Aku masuk ke dalam novel, dari pesan misterius yang aku baca, di tengah-tengah aku menangis karena karakter yang aku sukai mati dengan mengenaskan, aku terus menggumam dalam isakan tangis ku.
Dan begitu saja! Saat aku membuka mata, aku sudah berada di dalam tubuh orang lain yang berusia lebih muda dariku, dan aku menyadari. Jika aku masuk dalam novel yang aku baca.
Aku-pun memutuskan untuk menyelamatkan karakter yang aku sukai, aku akan menghindarkan dia dari kematiannya! Tapi lambat laun, ada perasaan khusus yang merayap di dadaku, aku menyadari akan hal itu, aku coba untu memendamnya, namun apakah aku sanggup? Sanggupkah aku terus mengekang perasaan menyesakkan ini?
Ikuti cerita Ara, yang berpindah dunia, dan masuk ke tubuh seorang anak perempuan bernama Suren. Cerita ini nggak bagus amat kok, banyak penulisan kata yang salah.
Salam cinta Arthor: Nany~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nayn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Luka lama
...~Luka lama~...
Dari ujung lorong istana nampak 'lah seorang wanita dengan rambut merah bergelombang dan mata Ruby yang sama dengan pria itu.
Kedua laki-laki itu berhenti mendapati wanita itu berjalan mendekat ke arah mereka, wanita itu menatap pria yang tak lain adalah adiknya.
Yurisein yang melihat kedatangan wanita yang merupakan ibunya itu, terlihat berseri-seri, wanita itu hanya melirik anak itu sebentar, kemudian kembali menatap sang adik.
Yurisein nampak kecewa. 'Kenapa, ibu selalu tidak ingin melihat ku?' Batin anak itu kecewa.
Bagaimana dia tidak kecewa? Sudah sangat lama ibunya memperlakukan dia bagai udara, tak nampak.
Pria itu menoleh pada Yurisein. "Yurisein, pergi 'lah dulu, kelihatannya ibu mu ingin membicarakan sesuatu pada paman." Ucap lembut pria itu, Yurisein mengangguk, paham.
Dia segera berjalan meninggalkan kedua orang itu, dia melirik ke belakang dan memandangi punggung ibunya, ada rasa sedih yang merayap di hatinya.
"Kakak, mau bicara apa dengan ku?" Kata pria itu, dia hanya mendapat tatapan tenang dari wanita yang dia panggil kakak.
"Meski, kakak memang tidak bisa bicara akibat insiden yang menimpa Joisen, tapi kita bisa menggunakan sihir pengantar batin 'kan? Kakak, 'kan ahli dalam sihir?" Ucapnya, ada kata yang membuat wanita yang tadi menatap tenang, menjadi sangat marah, dia menatap tajam pria itu.
Pria itu langsung membungkam mulutnya sendiri. "Oh, maaf kak! Aku lupa, kalau nama itu terlarang!" Ucap pria itu, dia tersenyum, sengaja dia memanas-manasi wanita itu.
"Menjauh dari Yurisein!" Bentak wanita itu, melalui sihir pengantar batin.
Pria itu melirik tajam wanita itu. "Kenapa? Jangan begitu kakak! Tidak ada yang peduli dengannya kecuali, aku! Bahkan tidak dengan kakak 'kan?" Ucapnya, wanita itu diam, ya dia diam karena itu benar, dia memang tak pernah berada di samping Yurisein, bahkan tidak melihatnya saat dia baru lahir ke dunia, wanita itu trauma kehilangan anaknya, melihat Yurisein maka luka itu akan semakin melebar.
"Kakak, apa tidak sadar? Apa kakak buta? Tidak bisakah kakak melihat kesedihan anak mu sendiri, dia selalu mencoba dilihat olehmu dan bukannya orang lain, di sini kau jangan menyalahkan aku!" Pria itu mengangkat bahu.
Dalam mata wanita itu, ada kesedihan yang merayap di hatinya, tapi juga ada ketakutan yang sama dibelakangnya.
Dia kemudian kembali menatap tajam pria itu. "Kau bukan orang yang baik! Menjauh 'lah dari Yurisein! Aku tahu kau itu bagimana, dan berhentilah mencoba merusak hubungannya dengan Athalla!" Pekik wanita itu, pria itu tersenyum remeh.
"Aku tidak bisa! Mereka hanya hama yang mengganggu!" Ucap pria itu.
"Aku sudah sampai di titik ini, bahkan Joisen pun ikut berkorban dalam permainan ku ini, bagimana aku bisa menyia-nyiakan pengorbanan keponakanku, kakak?" Ucap pria itu, wanita itu semakin marah, setiap mendengar nama Joisen, wanita itu pasti akan marah dan juga sedih akan ikut padanya.
Pria itu kemudian berjalan, saat berpasasan di membisikkan sesuatu. "Kakak, lihat saja, dan nikmati permainan yang aku buat." Bisiknya, dia kemudian pergi dan tak berbalik lagi, wanita itu diam, tubuhnya gemetaran, matanya bergetar, dia kini ketakutan, luka lamanya kembali terbuka.
Pria bersurai putih itu sudah pergi jauh dari sana, tinggal 'lah wanita itu sendiri, dia tidak menangis tapi matanya sendu, dia kemudian berjalan pergi dari sana, melewati sebuah lorong panjang istana, dia tidak sengaja melihat Athalla dan Ara, di taman istana tersenyum dan tertawa senang.
Ada kepiluaan di hati wanita itu, dia menarik pandangannya dari memandang mereka, dia kembali melanjutkan langkah kakinya.
Bersambung...
Sejauh ini untuk 6 chapter pertama lumayan menarik untuk di ikuti, aku penasaran juga pengebang karekter mereka.
Jangan lupa mampir di karyaku ya kakak..
My Little Prince dan VCPD 🥰🥰
semangat 💪 ditunggu up selanjutnya 🤗