NovelToon NovelToon
Jaka Rasa Duda

Jaka Rasa Duda

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Fantasi Urban-Percintaan Modern / Tamat
Popularitas:4.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Tri Ani

Pradivta Anugra putra seorang pria yang belum menikah tiba-tiba mempunyai seorang putri yang sedang mengalami sakit.

Di pertemukan dengan seorang wanita bernama Ersya putri, seorang janda yang baru saja di ceraikan oleh suaminya satu bulan yang lalu dan di tinggal bertunangan.

Karena pertemuan mereka yang tidak terduga itu, membuat mereka terjebak ke dalam hubungan yang rumit

NB :
Maaf karya ini mungkin nanti up-nya tidak bisa setiap hari ya, harap maklum dan jangan di tagih up nya ya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Ani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perasaan bersalah (Ersya)

Kali ini Ersya tidak mampu menahan untuk tidak menangis,ia butuh bahu untuk

bersandar kali ini bukan hanya bersandar pada kaki dan senyumnya. Felic pun

segera memeluk sahabatnya itu, ia mengusap punggung Ersya, mencoba menenangkannya.

“Aku rasa bukan itu Sya alasannya!” ucap Felic membuat Ersya melepaskan pelukan

Felic dan menatap sahabatnya itu.

“Apa?” tanya Ersya, ia berharap alasan Felic sedikit meringankan beban di hatinya. Ia terlalu

merasa bersalah dengan suaminya jika benar yang di katakana oleh suaminya itu jika

dia alasan kenapa tidak bisa memiliki anak selama ini.

“Pasti karena wanita itu!” ucap Felic dengan begitu pasti membuat Ersya menghela

nafas, kalau hal itu ia sudah faham tapi ia berharap ada alasan lain agar ia

tidak terlalu merasa bersalah.

“Mungkin memang benar salah satunya Fe, wanita itu adalah anak dari pemilik perusahaan

tempat mas Rizal kerja! Dia sangat kaya, dan juga cantik, jelas pasti mas  Rizal milih dia dari apa aku yang Cuma seorang

karyawan bank swasta, orang tuaku juga cuma karyawan biasa, bukan pemilik

perusahaan apalagi sebentar lagi papa juga bakal pensiun!”

“Jadi kamu belum pernah bertemu dengan wanita itu?” tanya Felic yang penasaran.

“Pernah!”

“Pernah bicara langsung sama gadis itu dari hati ke hati, sepertinya gadis itu masih

sangat muda Sya!”

“Aku tidak punya keberanian Fe, aku terlalu takut! Aku belum siap! Bagaimana jika

kenyataannya malah tambah menyakitkan, lebih baik begini saja,! Mungkin jodohku

sama mas Rizal memang Cuma sampai di sini Fe!”

“Dia udah jahat banget sama kamu Sya! Jadi mulai sekarang lupakan saja dia, anggap

dia tidak pernah ada di hidupmu! Mulailah dengan yang baru! Gue mendukungmu!”

“Makasih ya Fe ….! Tapi Fe …, untuk memulai dengan yang baru, aku belum siap! Tidak bisa

menjadi seorang ibu sudah membuatku takut untuk memulai hubungan, aku tidak mau

nanti ada yang terluka dan kecewa lagi gara-gara aku!”

“Sya …!”

“Fe_!”

“Mungkin itu yang membuatmu begitu menyayangi gadis kecil itu!” Felic jadi teringat

bagaimana Ersya begitu menyayangi Iyya, walaupun mereka belum saling kenal.

“Iya …, dia itu tiba-tiba saja datang di hidup aku Fe, dia itu seperti peri buat aku! Di manapun aku berada rasanya selalu berharap bisa menemukan gadis kecil

itu dan berbicara dengannya, setiap bertemu dengannya rasanya beban hidupku hilang! Ahhhh aku jadi merindukannya, dia di mana ya sekarang?”

