Chalista Linora gadis dengan daya pikat , ia memimpin Klan wilayah barat bergerak dalam dunia bawah tanah , di sana ia di kenal dengan gelar Queen Nora pengusa alam barat ..
namun , kisah pekerjaan asli nya tak semulus kisah percintaan dan kehidupan nya di dunia ini ..
ia begitu Mencintai Dokter Tampan David Charlos yang juga begitu mencintai nya ..
tapi sayang nya , orang tua David tak menyetujui hubungan mereka , bahkan Chalista sering di caci maki namun Gadis itu mencoba untuk bertahan ..
suatu ketika , ayah David mengadakan seleksi Militer untuk mencari calon istri David yang notabent nya adalah anak Tunggal Jendral Militer Di negara nya yang tersohor ..
Chalista pun rela mengikuti seleksi ketat yang melelahkan itu , namun semua nya berubah saat Momy David selalu mendekatkan Seorang gadis anak Sosialita yang menurut nya pantas untuk Putra tunggal nya..
tak ada lagi waktu berdua di antara mereka , David disibukan dengan pekerjaan yang tak pernah selesai dan sering lupa pada Chalista kekasih nya ..
" apa kau mau berhenti berjuang untuk hubungan kita ?" bentak David menatap tajam wajah cantik Chalista yang yang sembab
" hanya aku ! aku yang selama ini berjuang David ! sedangkan kau ..Cihh kau hanya duduk dan menuruti setiap ucapan Momy mu !" jawab Chalista membentak
" aku bekerja Sayang ! aku bekerja siang malam hanya untuk kamu ! untuk hubungan kita !" ucap David menatap wajah super cantik Chalista yang tersenyum miris pada nya
Chalista melangkah ke lemari di sudut kamar nya , ia mengambil sebuah kotak yang berisi semua barang barang pemberian David selama mereka bersama ..
Brakk...
semua kartu kartu yang pernah David berikan berserakan di lantai serta lembaran uang kertas di atas nya ..
" itu semua Pemberian mu pada ku ! aku tak memakai nya sama sekali ! dan untuk uang makan ku selama ini sudah ku kirim ke rekening mu , Bekerjalah sampai kau puas dan turuti semua permintaan Keluarga mu !" ucap Chalista membuat David terisak pilu
" a..apa maksud mu Sayang ?" lirih David menatap sendu wajah Chalista
" Kita berbeda David ! Kita tak di takdirkan bersama ! Kau itu pria yang begitu Terhormat ! kau tak pantas dengan gadis Bar ..seperti ku ! Hubungan kita sudah berakhir !" ucap Chalista lalu menyeret kopernya melangkah pergi
David terisak dan lansung memeluk tubuh molek yang telah meraup jiwa dan raga nya ini , hati nya sakit , ia tak menginginkan ini ..
" Sayang ! jangan begini ! kita bisa bicara kan baik baik ! " isak Davit tak rela
Chalista menggigit bibir bawah nya menahan gejolak yang membuncah , ia melepaskan tangan David yang begitu membelit erat perut nya
" jalani hidup mu sendiri ! semoga kau bahagia dengan pilihan Keluarga mu !" ucap Chalista lalu melangkah pergi
" Sayang ! Sayang Tata jangan begini Sayang ! jangan tinggal kan aku !" isak David mengejar Chalista yang sudah keluar dari kamar nya ...
setelah beberapa lama kehidupan itu menorehkan kepahitan pada nya , nyawa nya kembali di uji dengan Pernikahan karna jebakan dari seseorang membuat nya terpaksa hidup dengan pria yang sungguh kejam dan dingin , ia muak dengan Pria yang Hiper sex yang selalu berhubungan dengan jalang pribadi nya itu ..
namun , seiring dengan berjalan nya waktu , Pria itu mulai suka pada Chalista yang berbeda , gadis kuat berwatak tegas yang pernah ia temui , apa lagi pesona Chalista yang tak pernah terbantahkan oleh siapa pun ..
tapi sayang nya , Cinta mereka kembali di uji dengan kenyataan pahit yang sungguh menorehkan luka yang sangat besar hingga membuat semua nya hancur ..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wilia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Permainan yang menggelora ..
Arkan membulak balikan tubuh nya gelisah , ia tak bisa memejamkan mata nya sama sekali , ia terus teringan kulit lembut istri nya ..
" Haiss ..tidak bisa di biarkan !" geram Arkan bangkit dari ranjang nya , dan lansung ke kamar Gebriel dengan hati hati
ia membuka Pintu itu pelan dan masuk seperti Kucing mencolong Ikan bakar di atas meja , begitulah tatapan Netra biru itu ke Wanita Cantik yang tertidur dengan lelap nya di atas ranjang sana ..
ia melangkah mendekati Ranjang itu , dengan sangat pelan Arkan naik tanpa deritan sama sekali ..
