Ada banyak ras fantasi di benua Icacia.
Manusia, kurcaci, elf, roh, raksasa, naga dan lain sebagainya. Ras-ras ini hidup berdampingan dengan damai di daratan, namun ada ras lain yang menjadi musuh mereka semua. Ras itu adalah ras iblis.
Kota Linion, sebuah kota kecil yang tenang dan asri di wilayah Barat benua Icacia. Sudah ratusan tahun penduduk menetap di sini, dan Kota Linion selalu tenang dan damai. Ethel hidup sebagai putra bangsawan di sana, kehidupannya mewah, tidak banyak beban dan memiliki hak waris juga.
Namun siapa sangka, kalau kota yang indah ini akan dibumihanguskan oleh iblis. Mereka membakar, memusnahkan, bahkan membunuh rakyat Kota Linion, sampai membuat Ethel kehilangan segalanya.
Apakah Ethel dapat mengubah takdirnya dan membalaskan dendam keluarganya kepada iblis?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Showam Arhama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25. Sarang Naga
“Tolong… selamatkan Louyi! Dia sedang pergi ke sarang naga sendirian.’’
“Apa!?’’
..................
...
Setengah jam yang lalu....
‘’Uuh, dasar! Padahal aku ingin bergabung kedalam partynya,’’ marah Louyi.
‘’Sabarlah Louyi, laki-laki memang seperti itu,’’ sahut temannya.
Louyi sedang berjalan menuju ke Dungeon bersama Hana dan Nina, mereka berdua kembar, namun memiliki bakat yang berbeda. Hana memiliki bakat dalam sihir, sedangkan Nina memiliki bakat dalam berpedang. Namun, saat mereka sudah mulai dekat dengan Dungeon, mereka merasakan sebuah aura yang cukup kuat, menghalangi jalan mereka.
‘’Aura ini,’’ Hana tiba-tiba saja merinding, ‘’Tidak mungkin... aura ini... naga.’’
‘’Naga!?’’ Louyi dan Nina terkejut mendengar bahwa itu adalah aura yang berasal dari naga.
...............
Naga adalah hewan legendaris yang memiliki level A, bahkan ada juga yang memiliki level S+. Naga yang baru lahir saja, bisa dikatakan memiliki level B, karena memiliki kekuatan yang diwariskan oleh induknya. Mereka dapat hidup selama ribuan tahun, dan bahkan dapat menahan puasa selama 5 tahun. Kekuatan sihir mereka tidak bisa dianggap remeh, sihir yang mereka miliki akan berubah sesuai dengan lingkungannya.
Naga akan berwarna biru serta memiliki sihir berelemen air jika hidup di air; memiliki tubuh yang besar serta kulit berarmor, karena hidup di daratan rendah seperti goa; dapan mengeluarkan nafas api, jika hidup di gunung berapi; dan akan berubah menjadi warna putih, jika tinggal di area yang tinggi.
Akan tetapi, di setiap model ada kelebihan dan kekurangan masing-masing, seperti contoh naga air. Naga air dapat hidup di air yang dalam tanpa memerlukan udara, dengan kata lain dia dapat bernafas di dalamnya. Namun, kekurangannya adalah kehilangan sayap dan tubuhnya akan memanjang seperti ular.
Naga tanah atau yang sering disebut dengan naga darat, memilki tubuh yang sangat besar; memiliki sayap, namun jarang digunakan; dan kulitnya bagaikan metal yang sangat keras, bahkan dapat melebihi kerasnya baja.
Berbeda dengan naga api, tubuh mereka tidak mengalami perubahan sama sekali. Akan tetapi, serangan naga api level S sangat menyakitkan, sekali semburan api dari mulutnya saja, dapat membuat sebuah desa terbakar hangus.
Kalau naga angin memiliki ciri khas yang paling berbeda, warna tubuh mereka berwarna putih, namun serangannya tidak seperti penampilan mereka yang cantik. Jika naga ini terbang dan berada di dalam awan, maka awan itu akan mengeluarkan air hujan yang beracun. Dikatakan hanya ada sedikit naga angin yang tersisa di dunia ini.
