Bumi Pranadipta Abadi, diusianya yang baru menginjak 20 tahun ia sudah memiliki seorang bayi. Tak ayal setiap gadis yang dikencaninyapun menjauh.
5 tahun berlalu, takdir mempertemukannya dengan wanita berhijab yang menjadi OB di tempatnya bekerja.
Siapa sangka Khalea Azalea Zuri, 27 tahun. Wanita muda yang telah memiliki putra berusia 7 tahun hasil pelecehan yang menimpanya bertahun silam mampu menggetarkan hatinya.
Apa yang terjadi jika keadaan memaksa 2 insan itu bersatu?
Mampukah mereka membuka hatinya kembali?
Akankah cerita kelam masa lalu akan menjadi penghalang keduanya untuk tetap bersama?
Bagaimana Bumi menyikapi takdir yang mempertemukan Kanaya dengan orang tua kandungnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bubu.id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hari Terakhir Khal
Ahh Khal, tentu kau bersemangat datang tanpa kuminta besok, karena memang gajimu masih padaku. Dan lagi-lagi karena alasan uang.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
🐣POV AUTHOR
Setelah sampai ke ruangannya beberapa saat lalu, Bumi langsung membuka laptopnya dan mengecek Pemasaran perbankan, sesuatu yang sangat penting untuk memaksimalkan pendapatan Bank. Sebab sebagai Manager, Bumi memang dituntut harus bisa memimpin kegiatan pemasaran produk di Banknya.
Hingga suatu ketukan tiba-tiba memecah konsentrasinya.
Tok ... Tok ...
Apakah itu Khal? Mengapa berfikir Khal yang datang membuat konsentrasiku terpecah, batin Bumi.
Karena tak ada jawaban sosok yang berada di luar tampak mengulangi ketukannya.
Tok ... Tok ...
"Masuk," ujar Bumi berusaha setenang mungkin.
"Teh panasnya Pak." ucap Khal dengan wajah semringah.
Dan memang benar Khal-lah yang datang. Tapi seperti sebelumnya Khal tampak tak berlama dan segera undur diri, hingga Bumi merasa ingin menanyakan sesuatu. Beda tipis memang antara ingin menanyakan sesuatu atau ingin menahan Khal agar berlama di ruangannya. Bumipun memanggil Khal sebelum Khal benar-benar membuka pintu dan berlalu.
"Khall ...."
"Iya. Bapak memanggil saya?" ucap Khal seakan tanpa beban setiap kali melihatnya di kantor penuh semangat mengerjakan tugas-tugasnya seperti saat ini.
"Pak ... Bapak ...."
Khal berusaha menyadarkan Bumi dari keterpakuannya.
"Eh, maaf ... tiba-tiba saya teringat sesuatu yang tertinggal di rumah," kilah Bumi mencari alasan karena Khal menangkap ia tertegun tadi.
"Oh ya Khal, bagaimana kondisi putramu?" ujar Bumi sambil sesekali menekan-nekan keyboard dengan mata lurus pada layar monitor laptopnya.
"Alhamdulillah sudah membaik Pak, obat yang kemarin diberikan dokter sangat manjur," ucap santai Khal tampak bahagia terpancar jelas di wajahnya.
"Apa ada lagi, Pak?" ujar Khal bingung melihat Bumi yang tertegun.
"Khal, duduklah!"
"Duduk?" heran Khal.
"Iya. Ayo tidak apa-apa?" Bumi mengulangi perintahnya.
Tak lama Khal tampak duduk dengan ragu.
Bumi berdiri kini dari duduknya dan mengarahkan telapak tangannya di dahi Khal.
"Pak Bumi, apa yang Bapak lakukan?" kaget Khal segera menyingkirkan telapak tangan Bumi di dahinya.
"Saya hanya memastikan apa kamu sakit, ternyata tidak," ujar Bumi.
"Apa maksud Bapak? Saya sehat Pak."
"Sejak datang ke kantor saya perhatikan kamu terus tersenyum, saya fikir kamu sakit," ucap Bumi dengan tampang serius.
"Ish Bapak," tampak malu dan tak menyangka dengan terkaan tidak masuk akal bosnya.
"Sekarang katakan! Apa yang membuatmu tersenyum terus seperti tadi?" ucap Bumi sambil menatap Khal di hadapannya.
"Bapak pasti tau," ucap Khal.
"Apa? Hemm ... gaji?"
Khalpun tampak mengangguk.
Dan Bumi hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.
Khal ... khal ... lagi-lagi karena uang, batin Bumi.
Hingga tiba-tiba ...
Tok ... Tok ...
Terdengar ketukan dari arah luar.
"Maaf Pak saya permisi," lirih Khal.
Khalpun keluar. Siska yang berpapasan dengan Khal terhenyak melihat Khal yang baru saja keluar dari dalam. Siskapun segera menarik lengan Khal ke tepi.
"Ngapain loe di ruangan Pak Bumi?" ketus Siska.
"Mbak lupa? Sayakan OB, saya habis mengantar teh panas tanpa susu untuk pak Bumi," ketus pula Khal menjawab ucapan Siska dengan menekankan kata tanpa susu seolah menyindir kebohongan Siska dan teman-temannya tempo hari.
"Berani kamu?" geram Siska.