“Dia pasti sekarang juga sedang merindukanmu! Semangat ya …!”

Mereka kembali berpelukan, Felic benar-benar tidak menyangka jika rumah tangga

sahabatnya akan berakhir dengan secepat ini. Karena yang ia tahu mereka sudah

menjalin hubungan sejak Ersya masih SMA hingga menikah tidak pernah ada kabar

keretakan hubungan mereka. Selama ini mereka benar-benar pasangan yang begitu

kompak.

Sepuluh tahu sudah dan kini harus berakhir. Ternyata lamanya bersama tidak menjamin

langgengnya sebuah hubungan. Butuh banyak waktu untuk saling mengenal tapi

hanya butuh satu alasan untuk mempertahankan sebuah hubungan, yaitu cinta.

****

Di tempat lain gadis kecil yang sedang di pikirkan itu sekarang sedang berada di

rumah sakit FrAd medika, ia sedang melakukan pemeriksaan rutinnya.

“Dad …, tenyapa kita hayus antli duyu?” tanya Iyya karena bisanya mereka langsung masuk tanpa perlu antri seperti ini.

“Iyya sayang …, Iyya harus melalui tahap ini dulu sebelum masuk! Hari ini tidak uncle dokter, jadi Iyya harus antri bersama teman-teman Iyya yang lainnya!”

“Hehhhh …!” Iyya terlihat menghela nafas, baginya menunggu begitu melelahkan.

“Kenapa bidadali Iyya tidak kecini ya, Dad?”

“Mungkin bidadari Iyya sedang sibuk, lagi pula kenapa juga dia di sini?”

“dadddd …!” ucap Iyya kesal karena daddy nya tidak begitu antusias saat Iyya membicarakan tentang bidadari nya. Ia ingin daddy nya suatu saat bertemu dengan bidadari nya dan membawakannya pulang untuknya.

“Ehhhh bentar ya Iyya, daddy sepertinya melihat uncle dokter di sana, daddy ke sana dulu ya!” ucap Divta saat tanpa sengaja melihat wajah kacau dokter Frans yang

berada tidak jauh dari mereka.

Kenapa dengannya …? Apa dia ada masalah sama istrinya? Batin Div saat melihat dokter Frans duduk terenung di lantai sambil menatap ponselnya. Apa yang dia lihat ….

“Frans …!” sapa Div membuat dokter Frans tersadar dan menoleh padanya, “Kamu kenapa?”

 “Bang!”

Mereka akhirnya duduk di bangku yang berada di samping dokter Frans. Mereka masih

saling diam, Divta memberi waktu pada dokter Frans hingga ia benar-benar siap untuk menceritakan semuanya.  Mungkin nanti ia bisa membantu, dia lebih dewasa walaupun belum pernah menikah.

“Ini bukan hal yang serius sebenarnya, bang!”

“Lalu? kalau nggak serius lalu buat apa duduk di bawah kayak orang gila begitu!”

“Hanya aku merasa belum siap saja dengan hal-hal yang mungkin akan aku hadapi sebentar

lagi!”

“Memang Tuhan pernah ya memberi waktu buat kita untuk siap-siap? Kalau sudah waktunya,

ya datang begitu saja Frans …, pakek siap-siap …!”

Div merasa lucu dengan ucapan sahabat adiknya, ia tahu juga pria di sampingnya itu

bukan hanya sekedar sahabat adiknya, tapi pria di sampingnya itu adalah sepupunya juga karena ayah mereka saudaraan. Tapi Div tidak mau mengatakan hal

itu pada pria di sampingnya sebelum pria itu tahu sendiri nantinya, mungkin Agra pun juga belum tahu hal itu karena nyonya Ratih tetap memintanya untuk

diam.

Dia saja tiba-tiba punya seorang putri tanpa ia bersiap-siap. Dulu tidak pernah

terpikir untuk punya seorang putri secantik Divia.

“Bang …, ada ada aja …!” ucap dokter Frans yang menaggapinya dengan tersenyum tipis.

