NovelToon NovelToon
ELENA

ELENA

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:235.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rinjani Asa

Hai,
Ini merupakan karya pertamaku, mohon dukungannya ya dengan cara like, love, vote dan komen sebanyak-banyaknya.
Kasih juga ya hehehe.

❤️❤️❤️❤️❤️
Anyelir, gadis yatim piatu yang cerdas dan cantik. Tapi sayang nasibnya tak secantik rupanya. Ia harus rela mengubur impiannya untuk bekerja keras demi sang Nenek tercinta yang sedang sakit.
Kehormatan nya direnggut secara paksa oleh seseorang yang mempunyai pengaruh di tempatnya bekerja.

Ken, anak dari pengusaha kaya raya. Hidupnya tidak tenang, selalu dihantui rasa bersalah setelah malam kejadian ia merampas kehormatan salah satu karyawannya.

Elena, seorang gadis manis yang sangat hebat. Diusianya yang masih kecil ia memiliki bakat melukis serta bermain biola. Disamping kelebihannya, Elena merupakan gadis yang pendiam, saking diamnya sampai-sampai ia tidak mau berbicara. ia berkomunikasi dengan bahasa isyarat dan juga note book electric nya.

Akankah mereka bisa bersatu menjadi satu keluarga yang utuh?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rinjani Asa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menjemput Elena

"Tehnya Nona." Bibi Mary meletakan secangkir teh melati dengan irisan lemon di atas meja. Kemudian Ia duduk di samping Anyelir yang langsung menutup laptopnya setelah kedatangan Bibi Mary.

"Terima kasih Bibi," ucapnya lalu mengambil cangkir yang berisi air yang berwarna merah kecoklatan dan beraroma khas tersebut. Anyelir menghirup aromanya terlebih dahulu sebelum menyesap minuman itu.

"Ah." Rasa manis dan sedikit asam serta kehangatan yang terasa melewati lidah menuju tenggorokan dari minuman itu membuat pikiran Anyelir sedikit rileks.

Akhir-akhir ini Anyelir sibuk dengan rencana bisnisnya yaitu membuat toko kue dan mendirikan yayasan pendidikan untuk anak usia balita.

Ia tak ingin ilmu yang ia miliki hanya tidak dimanfaatkan dan disalurkan. Ia sebenarnya mempunyai berencana membuka bisnis dan mendirikan yayasan di Jakarta.

Siapa sih orang yang tidak merindukan kampung halamannya. Ia sudah memantapkan hati untuk kembali ke negara asalnya.

Tapi akhir-akhir ini ia sedikit bimbang yang disebabkan oleh mimpinya yang sudah dua malam ini mengganggu tidurnya. Dua malam ini ia sering terbangun tengah malam karena mimpi buruknya.

Ia bermimpi Elena pergi meninggalkannya bersama orang yang tidak ia kenal.

"Apa Nona masih memikirkan mimpi itu?" tanya Bibi Mary karena mendapati Anyelir yang melamun.

Anyelir meletakan cangkir yang berada di tangannya terlebih dahulu di atas meja.

"Mimpi itu terasa sangat nyata sehingga sulit bagiku untuk tidak memikirkannya."

"Kata orang kan mimpi itu kan bunga tidur Nona. Jadi Nona tidak perlu terlalu memikirkan mimpi tersebut. Buktinya sampai sekarang Elena masih berada di samping Nona."

"Iya...tapi tetap saja aku enggak bisa tenang apabila harus meninggalkan Elena meskipun hanya sebentar semenjak hadirnya pria itu."

"Tapi saya liat Tuan Ken orangnya baik," ucap Bibi Mary.

"Entahlah Bi, aku hanya takut ia akan mengambil Elena dariku. Sekarang saja ia sudah mengambil perhatian Elena," lirih Anyelir.

"Elena sangat menyayangi Nona. Jadi kekhawatiran Nona tidak akan terjadi."

"Semoga saja Bi. Bibi tahu sendiri kan, kalau aku tidak punya siapa-siapa lagi selain dirinya."

