NovelToon NovelToon
Bulan Di Langit

Bulan Di Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintamanis / Nikahmuda / Duda
Popularitas:210.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Heni Heni

Menjadi kaya sejak lahir, tak lantas membuat hidup seorang Langit Biru begitu sempurna. Nyatanya di usia yang ketiga puluh lima tahun, pria itu sudah harus merasakan menjadi orangtua tunggal bagi putrinya.

Apapun akan Langit lakukan demi kebahagiaan juga keselamatan sang putri. Termasuk di dalamnya ketika Langit harus memaksa seorang gadis ambisius juga keras kepala agar mau menjadi istrinya. Siapa lagi jika bukan Bulan Purnama. Wanita yang memang memiliki ambisi demi kemajuan bisnisnya.

Sebuah kisah kehebatan seorang Ayah tunggal yang mencintai putrinya dengan cara yang luar biasa.

Juga bagaimana seorang wanita tangguh dan mandiri yang harus terpaksa hidup bersama seorang duda dengan putrinya.

Ikuti kisah selengkapnya hanya di story Bulan di Langit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heni Heni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dua Puluh Lima

"Ay!"

"Hem."

"Memangnya kamu sedang marah dengan Papa?"

Pertanyaan yang Jupiter lontarkan, membuat kunyahan di dalam mulut Cahaya terhenti. Gadis yang tengah menyantap sushi itu pun mendongak. Menatap Jupiter tanpa kata. Selanjutnya kembali menunduk menekuri makanan yang memang baru termakan setengahnya.

Ya, siang ini pada akhirnya Jupiter menunaikan janjinya untuk mentraktir Cahaya pada sebuah resto khas Jepang yang menjadi favorit gadis berusia sepuluh tahun itu.

"Menurut Uncle?"

"Kamu ini sama saja dengan papamu. Jika ditanya ... ganti bertanya."

"Aku memang sedang marahan dengan Papa."

"Ck ... apalagi masalahmu, Aya!"

"Andai Papa tidak membohongiku, aku juga tidak akan semarah ini."

"Bohong?"

"Ya."

Jupiter mulai paham. Ini pasti ada hubungannya dengan cerita Langit tentang permintaan Cahaya yang menginginkan mama baru. Dan Langit membohongi putrinya.

"Papa membohongimu seputar mama baru, kan?"

"Itu Uncle tahu. Aku tidak suka ketika Papa berbohong dan mengatakan jika Kak Bulan akan menjadi mama baruku. Padahal aku sudah terlanjur percaya juga semangat. Rupanya ... semua itu tidak benar dan aku kecewa pada papa."

"Apa yang kamu katakan tadi, Aya? Kak Bulan?"

"Iya, Kak Bulan. Padahal aku sudah senang sekali jika memang benar Kak Bulan akan menikah dengan Papa."

Jupiter tertawa sumbang. "Aya! Jangan bercanda. Kenapa kamu harus bawa-bawa Kak Bulan segala."

Ah, Jupiter tidak mengerti dengan semua ucapan Cahaya. Kenapa harus membawa nama Bulan segala. Padahal Bulan adalah gadis incarannya dan dia bersama Bulan sudah memiliki komitmen jika suatu saat mereka akan menjalin kedekatan hubungan yang lebih rapat. Lalu apa hubungannya dengan Langit dan Cahaya. Jupiter dibuat gagal paham dalam hal ini.

"Uncle nggak tahu saja jika papa sudah mengenalkan Kak Bulan pada mama dan mengatakan jika Kak Bulan adalah calon mama baruku."

Jupiter menelan ludah. Tidak bisa menerima perkataan keponakannya.

"Itu tidak benar, Aya. Papamu itu memang sengaja berbohong hanya untuk mengelabui mamamu. Karena Kak Bulan tidak cocok jika menikah dengan papamu. Kak Bulan itu cocoknya menikah dengan Uncle."

Cahaya mengerucutkan bibirnya. "Uncle ini memang menyebalkan. Kenapa selalu berpihak pada papa. Kaum lelaki yang hanya bisa membual dan berbohong."

