Karna ini adalah novel pendek jadi babnya gak terlalu panjang ya..
Mengandung cerita 21+
Ayunanda saputri harus terima kalau, mama yang ia cintai harus rela memilih lelaki yang baru saja menikahinya. Lelaki itu bernama Thomas Killer dia adalah sahabat papanya dahulu.
Dengan penuh perjuangan dia hidup sebatang kara, untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.
Suatu hari dia bekerja di sebuah Bank swasta dan terpaksa menjadi simpanan CEO untuk membalas dendam kepada lelaki yang sekarang menjadi suami mamanya.
Adakah cinta di antara keduanya, simak terus kelanjutannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lintang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana licik Arya
Setelah mendapat persetujuan dari Arya, Diego langsung membawa HideYoshi dan asistennya menemui Arya.
"Silahkan masuk Tuan." Diego dengan hormat memberikan celah agar HideYoshi dan asistennya bisa masuk, kemudian Diego menutup pintu ruangan Arya.
"Tuan kami menghadap anda." HideYoshi merasa canggung harus bertemu dengan Arya kembali, setelah kejadian kemarin siang.
"Duduklah apa yang membuat kalian berdua kemari?." Sorot mata arya sungguh tajam melihat keduanya, ia sungguh santai dalam berbicara. Sambil duduk melipat satu kakinya.
"Kami ingin meminta maaf, kami memang salah telah berbuat seronoh kepada kekasih anda. Kami pantas di hukum Tuan!!." Daichi dan HideYoshi segera berlutut di sebelah kaki Arya agar mereka bisa terbebas dari hukuman Arya.
"Jadi kalian kemari hanya ingin meminta hukuman dariku?, Baiklah. Ed tolong bawakan aku dokumen yang semalam aku titipkan padamu."
"Baik Tuan." Diego menuju ruangannya untuk mengambil dokumen yang di maksut oleh Arya, saat Diego keluar ruangan tidak ada satupun kata-kata yang keluar dari kedua manusia yang tidak mempunyai etika itu. Mereka saling melirik saat Arya mengetukkan jari-jarinya di salah satu pegangan sofa.
Tak lama Diego kembali dan menyerahkan dokumen yang di minta oleh Arya.
"Duduklah di atas jangan berlutut seperti itu, memangnya aku ingin menghukummu dengan cara apa?!." Mendengar kata-kata tegas Arya kedua lelaki itu, langsung beranjak dan duduk di atas sofa. Sedangkan HideYoshi memegang lututnya yang kram akibat terlalu lama berlutut di bawah sana.
"Kalian masih ingat Ellena memberi perintah apa kepada kalian?."
"No.. nona Ellena meminta kami untuk berinfestasi di perusahaan anda Tuan, dan sebagai imbalannya kami akan mendapatkan daun muda sekretaris Tuan Rendi." jawab HideYoshi dengan gugup dan bibir bergetar.
"Aku ingin kalian berbalik arah, ku suruh kau berinfestasi di perusahaan pertambangan milik Tuan Thomas. Dia mempunyai anak yang cantik, bahkan lebih cantik dan muda dari kekasihku Yuna. Kau bisa memintanya langsung kepada papanya pasti akan ia berikan, karna mereka keluarga mata duitan. Semakin kau berinfestasi benyak, semakin puas kalian menikmati putri kecilnya. Anggap ini bantuan sekaligus hukuman dariku!!." Setelah menjelaskan apa yang di inginkan Arya kembali duduk bersender di sofa sambil menanti jawaban HideYoshi.
'Hemmm.. aku tau kau lelaki yang suka dengan daun muda, pasti kau akan langsung menerima apa yang aku perintahkan. Maaf Thomas anakmu yang cantik itu hampir mencelakai kekasihku, maka dengan berat hati aku akan membalas perlakuanmu kepada keluarga calon istriku.'
Karna terlalu menunggu lama, Arya segera menanyakan apa jawaban HideYoshi mengenai permintaan dan hukuman untuknya.
"Bagaimana, apa anda berminat melakukan ini untukku. Dan ini bahkan tidak membuat anda rugikan?." Arya tertawa sinis saat melihat tampang HideYoshi yang malu-malu mengatakan jawabannya.
"Em.. saya mau melakukan semuanya tentu saja atas rekomendasi anda Tuan." HideYoshi bisa menunjukkan ekspresi senang sekarang karna dia tak mendapatkan hukuman yang mengakibatkan ia dan asistennya celaka.
"Huh.. dasar mesum!!, lihatlah kau sudah menunjukkan wajah aslimu di sini.
"Tidak Tuan, mana berani saya berbuat seperti itu." HideYoshi berusaha menghilangkan perasaannya di hadapan Arya dan asisennya.
Setelah menyepakati apa yang mereka rencanakan, Diego bergerak cepat ia menghubungi Thomas agar cepat datang di kantornya karna akan di pertemukan dengan HideYoshi.
