seorang pemuda menemukan sebuah liontin dan ternyata liotin itu terdapat raja Borobudur
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tivany cainy ainy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 25
setelah membeli semua barang yang dibutuhkan Riyan dan teman-teman nya pun pergi meninggalkan toko buku lotus , bagi Riyan dan teman-temannya pun tak akan tahan melihat tingkah Sarno yang sudah kumat Ajian biang keroknya , mereka pun menyetop angkot ,
setelah angkot itu berhenti mereka semua menaiki angkot tersebut , ,,,
dalam perjalanan naik angkot ,, tiba-tiba Sarno terdiam seribu bahasa , mereka merasa heran dengan sikap Sarno pada saat ini ,,, sampai Samanpun bertanya kepada kedua temannya yaitu Riyan dan Adi ,,
" kenapa dia ?..." tanya Saman ,
" keselek kali !..." kata Adi ,
" keselek apa ?..." tanya Saman lagi .
" keselek angkot tetangga !..." kata Adi yang langsung saja dia tertawa ...
" apa ...kenapa tertawa ?.." tanya Riyan , Adi dan Saman menunjukkan jarinya kearah Sarno , sedang Sarno cuma diam seribu bahasa , sedang riyan menyuruh teman-teman menaruh telapak tangannya didahi Sarno , sepontan saja Saman memegang dahi Sarno , ia pun pura-pura terkejut ,
"waaaduuuhhh ...alllammmaaak ,,,, kesetrum kayaknya tegangan tinggi " Saman pun pura-pura kesaktian , Sarno yang asik berdiam diri menepis tangan Saman ,
" apaaan sih lu man ,, kurang kerjaan banget " Sarno kelihatan agak sewot sedangkan Adi dan Riyan tertawa kecil ,,, melihat Saman yang mengikuti anjuran Riyan ,
" no kamu kenapa sih hari ini ? ... apakah kamu sedang menuntut ilmu hitam no ..? " tanya Riyan ,
" ya .. enggak lah ..." jawab Sarno singkat ,
" laaa ..kenapa pula sekali bertingkah aneh ,,, sekali bertingkah anteng " tanya Adi pada Sarno ,
" eeeee ...lu pada penasaran ya .. nanti kayak kuntilanak mati penasaran lu " kata Sarno ,
" Sumpret lu... emangnya elu yang gentanyangan , gara- gara ditolak Mak janda lima belas anak " kata Saman menyahuti Sarno ,
" buuuuseeeet ...amberadul gue , sejak kapan gue jadi tu bapak , yang janda anaknya lima belas orang itu " Sarno memanyunkan bibirnya sampai kayak bebek ,
" haaaa ..ya sejak lu kongslet dan mengeluarkan petir " kata Saman .
" emang gue dewa Zeus apa , pakek petir-petir segala " Sarno menyahuti perkataan Saman ,
Riyan dan Adi tak tahan lagi menahan tawa , bisa-bisa dia kencing di dalam celana gara-gara kebanyakan tertawa, akhirnya Saman sudah sampai di rumahnya ,
setelah memutar arah , angkot pun juga sampai di jalan menuju rumah Adi dan Sarno ,
karena angkot tidak bisa terlalu masuk kedalam , akhirnya hanya berhenti ditepi jalan menuju jalan kerumah Sarno dan Adi , setelah itu angkot pun menuju rumah Riyan yang tak begitu jauh , hanya belokan saja ,
sampai didepan pintu pagar angkot pun berhenti , setelah membayar ongkos angkot , Riyan langsung masuk kedalam rumah , ia pun langsung menuju ruang kamar tidurnya ,
Riyan langsung menaruh semua peralatan sekolahnya ,
ia pun mencoba beristirahat sejenak menghilangkan penat setelah itu dia mandi ,
selesai mandi Riyan langsung menuju ruang meja makan ,
disana riyan sudah duduk dan menyantap makanan ayam goreng kremes kesukaannya ,
setelah selesai makan Riyan berpesan sama bibi nanti malam gak usah mengetok pintu kamarnya ,
entar dia sendiri keluar dari dalam ruang kamar tidurnya ,
masalah ia akan makan malam , terserah saja pada bibi yang menyajikannya , kalau merasa kurang enak entar dia bisa memesan makanan siap saji dari luar pesan Riyan kepada art rumah ,
" Bi ,,, entar siapkan saja makan malam nya ,, Kalau Riyan kurang suka , bisa pesan makanan siap saji " pesan Riyan pada art nya ,
Riyan pun langsung menuju ruang kamar tidur nya ,
setelah melihat map dan selembar kertas yang diberikan oleh wali kelasnya ,
Riyan segera membacan isinya , rupanya itu adalah formulir pendaftaran dan formulir pengajuan ,
