NovelToon NovelToon
Aku Seorang Penghibur! Bukan Pelacur!

Aku Seorang Penghibur! Bukan Pelacur!

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Action / Fantasi / Contest / Anak Yatim Piatu
Popularitas:83k
Nilai: 5
Nama Author: Khardha love

Kisah gadis yatim piatu yang bernama Arti Aurora, dia terpaksa bernyanyi dari panggung ke panggung untuk membantu perekonomian keluarganya.

Suatu hari dia di jual oleh Tante dan Omnya yang mengadopsinya sejak kecil, dengan seorang pengusaha muda sukses yang bernama Adriansyah Alrizzi.

Yang langsung melamarnya tanpa memberikan kesempatan kepadanya untuk berpikir terlebih dulu.

Arti terus berusaha melarikan diri dari pernikahan yang tidak diinginkannya itu, karena dia tidak mengenal siapa Adriansyah Alrizzi sebenarnya.

Dalam pelariannya dia bertemu dengan seorang mucikari yang menjualnya kembali kepada Tuan Muda Adriansyah Alrizzi dengan harga yang sangat fantastis.


Bagaimanakah kelanjutan ceritanya?

Apakah Arti dan Al akhirnya bisa bersatu dan saling mencintai?

Atau mungkin akan saling membenci?


Mau tau kelanjutan ceritanya silahkan baca!

Happy reading guys!

Mohon maaf jika ada kesamaan nama, tempat dan kejadian yang ada dalam cerita novel ini.

Semuanya murni hasil dari imajinasi author semata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khardha love, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Seorang Penghibur! Bukan Pelacur! episode#24 "Amnesia"

Happy reading guys!

Tuan Muda Adriansyah Alrizzi itu membuka matanya perlahan lalu mengerjabkan indera penglihatannya itu, dia menolehkan kepalanya ke belakang menatap ke arah orang yang memanggilnya.

"Papah, Mamah! Kenapa kalian berdua kembali lagi?" Tanyanya dengan mengerutkan keningnya.

"Kami gak tega ninggalin kamu sendirian Al." Jawab tuan besar Muhammad Abdullah Alrizzi mewakili istrinya.

"Ya udah kalau begitu, silahkan kalian menginap di sini tapi tidurnya gak senyaman dirumah loh." Ujar Al sambil beranjak dari duduknya lalu berjalan menuju kamar mandi.

"Al, Om dan Tantenya Arti gak ada di rumahnya, sepertinya mereka pergi berlibur ke Bali." Ujar Rano melaporkan.

"Ohh." Al menganggukkan kepalanya lalu masuk kedalam bathroom itu.

Tidak lama kemudian Arti mulai sadar dari pengaruh obat bius sehabis operasinya, kelopak mata dan jari-jari tangannya mulai bergerak-gerak. Al yang baru keluar dari kamar mandi langsung menghampirinya lalu duduk di kursi yang ada di samping bed pasien istrinya itu.

"Sayang." Sebutnya dengan nada sangat lembut.

Arti membuka matanya perlahan lalu mengerjabkan indera penglihatannya itu. Netra hazelnya langsung bertemu dengan kedua bola mata hitam milik Al.

"Kamu siapa?" Tanya Arti dengan lirihnya.

"Aku suamimu sayang." Jawab Al seraya mengulas senyumnya.

"Suami? Kapan kita menikah?" Arti kembali bertanya sembari menatap lekat kearah Al.

"Tiga bulan yang lalu aku menikahimu dan tiga hari yang lalu kita baru saja honeymoon. Apa kamu melupakannya?" Al mengangkat satu alisnya menatap wajah cantik istrinya yang masih tampak sangat pucat.

"Benarkah? Tapi aku..., arghhh." Arti memegangi kepalanya yang terasa berdenyut sakit karena berusaha mengingat kembali apa yang dikatakan oleh Al.

"Sudahlah Al, jangan paksakan istrimu untuk mengingat semuanya. Biarkan dia istirahat dulu." Tegur dokter Alfian Rasyid yang sedari tadi memperhatikan interaksi Al dan Arti.

Dia segera menyuntikkan obat pereda nyeri kedalam infus milik Arti, lalu mengontrol laju tetesannya. Tidak berselang lama Arti kembali tertidur karena efek dari obat tersebut, hingga membuat Al kembali menatap sendu kearah istrinya itu.

"Alfian gimana kalau istriku amnesia? Apa yang harus aku lakukan untuk mengingatkannya kembali tentang kehidupan rumah tangga kami yang baru seumur jagung ini?" Tanyanya untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkannya itu.

"Kamu harus extra sabar menghadapinya Al, sampai dia benar-benar bisa mengingatmu kembali cobalah bawa dia ke psikiater atau kamu bisa memperlihatkan foto-foto dan rekaman video kenangan terindah kalian berdua." Jawab dokter Alfian Rasyid sembari menatap ke arah sahabatnya itu.

