NovelToon NovelToon
Kekasih Halal Ceo Tampan S2

Kekasih Halal Ceo Tampan S2

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Peningkatan diri-peningkatan identitas/sifat protagonis / Balas dendam. / CEO / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:159.7k
Nilai: 5
Nama Author: Turyana affandi

Ini kisah kelanjutan dari novel KEKASIH HALAL CEO TAMPAN.

Seorang gadis SMK yang memiliki wajah cantik dan manis. Bernama Annisa Qodrunnada. Seorang anak gadis yang ditinggal meninggal ibunya sejak bayi, dan ayahnya pun meninggalkannya sejak umur 12 tahun. Hingga sat ini iya tinggal sendiri dengan bekerja keras untuk menghidupi dirinya sendiri. Beruntung iya dikaruniai kecerdasan di atas rata-rata. Iya memiliki sifat yang unik. Dan anak itu ditakuti dalam dunia IT serta kelompok mafia besar. Karena apa? Karena anak itu mampu menghancurkan hidup seseorang hanya dengan mengotak-atik alat-alatnya. Namun yang menjadi hal indah, Nada tetap hidup sederhana dan menutupi semua kelebihannya.

Arsyad Abimana Utama dan Arsyida Kinanti Utama. Saudara kembar yang lahir dari orang tua bernama Daffa dan Hana. Mereka kembar, tapi memiliki sifat yang berbeda. Menemukan jodohnya dengan cara yang indah pula.
Beberapa kisah disini menceritakan tentang perjalanan hidup mereka. Dan bagaimana mereka bisa bertemu dengan jodohnya.
Arsyad dan Arsyida yang sudah di didik dengan segala ilmu dan akhlak yang baik. Mereka tumbuh dalam balutan kasih sayang dan cinta. Mereka berdua menjadi sosok yang tak diragukan lagi. Baik dalam hal akademik maupun akhlak. Keduanya menjadi kebanggaan.

Ini kisah kelanjutan dari novel KEKASIH HALAL CEO TAMPAN.

Selamat membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Turyana affandi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di Rumah Sakit

"Annisa Qodrunnada ? " Panggil Seorang lelaki tampan yang memandang Nada tanpa berkedip. Tatapannya sangat intens. Sehingga Nada pun tak bisa memalingkan muka darinya. Dengan langkah pasti, lelaki itu mendekati Nada. Memandang dengan penuh kekaguman. Tatapan mereka bertemu dan terkunci oleh paras cantik dan tampan dari masing-masing wajah mereka. Hingga sebuah suara membuyarkan lamunan indah Nada dan lelaki itu.

"Arsyad" Teriak Arsyida dari arah lobby. Iya segera mendekat ke arah Nada dan Arsyad. Nada dan Arsyad pun menoleh ke arah sumber suara.

"Dicariin malah disini" Arsyida masih belum memperhatikan Nada yang berdiri disampingnya. Setelah menoleh, iya terkejut karena gadis disampingnya.

"I... Ini... Ini... Gadis yang..." Ucapan Arsyida terhenti begitu saja. Iya menatap Nada dalam-dalam. Mencari kebenaran dari apa yang dilihatnya. Nada yang mengetahui hal itu menjadi bingung.

"Sudah lihatinnya? " Arsyad membubarkan lamunan Arsyida yang memandang ke arah Nada dengan eksprei tidak percaya. Iya menyentil dahi saudara kembarnya itu.

"Arsyad... Kamu menemukannya? " Bisik Arsyida.

"Hmmm... " Arsyad hanya bergumam. Tiba-tiba Vian dan Ardi datang. Mereka yang mengenali Arsyad dan Arsyida pun segera menyapa.

"Tuan muda Arsyad, Nona Arsyida" Ucap Vian. Twin A dan Nada pun menoleh ke arah Vian.

"Tuan muda ada disini, apa yang sedang tuan lakukan" Tanya Vian.

"Bang Vian kenal sama mereka? " Tanya Nada penasaran.

"Tentu saja Nad, ini kan tuan Muda dan nona muda dari keluarga Utama. Salah satu erusahaan perakit senjata yang kita gunakan selama ini. Bukannya kita pernah menceritakan padamu? " Ucap Vian menjelaskan. Nada mengangguk paham.

"Tapi... Darimana tuan Utama bisa tahu nama saya? " Tanya Nada dengan suara pelan. Iya menunduk. Arsyad tersenyum smirk menatap Nada yang menunduk.

"Kita kan pernah bertemu sebelumnya" Jawab Arsyad sambil terus memandangi Nada. Nada yang mendengar itupun segera menoleh kearah Arsyad.