“Sebenarnya aku bukan orang yang bijak Frans tapi aku sarankan mulai sekarang kamu harus

membuat keputusan pada dirimu sendiri!”

“Maksud, bang Divta?”

“Memutuskan untuk mau menghadapi semuanya dengan segala kekuatan yang kamu punya atau

memilih menghindar tapi selamanya kau akan di kejar-kejar oleh bayang-bayang mungkin ini atau mungkin itu karena kata mungkin tidak akan pernah menjadi pasti!”

Dokter Frans hanya diam, mencoba mencerna ucapan pria yang lebih tua enam tahun darinya.

Div kembali menoleh pada putrinya, antrian yang duduk di depan putrinya sudah habis. Ia pun kembali menoleh pada dokter Frans dan berpamitan.

“Ya sudah …, sepertinya Divia sudah di panggil dokter! Semangat ya!” ucap Divta

sambil meninggalkan dokter Frans sendiri.

Divta kembali menghampiri Divia, dan tepat saat ia berada di samping putrinya. Nama Divia

di panggil.

“Sudah giliran kita sayang!” ucap daddy Div.

“Bukan kita Dad …, tapi Iyya …!” protes Iyya karena ia merasa daddy nya tidak di panggil, hanya namanya yang di panggil tapi tetap saja daddy nya selalu saja

ikut masuk. Gadis kecil itu bahkan sudah tidak takut lagi dengan jarum suntik sekarang.

Ia sudah terlalu lama berteman dnegan jarum suntik dan jua obat-obatan. Rasanya jarum suntik sudah menjadi temannya sehari-hari. Sebenarnya jika Divia bisa mengurangi rasa cemasnya, kesehatannya akan membaik, tapi Div juga tidak tahu apa sebenarnya yang selalu membuat putrinya itu cemas.

Spesial visual Ersya dan Felic

Bersambung

...Memutuskan untuk mau menghadapi semuanya dengan segala kekuatan yang kamu punya atau...

...memilih menghindar tapi selamanya kau akan di kejar-kejar oleh bayang-bayang mungkin ini atau mungkin itu karena kata mungkin tidak akan pernah menjadi pasti...

Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya

Follow Ig aku ya

tri.ani.5249

Happy Reading 🥰🥰🥰🥰

1
Marhaban ya Nur17
ngapa se Kim apa"nyosor
Marhaban ya Nur17
ada bae
Marhaban ya Nur17
gw kurang sreg neh klo Kim ama divia ciuman 🤔 kesannya gmn gtu
Marhaban ya Nur17
kaku amat Lee wkwkkw
Marhaban ya Nur17
plis deh vi lu hrs berani jan kaya ibu lu yyy hra niru mom echa
Marhaban ya Nur17
kok divia gampangan gtu se wkkwkw kaya g punya pendirian wkkwkkw beda ama mom echa
Marhaban ya Nur17
jujur vi biar hidup lu damai sentausa
Marhaban ya Nur17
sekali boong pasti ada berikutnya" g kelar"
Marhaban ya Nur17
banyak tele" nya divia wkwkkw
Marhaban ya Nur17
minta bantuan yura lee
Marhaban ya Nur17
banyak bahasa kalbunya divia
Marhaban ya Nur17
ciyeeee
Marhaban ya Nur17
membuat nenek kecewa ? nah trs keluarga mu g tambah kecewa klo g nikah dulu vi
Marhaban ya Nur17
Rizal belum beres y thor wkkwkkw
Marhaban ya Nur17
suruh nikah neh div wkkwwk
Marhaban ya Nur17
itu nenek gayung basmi aja
Marhaban ya Nur17
siap" puasa bang div
Marhaban ya Nur17
pasti di ancam trs neh iyya
Marhaban ya Nur17
ada sianidanya tuh
Marhaban ya Nur17
se Rizal belum di kirim ke antartika neh jd berulah trs
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!