" Sayang !" bisik Arkan di telinga Chalista yang tak merespon , Arkan tak tinggal diam , ia menyingkirkan helaian rambut yang menutupi leher jenjang Istri nya
Cup..kecupan lembut itu melesat ke leher putih Chalista hingga membuat gadis itu menggeliat geli ..
" ehmmm !" gumam Chalista berbalik dan memeluk perut Sik Pack Milik Arkan di hadapan nya
Arkan mengelus rambut lembut itu dengan penuh perasaan lalu mengangkat tubuh sang istri ke dalam gendongan nya , Chalista tersentak Keget saat tubuh nya melayang ke dekapan hangat itu ..
" Sayang !" lirih Chalista dengan suara serak bangun tidur nya menatap heran pada wajah Tampan suami nya yang menyeringai pada nya ..
" Kembali ke Wilayah ku Sayang ! kau tak boleh terlalu banyak tidur tanpa aku ! nanti kau bisa sakit !" ucap Arkan tak masuk akal bagi Chalista , Arkan melanjutkan langkah nya dengan hati hati , supaya tak membangunkan Bocah di atas sana ..
ia membawa sang istri kekamar mereka , dan lansung membaringkan tubuh Molek itu ke atas ranjang milik nya ..
" Mau apa ?" tanya Chalista menatap Pria bermanik biru itu yang menyingkap baju tidur nya yang hanya sebatas paha dan tali kecil di pundak nya ..
" Itu Sayang !" jawab Arkan salah tingkah , ia gugup , padahal ini bukan yang pertama bagi mereka , tapi entah mengapa jantung nya berdetak kuat saat menyentuk kulit lembut itu
" Itu apa ?" goda Chalista beringsut bersandar di kepala ranjang dengan tatapan geli pada Arkan yang menggaruk tengkuk nya yang tak gatal
" hmm ! Tidak jadi !" ucap Arkan membaringkan tubuh nya di samping Chalista dengan membelakangi sang istri
Arkan mengelus dada nya yang sungguh berdebar histeris di dalam sana ..
Grepp.. Arkan terkejut bukan main saat Chalista malah memeluk nya , ia menahan nafas saat hembusan nafas sang istri menerpa tengkuk nya ..
" Shitt ..dia berbisa !" batin Arkan mencoba memejamkan mata nya di tengah gelombang hasrat yang perlahan membuncah
" Sayang !" Lirih Chalista , ia tahu Arkan tak tidur , ia tentu tahu maksud Pria itu yang seperti Kucing manis tadi
" Sa..Sayang !" Arkan tersentak kaget saat tangan nakal itu menyelip masuk ke dalam baju Kaos nya , Arkan menutup rapat mulut nya saat jari jari lentik itu memainkan Tompel yang ada di dada nya ..
melihat itu Chalista semangkin bersemangat menjahili Suami Sensitif nya ini , ia mulai mengelus Tompel itu dengan lembut , memutar perlahan lalu menekan lembut ujung yang mengeras itu ..
" hemmm !" geraman Arkan mengigit bantal di bawah kepala nya , sungguh Wanita ini tahu setiap titik di dalam Tubuh nya , tangan nakal itu sungguh sangat menggoda ..
" Sayang ! tak mau hmm ?" tanya Chalista menjilati kuping Suami nya yang meremang geli , Arkan yang tak tahan lagi dengan buaian itu pun berbalik menatap istri nya penuh damba
" apa boleh ?" tanya Arkan memeggang tangan Chalista yang masih ada di dalam Kaos nya , Chalista tersenyum lembut akan hal itu ,
Cup.. kecupan sayang itu melesat ke bibir Arkan yang berbinar terang di buat nya ,
" aku milik mummm !" tak sempat bibir merah itu bicara Arkan lansung melahap habis dengan rakus , ia mengulum benda kenyal itu dengan penuh kelembutan tapi terkesan bernafsu ..
Chalista juga mengerti , ia mengalungkan tangan nya ke leher kokoh itu dan mulai membalas tautan ganas suami nya ..
decapan erotis dari pertemuan dua benda itu membuat suasana semangkin panas , bahkan tangan Nakal Arkan bergerak Aktif melepaskan helaian benang yang menutupi tubuh nya ..
" Ja..Jangan terburu buru Sayang ahmm !" desis Chalista merasa Arkan terlalu tergesa gesa , bahkan deru nafas pria itu memburu menerpa kulit nya
" aku tak tahan sayang !" desis Arkan serak lalu kembali menyambar bibir bengkak itu
Cup..raupan itu kembali terjadi
mereka berciuman mesra yang semangkin lama semangkin liar , bahkan Chalista berusaha mengimbangi pergumulan lidah itu di dalam mulut nya ..
