NovelToon NovelToon
God Of Law And Nothingness.

God Of Law And Nothingness.

Status: tamat
Genre:Action / Petualangan / Contest / System / Isekai / Barat / Tamat
Popularitas:59.2k
Nilai: 4.5
Nama Author: Mad Kojer

Reza.

Tak banyak yang bisa diceritakan dari dirinya. Hanya lelaki biasa dengan kepintaran yang diluar nalar manusia.

Hanya sosok yang mengetahui wawasan dan pengetahuan yang begitu luasnya, agar bisa bersaing dengan kepintaran Reza.

Namun, kenapa. Dirinya dipilih menjadi lelaki pilihan sesosok Dewi Aphrodite?, sosok dewi cinta, nafsu, dan keindahan.

Reza terbingung.

Akhirnya, ketika dirinya dipindahkan kedunia lain. Mulai saat itu, dia akan mencari alasannya.

++++++÷÷÷÷++++++

Ini cerita campur aduk ngak karuan. Entah nanti di dunia kultivator maupun di isekai bertema fantasi barat. Bahkan kemungkinan akan kembali lagi ke bumi. Nantinya juga, setelah plot utama selesai. Author bakalan nyambung ke dunia anime atau apalah itu. Dan itu kalian para pembaca sendiri yang menentukan.

Terapkan kegiatan tanya jawab dengan author. Agar nantinya pembaca sekalian puas terhadap karya saya.

ikuti ig author: @fjr_894

Author ngak maksa kalian untuk ngak Like atau komen. Namun, tolong!. Setidaknya jangan beri rating jelek pada novel ini. Entah KALIAN mau Toxic atau apa pada novel ini. Author ndak peduli!. Namun, seperti yang saya bilang tadi. Tolong Jangan Beri Rating Rendah Terhadap Novel Ini!.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mad Kojer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25.

Reza memasang wajah heran.

"Rina, apakah menyerap dosa dan pahala bisa meningkatkan kekuatan selain {mana}?." Tentu, Reza terheran dengan ini.

[Iya tuan. Itu juga akan meningkatkan kekuatan jiwa dan juga tubuh.]

Reza mengangguk. Dia kemudian menatap mayat mayat high orc yang bertebaran ini.

"."

Seketika, semua mayat terselimuti cahaya dan mereka bangkit dengan tubuh telanjang. Wajah tampan yang aneh dan bersayap malaikat di belakangnya.

"""""Terima kasih atas pengetahuannya, Yang Mulia. Kami pamit terlebih dahulu.""""" Serentak, salam dari High Orc dan mereka pergi berlarian dengan telanjang.

Reza memijat kening sendiri dengan wajah tersenyum lemas.

"Entah kenapa, belakangan ini aku merasa ingin mual karena melihat orang telanjang terus menerus."

*******

Waktu berlalu dengan cepat. Sudah sebulan Reza tinggal di Lost World ini.

Pasukan malaikat yang dimilikinya, sekarang berjumlah 50juta lebih. Ini memang diluar perkiraan Reza.

Memang, semua prajuritnya setelah dibangkitkan. Mereka langsung meningkatkan kekuatan dan mengumpulkan setiap mayat yang mereka bunuh.

Rata rata kekuatan prajurit Reza. Mereka memiliki kekuatan silver ke atas. Dan, ada 50 berkekuatan tingkat Ace.

Kekuatan Reza juga melesat dengan cepat. Dirinya saat ini berada di tingkat Mythic. Dalam seni bela diri, dia juga asah hingga maksimal.

Reza mendapat tiga skill dari job Saint Monarch Heavenly.

.

.

.

Saat ini, Reza sedang dalam duduk meditasi menunggu panggilan dari Liu Wei, Sang Naga Merah Penjaga Dunia Deteravuyu.

Seketika, jiwa Reza menghilang dari tubuhnya dan berada di depan Naga Merah berukuran ratusan meter itu.

"Hmm, hanya dalam sebulan kau benar benar meningkatkan kekuatanmu dengan gila, nak." Ujar memuji Liu Wei terhadap Reza yang menatapnya dengan rumit.

"Jadi, apa yang ingin kau berikan kepadaku, kadal tua?." Tanya Reza dengan sinis.

Boom.

Sebuah ledakan aura mengerikan seketika keluar dari tubuh Liu Wei.

Reza seketika memasang wajah tegang penuh dengan mencoba bertahan dari tekanan aura yang di berikan oleh Liu Wei.

Sebuah senyuman sinis balik dari Liu Wei terlukis di wajah naganya itu. "Kau semakin sombong saja, nak. Mentang mentang kau menjadi saingan Sang Kuasa. Jadi kau bisa sombong begitu?."

Wajah Reza menjadi rumit dan tegang. Dia tak tau maksud dari kata Liu Wei.