"Benar apa yang dikatakan Dokter Alfian Rasyid, ini ada artikel terkait tentang orang yang mengalami amnesia." Rano menimpali sambil memperlihatkan layar handphonenya setelah membrowsing di internet.

"Baiklah aku akan coba lakukan semua itu untuk mengembalikan ingatan istriku." Ujar Al seraya tersenyum penuh makna.

"Kalau begitu aku permisi dulu ya." Pamit dokter Alfian Rasyid." Silahkan kalian istirahat, assalamualaikum." Ucapnya kemudian berlalu pergi dari sana.

"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab Al dan Rano serempak.

"Gue mau tidur disofa, Lo sendiri?" Rano mengangkat satu alisnya menatap ke arah Al yang masih setia duduk di kursi yang ada di samping bed pasien istrinya.

"Gue disini aja." Jawab Al sambil menggenggam tangan istrinya menelungkupkan wajahnya.

"Yaudah kalau begitu terserah Lo aja." Rano beranjak dari tempatnya lalu melangkahkan kakinya menuju sofa panjang yang ada di sana.

-

Keesokan harinya setelah menunaikan sholat subuh berjamaah di mesjid yang ada di area rumah sakit itu, tuan besar Muhammad Abdullah Alrizzi, Al dan Rano kembali ke ruang VVIP tempat Arti di rawat. Ketika masuk kedalam ruangan tersebut mereka melihat pemandangan yang sangat menyejukkan mata dan hati mereka bertiga, sebab nyonya besar Mahfuza tampak begitu telaten menyuapi Arti yang masih terbaring lemah di atas ranjang pasiennya.

"Assalamualaikum." Ucap Al sambil berjalan menghampiri kedua wanita yang sangat berarti dalam hidupnya itu.

"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab Arti dan nyonya besar Mahfuza.

"Mamah sudah sholat belum?" Tanya Al sambil memegangi pundak wanita yang telah mengandung dan melahirkannya itu."Biar aku aja yang suapin istriku Mah." Ujarnya dengan mengambil alih mangkuk berisi bubur ayam yang ada di tangan mamahnya itu.

"Mamah sama istrimu sudah sholat Al." Jawab nyonya besar Mahfuza lalu merebut kembali mangkuk bubur ayam itu." Kalian bertiga cari sarapan dulu sana gih!" Perintahnya dengan menekankan kata-katanya.

"Tapi aku maunya makan sama istriku Mah." Al berkata dengan nada lembut.

"Gak usah manja! Ini waktunya quality time kami berdua!" Tegasnya tanpa mau dibantah lagi.

Kenapa mereka berdua berebut ingin bersamaku? Apa benar mereka ini bagian penting dalam kehidupanku? Jujur aku merasa sangat bahagia saat ini, mereka sepertinya tulus dan ikhlas menyayangiku, gak seperti Om dan Tante ku sendiri." Batin Arti dengan mata berkaca-kaca.

"Sudahlah Al, biarkan Mamah mencurahkan kasih sayangnya pada istrimu." Bisik tuan besar Muhammad Abdullah Alrizzi di telinga anaknya itu.

Al menganggukkan kepalanya lalu menatap wajah cantik istrinya yang tampak lebih cerah dari sebelumnya, namun dia sangat terkejut melihat wanita yang sangat dicintainya itu tiba-tiba meneteskan air matanya.

"Sayang kamu kenapa nangis? Kepalamu sakit lagi ya?" Tanyanya dengan nada sangat mengkhawatirkan kondisi istrinya itu.

Arti menggelengkan kepalanya, dia segera menghapus jejak butiran bening yang jatuh disudut matanya itu.

"Pergilah! Aku gak papa kok." Jawab Arti dengan nada sangat lembut.

"Beneran sayang? Kamu gak lagi bohongin aku kan?" Al mendekatkan wajahnya ke wajah istrinya.

"Iya." Singkat Arti sembari menatap lekat netra hitam milik Al.

"Baiklah kalau begitu, aku pergi dulu ya." Pamit Al lalu mencium kening istrinya dengan penuh cinta.

Kemudian beralih pada mamahnya yang duduk sambil terus memperhatikan interaksi anak dan menantunya itu.

"Ya udah yuk! Kita cari sarapan dulu." Ajak Rano sambil merangkul bahu sahabat sekaligus atasannya itu.

-

Setelah kepergian tuan besar Muhammad Abdullah Alrizzi, Al dan Rano. Nyonya besar Mahfuza bertanya kepada menantunya itu.

"Apa kamu beneran gak ingat sama sekali tentang Al? Makanya kamu merasa risih ketika Al mencium keningmu tadi?" Tanyanya dengan nada sangat lembut."

