Liora dipaksa menikah dengan Arkan demi menyelamatkan perusahaan ayahnya yang hampir bangkrut. Ia mengira Arkan hanyalah pengusaha kaya biasa yang dingin dan tertutup. Kehidupan baru Liora dimulai di kediaman megah namun penuh ketatapan. Pelan tapi pasti, Liora mulai melihat keanehan-keanehan: pengawal yang selalu berjaga, orang-orang yang menunduk takut saat melihat Arkan, dokumen rahasia, hingga pembicaraan tentang organisasi bernama Bayangan Hitam.
Liora perlahan mengetahui kenyataan pahit: suaminya bukan sekadar pengusaha, melainkan pemimpin mafia paling berkuasa yang menguasai jalur perdagangan gelap, ekonomi bawah tanah, dan memiliki koneksi hingga ke pejabat tinggi negara. Dunia Liora berantakan, rasa takut bercampur kagum. Di sisi lain, Arkan yang awalnya menganggap Liora hanya kewajiban kontrak, mulai tertarik pada ketulusan dan keberanian gadis itu yang tidak pernah lari meski sudah tahu siapa dirinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Wahyuni92, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25 : Rahasia Sayap Elang yang Terjaga
Hari-hari setelah kejatuhan musuh-musuh mereka menjadi masa yang paling damai dan menyenangkan bagi Arkan dan Liora. Seluruh dunia kini mulai melihat Arkan Group dengan rasa hormat yang tulus, bukan lagi dengan ketakutan atau kecurigaan.
Bisnis berjalan lancar, proyek-proyek pembangunan tersebar di seluruh benua, dan keamanan wilayah kekuasaan mereka terjamin 100% tanpa ada gangguan sedikit pun.
Namun di balik kedamaian itu, Liora tetap menjalankan tugasnya sebagai Pemimpin Unit Falcon dengan sangat rapi dan sempurna.
Ia tidak pernah mencampuradukkan dua kehidupannya ini. Saat berada di hadapan Arkan, para pemimpin organisasi, atau masyarakat umum, ia tetap menjadi Liora istri yang lembut, Ratu yang bijaksana, wanita yang hanya peduli pada keadilan dan kesejahteraan orang lain.
Tidak ada satu pun isyarat, tidak ada satu pun kata, yang mengungkapkan bahwa wanita yang duduk di samping Arkan itulah sesungguhnya komandan dari pasukan paling mematikan di dunia.
Sementara itu, Arkan benar-benar percaya bahwa semua keberhasilan dan perlindungan yang mereka terima adalah hasil dari kebijaksanaan Liora, kerja keras para bawahannya, dan mungkin juga kekuatan takdir atau keberuntungan.
Ia sama sekali tidak memiliki bayangan sedikit pun bahwa istrinya menyimpan kekuatan militer sebesar itu di dalam genggamannya sendiri.
Baginya, Liora adalah segalanya: otak yang cerdas, hati yang baik, dan pelindung yang dikirimkan Tuhan untuk membantunya membangun kerajaan ini.
Suatu sore yang tenang, Arkan dan Liora duduk di ruang perpustakaan pribadi yang luas di kediaman utama.
Cahaya matahari sore masuk lembut melalui jendela kaca besar, menerangi rak-rak buku tua dan modern yang memenuhi seluruh dinding ruangan.
Di atas meja kayu mahoni, tersebar laporan keuangan dan rencana pengembangan wilayah baru yang baru saja tiba dari berbagai negara.
Arkan sedang membaca laporan dengan penuh kepuasan, lalu menutupnya dan menoleh ke arah Liora yang sedang memandang keluar jendela sambil tersenyum lembut, seolah sedang menikmati keindahan suasana sore itu.
"Liora, kau tahu? Aku sering berpikir, apa yang sudah aku peroleh dalam hidup ini benar-benar tidak terbayangkan," ucap Arkan dengan suara yang penuh rasa syukur.
"Aku mulai dari bawah, berjuang sendirian dalam kegelapan, dan aku tidak pernah membayangkan akan sampai di titik ini."
"Tapi semua ini ada di hadapanku sekarang, semuanya berkat kau. Kau yang mengajariku untuk berubah, kau yang merencanakan jalan ini, dan kau yang selalu ada di sisiku saat aku butuh bantuan. Tanpamu, aku pasti tidak akan pernah sampai sejauh ini."
Liora menoleh, menatap suaminya dengan mata yang berkilau penuh cinta dan kelembutan.
Ia merasakan kebahagiaan yang mendalam di hati, namun juga sedikit rasa bangga karena ia bisa melindungi orang yang dicintainya tanpa harus membongkar rahasianya.
"Kau terlalu memuji aku berlebihan, Arkan," jawab Liora pelan, mengulurkan tangan dan menggenggam tangan kasar Arkan yang penuh bekas luka perjuangan itu dengan lembut.
"Semua ini dicapai karena kerja keras kita berdua. Dan yang paling penting, kita melakukannya bersama. "
"Aku hanya melakukan apa yang aku bisa, sama seperti kau melakukan apa yang kau yakini benar. Dan hasilnya, Tuhan memberkati usaha kita."