"Kalo begitu, sebelum mendapat pemberian dariku. Bagaimana kalau kita bertarung?." Secara tiba tiba, aura mengerikan dari Liu Wei menghilang dan menantang Reza untuk bertarung.

Wajah Reza seketika rumit tak jelas. "Bila kau menahan kekuatanmu, mungkin aku mau mau saja."

Reza bukannya takut atau bagaimana. Melainkan, dirinya menganggap hal ini sebagai pelatihannya dalam mengasah seni bela dirinya.

"Baiklah, tunggu sebentar..."

Kletak! Kletak! Kletak!

Suara seperti tulang patah terdengar berulang kali. Bersamaan dengan itu, tubuh Liu Wei mulai mengecil dan seukuran manusia biasa.

Bentuknya seperti naga berwujud manusia, atau lebih di kenalnya sebagai Dragonewt.

Tiba tiba, muncul sebuah pedang merah dan agung terasa dari aura yang keluar dari pedang itu. Terlihat mendominasi dan juga penuh dengan aura ke agungan.

Reza tak mau kalah. dia mengeluarkan Acient Sky Light Saint dari ruang inventory dan segera memosisikan kuda kuda bertarungnya.

Wajah Liu Wei menjadi rumit menatap pedang yang di genggam oleh Reza.

"Pedang itu..., mungkin ini takdir untukmu, nak." Ujar pelan dan tak di dengar oleh Reza, Liu Wei menatap pedang itu dengan sebuah senyuman.

Reza tak mendengarkan apa perkataan Liu Wei. Dia hanya berkonsentrasi penuh dan serius terhadap Liu Wei.

Dalam sekejap. Keduanya langsung berhadapan dan menebaskan pedangnya masing masing.

Booom.

Ledakan dari kedua pedang langsung menghanguskan tanah di bawah Reza maupun Liu Wei, bahkan hancur lebur menjadi atom.

'Sungguh kekuatan yang luar biasa. Aku yakin, dia benar benar menebasku dengan kekuatan titik terendahnya, tapi... Tanganku seketika kebas!.' Tersenyum ketir, Reza merasakan tangannya kebas begitu saja.

"Teknik berpedangmu benar benar tinggi, nak. Apa kau telah bertemu dengan Gilgamesh?." Tanya Liu Wei dengan sebuah senyuman yang terkejut.

"Ya, aku bertemu dengannya."

Tran ting broom.

Entah Reza maupun Liu Wei, mereka saling serang menyerang dengan sengit. Tebas, tusuk dan semua teknik berpedang saling bertemu.

Tak ada celah bagi Liu Wei untuk Reza serang.

Sebaliknya, Liu Wei merasa Reza masihlah belum terbiasa dengan teknik berpedangnya.

Sambil bertarung dengan sengit, Liu Wei berkata. "Lemaskan bagian pinggangmu ketika menebas. Dan kuatkan pondasi kaki ketika menghindar. Dan kuatkan pinggangmu ketika bertahan..."

Reza terus menyerang sembari mengikuti intruksi dari Liu Wei.

Ting

Booom.

Gerakan Reza semakin lentur dan lembut, namun benar benar berkekuatan besar hingga mendorong Liu Wei beberapa langkah.

Liu Wei tersenyum. "Bagus!. Lakukan gerakan memutar bila ada sebuah kesempatan dan fokuskan energi menyerangmu pada tiga titik. Keuda tumit dan tangan yang menggenggam pedangmu."

Boom

Boom

Reza terus menyerang dengan lembut, halus, dan kuat. Ketika ada kesempatan, Reza melakukan gerakan memutar dan memfokuskan tenaga pada kedua tumit dan tangan kanannya.

Boooom.

Liu Wei seketika terdorong muncur 14 langkah. Ekspresinya semakin senang dan bangga entah kenapa.

Keduanya semakin bertarung dengan sengit. Semakin lama, teknik berpedang Reza semakin bagus dan halus. Setiap gerakannya semakin bertambah dan tak terbuang sia sia.

Dalam sedetik, sudah ribuan ayunan pedang dari Liu Wei maupun Reza. Dan itu semakin bertambah ketika Liu Wei memberikan arahan yang lebih baik agar gerakan pedang Reza semakin lembut dan halus.

Tak disadari Reza maupun Liu Wei. Keduanya telah bertarung lebih selama sebulan tanpa henti sedetikpun.

Terlihat, wajah Liu Wei menjadi serius dan tak bercanda lagi ketika selama sebulan memberikan arahan terbaik untuk Reza.

Dia tak menyangka, bahwa arahan sederhana baginya. Akan membuat Reza menjadi ahli pedang terbaik diantara yang terbaik dalam sejagat raya.

Reza terlalu pintar. Dia merangkai setiap gerakan gerakan pedang dan memperbaiki setiap kesalahan terkecil dalam gerakan berpedangnya.