***

"Malam ini Elena mau tidur bareng Mama boleh?" tanya Elena sambil memeluk boneka kelinci.

Gadis kecil itu berdiri di samping ibunya yang sedang duduk di meja rias sambil mengoleskan cream pada wajahnya.

"Boleh dong Sayang. Elena mau tidur bareng Mama terus juga enggak masalah. Kenapa memangnya, tumben banget pengen tidur sama Mama."

Elena lalu menuju ke tempat tidur. Kemudian naik dan duduk bersandar sambil memperhatikan Anyelir yang sedang menyisir.

Anyelir bergabung dengan Elena. Ia ikut duduk bersandar di samping putrinya kemudian memeluknya dengan sayang.

Elena balas memeluk Anyelir. Tak berapa lama Elena mengurai pelukan mereka.

Elena terlihat ragu ingin bicara dengan Anyelir.

"Ehm...Ma. Boleh tidak aku ikut pameran di Indonesia?"

Anyelir terlihat berfikir. Lalu tidak beberapa lama ia pun mengangguk.

"Boleh. Tapi nanti setelah kita semua sudah pindah ke Indonesia."

"Kita akan pindah ke Indonesia Ma? Papa pasti seneng banget kalau tau kita akan pindah ke Indonesia."

"Anak Mama sendiri seneng enggak pindah ke Indonesia?"

"Seneng banget Ma."

"Udah malem. Bobo yuk," ajak Anyelir.

"Tapi Ma. Elena ingin ikut pameran itu. Boleh ya. Kalau Mama enggak bisa temani Elena, nanti Papa bisa kok."

"Lihat. Sekarang bahkan Elena tidak masalah kalau harus jauh dariku. Bagaimana kalau nanti sudah benar-benar pindah ke Jakarta. Apakah mimpi itu akan jadi nyata," gumam Anyelir dalam hati.

"Sekarang anak Mama enggak sedih ya kalau jauh dari Mama?" Anyelir sengaja mencolek ujung hidung Elena.

"Ya kan sekarang Elena punya Papa. Jadi, kalau Mama enggak bisa, Papa bisa gantiin," ucap Elena dengan polosnya.

Anyelir membuang pelan nafasnya. Ia memilih mengajak Elena untuk berbaring dan segera tidur. Untuk masalah pameran, Anyelir masih harus memikirkannya. Ia tidak akan membiarkan Elena begitu saja pergi berdua dengan Ken. Meski orang itu adalah ayah kandung Elena.

***

Ken merasa bersalah setelah apa yang telah ia lakukan. Ia membujuk Elena agar mau datang ke Indonesia dengan menawarkan mengikuti pameran seni.

Sebenarnya tidak ada yang salah apabila Elena mengikuti pameran seni itu. Namun tujuan Ken tidak hanya itu. Ken juga ingin membawa Elena ke hadapan kedua orang tuanya. Seperti apa yang Carol dan Danial inginkan.

Setelah dipikir-pikir, Ken lebih baik menemui Anyelir langsung dan meminta ijin padanya untuk membawa Elena ke Jakarta.

Saat ini hati dan pikiran Ken sedikit tenang tidak seperti tadi, bahkan beberapa meeting ia batalkan karena suasana hatinya yang sedang kacau.

"Lho, baru jam segini kenapa kamu sudah pulang? Kamu sakit Ken?" tanya Carol saat melihat Ken pulang ke rumah padahal jam masih menunjukkan pukul 14.00 WIB.

"Ken mau siap-siap ke Bandara Mam," ucap Ken sambil berlalu menuju kamarnya.

"Bandara? Apa dia berniat membawa anak itu kemari?" gumam Carol dalam hati.

Carol melanjutkan kegiatannya yang tertunda tadi lantaran menyapa anaknya. Ia kembali ke dapur untuk membuat pie strawberry. Waktu itu ia pernah makan pie strawberry yang Ken bawa.

Rasanya sangat enak dan segar. Rasa strawberrynya sangat terasa. Saat Carol tanya Ken membeli pie itu dimana, jawabannya kalau ia mau harus pesan dulu lewat Ken. Katanya pembuatnya tidak mau banyak orang yang tahu tentang dirinya.