" ahhhmm A...Arkan !" erang Chalista saat lidah basah suami nya menjilati batang leher nya dengan rakus
Srettt.. Arkan merobek gaun malam bagian dada istri nya yang susah di buka , ia tertegun saat melihat pemandangan sempurna ini , Gunung kembar yang padat dengan bentuk yang sempurna tapi masih terbungkus oleh tempurung nya , apa lagi kulit putih yang kontras dengan warna pembungkus benda itu membuat jakun Arkan naik turun di buat nya .
" A..Arkan .. ahhhhmmm !" desahan lembut itu keluar saat tangan besar itu meremas bukit kembar nya , bahkan , Chalista menggelijang saat wajah Kucing lapar ini terbenam sempurna di dada nya dan mengulum Perment coklat ke sukaan nya ..
Cup... Cup... Arkan mengecup benda bulat itu dengan rakus dan posesif , ia tak akan membiarkan benda ini di ambil oleh Pria lain , ini adalah milik nya ...
setelah beberapa lama bermain dengan gunung Favorit nya , dengan segera Arkan mengangkat tubuh Chalista menuju tepi ranjang ..
" Sayang ?" panggil Chalista heran melihat pria ini malah mengangkat nya ke tepi ranjang , namun ia seketika sadar saat Arkan sudah membuka semua helaian di tubuh nya hingga menara itu terlihat teggak tinggi tak goyah sama sekali ..
" aku suka posisi ini Sayang !" serak Arkan lalu membalikan tubuh Istri nya membelakangi tubuh nya , lalu mengangkat bokong Kelinci liar nya sejajar dengan benda itu ..
" Sa..Sayang jangan itu ..aaaa Sakittt !" pekik Chalista menepuk kasur di bawah nya , Arkan menautkan alis nya merasa Pusaka kebangaaan nya sangat sulit memasuki lembah kenimatan ini ..
jantung pria itu kembali berpacu saat tangan gemetar nya ingin memeriksa sesuatu yang menghalangi menara nya untuk masuk ..
Deggg.. Arkan tercekat saat melihat apa yang ia anggap selama ini telah koyak oleh pusaka lain ternyata terlihat masih utuh dan sangat rapat
" Sa..Sayang ! i..ini ..bagaimana bisa ?" tanya Arkan terbata bata , sungguh ia terkejut dengan semua ini
" Sa..Sakit Sayang ! jangan seperti ini !" desis Chalista merasa batang itu masih menekan Selaput darah nya
di sela sela rasa bingung nya , Arkan kembali membalikan tubuh istri nya lalu menindih tubuh wanita itu ..
Cup.. Arkan mengecup kening istri nya dengan lembut
" Maafkan aku !" ucap Arkan merasa bersalah karna telah menyakiti wanita ini , Chalista mengangguk , namun ia kembali bergetar melihat Menara itu masih berdiri dengan gagah nya ..
" i..itu mu ! " lirih Chalista menegguk lidah nya kasar melihat benda itu , tungkai nya bergetar hebat , selama ini ia hanya memeggang nya , tapi , sekarang ia gentar saat batang teggak itu membelah tubuh nya
" apa nya sayang ?" tanya Arkan seraya membuka lebar paha Kelinci imut nya yang ketakutan
" kebesaran !" lirih Chalista mengigit bibir bawah nya saat Kucing jantan nya malah menggesekan benda keras itu di Apem milik nya
" ahhhm sssss Arkan !" pekik Chalista mencengkram seprey nya saat pria itu mulai menekan bagian inti nya
Cup.. Arkan meraup bibir Kelinci nya yang mendesis menahan sakit , ia tak ingin pertempuran kali ini gagal , sudah cukup ia melihat banyak kejutan malam ini ..
" Tahanlah sebentar saja !" bisik Arkan lelu kembali meraup bibir istri nya , sementara menara teggak itu sedang merayu sang empu di bawah sana ..
" ehmmm Sakitmm !" desis Chalits mengigit bahu suami nya kuat saat bagian inti nya di tekan kuat di bawah sana , Arkan terus saja berusaha aggar keangkuhan gadis ini bisa ia runtuhkan dengan cara yang lembut ..