"Kapan? " Nada bertanya lagi.

"Di jalan, pas tas kamu kebuka" Arsyad masih dengan senyumnya, iya menatap Nada yang terlihat mengingat-ingat kapan kejadian itu.

"Yang di dalam mobil disamping saya pas berangkat sekolah itu? " Nada terdengar ragu menanyakan itu.

"Tepat sekali... Kamu..." Belum sempat ucapannya selesai, seseorang memandang twin A.

"Arsyad Arsyi" Ucap wanita paruh baya yang masih terlihat cantik. Terlihat iya mendatangi sekumpulan muda-mudi yang tak jauh dari dirinya berdiri.

" Bu Hana..." Ucapan Nada sontak membuat semua orang menoleh ke arahnya.

"Nada... Sayang kamu ngapain disini? " Tanya Hana saat tahu Nada berada disana. Iya berjalan melewati putra dan putrinya begitu saja.

"Mama kenal sama dia? " Tanya Arsyi juga.

"Jelaslah kenal... Inikan gadis yang sering mama ceritain ke kalian" Jawab Hana enteng sambil tersenyum ke arah Nada. Nada pun menunduk karena merasa malu.

"Ada apa ini kok rame-rame" Daffa mendekat dan bertanya.

"Loh, Nada juga disini? " Semua orang terkejut mendengar pertanyaan dari Daffa.

"Papa juga kenal sama dia" Arsyad pun langsung bertanya.

"Kamu kalah cepat ya sama papa... Hahhaha" Daffa menertawakan putranya.

"Jadi, bu Hana dan pak Daffa ini orang tuanya" Batin Nada.

"Oh iya Nada, kamu kenapa ada disini sayang. Siapa yang sakit? " Tanya Hana penuh perhatian.

"Emm... Anu bu..." Ucapan Nada terhenti. Iya bingung akan menjawab apa.

"Emm, jadi Nada tadi itu nganterin teman buk" Hana merasa ada yang ditutupi.

"Sebentar-sebentar, Vian sama Ardi serta 3 orang itu juga kenal sama Nada kan? " Tiba-tiba Arsyad bertanya penuh selidik.

"Mati aku... Mau jawab apa ini" Batin Anna.

"Jangan takut Nada, jawab saja sejujurnya. Kita sudah tahu siapa kamu" Ucap Hana sambil memberikan selembar kertas kepada Nada. Nada pun menerima dan langsung membacanya. Nada membulatkan mata indahnya. Iya memandang ke arah Hana dan Daffa.

"Baa... Bagai... mana ibu sama bapak tahu? " Tanya Nada terbata-bata. Tiba-tiba Vian meraih kertas di tangan Nada.

"Jadi... Tuan sama nyonya sudah tahu? " Vian pun bertanya. Hana dan Daffa mengangguk sambil tersenyum.

"Jangan khawatir. Semua akan tetap seperti biasa" Daffa berkata dengan serius. Iya menatap kekhawatiran diwajah gadis di depannya itu.

"Pah, mah... Ada apa sebenarnya" Arsyad yang belum mengetahui pun bertanya.

"Jangan katakan disini, saya mohon" Nada berkata dengan lirih dan dengan suara memohon.

"Ini tuan muda" Vian memberikan secarik kertas itu kepada Arsyad. Setelah membaca, iya pun sangat terkejut.

"Luar biasa. Keindahan dan kelebihanmu memang tidak diragukan lagi" Arsyad berkata dengan pandangan terkunci terhadap Nada. Iya semakin kagum setelah mengetahui siapa Nada sebenarnya.

"Jadi kamu disini karena ada yang terluka? " Tanya Daffa pelan. Nada pun mengangguk.

"Apa ada misi, sehingga salah satu dari kalian harus masuk rumah sakit? " Daffa menyelidik ingin tahu.

"Anu tuan Utama. Tadi Nada diculik oleh geng Tantra. Karena beberapa hari yang lalu Nada membuat cedera anak Tantra. Dan mereka ingin balas dendam" Vian menjelaskan.

"Nada, kamu ngga apa-apa? " Hana memeriksa tubuh Nada dengan khawatir.

"Tidak buk, Nada baik-baik saja. Untung tim dengan cepat bergerak" Nada tersenyum, menghilangkan kekhawatiran diwajah Hana.

"Syukurlah... Kamu harus hati-hati nak" Hana menasehati.

"Sejak kapan? " Arsyad tiba-tiba menarik tangan NAda dan menatapnya dengan tajam.