setelah riyan membacanya dan menandatangani ia pun meletakkan map dan kertas itu kedalam laci meja belajarnya ,
setelah itu tinggal ia meminta orang tuanya yang harus menandatangani formulir dan kertas itu sebagai bukti persetujuan dari pihak kedua orangtua ,
ia pun membuka laci meja belajarnya yang terkunci ,
setelah memegang liontin , ia diam sejenak mengamati liontin tersebut ,
ia juga mengamati lingkaran kalung yang melingkari liontin ,
dia melihat ada sebuah janin bayi yang belum terlahir melingkup tubuhnya di dalam liontin tersebut ,
tangan Riyan mulai meraba dan menyebut nama Borobudur , dan akhirnya asap putih berpedar mengelilingi area sekitarnya , dan kemudian membentuk gumpapalan yang berwujudkan sosok raja Borobudur ,
" Riyan ,,, ada apa ?.." tanya raja Borobudur pada Riyan ,
" Baginda ,, saya minta bantuan anda " ..tanya Riyan
" bantuan apa ? ..." kata raja Borobudur balik bertanya ,
" beberapa hari lagi ada pertandingan seni bela diri ,,,apakah saya dapat berlatih dengan ilmu bela diri standar ?..." tanya Riyan ,
" maksudmu ilmu bela diri standar ?..." tanya raja Borobudur yang tidak mengerti akan maksud dari ucapan Riyan ,
" aku ingin melatih seni bela diri gerak , seperti di film , ilmu tai chi master , apakah ada ilmu tai chi master ? .." tanya Riyan
" ada , tapi ,, kamu ingin aku mengajarimu ilmu bela diri seperti apa ?.." tanya raja Borobudur ,
" apa saja , agar bisa bertanding secara sportif saja , karena pada waktu pertandingan bulan yang lalu , musuhku sangat besar dan kuat sekali , andai aku mengandalkan kekuatan fisik saja , aku gak akan bisa mengalahkannya , aku melawannya mengunakan kekuatan energi murniku , dan menghantamkannya kepada lawanku , aku pikir ini agak curang , karena musuhku itu bukanlah lawan sebenarnya bagiku , yang harus aku perlakukan seperti itu , jadi aku ingin berlatih menggunakan kekuatan fisik agar bisa menang dari semua lawan -lawanku , " kata Riyan menjelaskan kepada raja Borobudur ,
" baiklah Riyan ,,, ayo kita mulai berlatih , sebenarnya kekuatan fisik itu sangat penting , apa lagi disaat kita kehabisan energi murni , dia akan bisa sangat berguna dalam pertarungan "kata raja Borobudur menjelaskan ,
" Iyah Baginda itu sangat penting bagi kita " kata riyan menimpali ,
" baiklah Riyan pejamkanlah matamu " seperti biasanya Riyan akan berlatih didalam dunia dimensi lain ,
dengan memejamkan matanya riyan akan dibawanya kedalam dunia yang berbeda ,,, tidak membutuhkan waktu yang lama Riyan sudah memasuki ruangan dimensi lain ,
setelah ia membuka matanya , riyan Langsung di tempa oleh gurunya yaitu raja Borobudur , memulai dari gerakan awal dan seterusnya ,,, mulailah Riyan mengayunkan tangannya , dan dilanjutkan dengan kaki , yang bergerak menendang , memutar , dan seterusnya,,,
,,
gerakan demi gerakan Riyan lakukan berulang -ulang ,,, sampai riyan hapal dengan semua gerakan yang diajarkan oleh gurunya yang berjulukan raja Borobudur itu ,,
" bagus Riyan lanjutan semua gerakanmu itu , sampai nanti akan ada tahap berikutnya ,, " kata raja Borobudur kepada riyan ,,,
Riyan mengulang lagi gerakannya yang dimulai dengan mengepal tangannya ,,, meninju ,, menendang dan sebagainya ,,
" guru ,,, apakah aku akan terus mengulang gerakan tersebut " kembali Riyan bertanya kepada gurunya itu ,,,
" setelah kamu hapal gerakannya ,,, kamu harus menguatkan seluruh gerakan dan tendanganmu itu " kata raja Borobudur mengintruksikan kepada riyan ,,,
dengan bersungguh-sungguh Riyan melakukan gerakan yang seperti diajarkan oleh raja Borobudur ,,
disetiap pukulannya ia akan menguatkan pada titik pukulan tersebut terlepas kedepan ,,,
begitu juga dengan tendangan kakinya ,, ia akan menguatkan tendangan tersebut sehingga menjadi tendangan yang sangat kuat ,,,
Ceritanya sangat menarik.