Namun, jika naga hidup di dalam Dungeon, mereka dapat hidup dengan model sihir yang mereka inginkan. Tidak hanya itu, tempat mereka juga akan ikut berubah sesuai dengan model mereka.
.................
...
‘’Kalau benar di sana ada naga, maka aku akan segera ke sana dan bertarung melawannya,’’ ujar Louyi.
‘’Apa kau sudah gila?’’ bentak Nina.
‘’Aku tidak peduli, akan kubuktikan bahwa aku lebih hebat darinya,’’ geram Louyi.
Set
Nina menghadang jalan Louyi, untuk masuk kedalam aura yang menunjukkan jalan ke sarang naga. Akan tetapi, Louyi tetap bersikeras untuk masuk kedalamnya, jadi dengan terpaksa Nina harus menggunakan fisik untuk menghentikan Louyi. Namun usahanya gagal, karena Louyi dengan cepat menggunakan sihir air untuk menuyerang wajah Nina, sehingga Nina tidak dapat bernafas dan pingsan.
Hana yang masih ketakutan tidak dapat bergerak dengan tenang, dia sangat takut untuk bertemu dengan naga, oleh karena itu, Louyi meninggalkannya bersama dengan Nina di sana. Setelah Louyi pergi, secara perlahan Hana mulai sadar dan segera menyembuhkan Nina.
‘’Nina! Sadarlah!’’ teriak Hana.
‘’Uh... Ha-na cepat, cari bantuan, s-selamatkan Lou-yi,’’ lirih Nina.
‘’Baik,’’ jawab Hana.
Hana dengan cepat berlari ke kota dan mencari bantuan, namun karena panik yang dia pikirkan hanya seorang laki-laki yang ditantang oleh Louyi tadi pagi. Hana pun bertanya-tanya kepada pedagang dan para pejalan kaki di kota, sampai akhirnya menemukan timpat di mana Ethel tinggal saat ini.
Dia langsung pergi ke penginapan dan segera ke kamar Ethel. Dia mendodok pintu cukup keras seperti orang panik pada umumnya. Ethel pun membuka pintunya dan terkejut melihat seorang gadis yang terengah-engah nafasnya.
“Tolong… selamatkan Louyi! Dia sedang pergi ke sarang naga sendirian,’’ panik Hana.
“Apa!?’’
Dengan segera, Ethel langsung pergi menggendong Hana kemudian keluar lewat jendela, ‘’Hey, tunggu!’’ ucap Miu yang ingin ikut bersama mereka, namun sayangnya Ethel meninggalkannya di penginapan bersama Phyko dan yang lainnya.
‘’A-anu, tolong pelan-pelan saja,’’ saran Hana.
‘’Sudah, tidak apa-apa, lebih baik kamu beri tau aku di mana tempat sarang naga itu berada,’’ jawab Ethel.
‘’Baiklah, tempatnya di....’’
...............
...
‘’Tunggu saja, aku pasti akan mengalahkan naga ini,’’ gumam Louyi.
Louyi yang berada di dalam aura naga itu, menemukan sebuah pintu portal menuju Dungeon di sebuah batu yang cukup besar. Ukuran portal itu cukup besar, dan dapat muat sekitar 2 orang untuk masuk bersama. Louyi pun masuk ke dalamnya dan mengambil tongkat sihirnya yang dia simpan di dalam Item Box.
Setelah masuk, belum apa-apa Louyi sudah mendapatkan serangan dari sang naga. Dengan cepat, Louyi membuat perisai sihir tingkat menengah untuk menahannya. Semburan api yang cukup besar, mungkin saja ini berasal dari naga api.
‘’Tidak, itu bukan naga api...’’ secara perlahan, asap mulai menghilang, dan sang naga mulai terlihat. Tubuh besar, berarmor, dan pancaran mata merah menyala, ternyata bukan naga api, melainkan naga darat yang memilki pertahanan yang tertinggi.
