Seorang sang Casanova yang tidak mempercayai cinta menikahi wanita keturunan Arab,karena sebuah tanggung jawab atas perbuatannya.
Kebiasaan buruknya harus berakhir pada wanita yang bernama Azzahra.
lama kelamaan tubuh Azzahra sang istri menjadi candu bagi sang Casanova yang bernama Chris Smith,asisten sekaligus wakil CEO dari David Bryan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon el Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menjenguk
Seusai sarapan kami berkumpul di teras rumah guna menunggu David Reno,Elizabeth dan juga Victor.
Terjadilah obrolan saat mereka menunggu.
"Chris nanti ajaklah Zahra jalan jalan atau mungkin kalian ingin bulan madu ke Bali??tanya David dengan menatap kami.
"Tidak,aku tidak mau mata lelaki bajingan melihat istriku"
Puput dan David pun tertawa,
"Chris....Chris tak ku sangka kamu lebih bucin daripada David."kataku menahan tawa.
"Laminating saja istrimu,atau balut dengan kain seperti mumi"ejek David sambil tertawa.
David pun geleng geleng kepala akan kebucinan bawahannya.
Begitu pula Puput membully Chris,ntah dendam apa yang terjadi antara Puput dan Chris,tiap bertemu mereka seperti kucing dan tikus.
Chris yang yang dari tadi menahan kesal pun menimpali bullyan atasannya.
"Baiklah baiklah nanti aku akan mengajaknya jalan jalan,kalian berdua sungguh cerewet tak sumpahi hubungan kalian langgeng sampe kakek nenek,tanpa pelakor maupun pebinor dengan banyak anak yang lucu dan juga tampan serta cantik,puas kalian!!!"kata Chris tegas dan lantang serta penuh penekanan di akhir kalimatnya.
Aku,Puput dan juga David pun tertawa mendengar sumpah Chris yang lebih condong ke doa daripada menyumpahi.
"Wah....Terima kasih atas sumpahnya Chris,amin ya Rabb kabulkan lah sumpah Chris"ujar Puput dengan mengaminkan sumpah Chris.
David pun ikut berbicara
"Kamu pintar sekali menyumpahi orang Chris,kenapa tidak buat jasa menyumpahi orang,hahahaha"David pun tertawa terbahak bahak.
Chris pun kesal
"Seandainya bukan bosku sudah ku lem mulut kalian supaya tidak bisa membully orang"Chris pun merutuki bos nya
Aku pun menggosok punggung Chris mencoba menenangkan suamiku walaupun aku sendiri sebenarnya juga menahan tawa.
"Brengsek kau Put dan Juga Bryan,awas kalian!tunggu pembalasanku"ancam Chris.
Mendengar ancaman Chris mereka pun menaikan jari telunjuk dan jari tengah sehingga membentuk huruf V.
Tak lama kemudian datanglah David Reno,Elizabeth dan juga Victor.
"Sungguh teman teman Chris sangat tampan tampan,ya Rabb jagalah hati dan mata Zahra"batinku walaupun aku menikmati pemandangan indah di depan ku.
Victor pun memandangku,sehingga membuat Chris yang mengetahuinya menyembunyikan ku di belakang tubuhnya.
David Reno yang menyadari pergerakan Chris pun berkata
"Bucin sekali kamu Chris,secepat kilat kamu menyembunyikannya."David Reno pun tertawa.
"Dia memang bucin sekali mas,hahahaha"timpal Puput yang membuat Chris kesal tingkat dewa.
"Terserah apa kata kalian,Bully lah aku sepuasnya kalau itu membuat kalian senang aku ikhlas lahir batin,dunia akhirat"ucap Chris kesal.
"Sudah sudah kalian ini apa tak kasian sama Chris."saut Elizabeth.
"Terima kasih Elizabeth kamu memang the best tidak seperti kakakmu yang seperti setan"timpal Chris.
Kami semua pun tertawa terbahak.
Melihat drama mereka aku pun terharu tak ku sangka beginilah boz besar jika sudah kumpul,sama dengan kaum bawah seperti aku.
"Ya sudah ayo kita berangkat,aku sudah tidak sabar bertemu Raka"ajak David Reno.
Kami pun bersama menuju rumah sakit dimana Raka di rawat.
Puput berjalan lebih cepat dibanding kami semua,dia langsung saja masuk ruangan dimana Raka dirawat.
Saat kami masuk,Puput sudah memeluk Raka dengan erat.
David yang kesal pun mengomel
"Sudah memeluknya!jangan lama lama,kalian ini seperti sepasang kekasih yang tak jumpa saja"gerutu David.
Aku melihat seorang wanita yang serba salah,mungkin dia adalah kekasih Raka.
Dia kelihatan tak enak,lalu dia pun minta ijin untuk pamit namun Raka melarangnya.
Ini tidak seperti menjenguk orang sakit,lebih tepatnya ini adalah sebuah reoni yang bertempat di rumah sakit.
Aku sungguh bersyukur,bisa menjadi bagian dari mereka,orang kaya yang tidak membeda bedakan status.
"Semoga Zahra tidak menjadi sombong dengan apa yang hamba miliki ya Rabb"batinku lalu ikut ikutan tersenyum dengan drama para boz besar di depanku.