Menceritakan seorang gadis bernama Alisya yang begitu menyukai seorang cowok bernama Adrian secara diam-diam. Adrian sendiri tentu sudah memiliki kekasih bernama Tania.
Hingga Alisya mendapat kabar jika kedua orangtua mereka berdua akan menjodohkan mereka berdua dan menginginkan mereka segera menikah. Namun, dalam pernikahan itu hanya Adrian yang tak bahagia. Dikarenakan Adrian masih mencintai cinta pertamanya yaitu Tania..
Bagaimana dengan biduk rumah tangga yang hanya diisi rasa cinta sepihak dari Alisya? dan Apakah Adrian akan membuka hatinya untuk Alisya?
Bagi yang Penasaran silakan dibaca😁
Karena Saya masih seorang penulis pemula.. maaf jika banyak typo yang bertebaran di karya saya ini. Dan harapan saya sebagai penulis, saya harap kalian para pembaca menyukai karya saya ini. terima kasih😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wahidah88, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
Adrian keluar dari kamar mandi tampak tak mengenakan baju hanya menggunakan celana pendek. Alisya yang masih sibuk dengan rambutnya melihatnya Adrian dari kaca yang keluar dari kamar mandi. Melihat Adrian tidak menggunakan baju, Alisya begitu kaget. Dengan cepat kedua telapak tangannya menutupi wajah.
“Gak usah sok kagetan begitu. Kamu harus terbiasanya. Aku kan suamimu.” Kata Adrian berdiri disampingnya Alisya membisik di telinga Alisya saat mengucapkan kalimat “aku kan suami mu”.
Alisya tak bergeming dan tetap menutupi wajahnya. Adrian yang melihat itu nampak menyungging senyum jahilnya. Adrian mengambil kaos di lemari dan memakainya. Dan mengambil ponselnya lalu berbaring di kasur. Adrian tak memperdulikan Alisya yang masih tak bergeming dengan kedua telapak tangannya menutupi wajahnya.
Alisya tak mendengar suara apapun lalu membuka matanya. Dilihat Adrian sibuk dengan ponselnya sambil berbaring. Alisya membuka kopernya dan mengambil handuk serta beberapa alat mandi lalu segera menuju kamar mandi. Alisya menatap wajahnya di kamar mandi, ada senyuman yang tampak dia tunjukan. Senyum kebahagiaan, meski dia tahu hanya dirinya yang merasakan hal itu. Dalam hati dia tetap bertekad untuk tetap berjuang meski dia tahu dalam pernikahan ini hanya dirinya yang mencintai Adrian sebaliknya Adrian tak mencintainya. Alisya melepaskan kebayanya dan mandi.
Saat hendak mau keluar, alisya menyadari jika dirinya lupa membawa pakaian ganti. Karena tak mungkin Alisya keluar hanya mengenakan handuk saja sedangkan Adrian sedang berbaring di atas kasur. Merasa malu, Alisya lalu memanggil Adrian.
“Adrian..” panggil Alisya.
Namun tidak ada jawaban dari Adrian. sekali lagi Alisya memanggil.
“Adrian!” teriak Alisya di kamar mandi.
Lagi-lagi tidak ada jawaban dari Adrian. Merasa sudah dua kali tak ada jawaban dari Adrian. Dengan balutan handuk di badannya, Alisya membuka pintu kamar mandi dengan pelan. Diintipnya kamar melalui pintu kamar mandi. Tampaknya Adrian sudah tertidur, wajar saja jika Alisya memanggilnya namun tidak ada jawaban. Merasa ada kesempatan, Alisya keluar dari kamar mandi. Alisya berjalan pelan agar tak menimbulkan suara, karena takut jika adrian akan bangun dari tidurnya dan melihat keadaan Alisya yang hanya menggunakan handuk. Membayangkannya saja Alisya merasa malu. Alisya pelan-pelan mendekat ke kopernya. Dibuka koper itu dengan pelan-pelan juga, diambilnya pakaian dalam serta baju yang akan dipakainya. Merasa sudah cukup, Alisya kembali ke kamar mandi. Namun, terdengar suara Adrian.
“Ehem.. ternyata istriku seksi juga dibalut handuk begitu.” Goda Adrian dengan senyum licik.
“Adrian!” pekik Alisya kaget mendengar godaan dari suaminya.
“Gak usah teriak begitu dong. Aku tahu kamu sengaja ingin menggodaku ya.” Kata Adrian dengan menyungging senyumnya.
“Apaan si! Siapa juga yang godaan. Aku lupa bawa pakaian ganti.” Kata Alisya mengelak.
Adrian bangun dari kasurnya berdiri menghampiri Alisya. Sedangkan berdiri ketakutan. Senyuman miring Adrian masih terukir di wajahnya.
“Kamu mau ngapain? Stop disitu!” pekik alisya lagi saat melihat Adrian berjalan menghampirinya.