"Iya Mah." Jujur Arti sambil menundukkan wajahnya.

"Kalau kamu belum bisa mengingatnya, setidaknya bukalah pintu hatimu untuk mencintainya. Dari awal pernikahan kalian, Al selalu berusaha memberikan yang terbaik untukmu. Bahkan dia rela melakukan apa saja untukmu, meskipun itu harus menentang keputusan Mamah sama Papah sekalipun." Ujar nyonya besar Mahfuza sembari menatap lekat wajah cantik menantunya itu.

"Aku akan berusaha Mah." Janji Arti sambil menggenggam tangan mertuanya itu lalu mencium punggung tangannya.

"Baiklah kalau begitu Mamah mau ke kamar mandi dulu ya." Nyonya besar Mahfuza beranjak dari duduknya lalu berjalan menuju bathroom.

Tuan Muda Adriansyah Alrizzi benarkah dia suamiku? Tapi kenapa aku gak ingat sama sekali kapan dia menikahiku?" Arti bertanya dalam hatinya sambil menatap handphone Al yang tertinggal di atas nakas.

Dia mencoba meraihnya lalu menatap layar handphone itu yang menampilkan foto mesra dirinya dan tuan muda Adriansyah Alrizzi itu sebagai wallpapernya.

...*****...

Bagaimana kelanjutan ceritanya?

Mungkinkah Arti bisa secepatnya mengingat tuan muda Adriansyah Alrizzi sebagai suaminya?

Atau justru sebaliknya?

Tunggu jawabannya di episode berikutnya ya!

Bersambung....

Jangan pernah berhenti untuk memberikan dukungan kalian melalui tanda cintanya, setangkai bunga mawar merahnya, like yang tiada henti, komen yang sesuai alur ceritanya, rate bintang lima dan jadikan favorit kalian selalu ya.

See you next time!

1
Elisabeth Ratna Susanti
mantap 😍
Aerik_chan
Kapan up lagi??
KHARDHA LOVE: Kirain gak ada lagi yang komen dan like novel ku😁, makanya aku malas update.
total 1 replies
Susi Ana
ayo live lanjut,toh masih gentayangan gkgkgk
Elisabeth Ratna Susanti
tuntaskan like yang tertinggal 😍
Susi Ana
kenapa nggak lanjut
Susi Ana
semangat love, jangan nyerah
Susi Ana
semangat love
Neti Jalia
semangat🤗🙏
Nofi Kahza
hayoo..mau ngapain itu si Al..
jangan2 mau dikecup2 basah..wkwkwk🤣
Nofi Kahza
Hai kak Kharda..aku mulai nyicil nyimak lagi nih..🥰
maaf ya baru mampir..🙏
Susi Ana
semangat love,biar naik level jadi gold
Susi Ana: kadang mikir level,jadi buang2 waktu ya love.nggak dapet apa2 meski dikontrak.
total 2 replies
Ana Yulia
semangat thor 💪❤️
Ananda Andin Angraini
Bener2 sadis tuh penculik, setidaknya lakbannya buka kek kasihan kan Arti... 😤 Curiga si Lee Oppa baik beneran sama Arti atau karena ada maunya... 🤔 Jangan sampai deh ada sesuatu... ☺️

Semoga Tuan Al cepat sadar dan mencari Arti lagi... 😭 Itu namanya bukan Bucin Eonni, tapi perasaan seorang istri yg terdalam. 😤

Oalah pantesan Eun Hye pengin balas dendam. Tapi kan Al gak sengaja... 😨
Ananda Andin Angraini
Untungnya Al ngasih password-nya yang sering d ucapkan Arti... 🤗 Pintar kamu Arti alasan ingin k kamar mandi, semoga ada celah buat kabur... 😉

Jangan percaya Al, itu bukan Arti... 😭 Ya ampun Al... 😭 Jangan sampai amnesia si Tuan Al itu... 😭
Ananda Andin Angraini
Ya ampun, siapa lagi itu yang menculik Arti... 😨 kasihan Tuan Al... 😢 Bener tuh apa kata Rano.

Mungkin aja Arti itu adalah adik mu, hei wanita. 😤 Ganti rencana sih, tapi malah lebih parah, semoga Tuan Al gak percaya y...

Duh mudah2n kalian berdua cepat d pertemukan... 😢
Ana Yulia
kenapa gak di paksa aja Al, udah istri sah kan?
Wong Ngapak
lanjot
KHARDHA LOVE
Aku nulis tergantung mood sekarang, jadi gak tentu kapan bisa updatenya 😁😉
Susi Ana: masih exis disini ya love
total 1 replies
Ana Yulia
Hadir lagi thor, semangat 🔥 lanjut terus 💪
Ana Yulia
Mantap, suami idaman banget. sabar dan setia hingga setahun menunggu arti ❤️😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!