NovelToon NovelToon
Melawan Takdir

Melawan Takdir

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Petualangan / Duniamasadepan / Sci-Fi / Tamat
Popularitas:3.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Shina Yuzuki

Dia terlahir dari setitik cahaya yang membentuk sebuah kehidupan.

Tidak tahu darimana dia berasal atau kemana tujuannya.

Tapi segala yang dia lihat saat ini membuatnya merasa asing.

Entah dibalik asal usul kehidupan yang dia jalani sekarang akan seperti apa takdir membawa semua ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shina Yuzuki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

empat klan

Di kota Batavia dan sekitarnya ada beberapa tempat yang tidak boleh ditentang, bahkan untuk raja kota sendiri harus menaruh hormat kepada mereka.

Empat klan dan Empat wilayah, mereka adalah klan harimau api, klan Tung, klan teratai putih dan klan kura-kura hitam.

Mereka adalah keluarga yang mendiami tempat ini sejak ribuan tahun silam, termasuk sebagai para pendiri awal kota Batavia sampai sekarang.

Termasuk empat wilayah terlarang disekitar kota Batavia yang memang meliputi empat kota lain dalam kekuasaan kerajaan Margasura.

Gunung awan beku, berdiri di puncak gunung Selamin dan semua dilapisi es dengan suasana ekstrim yang sangat dingin.

Lembah Samsara, wilayah terlarang karena terdapat kekuatan jahat dan sangat kuat, banyak orang yang mencoba memasuki lembah namun hilang tanpa bisa diketahui keberadaan mereka.

Hutan iblis, berlokasi di perbatasan kota Batavia dan kota Silavi, memiliki banyak monster tingkat tinggi memang digunakan sebagai wilayah pemburu, tapi tidak bernai memasuki lebih dalam hingga ke pusat hutan.

Danau Singka meski memiliki pemandangan indah dan kaya akan energi alam, tempat itu di huni oleh sesosok makhluk sebagai penguasa di dalam danau.

Davendra semakin banyak mendapat informasi dari buku-buku yang dia baca dalam perpustakaan klan harimau api.

Tapi selagi Davendra masih menyibukkan diri untuk membaca buku, seorang lelaki tua, sangat renta, berjanggut putih panjang, berjalan menggunakan tongkat kayu sembari membawa sebuah gulungan kertas.

"Oh... Ternyata masih ada anak muda yang mau datang ke tempat membosankan ini." Ucap kakek tua itu di tunjukan langsung kepada Davendra.

"Kakek, ini tidaklah membosankan, hanya aku saja tidak memiliki kegiatan lain." Balas Davendra dengan menjawab sopan.

"Itu bukan masalah, karena dari tempat ini banyak pengetahuan berdatangan, tergantung bagaimana orang mengenal dimana mereka berada." Cukup dalam perkataan kakek tua ini.

"Sepertinya itu memang benar, selama kita memahami diri kita sendiri, di tempat ini kita akan menunjukkan bahwa pengetahuan kita masih sangat dangkal." Davendra seperti paham maknanya.

Sudah satu Minggu Davendra di klan harimau api, tapi lelaki tua yang mengajak bicara, barulah pertama kali dia melihatnya.

Cukup penasaran dengan sosok itu, Davendra memperhatikan secara seksama, dari ujung rambut hingga ujung kaki, semua uang dia gunakan serba putih.

Tidak seperti orang lain yang menunjukan aura kehadirannya dengan kuat, kakek ini sangatlah kosong, bahkan Davendra bingung, takut jika dia bukan manusia.

"Anak muda kau orang yang baik."

"Aku tidak tahu apakah aku baik atau tidak, semua itu hanya sebatas penilaian dari orang lain yang melihatku." Jawab Davendra.

Cukup bijak Davendra membalas, selama orang lain bersikap sopan, tentu dia sendiri membalasnya dengan rasa hormat tinggi, terlebih untuk orang tua.

"Kalau tidak salah namamu Davendra." Ucapnya begitu saja.

Davendra jelas terkejut, karena dia belum memperkenalkan diri, tapi dia bisa mengetahuinya... "Darimana kakek tahu."

"Cukup banyak orang membicarakan tentangmu, mereka menyebutkan bahwa orang baru itu berhasil mengalahkan murid Guan Hou, yaitu Davendra."

"Lantas hanya dengan itu kakek bisa menebak kalau Davendra adalah aku."

"Tentu saja, aku mengingat setiap orang yang ada di kediaman harimau api, dan hanya kau orang baru di sini."

"Ya harusnya memang begitu." Davendra membalas tersenyum.

Mesipun di lihat dia sudah renta dan keriputan, tapi ingatannya sangat tajam, termasuk cara berpikir hanya dengan sedikit informasi, menunjukan bahwa Kakek tua ini, jelas memiliki kecerdasan tinggi.

"Siapa nama kakek ?." Kini Davendra pun bertanya.

"Hmmm orang-orang biasa menyebutku sebagai kakek Weru."

"Baiklah kakek Weru, aku memanglah Davendra."

"Untungnya lelaki kuat sepertimu, memiliki sifat yang baik, terkadang banyak orang sibuk menyombongkan diri hanya karena sedikit kekuatan mereka." Pujian itu ditunjukan langsung kepada Davendra.

