NovelToon NovelToon
Cinta Belum Usai (Hamil Diluar Nikah)

Cinta Belum Usai (Hamil Diluar Nikah)

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:31.8k
Nilai: 5
Nama Author: ila akbar

Tolong bijak dalam membaca.!

Novel ini mengandung 21+ dengan tingkatan level neraka jahanam.! 😂 Jadi untuk para bocil-bocil yang mau baca novel ini tolong skip dibagian tertentu 👍

Renata Raharja, seorang Dokter kandungan yang terlahir dari keluarga yang sangat kaya raya. Ia cerdas, cantik, baik dan sangat berprestasi.

Namun sayang, semuanya itu hancur ketika ia bertemu dengan Diki, seorang pria yang terlahir dari keluarga biasa saja, yang sudah berhasil mencuri hatinya, dan juga keperawanannya, hingga akhirnya ia pun hamil diluar nikah.

Kira-kira seperti apakah kelanjutan ceritanya.?
Baca terus novel ku ini.!

######

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ila akbar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 25.

DI RUMAH DIKI.

Waktu menunjukkan pukul 07:00 Pagi.

Terlihat Diki yang baru saja pulang dari semalam dan masuk kedalam kamarnya.

"Abang dari mana aja pagi-pagi kayak gini baru pulang.?" Ucap Anita ketus, karena ia benar-benar kesel sudah menunggunya dari semalam.

"Abang abis nginep di rumah Siska." Ucap Diki lagi-lagi cuek tanpa menoleh kearahnya sedikit pun. Kemudian ia pun langsung sibuk mengganti pakaiannya dengan pakaian kerja. Ia berbicara seperti itu, karena tanpa sepengetahuan dari kita, semalam sehabis ia pulang dari rumah Devano, ia langsung pulang dan menginap di rumahnya yang dulu, rumah kecil dan sederhana peninggalan dari kedua orangtuanya yang sekarang ini hanya ditinggali oleh kedua adiknya yaitu Siska dan Dimas. Karena sejak ia bekerja di kantor pak Erik yang tak lain adalah ayah Devano, karirnya melonjak naik dengan sangat pesat, bahkan sekarang ini ia diangkat menjadi manager di perusahaan tersebut. Sehingga lima tahun terakhir ini ia bisa membeli rumah yang cukup mewah dengan penghasilannya sendiri, rumah mewah yang sekarang ini sedang ia tinggali bersama Anita istrinya.

"Bang, Abang itu bisa enggak sih.? Kalau Anita lagi ngomong, mata abang itu lihat ke Anita.!" Ucap Anita kesel, sambil mengangkatkan wajahnya dan menghadapkannya tepat ke arahnya.

"Bang, ini itu Anita loh bang, ini itu Anita.! Anita yang dulu selalu abang kejar-kejar karena saking cintanya abang ke Anita.! Abang itu masih ingat enggak sih bang.?" Ucapnya lagi tepat di depan wajahnya, agar Diki suaminya itu ingat dan sadar kalau dulu itu ia memang secinta dan sesayang itu kepadanya.

"Sekarang abang udah lihat kan.? Ini itu Anita bang, ini itu Anita.! Anita yang dulu selalu abang kejar-kejar, abang sayang-sayang, abang manja-manja.! Abang inget kan bang sekarang.?" Ucapnya lagi dengan mata yang berkaca-kaca karena ia benar-benar sudah tidak tau lagi harus bagaimana untuk menyadarkan perasaannya itu kembali. Kemudian ia pun langsung memeluknya dengan erat.

"Bang, Anita mohon bang.! Anita mohon banget sama abang.! Abang jangan berubah kayak gini sama Anita.! Anita enggak sanggup bang, Anita bener-bener enggak sanggup kalau harus terus-terusan abang cuekin kayak gini.!" Ucapnya lagi memohon sambil terus memeluknya dengan erat.

"Nit, Nit, sorry Nit, sorry.! Sekarang udah siang Nit, abang harus cepet-cepet berangkat ke kantor sekarang.!" Ucap Diki sambil melepaskan pelukannya itu dari tubuhnya.

"Enggak, enggak mau.! Anita enggak mau lepasin pelukan ini.! Enggak, Anita enggak mau." Ucap Anita malah justru semakin erat memeluknya.

