NovelToon NovelToon
CINTA DRUPADI

CINTA DRUPADI

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Fantasi / TimeTravel / Romansa Fantasi
Popularitas:100k
Nilai: 4.7
Nama Author: AntiSmg

Pada 2 dimensi waktu yang berbeda, 2 gadis sedang terpana pd takdirnya masing masing. Serasa mimpi yang melintasi waktu, apa yang mereka alami seperti siklus kejadian yang sama untuk dilakoni.
Menjalani takdir cinta untuk kebaikan keluarga.
Melepas keinginan hati untuk mencintai belahan jiwa.

Tapi memgapa rasa takdir itu semakin menunjukkan keserakahannya.
Apakah 1 belahan hati tidak memuaskanmu, wahai takdirku ?
Tidakkah kamu tau, jika rasa yang terlalu banyak akan menghancurkan jiwaku ?
Membusuk oleh beratnya amarah dendamku.

Aku tak tau.
dan biarkanlah aku menjadi diriku.
Drupadi dan Drew Araceli.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AntiSmg, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

UNGKAPAN HATI

Tok..tok..

" Sudah boleh masuk Drew ? " kata Juna di pintu.

" Silahkan Mas, aku sudah selesai, " kata Drew dari dalam.

Saat kami masuk, Drew sudah rapi, selesai mandi dan mengenakan kaosku yang di badannya menjadi agak kebesaran. Dia masih memakai jeans selututnya tadi siang.

" Maaf ya Drew, baju perempuan di rumah ini hanya milik Mama. Dan pasti kebesaran buatmu "

" Iya..Trimakasih Mas, mandi dan ganti baju gini jadi lebih segar ", kata Drew.

" Kenalin Drew, ini saudara2ku.

Sadewa, Nakula dan mas Bima, kamu sudah kenal kan ? Yang pojok itu mas Yudhis ."

" Halo mas Yudhis.bSalam kenal. Maaf merepotkan " kata Drew sambil membungkuk di depan Mas Yudhis.

" Dan maafkan juga, saya menginap di sini dengan kondisi seperti ini. "

" Gak apa apa Mungil. Toh gara gara bocah ini kamu jadi sakit ", kata Bima sambil memukul lengan Arjuna.

Mas Bima cari muka euy. Batin Arjuna mencela.

" Mas Yudhis, apakah boleh saya keluar kamar ? Jenuh jika hanya di dalam ", tanya Drew bukan kepada Arjuna.

Anak ini tau tata krama . batin Yudhistira mulai menambah poin.

" Bolehlah. Mau aku temani ? " kata Yudhis sambil mengulurkan tangan.

" Apa apaan kamu Drew ? Kenapa tidak minta padaku ? " kata Juna lirih.

" Kami gimana ? " koor si kembar Nakula dan Sadewa.

" Maaf semuanya. Kalian sudah pernah memiliki moment dengan Drew.

Mas Yudhis ingin bincang bincang sebentar dengan nya sebelum dipanggil Mama ke atas.

Jadi kalian tunggulah kami di ruang tamu ". Kata mas Yudhis sambil menarik lengan Drew keluar.

" Pinjam gadismu sebentar ya Jun. Jangan khawatir. Aman ." kata Yudhis dengan senyum lembutnya.

Kami mengiringi mereka berdua dengan pandangan penasaran yang teramat sangat.

Di taman

" Aku sudah mendengar banyak cerita tentangmu dari Mama dan adik adikku. Hal yang pengen ku tahu adalah, diantara mereka siapa sebenarnya yang menjadi pilihanmu ?

Drew terdiam beberapa saat dan dengan hati hati menjawab pertanyaan anak tertua Dr. Kunti ini.

" Seperti yang mas Yudhis tau, aku belum lama mengenal Dr. Kunti dan putra putranya. Bahkan baru tadi pagi, mas Juna bercerita jika kalian bersaudara.

Dan jujur itu cukup mengagetkan ku.

Karena keriuhan ini terjadi dalam waktu yang tidak lama dan mendadak aku mengenal dan terlibat dengan keluarga mas Yudhis.

Tapi aku selalu percaya bahwa tidak ada yang namanya kebetulan. Karena semua sudah diatur oleh Sang Pemilik Semesta "

Saat Yudhis masih terdiam, Drew melanjutkan lagi .

" Tentang pilihan, rasanya perasaan Drew hanya kepada mas Arjuna, tapi belum tau juga ke depannya. Aku belum pernah pacaran sebelumnya sehingga masih butuh belajar banyak hal. Tapi rasanya cinta kami ini akan menghadapi masalah besar.

