Kisah tiga orang pria playboy bernama Riko, Aril dan Romi yang bersahabat dengan dua pria lainnya yang bernama Refan dan Bagus.
Tiga playboy ini iri melihat kehidupan dua sahabat mereka lainnya yang sudah berumah tangga hidup dengan bahagia bersama keluarga mereka.
Hal ini membuat mereka juga ingin bahagia seperti sahabat mereka lainnya. Tetapi kedua sahabatnya menyuruh dan mendukung mereka untuk berhenti menjadi seorang playboy dan membantu mereka mendapatkan pendamping hidup yang mereka sebut bidadari surga.
Ternyata untuk menjadi pria yang baik sangat sulit, mereka menjalani berbagai cobaan untuk mendapatkan bidadari surga mereka. Mungkin itu hukuman atas perbuatan mereka selama ini.
Akankah mereka berhasil insaf menjadi seorang playboy dan mendapatkan bidadari surga mereka atau mereka akan kembali pada hobby lama mereka sebagai seorang playboy?
Silahkan ikuti kisah selanjutnya. Tapi sebelum membaca silahkan pilih menu favorit dan jangan lupa like, komentar, vote dan hadiahnya ya untuk mendukung novel ini.
Terimakasih....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon winda siregar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Duapuluh Lima
Para pria memisahkan diri dari istri mereka dan memilih duduk di teras belakang sambil ngobrol dan merokok.
"Fan, aku dengar informasi terbaru tentang Arga Laksamana" ujar Riko.
"Arga? Ha... iya Ko. Apa yang kamu dengar?" tanya Refan penasaran. Seketika rahangnya mengeras karena menahan amarah setiap mengingat atau mendengar nama itu disebut.
"Siapa Arga Laksamana?" tanya Bagus.
Romi dan Aril juga sepertinya juga penasaran dan ingin tau siapa orang yang sedang dibicarakan Refan dan Riko itu.
"Dia adalah Bosnya Renita" jawab Riko.
"Maksud kamu selingkuhannya Renita dulu dan ayah kandung dari mantan anaknya si Refan?" tanya Aril.
"Ribet banget sih Ril nanyanya? Pakai kata mantan anak lagi" protes Bagus.
"Lah ya iya kan? Naila kan sempat menjadi anak Refan terus setelah tau rahasia besar Renita baru Refan tau kalau Naila bukan anaknya. Trus apa donk namanya kalau bukan mantan anak?" tanya Aril tanpa rasa bersalah.
"Kamu cukup panggil Naila aja, cukup sebut namanya. Gak usah pakai embel - embel mantan anak" protes Bagus.
"Ntah ni si Aril. Begok kok dipelihara?" sindir Romi.
"Hahaha..." Romi dan Bagus tertawa melihat wajah Aril.
Sedangkan Refan dan Riko tidak terganggu dengan candaan teman - temannya. Wajah mereka tampak sangat serius.
"Apa informasi yang kamu dapatkan Ko?" Refan bertanya ulang.
"Aku dengar pria itu sudah menikah dan istrinya itu lebih berkuasa karena keluarganya mempunyai peranan kuat di perusahaannya hanya saja memang Arga sangat menjaga informasi tentang kehidupan pribadinya. Karena kabarnya istrinya itu adalah anak dari seorang pejabat di kota ini dan mereka menikah karena dijodohkan. Arga tidak mencintai istrinya dan dia menikah karena inginkan harta dan dukungan dari keluarga istrinya" ujar Riko.
"Kurang ajar, dasar pria brengsek" umpat Refan.
"Tapi kan Renita sudah lama bekerja di perusahaan itu? Masak dia tidak tau kalau Bosnya itu sudah menikah?" tanya Bagus.
"Mmm... kalau aku ingat - ingat dulu ya.. sepertinya Renita tau kalau Arga itu sudah menikah tapi mereka sama - sama menutupi hubungan gelap mereka. Dan sama - sama ingin berpisah dengan pasangan mereka masing-masing. Baru setelah itu mereka menikah tapi kalau seandainya Renita masih hidup saat ini. Aku rasa dia pasti akan kecewa berat" ungkap Riko.
"Kecewa berat bagaimana Ko?" tanya Refan geram.
"Istrinya saat ini sedang hamil. Jadi sudah pasti Arga tidak akan menceraikan istrinya" ungkap Riko.
"Sialaaan.. " umpat Refan semakin geram.
Bagus menepuk baju Refan mencoba menenangkan.
"Bukankah kamu katakan kalau kamu sudah melupakan masa lalu?" ujar Bagus.
Kata - kata Bagus barusan mengingatkan Refan. Benar.. dia kan sudah berjanji untuk tidak melihat kebelakang lagi.
"Iya Gus, terimakasih kamu sudah mengingatkan aku. Sudahlah Ko tak usah di bahas lagi. Renita sudah mendapatkan ganjaran atas apa yang telah dia lakukan. Kini dia sudah mempertanggung jawabkan perbuatannya di akhirat sana. Nanti akan tiba giliran si Arga. Apa yang kita tanam pasti kelak itu juga yang akan kita tuai. Aku yakin Arga pasti akan mendapatkan balasan atas apa yang telah dia lakukan. Dan aku yakin dia pasti akan menyesalinya" ungkap Refan.
"Good job friend.. kamu lelaki yang kuat" puji Bagus.