"Anita please Anita, kamu jangan kayak gini.! Kamu jangan kayak anak kecil.! Sekarang ini udah siang, abang ini bener-bener harus berangkat ke kantor sekarang." Ucap Diki lagi sambil terus melepaskan pelukannya itu dari tubuhnya, hingga akhirnya pelukan itu pun berhasil ia lepaskan.

"Bang, abang itu sebenarnya kenapa sih bang bisa jadi berubah kayak gini sama Anita.? Emang Anita ini salah apa sih bang sebenarnya sama abang.? Anita ini istri abang loh bang.!" Ucap Anita marah karena pelukannya dilepaskan begitu saja olehnya.

"Anita, abang mohon banget yah sama kamu.! Stop.! Stop nanya-nanya sesuatu yang abang sendiri enggak tau apa itu jawabannya." Ucap Diki yang sudah mulai terpancing emosinya, kemudian ia pun langsung buru-buru melangkah keluar dari dalam kamarnya.

"Tapi kenapa bang.? Kenapa.? Kenapa abang sendiri enggak tau apa itu jawabannya bisa berubah kayak gini sama Anita.! Kenapa bang.?" Teriak Anita dengan raut wajah yang penuh dengan emosi. Namun sayang, mendengarnya teriak seemosi itu, Diki pun lagi-lagi tidak perduli dan tidak menghiraukannya, ia pun malah justru melangkah keluar dari dalam rumahnya dan langsung masuk ke dalam mobilnya, kemudian ia pun langsung mengendarai mobilnya itu dengan sangat kencang.

"Aaahhhh sial.! Kenapa Anita terus-terusan ngajakin gw ribut sih.?" Ucapnya dengan raut wajah yang sangat pusing, sambil terus mengendarai mobilnya. Kemudian ia pun langsung menarik nafas pelan dan membuangnya kasar.

"Ya Tuhaaaan, gw harus gimana sekarang.? Apa lebih baik gw pisah aja sama dia.? Agar gw ini enggak terus-terusan nyakitin dia kayak gini.!" Ucapnya lagi bingung.

"Tapi semua itu juga enggak mungkin.! Karena gw sangat yakin, Anita pasti akan nolak pisah sama gw seperti yang sudah-sudah." Ucapnya lagi semakin pusing dan bingung. Ia berbicara seperti itu, karena ternyata ia sudah berkali-kali mencoba untuk menggugatnya cerai, akan tetapi Anita istrinya itu selalu menolak dan menolak, bahkan ia pun sampai mengancamnya akan bunuh diri kalau sampai beneran digugat cerai olehnya.

"Tapi kalau gw enggak pisah sama dia, mau sampai kapan gw kayak gini ter,,,,,,," Seketika ucapnya itu terpotong, karena tiba-tiba ia melihat seorang anak kecil yang sedang menangis sambil berlari-lari dipinggir jalan yang sedang ia lewati.

"Hiks,, hiks,, tunggu Laura.! Hiks,, hiks jangan terbang.!" Teriak anak kecil tersebut sambil terus berlari dan menangis.

"Anak kecil itu kenapa yah.? Kok sampai nangis-nangis kayak gitu.! Emang Orang tuanya kemana sih.?" Ucapnya lagi penasaran, sambil buru-buru menghentikan mobilnya tepat dipinggiran jalan tersebut.

"Gw coba turun deh, tolongin itu anak.! Kasihan juga gw ngeliatnya." Ucapnya lagi tak tega, sambil buru-buru turun dari dalam mobilnya itu, kemudian ia pun langsung buru-buru lari mengejar anak kecil tersebut yang sekarang ini masih terus menangis.

"Hiks,, hiks,, jangan terbang.! Hiks,, hiks,, tunggu Lau,,,,,," Seketika teriakan anak kecil tersebut terpotong.

"De, tunggu.!" Teriak Diki.

Kemudian ia pun langsung buru-buru berlari lagi menghampirinya.

"De, ade kenapa.? Kok ade nangis.?" Ucap Diki yang sudah sampai dan berdiri tepat dihadapannya.

"Hiks,, hiks,, itu Om.! Hiks,, hiks,, balon Laura terbang.! Hiks,, hiks,, Laura mau ambilnya hiks,, hiks,, enggak bisa." Ucap anak kecil tersebut sambil menatap kearah balonnya yang sudah terbang entah kemana. Ia menyebutkan namanya Laura, karena anak kecil tersebut memang bernama Laura. Anak kecil yang sangat cantik, pintar, imut, lucu, dan menggemaskan.