Dan itu yang menjadi kegalauanku, mas. Berharap banget hubungan ini tidak melukai siapapun dan bisa menjadi kebahagiaan kami.

Semoga mas Yudhis mengerti " jelas Drew panjang lebar.

" Aku lega mendengarnya. Tadinya aku sempat berpikir jika kehadiranmu bisa menjadi sumber perpecahan diantara adik adikku. Thanks sudah menceritakan perasaanmu dengan jujur. Aku sangat menghargainya. Janganlah khawatir menjalani hubungan mu dengan Arjuna. Aku , Mama dan kami semua akan terus membantu kalian berdua. Tentang pingsanmu, sebaiknya kamu ceritakan langsung pada Mama hal hal detailnya. Karena perempuan pasti mempunyai naluri berbeda ".

" Baik mas Yudhis. Sekali lagi terimakasih. Maaf merepotkan ".

Tiba tiba Juna datang.

" Mas, dipanggil Mama segera ."

" Ya. Ini aku kembalikan tuan putrimu. Kamu khawatir banget sih.

Aku naik dulu ya Jun, Drew.

Awas jangan pingsan lagi " kata Yudhis tertawa sambil menepuk bahu adiknya.

Kayaknya mas Yudhis sudah tau banyak..- batin Drew mencelos.

" Hai, malah melamun ", kata Juna sambil menggerakgerakan tangannya di depan wajah Drew.

" Bicara apa dengan mas Yudhis ? "

" Mas Yudhis tanya tentang perasaanku..Aslinya siapa yang aku sukai. Dia khawatir jika aku menyakiti adik adiknya tercinta ".

" Terus kamu jawab itu aku kan ? " kata Juna pede.

Drew menatap Juna dengan geli.

" Adaaa deeh.." jawab Drew sambil berlari kabur masuk ke rumah.

Gadis ini.

Sayang aku harus menjaga sikapku supaya dia tidak pingsan lagi.

Mas Bima, Nakula dan Sadewa masih di ruang keluarga saat kami masuk.

" Hampir saja kami panggil ambulance jika kalian tidak segera masuk rumah. Siapa tau ada yang pingsan di taman ", kata Nakula membuat wajah Drew memerah.

" Hei bocah. Jaga bibir kalian ya ! " Juna melotot pada adiknya yang maha jahil itu.

" Mas Jun, yang harus di jaga itu bibir kamu yang sudah bikin pingsan anak perawan orang. Gileeee beneer dampaknya ".

Drew semakin merah wajah nya karena seluruh keluarga Arjuna ternyata sudah tahu situasi saat dia pingsan.

Arjuna segera menggandeng Drew duduk di sofa.

" Na, bikin Drew nyaman. Aku mau ambil gitar sebentar. Drew, kalo Nakula masih jahil padamu, kita main gitar di kamarmu saja. Oke honey."

" Mantaaaab, sudah pakai sapaan honey, Sa. Berharap lengket teruuus tuh ." teriak Nakula kegirangan.

Nakula sialan. - batin Juna tertawa.

Saat Arjuna naik ke lantai atas, Bima duduk di sebelah Drew.

" Mungil, kalo Arjuna kurang ajar padamu atau kamu butuh bantuanku apapun itu, jangan ragu bilang padaku. Kamu bisa mengandalkanku " kata Bima dengan mata penuh perhatian.

" Iya mas Bima. Aku percaya bisa mengandalkanmu " , kata Drew sambil menggenggam tangan Bima yang terulur padanya.

Dan duo cendol semakin riuh terbahak bahak melihat ada yang menyalip di tikungan.

" Apa nih, rame sekali ", kata Arjuna yang ketinggalan 1 scene yang pasti akan membuatnya memukul Bima.

" Kakak Ipar, kalau kamu ingin kami diam menjaga rahasiamu, tolong mainkan 1 lagu yang keren ", duo cendol sudah mengajukan proposal.

Drew tersenyum mendengar sebutan kakak ipar dari adik adik Arjuna.

Setelah mengatur ulang senar, mengalun suara Drew menyanyikan lagu Girls Like You nya Maroon 5 disertai petikan gitar yang apik. Jari jarinya lincah menari berpindah kunci.

Cause girls like me

Run around with guys like you

'Til sunrise, when I come through

I need a man like you, yeah yeah.

Terdengar dia merubah sedikit lirik Reffrainnya supaya match dengan situasi.

Kamu tau Drew. Lirik lagumu membuat jiwa laki laki ku terbang ke nirwana, batin Juna bergolak.