Cahaya sangat kesal. Kenapa uncle-nya ini membenarkan kebohongan papanya. Mengatakan jika Kak Bulan tidak cocok untuk papanya. Ya, memang Papanya memiliki usia lebih tua, tapi tidak ada yang salah dengan itu semua.

"Kenapa kamu berkata seperti itu. Dengarkan Uncle. Sebaiknya Aya tidak boleh memaksakan kehendak jika memang pada kenyataannya tidak bisa. Jika kamu menginginkan mama baru ... uncle akan bantu mencarikan calon istri untuk papa. Tapi bukan Kak Bulan karena dia itu lebih cocok menikah dengan uncle."

"Tidak. Aku maunya Kak Bulan yang menjadi mamaku. Siapa bilang tidak cocok. Meski pun lebih tua, tapi papa tak kalah tampan dati Uncle Jupi."

"Coba sekali-kali Aya berada di posisi Kak Bulan. Jika boleh memilih sudah pasti Kak Bulan akan memilih Uncle untuk dijadikan suami. Karena Uncle dan Kak Bulan sama-sama single." Jupiter tidak mau kalah dari Cahaya.

Dalam hal ini dia memang tidak tahu menahu dengan apa yang sudah terjadi. Nanti saja Jupiter akan meminta penjelasan pada sepupunya itu terkait soalan Bulan. Dan satu hal yang perlu Jupiter tekankan terutama pada Langit juga Cahaya tentunya. Jika Bulan sudah dia incar, tidak boleh ada yang mendekati gadis itu kecuali dirinya.

"Uncle jangan terlalu percaya diri begitu."

Cahaya masih tidak mau kalah. Membuat Jupiter kesal saja. Pun juga dengan Cahaya. Mereka berdua sama-sama dalam mode kekesalan.

"Begini saja. Bagaimana jika kita taruhan?"

Kening Cahaya mengernyit. "Taruhan? Maksud Uncle?"

"Kita taruhan . Apakah Kak Bulan lebih memilih papamu atau uncle? Apapun yang menjadi pilihan Kak Bulan ... kita harus berlapang dada menerima. Bagaimana?

Cahaya tampak berpikir sejenak sebelum pada akhirnya dia ulurkan tangan di hadapan Jupiter. "Deal."

Jupiter tersenyum lebar karena yakin seratus persen jika Bulan pasti memilihnya. Dia sambut uluran tangan Cahaya. "Deal."

••••

"Selamat sore, Pak!" Kepala Johan menyembul di balik pintu ruang keja Langit setelah menyapa sang atasan.

Langit yabg tengah disibukkan oleh banyaknya berkas yang harus dia kerjakan pun seketika mendongak. Mendapati sang asisten tengah memandangnya disertai dengan seulas senyuman. "Masuklah, Jo!"

Johan membuka pintu lebih lebar agar dia bisa masuk ke dalamnya. Setelah itu menutup kembali pintunya. Berjalan mendekat pada meja kerja Langit Biru dengan membawa sebuah map berisikan proposal. Mata Langit melirik apa yang Johan bawa. Sungguh, jika itu adalah pekerjaan baru yang harus dia selesaikan sekarang ... jawabannya tidak bisa. Sebagai seorang pemilik perusahaannya sekalian pemimpin di perusahaan Mars Property, tanggung jawab Langit sangat tinggi. Mulai dari pengerjaan proyek sampai dengan masalah keuangan, dia harus turun tangan langsung untuk melakukan pengecekan. Oleh sebab itulah, apapun itu yang berhubungan dengan proyek dan duit ... maka Langit harus mengetahui. Jangan sampai ada satu pun yang lolos dari pengawasannya.

"Apa yang kamu bawa itu, Jo?" Tidak sabar Langit untuk bertanya.

Tanpa diminta, Johan sudah duduk di kursi yang ada di hadapan Langit lalu menyodorkan berkas yang sengaja ia bawa untuk sang atasan. "Proposal, Pak."

"Proposal apalagi?"

"Penawaran pembelian lahan."

Kening Langit mengernyit. "Penawaran lahan, apa? Perasaan aku tidak menjual lahan apa pun. Kenapa ada yang mau membeli."

Langit tak habis pikir dengan semua ini.

