hal yang sangat menyakitkan mengetahui jika selama ini dirinya bukan salah satu dari keluarga mereka, setelah meninggal nya mami kesayangan membuat dirinya terpukul, tetapi dia mendapat kan kasih sayang yang penuh dari keluarga angkatnya, tetapi dia dituduh telah membunuh sang mami nya dan papi dan kakak perempuan nya tidak mempercayainya, sehingga dirinya di usir dari rumah, dan akhirnya dia mengetahui kebenaran nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Afifah Dewi Masithoh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TMQ 26
Keyla meninggalkan ruang kepala sekolah dan menuju rooftop, disana dia berkutat dengan ponsel nya, membereskan semua berkas berkas perusahaan, memasuki jam istirahat keyla pun langsung menuju ke kantin
karena kantin sudah rame keyla pun memilih duduk di bangku pojok keyla, setelah memesan makana dan makanan nya pun datang keyla pun menikmati makanan nya, dan dua sejoli mendekati bangku keyla.
"bruak"suara gebrakan meja.
"he anak baru, ini bangku milik kita"ucap sombong rambut pendek yang tidak lain tania
"minggir, anak miskin gak pantes sekolah disini"usir si gadis rambut panjang yang tak lain stella.
"kau key keyla kan, mantan sahabat ku, eh bukan di adalah narapidana yang sudah membunuh mami angkatnya sendiri"ucap tania yang berbisik di samping telinga Keyla.
"bukan kah dia adalah wanita bermuka dua dan perebut kekasih sahabat sendiri, dia bukan kah keyla cewek simpanan om om, dia pasti sudah meninggal"ucap stella yang memberikan julukan untuk Keyla akan tetapi itu cocok untuk dirinya.
"keyla yang ku kenal dia pasti meniru ibu nya yang menjadi jalang"ucap tania yang semakin gencar menghina dirinya.
"dia tuli apa gimana"ucap stella, yang membuat Stella geram dan kesal karena dari tadi keyla tak menghiraukan mereka, seperti angin lalu dan tidak terpancing sedikit pun.
"apakah sudah selesai"tanya keyla dengan tatapan dingin nya.
"dasar wanita cabe"ucap tania dan dirinya ingin menampar pipi keyla tetapi di tepis oleh nya dengan cepat.
"mending cabut dari sekolah sini"ucap stella yang hendak ingin menarik tangan keyla dan dengan cepat di tahan oleh seseorang.
"sudah cukup, stella kamu bikin keributan dan jangan mempermalukan diri mu"ucap vanya, yah dia pemilik suara dia adalah vanya yang tidak terlalu suka dengan sikap arogan adik tirinya itu.
"jangan ikut campur kakak tiri, atau aku aduin ke papi"ucap stella yang kini memperlihatkan sifat aslinya kepada dirinya.
"aku tidak takut kau beri tahu saja dan aku akan memberi tahu tentang kelakuan kamu di sekolah seperti apa"ucap vanya yang kini memberikan sebuah ancaman kepada adik tirinya tersebut.
keyla yang melihat pertengkaran mereka memilih meninggalkan drama antar kakak dan adik tiri, meski dirinya sangat merindukan sosok kakak nya akan tetapi ego nya sangat tinggi dan enggan menyapa Vanya.
keyla menuju parkir dan meninggalkan sekolah dia lebih memilih pergi ke markas, dan melampiaskan kekesalan nya disana.
"selamat datang queen"ucap ramah penjaga markas.
"queen, dia sudah di ruang penyiksaan"ucap anton, dan queen mendengarkan penuturan tersebut, tersenyum smirknya.
queen tidak memperdulikan tangan kanan nya dan pergi menuju ruang penyiksaan.
"bruak"suara pintu terbuka
"si si siapa kamu, dan dan aku dimana?"tanya seseorang pria dan tergagap.
"kau tak ingat"ucap keyla dengan senyum devil.
"ak ak aku tidak mengenal mu, dan kenapa aku ada disini, dan siapa kamu"ucap pria tersebut.
"aku yang pernah kau fitnah, ingat"ucap keyla dengan tatapan tajam nya.
"akk aku bukan aku, aku cuman di suruh untuk menyebar kan, bukan bukan aku pelakunya"ucap pria tersebut dengan susah payah menelan air ludahnya.
"siapa"ucap keyla
"aku tidak ingat, dan aku mohon lepas kan, aku cuman di suruh"ucap pria tersebut ter bata bata, keyla mengerti jika lelaki tersebut berbohong
"pembohong"sarkas keyla
"tidak, aku tidak berbohong itu sudah lama, jadi aku sudah lupa"ucap pria tersebut.
"mau main main, dulu rupanya"ucap keyla dengan senyum smirk, anton yang melihat nya memahami dan mengambil katana nya.
"ctar"suara katana, dan membuat tangan pria tersebut terluka dan mengeluarkan darah segar.
"akh sakit, aku mohon jangan lakukan, aku sudah lupa"ucap pria tersebut.
"masih mau berbohong"ucap keyla"pisau"ucap keyla dingin
"cetak cetak "suara pisau yang memotong kedua tangan pria tersebut.
"akh sakit dasar iblis, kau bukan manusia, tapi kau iblis, wanita jalang, dan pantas saja lelakimu meninggalkan mu, dan sahabat mu juga"ucap pria tersebut, keyla memahami jika semua itu michel dan Stella serta tania mantan sahabat nya.
"kalau kau tidak mau menjawab pistol ini akan mengakhiri hidup mu"ucap keyla dingin dengan senyum devil.
"dia michel, tania dan stella"ucap pria tersebut dan Keyla sudah menduga jika itu semua perlakuan ketiga orang itu.
"dor dor dor" tiga tembakan tepat 2 kali pada kepala, dan sekali pada jantung seketika pria tersebut mati.
"urus"ucap keyla dingin.
"baik queen"ucap anton, keyla meninggalkan ruang penyiksaan dan menuju ke kamar nya dan membersihkan diri, karena banyak noda darah yang bercucuran.
"ternyata kalian bertiga yang sudah memfitnah ku dan akan ku balas kalian bertiga"ucap keyla dengan senyum devil nya.
setelah 30 menit membersihkan diri dan memakai baju dia pun hendak kembali ke mansion.
"dek kau disini, aku cari di sekolah katanya satpam kau pulang duluan, apa kau baik baik saja, aku dengar kamu bertengkar dengan mereka"ucap Jessica yang tau jika keyla sedang dia rasakan.
"hmmm"dehem keyla.
"dek, aku akan selalu bersama mu"ucap Jessica dan memeluk keyla, keyla yang ingin mengeluarkan air mata tetapi dia tahan, dan melepaskan pelukan nya.
"kau mau kemana sekarang sudah sore"ucap Jessica .
"mami"ucap keyla dingin dan meninggalkan Jessica, dan dia memahami jika saat ini Keyla sedang tidak baik baik saja, dengan dia sendiri membuat nya merasa nyaman dan bisa kembali membaik.
penulis nya mkn lg mabok/Frown//Frown/