"Aku tidak bisa menjamin bahwa aku orang baik, tapi aku cukup yakin untuk tidak menggunakan kekuatanku secara sembarangan."

"Itu sudah lebih dari cukup."

"Aku harus pergi... Kau jaga diri, aku ingin banyak bicara denganmu."

"Akan aku usahakan kakek." Balas Davendra sedikit membungkuk.

Davendra bisa merasakan bahwa Kakek Weru adalah seorang ahli, meski kekuatannya itu disembunyikan secara khusus.

Kakek tua itu beranjak pergi, langkahnya begitu tenang, tidak ada satu pun suara, meski tongkat ditangan menyentuh lantai.

Tanpa di sadari, kehadiran kakek tua lenyap dari hadapan Davendra, mencari ke setiap sudut ruangan, dia sudah tidak terlihat lagi.

Sedikit perasaan tidak nyaman membuat Davendra merinding sendiri, ditambah lagi perpustakaan itu memang sepi tanpa ada orang lain yang datang.

Satu tepukan tangan menyentuh pundak Davendra dan terkejut, tapi itu adalah Sintia... "Nona kau membuatku hampir pingsan berdiri."

"Kau terlalu berlebihan, jadi apa yang sedang kau lakukan di sini sendirian." Sintia bertanya demikian karena bingung melihat sikap Davendra.

"Nona, nona Sintia tadi aku melihat kakek tua sebelumnya, tapi seketika dia hilang, apa anda tidak melihat kakek itu." Dengan gugup Davendra bertanya.

"Apa maksudmu."

"Jadi ada kakek tua datang dan tiba-tiba hilang." Davendra menjelaskan dengan wajah gugup dan bingung.

"Apa seaneh itu, di sini tidak aneh jika ada orang tua yang sering menghilang, terkadang ada orang yang harusnya bertugas, dia pun sering menghilang." Sintia sangat santai untuk menjelaskan.

"Benarkah begitu." Sedikit Davendra merasa lega.

"Harusnya kau sadar, kalau aku sedang membicarakan mu."

"Kenapa aku ?." Bingung Davendra tidak tahu maksud Sintia.

"Sejak tadi aku mencari mu dan kau tidak ada ruangan belakang."

Davendra memang mencuri waktu dari jam kerjanya, tapi itu pun karena dalam beberapa hari dia tidak ada tugas dari Sintia.

Kehidupan wanita ini sebenarnya sangatlah bebas, tapi entah apa yang Sintia pikiran, dia lebih memilih hidup keluar dari klan harimau api.

"Karena sudah cukup bosan aku menunggu di sana, jadi aku putuskan untuk datang di perpustakaan sambil membaca buku." Davendra memberi pembelaan.

"Sudahlah, kau ikut aku..."

"Kemana ?."

"Pusat perdagangan."

"Apa aku akan di tinggalkan di sana lagi." Davendra tidak bisa melupakan itu.

"Tidak... Kali ini aku diperintahkan untuk menghadiri pertemuan empat klan, jadi kau ikut aku sebagai penjaga." Terlihat ada perasaan enggan dari ekspresi Sintia.

"Baguslah, karena aku masih belum hafal jalan pulang ke rumah ini."

"Tapi jika kau membuat masalah aku akan meninggalkan mu." Ada ancaman yang jelas dia berikan.

"Jangan begitu nona, jika aku diculik gimana."

"Memang ada yang mau."

"Aku tidak yakin, tapi bisa saja terjadi."

Pertemuan empat klan sendiri ditunjukan untuk melakukan negosiasi terhadap setiap masalah yang terjadi di pusat perdagangan.

Tentu masing-masing dari klan kota Batavia, memiliki bisnis mereka, dan ada saja persaingan yang mungkin memberi kerugian satu sama lain.

Dan sekarang, secara langsung Tuan Salman memberi perintah kepada Sintia untuk menjadi perwakilan klan harimau api.

1
Ulun Jhava
kasi nama mulyono aja
Muh Syulfadrin ismail
Luar biasa
Bima Sakti
Nemu kitab suci yg berisi gambar konyol,kata davendra
PHOENIX UNGU
x
Bima Sakti
Luar biasa
blueby
novel bagus.
☆Ryan☆
Haaaaa... Setelah sekian lama, 4 atau 5 tahun lalu saya mengikuti buku ini dan akhirnya selesai. Meski ending dari buku ini Bagus tapi ini tidak sesuai dengan apa yang saya harapkan (Seperti ada yang mangganjal di Hatiku). Tapi Good Job👍 untuk Authornya 🙂🙂😁
Bob virley
Luar biasa
PHSNR👾
🤣🤣🤣🤣
Agang Junior
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
K.Antara
agak aneh namanya berubah2 lg kadang Askar kadang Davendra.
Teguh Santoso
up
Teguh Santoso
up saja
Teguh Santoso
lumayan ada kocaknya juga
judul lainya apa thor? yg kamu tulis biar tak baca semua
Songkok Preng
Luar biasa
Songkok Preng
Buruk
Songkok Preng
gk sekalian satu gunung di masukin thor/Grin/
Songkok Preng
/Facepalm/berkarisma....berkeris kali bang
ADA MAUNYA KALAU LAGI BUTUH: wkwkwk
total 1 replies
Songkok Preng
reques nama bang...ditaleni rafia
Songkok Preng
kayaknya bakal jadi film indosiar ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!