"Bapak bisa mengeceknya sendiri."

"Tunggu dulu, Jo. Sebelum aku mengeceknya, bisakah kamu jelaskan dulu apa maksud dan tujuan proposal itu dikirimkan ke sini. Dan satu hal lagi. Dari mana proposal itu berasal. Ah, maksudku perusahaan mana yang mengirimkannya."

Johan mengikuti perintah Langit. Dia membuka dan membaca isinya. Ah, kening Johan ikut-ikutan mengernyit heran.

"Jo!"

"Ya, Pak. Jadi ini adalah proposal penawaran harga beli untuk lahan yang Bapak miliki di pulau itu."

"Apa? Itu lagi?"

"Tapi ini perusahaannya beda, Pak."

"Bukan dari pemilik hotel yang bernama Bulan Purnama?"

Kepala Johan menggeleng. "Bukan. Ini beda."

"Bagaiman bisa? Bahkan aku tidak pernahkah mengatakan pada siapa pun atau bahkan tak berencana menjual lahan itu. Lantas kenapa ada lagi orang yang berniat membelinya. Aku heran ... dari mana mereka tahu jika lahan itu milikku? Dan untuk apa juga mereka ingin membelinya."

Kepala Langit ingin pecah seketika. Belum selesai persoalan Bulan dengan Cahaya. Sekarang sudah muncul masalah baru lagi. Siapa yang sebenarnya berani memberikannya tawaran untuk membeli lahan itu padahal Langit tak pernah ada niatan menjual. Sangat mengherankan. Sebaiknya Langit harus mencari tahu kenapa mengincar lahan miliknya itu.

1
Trisni Trisni
suka bangat
Kh2103💙
Lanjut lg dong thor...🙏🙏
penasaran sm kehidupan rumah tangga bulan langit...
Kh2103💙
Ya ampun...aku baru baca lg, setelah sekian lama menunggu, sampe bolak-Balik ngintipin udah ada lanjutannya apa blm... akhirnya nongol jg.....
terimaksih kak, lanjut terus donk....🙏🙏
Nunung Sutiah
Thor, are you ok?
RAGIL RUKIATI
thor jangan lama2 dong up datex
Leeonyy Dewa
iseng2 buka ini kok ya d up akhirnya... semoga bisa benar2 tamat ya kak😍
Sumi Nar
Alhamdulillah Stlh sekian abad hehehe akhirnya up juga ... Terimakasih otor ku yg baik.semoga ada up slnjtnya ya
Sri Komalasari
Y ampun author kemana aja, aq sampe bulak balik liat lapak ini karna ingin trus baca lanjutan kisahnya, ka author semangat nulos trjs y ka, jangan PHP lagi soalnya serrruuuuu 🥰🥰sehat trus k author
Siti Rahmadhani
lanjut
Heni Heni
dilanjut sampai tamat setelah Bertahun-tahun bertapa cari inspirasi. do'akan ya saya betah balik ke sini. Terima kasih yang sudah setia menunggu kelanjutan cerita ini
Yayoek Rahayu: harus tetap semangat...
total 3 replies
Reni Otta
ya ampun Thor,setelah sekian purnama diriku menanti dirimu baru muncul lagi.
petaba dimana thor?😁✌️
terima kasih ya Thor🙏
Anindita Azzahra
setelah skian lma crita ini gantung,,skrng ada notif..smngat kak lnjtkn critanya smpai slsai
Nunung Sutiah
Stlh vacum bbrp thn, akhirnya muncul lg.
Kirain g d lanjut...
ikeds
oh MG apakah aq mimpi,,, bulan kau kembali 😍😍
ikeds
berharap banget bulan ini up lagi,,, masih blm move on. author semoga semangat lagi nerusin bulan-nya,,😍
Reni Otta
aku sampe sekarang masih nunggu thor,up lagi donk 🙏
Reni Otta
kenapa nggak update lagi ce thor
Nurul Qomariyah
lho.....kok brenti ....tanggung lah....
Hanny Ticaya
ceritanya gimana nie,,,lanjut dong thour,
Sumar Sutinah
duh kasian ucle jupi, kalah cepat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!