Aneh sekali kan, padahal kan kalau banyak orang yang tahu pie buatannya itu enak jadi pemasarannya lebih mudah. Sehingga banyak orang yang akan membeli pie buatannya.

Tentu saja Ken bilang begitu, karena pie strawberry itu tidak dijual. Dan ia mendapatkannya dari buah hatinya yang sengaja mengirimkan pie strawberry untuknya.

Carol segera mendekati Ken saat ia melihat putranya tengah menyeret satu buah koper kecil.

"Kamu beneran akan bawa anak itu ke sini?"

"Anak itu punya nama Mam. Namanya Elena. Dan sesuai permintaan Mami, Ken akan bawa Elena ke sini untuk test DNA ulang supaya Mami dan Papi percaya Elena itu anak kandung Ken."

Carolin hanya bisa mengatupkan bibirnya. Sebenarnya ia tidak sungguh-sungguh menyuruh Ken membawa Elena ke sini, ia takut akan jatuh hati pada gadis kecil itu lalu luluh dan menyetujui permintaan Ken untuk membatalkan pertunangannya dengan Clara.

"Ken pergi dulu Mam. Tolong sampaikan ke Papi, mungkin Ken beberapa hari di New York. Karena semua tergantung Anyelir. Ken enggak mau membawa Elena secara paksa tanpa ijin darinya."

Ken kini telah berada di depan rumah Anyelir. Setelah kemarin ia sampai, ia memilih beristirahat terlebih dulu. Dan baru menemui Anyelir hari ini.

Ken menarik nafasnya dalam-dalam lalu dibuang dengan perlahan. Setelah itu ia mengetuk pintu di hadapannya.

Beberapa detik kemudian ia mendapati Anyelir membukakan pintu untuknya. Anyelir terlihat terkejut dengan kedatangan Ken ke rumahnya. Sehingga ia hanya bisa terdiam menatap pria di hadapannya ini dengan berbagai macam pertanyaan terlintas dalam benaknya.

1
Nabilah Putri
keren
Nabilah Putri
Semangat
Lenny Susilawati
sangat bagus dan tetlalu simple
cheng phong
sangat bagus,aku suka alurnya👍
Sundari Sekariputi
bgs ceritanya thor 👍👍👍
Dede Dengah Rumayar
extra partnya mana thor😁😁😁
Salfanei
😭😭
Salfanei
biar banyak yg komen
Salfanei
padahal novel y bagus ya menurut saya tp g ada yg komen buat nyemangatin author y
re
Ditunggu Ektra partnya
Anita Candra Dewi
terlalu lemah ini ken
Prima Dewi
siapa ya yang udah ngeracuni elana....🤔apa seseorang yang udah sakit sama Ken ya...
Welly Sumarni
CPT bgt tamat nya.. pdhl ud nunggu brp hr episode nya..
Mahameru
sedih si, harus tamat padahal batu dikit bab nya
extra part-nya yg byk thor
Ratna Wati
akhir nya tamat juga
Umi Ningsih Mujung
❤️
🌻 y_alcalief 🌻: hai kak mampir yuk ke karya terbaru ku yang berjudul MENCINTAI IBU SAMBUNG
total 1 replies
Umi Ningsih Mujung
❤️🥰😍😘
Welly Sumarni
lanjut KK, semngat
🌻 y_alcalief 🌻: hai kak mampir yuk ke karya terbaru ku yang berjudul MENCINTAI IBU SAMBUNG
total 1 replies
Sri Wahyuni
baguslah ada cerita kearifan lokal. semangat thor.
🌻 y_alcalief 🌻: hai kak mampir yuk ke karya terbaru ku yang berjudul MENCINTAI IBU SAMBUNG
total 1 replies
Ratna Wati
lanjut kk semangat
🌻 y_alcalief 🌻: hai kak mampir yuk ke karya terbaru ku yang berjudul MENCINTAI IBU SAMBUNG
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!