Dengan polosnya ia menjawabnya seperti itu, sehingga membuat Diki pun langsung tersenyum karena lucu mendengarnya, karena ternyata masalah anak kecil yang bisa membuatnya menangis itu tidaklah serumit masalah orang dewasa, contohnya seperti yang sedang ia alami sekarang ini.

"Hiks,, hiks,, kok Om malah senyum-senyum.?" Ucap Laura bingung sambil terus menangis.

"Oh e, e, enggak, Om enggak papa.!" Ucap Diki gugup karena ia sedang berbohong.

"Oh iya De, jadi ade nangis sampai lari-lari kayak gini.! Karena ade lagi ngejar-ngejar balon ade yang terbang.?" Ucap Diki.

"Hiks,, hiks,, ia Om, hiks,, hiks,, tapi Laura enggak bisa ambil." Ucap Laura sambil terus menangis dengan raut wajah yang sangat sedih, sehingga membuat Diki pun semakin kasihan dan tak tega melihatnya.

"Ya udah, ya udah.! Ade jangan nangis lagi yaaaaah.? Lebih baik sekarang kita beli balon lagi yuk disitu.! Itu balonnya masih banyak." Ucapnya dengan penuh perhatiannya, sambil menunjuk kearah tukang balon yang sedang jualan di pinggiran jalan tersebut.

"O, o, om beneran Om.? Om mau beliin Laura balon.?" Ucap Laura gugup karena saking senangnya.

"Iyaaaa." Ucap Diki sambil tersenyum.

"Ya udah ayo biar Om gendong.! Biar kita nyampenya cepet ke tukang balonnya." Ucapnya lagi.

"Ok Om !" Ucap Laura sambil tersenyum dengan penuh semangat, kemudian ia pun langsung buru-buru mengulurkan kedua tangannya kepada Diki.

"Uppppp.!" Ucap Diki yang sekarang ini sudah menggendongnya, namun baru saja ia menggendongnya tiba-tiba ia pun langsung terdiam, jantungnya pun seketika langsung terasa bergetar.

"Kenapa pas gw gendong anak kecil ini.! Jantung gw terasa bergetar kayak gini yah.? Dan gw juga ngerasa, kalau anak kecil ini seperti enggak asing buat gw meskipun gw ini ketemu sama anak kecil ini baru sekali." Ucapnya dalam hati bingung, sebenarnya apa yang sedang terjadi kepada dirinya sekarang ini.

1
Airhujan
semangat ka. mampir iya😊
Phinoethz
jdi penasaran aku nya
jadi degdeg an thor
Phinoethz
Lanjut donk thor
Wawa Balqis
kpn up thor
adera14
?
bening
lanjut thor
Desi Forever
bunuh aja tuh diki
Wawa Balqis
up tiap hari thor biar tahu ceritanya sampai end thor
Viaa
lanjut kak, suka ceritanya
Devi Ana Safara
Jangan terlalu lama ngantung gini ceritanya...plis update tiap hari donk
Wawa Balqis
lanjut
Wawa Balqis
lannjut
adera14
semangat thorr💪💪💪
Wawa Balqis
bukan nya marcell adik renata thor ,dan dia yg mencelakai istri devano
Ila Akbar 🇮🇩: Iya bener kak. Tapi dicerita ini sengaja author edit supaya pembaca baru bisa paham dengan alur ceritanya 🙏 dan untuk kakak pembaca lama, nanti langsung baca aja episode lanjutan dari novel DOSEN DINGIN PUJAAN HATIKU di novel ini, tapi untuk sekarang belum author tulis lanjutannya, karena author belum selesai memindahkan semua episode Renata dan Diki ke novel ini. Sekali lagi maaf kalau ceritanya jadi bikin ruwet 🙏 Tapi endingnya nanti akan tetap sama kok 🙏
total 1 replies
Viaa
semoga hidupnya diki sengsara dan renata bisa menemukan laki-laki yang lebih baik dari diki dan menerima anaknya tenata
adera14
kenapa nggak up lgii
hmm
thor semangat terus ya
Dewi Khanza
buat Renata pergi Thor biar Diki nyesel
Dewi Khanza
buat Renata tinggalin Diki Thor biar nyesel si diki
adera14
YA HAJAARRR SEPUASNYA
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!