"Ingat apa yang ku suruh dan jangan mengecewakanku, kali ini ku pinjamkan ruanganku untukmu dan Thomas berunding. Tapi setelah itu cepat enyah dalam hidupku, aku tidak mau berurusan dengan kalian lagi." Arya meninggalkan mereka berdua di dalam ruangannya, sedangkan Diego masih tinggal untuk membantu HideYoshi bertemu dengan Thomas.
°°°°°°°°°°°°
Kini Arya berada di dalam kamar istirahatnya, dan masih di dalam ruangan kantornya. Ia mengistirahkan tubuhnya barang sebentar, sesekali ia menyalakan televisi untuk mengetahui bursa efek keuangan dunia. Sambil menunggu kabar baik dari Diego tentunya, kali ini Arya tidak memberitahukan kejadian ini kepada Yuna. Karna kalau Yuna tau pasti tidak akan di ijinkannya Arya melakukan hal ini.
Dalam jangka waktu lima belas menit Thomas sudah sampai di kantor Arya, ia melihat Yuna yang sedang bekerja di salah satu ruangan.
"Yuna??." Thomas menyapanya, dengan sedikit tersentak Yuna bangkit dan memberikan senyuman terindahnya.
"Anda di sini rupanya, sedang apa Tuan?!." Tanya Yuna.
"Aku ingin bertemu dengan Diego, itu saja. Katanya ia menemukan orang yang mau berinfestasi di perusahaanku."
"Begitu rupanya, baiklah silahkan Tuan. Mereka pasti sudah menunggu kedatangan anda." Dengan sopan Yuna berkata dan kembali duduk setelah Thomas pergi dari hadapannya.
'Bertemu dengan Diego, apa yang sebenarnya di rencanakan oleh mereka berdua. Coba nanti aku tanya Arya deh..!!' Pikir Yuna lalu kembali mengerjakan keadaannya.
Thomas mengetuk pintu ruangan Arya dan di sambut cepat oleh Diego.
"Masuklah Tuan, mereka sudah menunhgu anda." Diego mengerlingkan matanya ke arah HideYoshi agar melakukan apa yang tadi di inginkan oleh Arya, melihat kerlingan itu membuat HideYoshi sedikit ketakutan.
"Tuan Ini Tuan HideYoshi bersama dengan asistennya Daichi, mereka adalah rekan bisnis dari kekasih Direktur kami. Mereka ingin sekali berinfestasi di perusahaan anda, apa anda bersedia?. Tapi sepertinya ia memiliki persyaratan Tuan, jadi silahkan anda berunding sendiri, saya akan memantau percakapan kalian." Diego mundur ke belakang dan duduk di kursi kebesaran Arya.
"Selamat siang Tuan, namaku Thomas Killer. Apa yang membuat anda ingin membantu perusahaan saya yang sedang valid?."
"Saya mendapat info dari nona Ellena, kebetulan papanya adalah rekan bisnis kami di Indonesia. Melihat perusahaan anda yang begitu besar, lalu dengan tiba-tiba mengalami valid. Saya berniat untuk membantu anda saat ini juga, bagaimana apa anda bersedia?."
"Kata Tuan Diego apa syarat yang harus saya lakukan agar anda membantu saya saat ini." Thomas menatap ragu HideYoshi lalu beralih ke arah Daichi.
"Syarat kami mudah Tuan, saya tau anda mempunyai seorang anak yang cantik. Maukah saya memperistrinya akan ku jadikan dia istri ketiga saya, saya berjanji akan membantu anda sampai perusahaan anda kembali normal. Dan akan menjamin seluruh keluarga anda dan juga membahagiakan anak anda tentunya." HideYoshi tertawa renyah setelah mengatakan kemauannya.
Sedangkan Thomas nampak berpikir keras tentang apa yang di minta oleh HideYoshi, tentu saja ia harus merelakan putri satu-satunya agar bisa di tukar dengan uang. Dan menyelamatkan perusahaannya dari kebangkrutan.
"Maaf Tuan, saya harus berbincang dahulu dengan keluarga dan putri saya. Saya minta anda memberikan waktunya." Thomas nampak mencoba mengulur waktu agar HideYoshi mempertimbangkan kembali keinginannya dengan memperistri anak bungsunya.
"Anda tau Tuan, anda sedang berhadapan dengan orang terkaya di negara Jepang. Tuan HideYoshi tidak akan memberikan waktu yang banyak kepada anda, karna besok siang adalah hari terakhir Tuan HideYoshi berada di negara ini." Daichi memberikan penjelasan.
Thomas begitu, resah memikirkan apa keputusannya nanti. Ia juga ingin perusahaannya kembali pulih seperti biasa, tapi ia juga menjaga perasaan pitrinya.
Dasar Mak lampir...
ngga bisa lihat orang bahagia.
visualnya thort