“Udahlah Alisya, gak usah sok munafik deh.” Kata Adrian yang sudah hampir mendekati Alisya.
“Kamu terlihat seksi.” Goda Adrian dengan suara pelan dekat ditelinga Alisya.
Alisya merasa merinding sekujur tubuhnya mendengar suara Adrian. Sebelum terjadi hal yang tak diinginkan Alisya segera berlari menuju kamar mandi dan segera mengunci pintu kamar mandi. Adrian hanya terkekeh melihat kelakuan Alisya.
“Heh! Asal kamu tau saja. Meski dirimu telanjang sekalipun aku tak akan pernah tergoda!” Teriak Adrian dari luar pintu kamar mandi. Lalu keluar dari kamarnya.
Alisya masih berdiri menyandar pintu kamar mandi, mengatur nafas yang hampir saja tak bernafas mendengar ucapan Adrian. Terdengar suara Adrian, namun ucapan Adrian dari luar membuat hati Alisya tersinggung. Ingin dirinya berteriak jika tadi dia tak ingin menggoda Adrian. Namun, Alisya mengurungkan niatnya. Kali ini Alisya kembali memilih diam.
Alisya sudah mengenakan pakaian, sebelum keluar dari kamar mandi. Kembali Alisya membuka pintu kamar mandi perlahan dan melihat apakah Adrian masih ada atau tidak di kamar. Melihat ruangan tak ada sosok Adrian di dalam kamar itu. Alisya lalu keluar dan duduk di meja belajar Adrian. Dia mengambil skincare di kopernya lalu mengoles di wajah.
Alisya merasa bahwa dirinya benar-benar lelah hari ini. Dia segera menuju ke kasur, awalnya dirinya enggan untuk tidur di kasur itu. Namun, rasa capek akan pernikahannya hari ini membuatnya ingin segera beristirahat. Tak memperdulikan sikap Adrian nanti, Alisya naik di atas kasur dan berbaring.
Adrian duduk di sofa, dirinya enggan untuk beristirahat di kamar akibat kejadian tadi. Adrian merasa jika keberadaan Alisya benar-benar mengganggunya. Adrian kembali mengotak-atik ponselnya. Membuka media sosialnya, dan mencari akun Tania. Sayangnya, Tania sudah memblokir semua akun media Adrian. Merasa kesal, Adrian memutuskan membuat akun baru lagi. Setelah selesai membuat akun baru, Adrian kembali mem-follow tania. Dan juga mengirim pesan ke Tania. Tetapi belum ada balasan dari Tania.
Merasa bosan menunggu pesannya di balas. Adrian menuju ke kamarnya, setidaknya dirinya ingin beristirahat sejenak karena tadi sudah sempat diganggu oleh Alisya. Adrian membuka pintu, begitu terkejutnya melihat Alisya yang tertidur pulas di kasur. Adrian menatap Alisya yang tertidur dengan tatapan kesal.
“Heh! Bangun kamu.” Kata Adrian menggoyangkan badan Alisya yang tertidur pulas.
Alisya terbangun dengan wajah masih mengantuk dia melihat sosok Adrian yang berdiri disampingnya dengan tatapan tajam.
“Ada apa?” tanya Alisya.
“Bangun! Siapa suruh kamu tidur disini!” bentak Adrian.
Alisya terbangun dan duduk di atas kasur.
“Emang salah ya aku tidur di kasur ini. Ini kan juga kamar ku.” Kata Alisya.
“Ck. Seenaknya saja kamu bilang begitu. Meski Ibu bilang kamu tidur di kamar ini. bukan berarti kamu tidur di kasurku.” Kata Adrian.
“Tapi..” kata Alisya namun dipotong kembali oleh Adrian.
“Cepetan bangun!” bentak Adrian.
Alisya bangkit dari kasur itu dan berdiri, sedangkan Adrian nampak mengibaskan kembali kasur tepat ditempat yang Alisya tiduri. Alisya masih berdiri terlihat jelas wajah nampak begitu sedih. Adrian membaringkan badannya, melihat Alisya yang berdiri disampingnya. Adrian pun bertanya.
“Kamu ngapain berdiri di situ?” tanya Adrian.
“Pergi sana! Ngerusak pemandangan saja.” Kata Adrian cuek.
Alisya berjalan pelan menuju kursi di meja belajar Adrian, Alisya nampak begitu sedih. perkataan Adrian sangat menusuk hatinya. Ingin rasanya Alisya menangis saat itu juga. Namun, Alisya menahannya agar mampuh terlihat kuat di depan Adrian.
“Kalau mau tidur. Nih! Bantal mu. Tidur tuh dilantai.” Kata Adrian sambil melemparkan bantal ke arah Alisya.
Alisya mengambil bantal yang dilempari Adrian ke lantai. Hatinya benar-benar sakit hari ini. Air matanya yang ingin keluar ditahannya. Alisya meletakkan bantalnya di atas meja dan menenggelamkan wajahnya di bantal itu.