulang, kok cepat sekali," ucap Kurnia dari belakang Lily memotong ucapannya.

"Iya, Lily mengusirku katanya takut jika kedatangan ku bakal membuat dia berubah pikiran," Jonathan melirik ke arah Lily.

"Tidak mungkin karena Lily sudah berjanji pada Ayahnya." Lily mengangguk. Mata Jonathan mulai memerah.

"Aku turut bahagia jika Lily bahagia."

"Kita berdoa bersama jika nantinya Lily akan bahagia dengan pernikahan ini."

Jonathan tidak mengiyakan hanya tersenyum kecut saja.

"Kalau begitu saya pergi dulu. Titip salam buat yang lain terutama Ayah Lily."

"Beliau masih di rumah sakit. Namun, besok akan datang ke acara pernikahan Lily." Jonathan mengangguk.

Dia lalu memakai kacamata hitamnya dan membuka pintu mobil. Ragu untuk pergi. Sekali lagi dia membalikkan tubuhnya.

"Kau tidak ingin ikut?" tawar Jonathan untuk terakhir kalinya. Lily mulai menangis dan menggeleng.

Jonathan menyisir rambutnya yang pendekatan dengan sela jari ke belakang. Dadanya terasa sesak untuk melepaskan Lily selamanya. Matanya pun sudah memanas. Dia lalu bergerak cepat ke arah Lily dan memeluknya.

"Biarkan aku memelukmu untuk terakhir kalinya." Lily menangis keras dalam pelukan Jonathan.

1
Devi Novita
Rahul( Jonathan) Anjeli( Lily) Tina( Bella) jadilah kuch kuch hotahe🤭😄
wina kemal
Luar biasa
Ika
iya malahan kayak film india kuch kuch hotahai
Selvin Nurmida Silalahi
Jo sm Bella ajah krn udh ada melati jgn egois perbaiki semua dr awal lg, biarkan Albert sm Lily
Selvin Nurmida Silalahi
walau mirip kisah Rahul & Anjeli😀 tetap asyik bacanya kk Thor
Selvin Nurmida Silalahi
seperti kisah kuch kuch ho tahai, ly tinggalin ajah Jo biar tau rasanya tampa dirimu
Katherina Ajawaila
bagus thour ceritanya bikin tegang
Katherina Ajawaila
melati pinter ambil perhatian lily
Katherina Ajawaila
thour biar mrk di satukan dlm satu ikatan kasihan liatnya
Katherina Ajawaila
jo salah sih dulu hati ngk bisa di pisahin dari lily, liat tampang Bella langsung aja ngebelot
Katherina Ajawaila
maka nya jo jgn mudah utk jatuh cinta akhir nya kandas di tengah jalan
Katherina Ajawaila
bocil pinter jj uga kabualan🥰🥰🥰🥰
Katherina Ajawaila
lily itu keibuan kalau ngk jonathan ngk sembuh sm lily
Katherina Ajawaila
bocil banyak gayanya tau2 an cinta
Katherina Ajawaila
coba thour buat mereka bersatu. kan seru 😜😜✌
Katherina Ajawaila
seru juga jadinya
Katherina Ajawaila
jgn. mau ly. ngk mutu egois jo
Katherina Ajawaila
cepetan aja lu buat surat pengunduran diri. pusing urus in masalah org terus
Katherina Ajawaila
harus ly, jgn mau di buat serepan tp status ngk jelas, udh punya istri suruh istrinya jadi sek luar dlm 🤫🤫🤫
Katherina Ajawaila
jonathan sebenar cita sm Lily dr pd bella y thour
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!