NovelToon NovelToon
Menjaga Hati

Menjaga Hati

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Rabiha Adzra

Hati-hati kalau kamu suka diusilin temen cowokmu bisa jadi dia cinta sama kamu. Why not??

Seperti kisah Adinda dan Dimas. Adinda si anak rohis dan Dimas anak paskibra sewaktu mereka masih SMA. Semasa SMA mereka dikenal seperti kucing dan anjing atau bagaikan air dan minyak. Adinda sangat membenci Dimas. Kejahilan Dimas kepada Adinda masih membekas sampai mereka dipertemukan dalam ikatan pernikahan. Lho kok bisa nikah?? Bisakah Adinda mencintai Dimas?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rabiha Adzra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 24: Dalang Sebenarnya

Adinda berjalan mendekati Dimas yang tampak sedang asik memainkan ponselnya.

"Mas" panggil Adinda.

"Hmm" Dimas masih fokus pada layar ponselnya.

"Sinta mau mengajakku ke rumah sakit membesuk Bu Kenken. Boleh, ya" ujar Adinda meminta izin.

Dimas mengalihkan pandangannya dari ponsel ke arah Adinda. Laki-laki tampan itu lalu menatap serius istrinya itu.

"Boleh, tapi aku yang mengantar kamu ke sana" ucap Dimas.

"Mas, Sinta gimana? Dia kan, bawa motor" protes Adinda.

"Tinggalkan saja di sini. Atau ketemuan di rumah sakit aja kalau dia masih mau ikut ke sana" ujar Dimas tidak menerima sikap protes Adinda.

Adinda menarik napas. Kadang sikap Dimas membuatnya jengkel. Adinda membalikkan badannya meninggalkan Dimas untuk menemui Sinta lagi di ruang tamu.

"Sin, kamu mau ke rumah sakit lagi nggak? Soalnya Dimas mau mengantarku ke sana" ujar adinda memberitahu Sinta.

"Oh begitu. Ya udah, aku naik motor aja, deh. Kita ketemuan di sana aja" ujar Sinta. Adinda tersenyum senang. Syukurlah Sinta bisa memahaminya.

"Kayaknya Dimas sekarang jadi posesif sama kamu" sambung Sinta berbisik ke telinga Adinda.

Adinda hanya tertawa kecil mendengarkan ucapan Sinta yang ada benarnya itu. Selagi sikap Dimas positif, tidak menjadi masalah dengan sikap posesif suaminya itu.

"Kalau gitu aku duluan aja, ya" pamit Sinta.

"Iya. Sampai jumpa di rumah sakit, ya" balas Adinda.

Sinta sudah lebih dulu pergi. Adinda kembali ke kamar untuk berganti pakaian.

***

Tiba di rumah sakit

"Aku tunggu di luar saja" ujar Dimas ketika mereka sampai di depan kamar inap Bu Kenken.

"Mas, masuk aja. Temani aku" pinta Adinda menarik tangan Dimas. Melihat tatapan mata Adinda yang penuh harap begitu. Dimas pun menganggukkan kepala.

Tok.Tok.Tok.

Adinda mengetuk pintu kamar. Dia dan Dimas pun masuk setelah terdengar dari dalam kamar suara laki-laki telah mempersilahkan mereka masuk.

"Assalamualaikum" sapa Adinda.

"Waalaikumsalam" beberapa suara serempak menjawab salam.

"Mba Dinda" panggil Amanda menoleh melihat Adinda dan Dimas masuk.

"Bu Dinda. Saya Toni, suami Bu Kenken" ujar seorang laki-laki memperkenalkan dirinya.

Adinda menangkupkan kedua tangannya di dada. Tak lupa, dia juga mengenalkan Dimas kepada Pak Toni.

"Iya, Pak. Bagaimana keadaan Bu Kenken?" Tanya Adinda.

"Itulah yang saya bingung, ketika Bu Amanda datang membesuk. Ibu sadarkan diri dan minta ingin bertemu Bu Dinda" jelas Pak Toni.

"Ada apa, ya?" gumam Adinda penasaran.

Adinda berjalan mendekati Amanda yang masih duduk di samping ranjang tempat Bu Kenken sedang terbaring lemah.

"Mba, Bu Kenken mau bicara dengan Mba" ucap Amanda.

Adinda melihat Bu Kenken sudah membuka matanya meskipun masih terlihat selang di hidungnya sebagai alat bantu bernafas.

"Bu Kenken mau bicara apa?" tanya Adinda pelan.

"Din ... Dinda!!" panggil Bu Kenken dengan suara lemahnya.

"Iya, Bu. Aku dengar"

"Ibu minta maaf. Tolong maafkan ibu, ya" ujar Bu Kenken memohon. Air mata mengalir di sudut matanya.

Adinda dan Amanda saling pandang. Kenapa Bu Kenken sampai mau minta maaf?

"Iya, Bu. Tapi tentang apa? Ibu tidak usah memikirkan hal itu dulu" ucap Adinda menenangkan Bu Kenken.

"Maafkan ibu, karena ibulah yang mengambil foto-foto kamu di mall waktu itu" ucap Bu Kenken dengan suara bergetar. Airmatanya tak henti mengalir.

"Amanda, ibu juga minta maaf, ya" sambung Bu Kenken melirik ke arah Amanda.

"Ya Allah. Jadi dalang di balik semua kejadian yang hampir merusak rumah tanggaku kemarin karena ulah Bu Kenken" Adinda hanya membatin karena keterkejutannya mendengar pengakuan dari Bu Kenken.