Terdapat berbagai luka tebasan di tubuh Reza maupun Liu Wei. Namun, yang paling parah adalah Reza.

Walau kedua tangan dan kakinya masih utuh. Namun, bagian badan tengahnya sudah ada yang berlubang.

Liu Wei lebih baik. Hanya luka tebasan agak dalam di tubuhnya dan tidak ada yang lebih serius dibandingkan itu.

Ting

Boom.

"Nak, cukup sampai sini saja. Kekuatan jiwa mu saat ini masihlah lemah untuk melanjutkan pertarungan ini. Bila kau memaksakan diri lagi, jiwamu akan hancur lebur karena tak kuasa menahan beban dari pertarungan kita."

Liu Wei menghentikan tebasan yang mengarah ke lehernya dengan tangan kosong.

Reza pun tak melanjutkannya lagi. Dia sudah merasakan kesakitan sejak pertarungan keduanya di mulai. Ketika Reza menatap ke bawah ingin melihat tubuhnya sendiri bagaimana.

Seketika dia terkejut karena melihat sebuah lubang di tengah tengah perutnya.

"Aku tak sadar bila ada lubang di perutku, terlalu asik melatih teknik berpedangku. Membuatku lupa aku mau mati seperti ini." Tersenyum kecut, Reza meratapi kebodohannya sendiri.

Reza menatap Liu Wei. Terlihat, Liu Wei mengarahkan tangannya ke depan dan tiba tiba, darah dari dalam tubuh Liu Wei merembes keluar.

Berwarna emas namun pinggirnya hitam pekat dan mengeluarkan aura penindasan dan keputusasaan yang begitu kuat.

"Nak, serap darah ini!."

Darah yang mengambang di atas tangan Liu Wei, terbang melayang menuju depan Reza.

Reza tak banyak tanya. Dia segera mengarahkan darah tersebut menuju dadanya dan dia serap setiap khasiat yang ada di dalam darah itu.

Arrrhhhhkkkkk.

Menjerit kesakitan, Reza ketika menyerap khasiat dari darah Liu Wei. Jiwanya diremuk remuk tak jelas dan serasa, Reza ingin menghentikan menyerap khasiat dari darah itu.

Namun, Reza sadar. Bila menghentikan pernyerapan khasiatnya. Maka jiwanya akan meledak seketika.

Sehari berlalu dengan lambat bagi Reza. Rasa sakit yang terus menerus bertambah, seketika menghilang dalam sehari setelah menyerap khasiat dari darah Liu Wei.

Hingga...

[Ding!. Kekuatan Jiwa meningkat: 250 level.]

[Ding!. Mendapat Skill: , , .]

1
Kirana/
Yaa...
Kirana/
🗿
Kirana/
eehhh...
Kirana/
Bagus novel nih kok Sepi yg komen
Kirana/
Hooh....
Kirana/
Kenapa udah tamat?
AzaZel
lah....ada Sugiono tuh
AzaZel
haaaaah. udah GK seru lagi kayak chapter sbelumnya....
riski harum p
mc ampas
® END © [tamat]
bagaimana tidak sedikit yg membaca ceritanya saja membingungkan dan tak jelas
Peternak Macan
refresing otak ,dulu cari refrensi sekalian pikir mau di bawa ap nih cerita ,cerita ini sepi itu bukan karna pembaca nya dah bosen tapi saya yg sebagai pembaca dari awal ampek sekarang merqsa cerita di awal dah bgs tpi di pertengahan sampek akhir autor publish gk ada yg msk ke cerita pertama,terlalu fokus ke 1 pov aj ,kalok bisa alur sama pov cerita itu seimbang sehingga jalan cerita itu jadi menyambung ,dan plot cerita jangan terlalu di tutupin ,itu malah membuat cerita jadi gk menarik ,karena kebanyakan y gk banyak sih paling gwe aj itu si MC melawan eksistensi malah kalk perlu banyakin pertarungan MC ,mau pkk topeng apa jubah gk pp yg penting pov MC klr jangan sembunyi aj ,emang kekuatan op kalok di tutupin pasti akan ke bongkar kan makanya saran aj MC lebih terbuka mau nutupin pkk apa kek terserah
Peternak Macan
thor menurut pawang nih ya,ceritanya jafi agak mlenceng dari awal ,sehingga kalok mau baca tuh bingung nih cerita mau di bawa ke mana ,emang berfariasi itu penting tapi jangan lupaain alur nya itu jangan kepleaet dikit dikit aj kepleset pasti rombak smua tor udah itu aj
Juan
whadefok ending yg sangat membangongkan
Khalil
nice
Peternak Macan
lihatlah tanda merah di pipi
Bekas kaki bapak
Juan
menghamdeh
Juan
mangat man
Ali Akbar
lanjut thor
Al^Grizzly🐨
Semangaatt
sikiro
lanjutt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!