"Iya. Apa mbak mau mengancam saya dengan menceritakan saya sudah punya anak? Silahkan! Saya tidak peduli. Toh hari ini juga hari terakhir saya bekerja," ujar Khal tampak berani meladeni Siska.
"Kurang ajar Kau. Baguslah kau tidak berlama menggantikann Teh Marni di kantor ini. Sekarang pergi sana!!" geram Siska.
"Tentu. Saya juga tidak suka berlama dengan nenek sihir sepertimu Mbak!!" ketus Khal.
Khalpun segera pergi dan melanjutkan aktifitasnya.
•
•
Setelah jam istirahat seperti biasa Khal mendapati box nasi di pastri, namun kali ini dengan tulisan berbeda "Harus dimakan! Untuk Saga akan kubelikan nanti!"
Pak Bumi ... anda sangat baik. Terima kasih, batin Khall. Khalpun segera menghabiskan nasi box di hadapannya.
Sejak pagi sebetulnya aku sudah berencana membelikan Saga Martabak Keju sepulang kerja dengan sebagian uang gajiku. Jadi tanpa Pak Bumi menyuruhku memakannya pasti aku makan nasi box ini, kebetulan aku juga sudah lapar, batin Khal.
Dan Bumi ternyata diam-diam memperhatikan Khal, ia menyangka Khal menghabiskan nasi box tersebut karena Khal mendengarkan ucapannya. Bumipun tersenyum dengan fikirnya sendiri
•
•
Jam sudah menunjukkan Pukul setengah 5 tapi Bumi belum juga memberikan gaji Khal. Setelah berfikir beberapa saat, Khalpun memutuskan untuk menghampiri ruangan Bumi.
Tok ... Tok ...
"Masuk!" terdengar suara Bumi yang segera ditanggapi rasa bahagia oleh Khal. Tak berfikir lama Khalpun segera membuka pintu yang membatasi mereka.
"Kau belum pulang?" tanya Bumi seketika melihat Khal yanng sudah tanpa seragam masuk ke ruangannya.
"Bapak, kenapa bicara seperti itu. Bapak tidak lupa-kan?" lirih Khal.
Dan Bumi terlihat tak mendengar dan tetap fokus pada laptopnya padahal ini sudah lebih dari jam pulang. Bahkan seluruh karyawanpun sudah meninggalkan kantor.
Apa ini? Apa jangan-jangan Pak Bumi lupa dengan gajiku. Bagaimana ini ... nasi box sudah kumakan, kalau martabak juga tidak kubawakan kasihan Saga. Dan uang kontrakan, aku menjanjikan akan membayar besok pada Bu Romlah, gemuruh batin Khal.
Khalpun memberanikan diri kembali berucap pada Bumi.
"Paa-kk ...."
"Hemmm ...."
"Ba-pakk ti-dak lupa-kan?" ucap Khal terbata.
"Bicara yang benar! Saya tidak mengerti apa yang kamu ucapkan," tegas Bumi.
"Pakk ...."
Ahh, bagaimana ini? Bodohnya aku, apa jangan-jangan Pak Bumi marah karena semalam aku tidak menjawab pertanyaannya tentang Saga?? terka Khal bicara dengan dirinya sendiri.
"Berhentilah memanggilku Pak ... Pakkk. Sana pulanglah!! Jangan ganggu saya, anakmu pasti sudah menunggumu bukann Khal!" ujar Bumi.
Ahh, Pak Bumi benar-benar lupa sepertinya? Dan aku diminta pulang? Bagaimana ini ya Rob, aku bisa diusir dari kontrakan oleh bu Romlah jika besok belum membayar kontrakan, batin Khal.
"Kenapa masih disini? Cepat pergi!!" gusar kembali Bumi menyuruh Khal lagi-lagi pergi.
Dengan langkah gontai Khal tampak berbalik arah segera menuju pintu keluar.
Pak Bumi jahat ... padahal kemarin sepertinya ia sangat perhatian padaku dan saga. Tapi hari ini Pak Bumi terlihat berbeda, ia keras ... bahkan ia tidak menatapku. Tapi aku harus mendapatkan hak gajiku hari ini, sebab besok aku sudah tidak bekerja. Mudahkan aku ya Rob ... batin Khal.
"Pakk .. tolong hentikan aktivitas Bapak dengan laptop Bapak sesaat dan dengarkan saya!!" tegas Khal.
"Begitukah? Oke. Sekarang katakan apa yang kamu mau katakan," ujar bumi dengan tenang seraya menatap Khal.
"Pak, mungkin saya seperti wanita matre, tapi saya membutuhkan gaji saya untuk membayar kontrakan Pak!!" ucap Khal akhirnya.
Ohh ... Khall, kau sangat menarik saat marah. Aku tak benar-benar lupa akan gajimu Khall. Aku hanya senang mengganggumu dan membuatmu marah seperti tadi, batin Bumi.
"Pa-kkk ...." gusar Khal kembali menyadarkan Bumi yang terus tak bergeming seolah tak mendengar ujarannya.
Beberapa saat kemudian Bumi tampak menutup dan memasukkan laptopnya ke dalam tas.
"Ayo kita pulang!! Gajimu akan kuberikan nanti," ujar Bumi seketika.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
🐢Segini dulu ya😊
🐢Happy reading❤❤