Arkan tersenyum, lalu mengusap lembut pipi istrinya. Di dalam hatinya, ia merasa sangat tenang dan bahagia.
Ia merasa bahwa Liora adalah anugerah terindah yang pernah Tuhan berikan kepadanya. Ia tidak pernah membayangkan bahwa di balik ketenangan dan kelembutan itu, tersimpan kekuatan yang jauh lebih besar daripada kekuasaan militer apa pun.
Ia tidak tahu bahwa wanita yang duduk di hadapannya itu mampu menghancurkan kerajaan besar hanya dengan satu perintah, mampu menundukkan seluruh dunia dengan satu isyarat tangan.
Sementara di ruang komando rahasia Unit Falcon yang tersembunyi jauh di bawah tanah, Liora sedang menerima laporan terbaru dari Jack dan Jordan.
Suasana di sana sama sekali tidak mirip dengan Liora yang biasa orang lihat. Di sana, udara terasa dingin, tajam, dan penuh ketegangan.
Layar-layar raksasa menampilkan peta dunia, posisi pasukan, dan laporan intelijen yang terus berjalan secepat kilat.
"Semua operasi berjalan sesuai rencana, Komandan," lapor Jack dengan sikap tegap, wajahnya yang keras menunjukkan rasa hormat yang tak tergoyahkan.
"Semua jaringan pengawasan kita aktif 24 jam. Tidak ada satu pun ancaman yang bisa lewat dari pengawasan kita. Musuh-musuh yang tersisa di seluruh dunia sudah kita pantau sepenuhnya."
"Mereka tidak punya jalan keluar, tidak ada yang bisa membantu mereka."
Jordan menambahkan dengan nada tegas, "Dan pasukan kita tersebar di setiap negara yang kalian kunjungi, Nyonya Liora.
"Mereka bergerak seperti bayangan, tidak terlihat, dan tidak terdeteksi. Selama kau memegang kendali, tidak ada yang berani menyentuh sedikit pun hal milik keluarga Arkan."
Liora berdiri di depan peta besar yang menandai semua lokasi kekuatan mereka. Wajahnya tenang namun penuh otoritas.
Aura pemimpin yang dulu ia miliki kembali menyelimuti dirinya, namun kali ini ia menyimpannya rapat-rapat jauh di dalam hati, hanya muncul saat tugas membutuhkannya.
"Bagus," ucap Liora dengan suara rendah namun berat.
"Tugas kita belum selesai. Kita harus tetap waspada. Dunia ini penuh dengan orang-orang serakah yang tidak akan pernah berhenti mencoba mengambil apa yang bukan milik mereka."
"Jadi, kalian harus terus menjaga pintu gerbang ini tetap tertutup rapat. Jangan biarkan satu pun angin jahat masuk ke dalam kedamaian yang telah kita bangun bersama."
"Siap, Komandan!" jawab kedua komandan itu bersamaan.
"Kami dan seluruh pasukan akan menjaga sampai nafas terakhir kami. Selama kau memerintah, Unit Falcon akan selalu ada untuk melindungi kalian berdua."
Setelah mengakhiri pertemuan itu, Liora kembali merubah penampilannya. Ia mencuci wajahnya, menata rambutnya kembali rapi, dan kembali menjadi Liora yang biasa—wanita yang lembut, tersenyum manis, dan penuh kasih sayang. Ia naik kembali ke permukaan, menuju ruang perpustakaan tempat Arkan sedang menunggunya.
Saat Liora masuk kembali ke ruangan itu, Arkan tersenyum dan mengulurkan tangan menyambutnya.
"Ada di mana saja tadi? Aku hampir berpikir kau meninggalkanku sendirian di sini," bercanda Arkan.
Liora duduk kembali di sebelahnya, tertawa lembut.
"Hanya menyelesaikan beberapa dokumen penting yang belum selesai. Sekarang aku sudah kembali, dan kita bisa melanjutkan istirahat kita dengan tenang."
Arkan mengangguk puas, lalu kembali menatap istrinya dengan rasa cinta yang semakin bertambah setiap harinya.
Ia tidak tahu bahwa di saat istrinya duduk di sini bersamanya, wanita itu baru saja mengatur nyawa dan nasib ribuan orang asing, menjaga keamanan seluruh benua, dan memastikan bahwa ia dan keluarganya akan aman selamanya.
Rahasia itu tetap terjaga rapat, lebih rapat daripada benteng terkuat yang pernah dibangun manusia.
Liora memutuskan untuk memberitahu Arkan tentang unit Falcon saat waktunya tiba.
Ia percaya, ada waktu yang tepat untuk segalanya. Dan untuk saat ini, menjaga rahasia itu tetap tertutup adalah cara terbaik untuk menjaga kebahagiaan yang telah mereka bangun bersama.
Unit Falcon akan tetap terbang tinggi di balik bayang-bayang, menjaga, melindungi, dan memastikan bahwa kerajaan Arkan dan Liora akan berdiri kokoh selamanya, tanpa pernah tergoyahkan oleh siapa pun.
jangan lupa mampir ya thor 💗, tinggalin jejak oke 😍