"A... apa yang sejak kapan tuan? " Nada berdebar membalas tatapan tajam dari lelaki tampan didepannya.

"Sejak kapan mereka menculikmu? " Arsyad bertanya dengan sikap posesifnya.

"Tuan muda, jangan seperti itu. Nada takut jika anda bersikap seperti itu" Vian pun berkata untuk membela Nada.

"Jangan berbicara Vian, aku bertanya pada Nada. Apa kamu juga bernama Nada" Arsyad masih menatap Nada dalam-dalam. Wajah cantik Nada mampu membius hatinya. Serta kewarasannya luntur saat mendengar Nada diculik.

"Lepas kan Nada tuan muda Utama. apa kamu tidak tahu jika Nada ketakutan. Jangan bertindak sesukamu" Hana kali ini bertindak. Batu setelah Hana berkata, Arsyad kembali melepas lengan Nada. Hana pun mendekati Nada.

"Nad, abah sama ummi tahu kamu diculik? " Tanya Hana lembut.

"Astaghfirullahaladzim... Iya. Kenapa aku baru ingat ada abah dan ummi. AKu harus segera kembali. Abah sama ummi pasti sangat khawatir" Nada pun tanpa pamit langsung akan meninggalkan mereka. Namun lagi-lagi tangan Arsyad meraih lengannya. Nada pun berhenti dan kembali.

"Bang Vian, Nada pulang dulu ya, kasihan mereka" Nada berkata dengan panik. Iya tidak bisa berfikir jernih mengingat jika dirumah ada orang-orang yang memikirkan keselamatannya.

"Kalau begitu, ayo abang antar. Kalian jaga disini. Ardi ayo kita antarkan Nada" Vian berkata. Namun lagi-lagi Arsyad bersikap seoalh Nada adalah miliknya.

"Biar aku yang antar Nada. Kalian tetaplah disini" Arsyad berkata dengan dingin. Kembali dengan keterkejutan semua orang. Ada apa dengan Arsyad.

"Hmmm, mah pah... Biar Nada pulang sama kita saja ya. Bang Vian dan yang lain tetap jaga aja disini. Temannya lebih membutuhkan kalian" Ucap Arsyi menetralkan pikiran semua orang. Akhirnya mereka mengangguk setuju.

"Ya sudah, kalian tetaplah disini. Jaga teman kalian. Biar Nada kita yang antar" Hana pun ikut berkata dengan lembut.

"Bang, aku pulang dulu ya. Jangan lupa kabarin kalau bang Hendra sudah sadar" Nada berkata. Akhirnya Nada ikut dengan keluarga Utama. Dan Vian memandang kepergian mereka semua dengan tatapan nanar.

1
Rizal Sude
Lumayan
Oke Santai
sudah tamat kah? Trimakasih ya thoor,atas karyanya yg sangat menarik. semangat untuk terus berkarya yg terbaik lagi.
Oke Santai
kisahnya sangat menarik.
Oke Santai
masyaallah Nada,jiwa sosialnya sangat tinggi.mungkin karena dia di gembleng sejak dini di pesantren dgn berbagai ilmu.hingga dia tumbuh jadi gadis yg mandiri dan penuh kasih.semangat thoor atas karyanya yang terbaik.
Oke Santai
makin menarik kisah ini.lanjuut.
Oke Santai
karya tulis yg cukup bagus,aku suka dgn kisahnya.seorang gadis yg jenius cerdas dan mandiri serta pribadinya yg sopan dan suka menolong.gadis yg sejak kecil hidup di dalam ponpes.berbekal ilmu agama serta rasa syukurnya lah yg membuatnya tegar.keren dan menarik kisah ini utk di baca.
Oke Santai
kisah ygmemilukan,namun banyak hikmah yang terkandung d
i dalamnya. lanjut thoor.
Danny Muliawati
nada blm ngecek yg nabrak restu skrg ada lg elyn .... hmmm hmmm
Danny Muliawati
arsyad arsyad dabar nape 😍😍
Danny Muliawati
obat nya di periksa tanya od ahli nya
Danny Muliawati
luar biasa yah nada jiwa sosial nya
Danny Muliawati
di mulai nich cinta bersemi
Danny Muliawati
arsyad lg berhayal ktm nada 😍😍
Danny Muliawati
aq suka banget kerem
Danny Muliawati
keren aq suka banget
Danny Muliawati
hana di anter naik motor mlm2 semangat nada 😍😍
Rosa Fitri
jangan2,nada ankny mr.smith🤔
ibu nya aura
ini bener tamat thor???
Re
cepat up ya thorr
ibu nya aura
ko gantung cerita nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!