Amanda, Sinta, Farhan dan Dimas yang berada di ruangan itu juga tampak sangat terkejut mendengarkan pengakuan dari Bu Kenken. Mereka saling tatap tidak percaya. Kenapa Bu Kenken sampai tega membuat fitnah seperti itu.

"Kenapa ibu tega membuat fitnah seperti itu kepada kami?" tanya Amanda.

"Itu ka ... karena rasa iri ibu kepada Adinda. Dia selalu dipuji dan dipercaya oleh kepala sekolah padahal banyak guru senior lainnya termasuk ibu" jawab Bu Kenken jujur.

"Bapak-bapak dan ibu-ibu tolong maafkan kesalahan istri saya" timpal Pak Toni lalu mendekati istrinya.

Adinda berkaca, bagaimana dia harus bersikap. Karena wanita inilah pertemanan dia dan Amanda pun menjadi retak. Hingga dia pun belum memaafkan Amanda.

Akhirnya Adinda dan Amanda beserta suami mereka dengan ikhlas memaafkan semua kesalahan Bu Kenken.

***

Setelah adegan dramatis itu Adinda dan teman-temannya pamit pulang. Adinda dan Amanda telah memaafkan kesalahan Bu Kenken.

"Mba Dinda, maafkan aku juga, ya" ucap Amanda ketika mereka berjalan beriringan di koridor rumah sakit.

"Iya. Sudah, lupakanlah. Sebagai sesama muslimah kita harusnya saling memaafkan. Apalagi kita sudah tahu siapa dalangnya" balas Adinda tersenyum.

"Eh, jangan-jangan feeling ku ini. Bu Kenken udah masuk 40 hari, makanya dia mau minta maaf sama kalian" celetuk Sinta.

Semua mata mengarah ke Sinta. "Hanya feeling, lho" ujar Sinta keder ditatap empat manusia seolah-olah siap untuk menerkamnya hidup-hidup.

Sinta langsung menutup mulutnya seolah-olah tidak mau bicara lagi. Takut salah omong.

***

Dua hari kemudian

Ternyata ucapan Sinta di rumah sakit tempo hari tidaklah salah. Malam harinya, setelah Adinda dan teman-temannya membesuk dan mendengar pengakuan dari Bu Kenken, beliau menghembuskan napas terakhirnya.

"Tidak menyangka, ya, ternyata hari itu pertemuan terakhir kita dengan Bu Kenken" ucap Amanda mengingat kejadian ketika Bu Kenken sadar dari koma.

"Iya. Rupanya dia belum bisa pergi dengan tenang karena masih ada urusan di dunia yang belum selesai" sambung Sinta.

"Alhamdulillah, Bu Kenken masih sempat untuk meminta maaf dengan kita" toleh Adinda melihat Amanda.

"Iya, Mba. Setidaknya itu akan meringankan Bu Kenken di alam kubur nanti" timpal Amanda.

Wajah-wajah rekan guru yang lain masih terlihat sedih karena mereka telah kehilangan rekan seprofesi.

1
Lala Fatimah
/Heart/
Aba Bidol
Kerennn karyanyaa
Sasa Al Khansa 💞💞
ish, Amanda. jauhin tuh ibu-ibu tukang gibah.. bukan masalah aktivis atau bukan.. yang penting hanif..
Sasa Al Khansa 💞💞
tadi kan udah bilang pernah suka ke seseorang..
Sasa Al Khansa 💞💞
sama.. pertama kenalan sama suami, yang di tanya adalah ngerokok atau gak?. saking gak mau punya suami perokok
Adinda Fitriawati
seneng baca nya cerita nya bagus
Fikavindia
mampir
Nur Azizah
aku suka semua karyamu ❤️❤️
Ratih gianti
lari ke sini karena baca d aplikasi sebelah ceritanya pangeran zamraan dan putri Balqis ..
Rimendatarigan 2810
saya suka novel ini...bagus ceritanya..
Ryanti Heart
ko cakepan bang Hendra se
safira aini
seneng ya punya suami pengertian banget istrinya makin cinta.suamiku boro2 cuci piring aja g pernah🤦semua pekerjaan rumah istri yg ngerjain semua.habis melahirkan ataupun lagi sakit.jadi sedih😭😭😭
safira aini
wah Hendra suami setia.klu d dunia nyata mungkin seribu satu yg seperti itu.👍👍
safira aini
ingin punya sahabat seperti itu d kehidupan nyata.klu lagi ada masalah masing2 saling berbagi.saling membantu ketika susah.minta pendapat tidak menjatuhkan👍👍
safira aini
kak Rabiha novelmu itu enak d baca bahasanya g terlalu vulgar tpi tetep bikin baper.kata2nya g tumpang tindih.klu bahasa Sunda MH teu pabeulit.top deh👍👍👍👍
Rabiha Adzra: terimakasih 🥰
total 1 replies
safira aini
cerita k Rabiha sesalu menarik g bikin bosen.🥰.my bos ia my husbend ceritanya panjang tpi slalu bikin baper.aku baru baca dua novelmu kak👍👍👍👍
dina
wow benci tapi cinta😘😁🙏
Dh@ U Lee
Dimas... Dimas...
gimana mo jd dambaan...
di awal kenal aja dGangguin mulu, sampai Adinda kena hukum...
ya iyalah Dinda g bakal ngeidolain kamu...
secara kan dia anak rohis, ya idolanya g jauh dr itu...
coba dr dulu kamu baik² kin, pasti Dindanya Luv You😂😂😂
Ari Libry
ayo Shinta bantuin temen mu..
Marlida Yusuf
cakep ceritanya saya suka gak panjang panjang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!