" Whooooo. Mantab nih mas Jun. Till Sun rise..Yeaaah..Yeaah.." duo cendol membuat riuh suasana.

Yes.

Hidup tidak akan terasa sulit jika ada Duo Cendol Nakula Sadewa, adik adik ku yang istimewa.

Setelah Drew selesai, giliranku unjuk hati. Kuambil gitar dari tangan Drew dengan tatapan sendu yang semakin intens.

Dan To Be With You nya Mr. Big mengalun dari gitar dan bibirku dengan beat yang lebih pelan, berharap gadisku paham isi hatiku.

I'm the one who wants to be with you.

Deep inside I hope you feel it too (feel it too)

Waited on a line of greens and blues (waited on a line)

Just to be the next to be with you

Laguku berahkir tanpa tepuk tangan dari penonton.

" Benar kata orang. Lagu akan menjelaskan usia. Dengan ini kami putuskan, Guitars Battle kali ini dimenangkan oleh....Kakak Ipar " Teriak Duo Cendol heboh. Keputusan yang mudah untuk ditebak dalam audisi seperti ini.

" Dan sebagai hadiah untuk kakak ipar adalah ciuman."

Yes !

Wajahku sudah sumringah. Kalau hadiahnya ciuman, menang kalah tetap untung. Aku akan mencium Drew lagi. Hahaha - batin Juna bersorak.

" Tapi karena mas Juna kalah, dia tidak berhak mencium. Tapi kami bertigalah yang boleh mencium, sebagai Judges pertandingan ini.. Cium..Cium..Cium..! "

" Mas Bima, pegangi mas Juna ! " kata Nakula.

Yang dengan sigap dilakukan olehnya.

" Kakak Ipar, terimalah hadiah dari kami.." kata Sadewa sambil nyosorin bibir di pipi Drew.

Gak papa kan ya, toh hanya pipi dan mereka sudah baik merawatku..Aku jadi teringat mas Gege dan mas Geo dengan kehebohan mereka mengusiliku. - kata batin Drew

" Awas ! kalian hanya boleh cium di pipi. Awas kalo meleset. " Saat Juna akan terlepas, Bima segera mengetatkan kuncian nya.

Setelah Nakula dan Sadewa sukses mencium pipi Drew berulang ulang, kini giliran Bima.

" Ambil tali, ikat Juna ! " kata Bima.

Dan setelah Arjuna tidak berkutik, Bima bisa dengan leluasa mencium pipi Mungilnya berkali kali.

Drew hanya tertawa geli melihat kegaduhan mereka sambil menunduk membuka ikatan Juna.

" Kenapa lama sekali menolongku ? Kamu lebih suka dicium mereka daripada aku ya ? " kata Juna galak.

" Bilang terimakasih atau aku ikat lagi nih " sahut Drew tidak kalah.

Gadis ini.

1
Joice Sandri
kisah yg bagus. bhs juga good...
Ratmoko Ari
Josssssssssssssssssssssssss🦀
Ratmoko Ari
Josssssssssssssssssssssssss🐙
Ratmoko Ari
Josssssssssssssssssssssssss😁
Ratmoko Ari
Josssssssssssssssssssssssss u
Ratmoko Ari
Josssssssssssssssssssssssss😋
Ratmoko Ari
Josssssssssssssssssssssssss🥲
Ratmoko Ari
Josssssssssssssssssssssssss😡
Ratmoko Ari
Josssssssssssssssssssssssss🦑
Ratmoko Ari
Josssssssssssssssssssssssss🦭
Ratmoko Ari
Josssssssssssssssssssssssss😋
Ratmoko Ari
Josssssssssssssssssssssssss😁
Ratmoko Ari
Josssssssssssssssssssssssss🐬
Ratmoko Ari
Josssssssssssssssssssssss
Ratmoko Ari
Josssssssssssssssssssssssd
Ratmoko Ari
Josssssssssssssssssssssss
del
novel ini tidak dilanjut lagi?
RR Wulandari
dear giselle... where r u.. huhu merindukan sosoknya yg rame.. semoga sehat dan baik² saja ya ❤
del
suka ceritanya Thor.. tapi aku bener2 gak suka sama Arjuna. maaf referensiku adalah Arjuna di wayang golek yang sudah terpatri di memoriku sejak kecil. tukang kawin emosian gampang terhasut. jadi sulit membayangkan Arjuna sebagai seseorang yang mencintai Drupadi. tapi suerrr aku akan kesampingkan ketidaksukaanku pada Arjuna demi cerita ini Author...
Ai Emy Ningrum
get well soon giselle drupadi 🤗🤗🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!