NovelToon NovelToon
Pernikahan Kedua

Pernikahan Kedua

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Contest / Cerai
Popularitas:302.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: wiyanti

Luna Maheswari. Wanita muda yatim piatu, Luna terlahir dari keluarga yang sederhana. Tepat pada saat Luna berusia 18 tahun dia kehilangan kedua orang tuanya. Luna harus berjuang untuk menghidupi dirinya sendiri, dengan menjadi karyawan di salah satu Toko Kue yang lumayan terkenal di Ibu Kota. Pada saat berusia 20 Tahun Luna menikah dengan pria yang di cintainya,kini umur pernikahan Luna dan suaminya sudah menginjak usia ke 3 Tahun.Bukan hal yang mudah untuk memperjuangkan rumah tangga-nya hingga ke tahap ini.Banyak sekali kerikil-kerikil yang harus Luna lalui di dalam rumah tangga-nya, air mata , kesabaran dan pengorbanan menjadi hal yang biasa bagi Luna demi mempertahankan pernikahannya.Namun kadang kala di masa depan Luna harus mengambil keputusan demi dirinya sendiri kan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wiyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Satu Hari Sebelum Persidangan

Saat ini sepasang kekasih saling berpelukan di atas ranjang,di balik selimut tebal dengan keadaan tubuh mereka yang polos,tanpa sehelai benang pun.Rama dan Anggel baru saja selesai menuntaskan gairah mereka masing-masing,pasangan itu ahir-ahir ini telah banyak menghabiskan waktu bersama,bercengkrama,bercumbu mesra dengan penuh cinta.

Kehamilan Anggel telah membuat kedua keluarga itu sangat bahagia,tidak peduli jika yang di lakukan pasangan itu adalah hubungan yang tidak sah.Yang terpenting bagi mereka adalah,keinginan mereka yang akan segera tercapai.Peresmian hubungan Rama dan Anggel,bagaimana pun mereka harus sah sebagai suami istri mengingat keluarga mereka sangat terpandang di mata publik.

Apa yang terjadi jika publik tau pewaris keluarga besar mereka,telah lahir tanpa adanya hubungan yang sah ?.Tentu mereka tidak merasa khawatir,pasalnya sisa satu hari lagi persidangan Rama dan Luna akan di langsungkan.Keluarga mereka telah melakukan banyak cara untuk,mempercepat perceraian mereka.Tidak sulit bagi mereka untuk melakukannya,tapi tetap saja hati Anggel masih sangat gelisah karnanya.Dirinya mengetahui jika pria yang tengah memeluknya dengan tubuh polos itu,masih menyimpan rasa di hatinya untuk Luna.

"Aku ingin kau segera menceraikannya Mas...Ini demi bayi kita." rengek Anggel dengan nada manja,mendayu.Tangan lentik Anggel bermain-main di dada bidang Rama yang polos.

"Besok semuanya akan segera selesai Anggel,jangan khawatir...Jangan pikirkan hal yang tidak perlu." Rama menjelaskan,nafasnya berat menahan gairahnya yang kembali di bangkitkan wanita yang di dekapnya.

Rama sama sekali tidak bisa mengendalikan gairahnya,saat bersama dengan Anggel.Rama akui,jika Anggel yang begitu agresif ini membuatnya memintanya lagi dan lagi.Tapi anehnya saat melakukannya dengan Anggel,dirinya melihat bayangan wajah cantik istrinya di matanya.Rama tidak memperdulikan itu,karna gairahnya terlalu besar dan tidak bisa begitu saja menghentikannya.

"Kau hanya perlu,menjaga dirimu sendiri dan bayi kita.Sisanya serahkan padaku." Sambung Rama.

"Apa kau sudah tidak mencintainya lagi Mas...?" Tanya Anggel,nada suaranya berubah menjadi sendu dan sangat menyedihkan.

Melihat mimik wajah Anggel yang sedih,Rama dengan tegas menjawab." Tentu saja aku sudah tidak mencintainya lagi,,wanita itu sudah berani berselingkuh....Aku bahkan jijik melihatnya." Tegas Rama,matanya menjelaskan kemarahan saat menginggat Luna.

"Jangan lagi berhubungan dengannya di masa depan Mas...Kau miliku...Hanya miliku saja." Rengek Anggel,tanpa memperdulikan apapun bibirnya mencium bibir Rama dan **********.

Rama tidak bisa menolaknya,sekali lagi mereka melepaskan gairah mereka dengan sangat panas.Desahan-desahan memenuhi kamar pribadi Rama,tidak peduli apakah Rama masih melihat bayangan wajah Luna saat melakukannya dengan Anggel.Lawan ranjangnya selalu bisa memuaskannya,tanpa memperdulikan yang lainnya lagi.

***

"Apa kau besok akan datang.?" Luna bertanya menatap manik mata hitam di depanya.

Kesehatan Luna sudah lebih jauh lebih baik dari yang terahir kali,wanita itu sudah mulai legowo menerima kejadian yang baru saja di alaminya,dari luar orang lain akan melihatnya bahwa wanita itu baik-baik saja.Tapi sebenarnya,luka di hatinya sedikit pun belum sembuh saat ini.Tapi hiduo harus tetap berjalan,dan Luna bisa dengan baik menyembunyikan sakit di hatinya sendiri

"Aku harus ke luar kota malam ini,sepertinya aku tidak bisa menemanimu besok." Beberapa menit kemudian,Alan baru menjawab pertanyaan dari wanita yang menatapnya.

"Oh.." Luna sedikit kecewa,apakah besok dirinya harus sendiri menghadapi persidangan itu.