" Shittt ..susah sekali !" geraman Arkan yang merasa Pusaka nya yang nyeri karna menekan selaput itu , Arkan mulai aggak menusuk kuat hingga
Jlep..pusaka kebanggaan nya masuk dengan sempurna
" aaaaaiss ...Sakittt !" geraman Chalista mencengkram kuat punggung suami nya yang sudah mengadah merasakan sensai yang baru ia rasakan sekarang
" ssss ahhh !" desahan kucing liar Chalista saat batang itu di hapit kekat di bawah sana , ,bahkan cengkraman lembut namun menekan itu membuat nya gila
" Sakit hmm ?" tanya Arkan lembut mengusap sudut mata istri nya yang berair , Chalista hanya mengangguk pelan , sungguh tubuh nya serasa terbelah dengan benda keras dan besar itu
" Nikmatila Sayang !" serak Arkan dengan nafas yang memburu , dengan perlahan ia mulai menggerakan Bokong nya memompa Sumur galian nya
ohh shitt ..ini terlalu Nikmat untuk di pelan kan , ia ingin menggali lebih dalam lagi
melihat sang istri mulai terbuai , Arkan memulai permainan ganas nya . Bokong nya mulai memacu dengan Ritme cepat dan penuh hentakan , Chalista mencengkram Seprey di bawah nya kuat merasakan hujaman benda itu begitu menghanyutkan ..
Ohhh Tuhan ini sungguh gila , kenikmatan itu seakan membawa kedua nya terbang membelah awan , surga dunia ini begitu membuat tubuh kedua nya meletu letup akan kenikmatan yang melanda nya ..
" sss ahh Sayang ! ini miliku !" erangan Arkan yang begitu memuja Tubuh molek ini ,
Tidak bisa ! Tubuh ini hanya untuk nya , hanya dialah yang berhak mencumbu nya , Chalista nya milik Arkan seorang , jiwa posesif Arkan yang semangkin naik ke permukaan ..
" S..Sayangggg Arkann hmmm ! " erang Chalista semangkin menggila dengan Hujaman Jarum itu
Atmosfer di ruangan itu menipis dengan suara desahan dan erangan dari kedua nya membelah dingin nya malam , bahkan decipan kulit yang saling beradu itu membuat Nyamuk pun tak ingin mendengar nya karna itu terlalu indah dan panas ..
" sss ahh Sa..yang ituuu !" geraman Chalista saat ada sesuatu yang ingin keluar tapi membuat ia kehilangan akal
" Kita Bersama !" ucap Arkan memejamkan mata nya dengan hujaman yang cepat pada dinding lembab itu , ia menggigit bibir nya merasakan sesuatu yang ingin meledak di dalam sana ..
" sssss ahhhhhhh !" lenguhan panjang kedua nya , Arkan menekan kuat Menara nya di dalam sana dengan kepala yang mendongak puas , saat puncak Nirwana itu berhasil mereka raih dengan sempurna
Tubuh Chalista bergetar hebat saat menerima lahar panas yang mengalir hangat ke rahim nya , ia menatap wajah suami nya yang terlihat berseri seri dengan kepuasaan yang hakiki ..
" Sudah ?" tanya Chalista mengusap kening suami nya yang bersimbah keringat karna pertempuran panas mereka
" Belum !" jawab Arkan apa ada nya , ia tak akan puas dengan Tubuh istri nya , apa lagi sensasi yang membuat tubuh nya melayang ke angkasa itu tak akan ia lepaskan
" Sayang aku sudah lelah !" rengek Chalista yang memang sudah kehabisan tenaga , apa lagi mata nya yang di landa kantuk berat
" 10 menit !" ucap Arkan lalu memeluk tubuh polos istri nya dengan Penyatuan yang masih membelit kuat
" Sayang aku..
" 8 Menit !" ucap Arkan tersenyum licik , Chalista lansung menyembunyikan wajah nya ke ceruk leher Suami nya yang berkeringat ,
sungguh pria ini terlalu perkasa untuk di diamkan , tapi sangat menggetarkan tungkai jika dia sudah mencandu begini ..
" A..Arkan !" desis Chalista saat Benda keras di bawah sana mulai bergerak kembali
" kau tak akan lelah Sayang ! kerja mu tinggal mendesah saja !" ucap Arkan gamblang dan kembali naik memimpin pertempuran ..
Kali ini ia memposisi kan tubuh istri nya membelakangi menara nya dengan Bokong kelinci nya itu bertaut dengan paha nya ..
" Lat's Play Honey !" bisik Arkan mulai menarik pinggang ramping itu
Chalista hanya bisa menerima setiap hujaman kenikmatan itu , menolak ? cihhh hujaman ini sangat sayang untuk di lewatkan ..
seketika pertempuran itu kembali terjadi , dengan lebih panas , bahkan Chalista di buat memohon pada suami terlewat perkasa ini karna tak henti henti mengeksplor rasa di dalam tubuh mereka
...
...
...
....
..
sampai sini dulu nyak , jangan lupa Vote And Like Nya Sayang , biar author semangat buat nulis nya ..
maaf kalau nggak terlalu haredang , takut nya puasa kalian pada batal entar hihi
sahabat chalista