‘’Sial, kenapa naga darat, padahal dia dapat berevolusi bebas di dalam Dungeon,’’ geram Louyi.
Louyi pikir yang dia lawan adalah naga api, jadi akan lebih mudah jika memakai sihir elemen air untuk mengalahkannya, namun kalau naga darat pastinya susah, karena memiliki pertahanan yang sangat kuat, walaupun jarang terbang, namun sayapnya juga sangat keras seperti kulitnya.
‘’Kalau sudah begini, mau bagaimana lagi. Jika aku keluar, maka aku akan diejek olehnya,’’ geramnya lagi.
Louyi menggunakan berbagai sihir untuk menyerang naga darat itu, semua serangannya tepat mengenai naga itu. Ledakannya sampai membuat ruangan Dungeon ini bergetar, namun apakah serangannya berhasil melukai sang naga darat?
Wush
Asap dari ledakan itu tiba-tiba menghilang dan sosok naga darat yang masih berdiri dan tidak terluka sama sekali. Louyi mulai terpaku setelah tau kalau serangannya tidak mempan terhadapnya, selanjutnya Louyi menyerang lagi sampai Mana miliknya mulai kritis. Benar-benar malang nasibnya hari ini, Louyi sudah mulai sempoyongan, dan penglihatannya mulai kabur.
‘’Sial!’’
..................
...
Duar!!
Suara ledakan yang cukup kuat sampai membuat Dungeon lantai ke 6 bergetar, Raito dan yang lainnya terkejut mendengarnya. Kirito pikir itu adalah suara perut Raito yang keroncongan, tapi ternyata memang benar itu berasal dari sebuah ledakan.
‘’Sepertinya itu berasal dari arah sana,’’ tunjuk Taro.
‘’Apa kita harus pergi ke sana?’’ tanya Kirito.
‘’Terserah, tapi aku pikir tidak usah, karena pastinnya kita hanya akan mengganggu pertarungan mereka... oh iya jangan lupa untuk berhati-hati, jangan sampai kau menginjak jebakan atau-‘’
Cklek!
Raito tanpa sengaja menginjak jebakan yang berada di bawah, seketika Taro terdiam dan memasang wajah sebel kepada Raito. Setelah itu, tanah di bawah mereka longsor dan dan membuat mereka bertiga jatuh ke dalamnya.
Sampai di suatu tempat, mereka jatuh dari atas dan mendarat di sebuah batu yang sangat keras. Awalnya biasa saja, tapi makin lama makin aneh, tiba-tiba saja sebuah sihir menyerang batu itu. Mereka bertiga langsung jatuh setelah sihir itu mengenai batu besar nan keras itu. Dan ternyata itu bukanlah batu, melainkan sang naga darat yang sangat besar.
‘’Apa-apaan ini?’’ panik Taro.
‘’Eh diakan, wanita yang tadi menantang Ethel pagi tadi,’’ ujar Kirito.
‘’Kalau soal perempuan, otak mu pasti encer ya,’’ sahut Raito.
Naga itumulai mengambil nafas, seakan-akan dia akan menyerang Louyi menggunakan nafas apinya. Setelah selesai menghirup nafas, mulutnya pun mengeluarkan api, dan menyemburkannya ke arah Louyi. Raito dan yang lainnya berusaha secepatnya membuat sihir perisai, namun masih kalah cepat dengan semburan api tersebut.
‘’To...long a..ku..’’
Air mata Louyi mulai keluar dan seseorang datang dengan mengucapkan sebuah kata-kata yang tidak asing baginya.
‘’Segel pertama, HYSONE terbuka! ... Dragon Shield, aktifkan!’’
...Bersambung......
...----------------...
......................
Jadi kesannya lebih rapih dan enak buat dibaca.
@AojinSuzaku [Chara Slayer]
Sekalian bagi kalian yang suka baca novel tentang murim kalian bisa coba baca novel ku,dan tolong dukungan nya