"Sudahkah lebih baik kita tidak usah membahas tentang Arga dan Renita lagi. Aku juga sudah berjanji dengan istriku akan hal itu. Aku tidak ingin menyakiti hatinya lagi, dengan pikiran atau prasangka bahwa aku masih mencintai Renita. Apalagi saat ini dia sedang mengandung anak - anakku. Aku ingin melakukan yang terbaik untuknya" ujar Refan.
"Keren kamu Fan bisa mengikhlaskan semuanya" puji Riko.
"Kamu juga harus belajar Ko, agar kamu bisa membuka lembaran baru dalam hidup kamu" balas Refan.
"Yaaah aku sudah siap untuk memulai hidup baru, aku juga sudah bosan hidup seperti ini terus. Gak tau kalau kalian masih nyaman ya.. tapi aku sarankan kalian juga secepatnya bertobat sebelum menyesal seperti aku" pesan Riko kepada Aril dan Romi.
"Kita kan masih muda Ko. Baru juga kepala tiga" sambut Romi.
"Lama hidup di dunia ini bukan ditentukan oleh usia. Kan aku sudah pernah bilang, Renita aja yang usianya sama dengan kita bisa pergi duluan lantas selanjutnya kita gak tau siapa yang akan menyusul" balas Riko.
"Riko benar, menurut aku sebaiknya kita semua berubah untuk hidup lebih baik. Berdasarkan pengalaman aku ya, sekarang aku hidup lebih tenang dan lebih semangat menjalani masa depan yang bahagia. Aku harap kalian juga merasakan apa yang aku rasakan. Kita semua bisa hidup bahagia" sambung Refan.
Aril, Romi dan Bagus terdiam mendengar perkataan Refan dan Riko.
"Yaaah akan kami pikirkan Fan tapi kan gak bisa sedrastis itu. Kami akan mencoba pelan - pelan berubah" ujar Aril.
"Aku juga tidak memaksa kalian untuk langsung berbuat baik. Pelan - pelan, semua kan ada prosesnya. Aku juga dulu pakai proses waktu berubah mengikuti Kinan" jawab Refan.
"Kamu bagaimana Ko?" tanya Bagus.
"Kematian Renita merupakan cambuk bagiku. Dosanya dan dosaku tak jauh berbeda, malah mungkin lebih banyak dosaku. Aku merasa masih beruntung. Allah masih memberikan aku kesempatan untuk memperbaiki diri sedangkan Renita? Akh entahlah.. hanya Allah yang tau. Kita hanya bisa membantunya dengan doa" jawab Riko.
"Benar.. yah mungkin putrinya kelak bisa menjadi anak solehah yang terus meminta kepada Allah untuk mengampuni semua dosa - dosa Renita. Kalau kesalahannya padaku semuanya sudah maafkan" sambung Refan.
Bagus menarik nafas panjang.
"Aku juga mulai merasa istriku berubah semenjak berteman dengan Kinan. Walau belum memakai jilbab tapi dia sudah memakai pakaian yang tertutup. Dan dia juga lebih memperhatikan rumah, aku dan Bayu. Aku semakin betah di rumah sekarang" ungkap Bagus.
"Nah itu dia yang aku impikan juga Gus. Istri solehah akan membuat kita para pria kangen pengen cepat - cepat pulang karena kita merasa nyaman dan betah berada di rumah. Rumah adalah tempat kita pulang setelah lelah berperang dalam persaingan dunia ini" sambut Riko.
"Gimana apakah kalian tidak ingin semakin cepat mencobanya?" tanya Refan kepada Romi dan Aril.
Romi dan Aril saling lirik.
"Kami juga ingin" jawab mereka berbarengan.
Persahabatan mereka mungkin mirip dengan sebuah pepatah. Berteman dengan penjual minyak wangi kita akan ikutan harum.
Dimana artinya kalau kita berada dalam ruang lingkup yang baik kita tertarik untuk ikutan berbuat baik. Begitu juga sebaliknya, kalau kita berada dalam lingkungan yang buruk. Kalau kita tidak kuat pasti akan ikut jadi buruk juga.
Bahkan ada pesan para orang tua. Jika kita tidak bisa mengubah satu kelompok yang buruk mendekati kebaikan makan lebih baik tinggalkanlah kelompok tersebut dari pada kita malah ikut terjerumus kedalam keburukan.
Pengalaman orang lain bisa kita jadikan pelajaran dalam hidup ini. Mungkin kata - kata seperti ini pantas untuk Bagus, Romi dan Aril.
Refan belajar dari istrinya dan berubah jadi lebih baik. Sedangkan Riko belajar dari Refan untuk hidup yang baik. Semoga Bagus, Aril dan Romi juga bisa belajar dari kehidupan kedua sahabat mereka.
.
.
BERSAMBUNG
Hai readers... maaf memang beberapa bab ada persamaan dengan pernikahan ke dua. Supaya singkron pembicaraannya dan nyambung. Kalau aku cerita yang lain kan jadi beda kejadiannya. Sabar ya sebentar lagi kita sudah mulai berpetualang 😁
Jangan bosan ya dan baca sampai bab selanjutnya. Terimakasih
gua rasa hana cm mo anaknya d urus riko dh makanya nitip anak nya 2hr gua rasa gak bakalan balik2 lg...