Memikirkannya membuat Luna,sedikit tertekan.Tangan Luna terkepal di bawah meja,butiran keringat kecil mulai bermunculan di pelipisnya.Bagaimana dirinya harus bersikap besok ? Apakah penghinaan yang akan di dapatkannya,saat bertemu dengan mereka besok ?,Sebelumnya wanita itu sudah menyiapkan hatinya,tapi saat semakin dekat mengapa hatinya merasa tertekan seperti ini.

Alan mengamati setiap penggerakan kecil dari Luna,Alan mengerti apa yang di cemaskan wanita ini.Ingin sekali dirinya datang menemaninya,tapi pekerjaannya benar-benar tidak bisa di abaikannya dan tidak bisa di wakilkannya.Alan sangat menyesal untuk ini.

"Habiskan makanan mu,aku akan mengajakmu ke suatu tempat." Titah Alan datar.

"Kemana ?" Luna menatap wajah datar itu,mencari tau.

"Kau akan mengetahuinya nanti." Jawab acuh Alan.

Luna sangat tidak mengharapkan jawaban seperti ini,wajah wanita itu cemberut dan segera menghabiskan isi di dalam piringnya.

Alan yang melihatnya pun acuh,pria itu hanya menggelengkan sedikit kepalanya.Hanya sedikit,siapa pun tidak menyadari pengerakan dari pria arogan itu.

***

"Celatlah Luna...Atau aku akan meninggalkanmu disini." Teriak Alan mengancam.

Betapa tidak ?, Alan sangat kesal,sudah satu jam setelah mereka menghabiskan sarapan.Dan Luna belum muncul juga,bukankah Luna mengatakan hanya sebentar untuk menunggunya,dan sudah selama ini wanita itu masih belum terlihat.

"Iya...Aku datang." Teriak Luna,ahirnya wanita itu muncul juga.

Tapi ada yang salah dengan wanita itu,mengapa Luna berjalan dengan kaki yang pincang ? Sebelumnya baik-baik saja.Alan mengerutkan keningnya,menatap tajam Luna yang dengan kaki pincang berjalan ke arahnya.

"Dasar Ceroboh." Batin Alan.

"Ada apa dengan kakimu..?" Alan memincingkan mata tajamnya.

"Hanya sedikit sakit saja,tidak sengaja terpeleset tadi." Luna memaksa berjalan,tidak peduli rasa sakit di kakinya.

"Ssstttt.." Luna meringis,seberapa keras wanita itu menutupi rasa sakitnya tetap saja masih terasa.

Alan sekali melangkah dan menopang tubuh mungil Luna yang terhuyung,dalam hatinya sangat geram dengan ulah wanita keras kepala ini.

"Hanya sedikit sakit kau bilang ?" Sinis Alan.

"Tadi hanya sedikit...Tapi sekarang sangat sakit," Lirih Luna,kakinya benar-benar sakit saat ini.

"Duduklah...Aku akan memeriksanya." Alan mulai melunak,menuntun Luna menuju sofa.

Tanpa banyak protes,Luna menurutinya.Wanita itu mendudukan bokong di sofa,dengan raut wajah kesakitan.

Dalam sekejap,Alan meninggalkan Luna sendiri,entah keman pria itu pergi ? Luna tidak mau repot memikirkannya.Perlahan tangan mungilnya terulur,memegang kakinya yang kesleo berniat memijatnya.Tapi di hentikan oleh suara tegas yang mengema di telinganya.

"Jangan mencoba menyentuhnya." Pekik Alan,pria itu berjalan mendekat dengan benda kecil di tangannya.

"Aku hanya berusaha memijatnya." Ketus Luna,tidak mengerti mengapa pria itu berteriak,melarangnya untuk memijat kakinya sendiri.

"Kau tidak mengerti saraf otot di kakimu,akan berbahaya jika kau sembarangan menyentuhnya." Jelas Alan.

Perlahan pria itu mengoleskan salep yang di ambilnya tadi,dan mengoleskannya dengan lembut, tepat di kaki Luna yang kesleo.

"Issstttt.." Luna mendesis,menancapkan kuku-kuku indahnya di lengan Alan tanpa sengaja.

Alan tidak mempermasalahkannya,seakan tidak terjadi apapun di lengan kekarnya yang bahkan sudah memerah ulah kuku tajam Luna.

"Apakah masih sakit..?" Tanya Alan,setelah beberapa menit memijat kaki Luna.

Luna pun mengerak gerakan kakinya dan mulai merasakan kakinya sudah membaik,wanita itu pun tersenyum lembut dan mengangguk,mengiyakan.

"Apa kita jadi pergi sekarang...? Binar Luna,dirinya cukup penasaran kemana pria arogan ini akan membawanya pergi ?.

TBC

Mohon dukungan dan tinggalkan jejak ya 😊🙏

1
Emmy Gultom
selesainya ko gantung.😆
Bzaa
aya Luna bukti kan tanpa Rama kamu bs
Bzaa
jgn jdi kemah Luna, ayo balass
Bzaa
pisah ajalah ngapain bertahan dgn suami bgtu
Bzaa
kagetin lun, biar mereka tau kl kamu liat
Bzaa
semangat luna
Bzaa
kykny otaknya udah di cuci si Rama eama
Bzaa
duhhhh si Rama
Bzaa
semangat terus ya tor
Bzaa
hadirr
Wie_Wie
Biasa
Wie_Wie
Lumayan
Wie_Wie
Biasa
Wie_Wie
Luar biasa
Wie_Wie
Luar biasa
Wie_Wie
luar biasa
Wie_Wie
👍
☠ᴷⁱⁿᵃⁿᵈ ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔❁︎⃞⃟ʂ
semangat
♀️
penolakan Luna sangat mengganggu anton
Sty_Fa
namanya angel kelakuan kayak devil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!