Ini adalah kisah seorang pengusaha sukses yang bernama Aryan Bram Wijaya, yang menyamar sebagai pelayan Restoran untuk mengejar cinta seorang wanita cantik.
Karena ia ingin mencari wanita yang benar benar tulus mencintainya, bukan cinta dengan hartanya saja.
Sampai pada akhirnya ia bertemu dengan wanita karir yang cantik yang bernama Calista Mahendra, mereka sering bertemu dan menghabiskan waktu bersama.
Wanita itu sangat mencintai Aryan tanpa memandang statusnya yang hanya sebagai pelayan.
Tapi disisi lain Louis Mahendra ayah Calista sangat tidak menyukai pelayan tersebut, dia tidak mau kalau anaknya hidup susah dengan lelaki yang tidak tepat.
Akankah cinta mereka berakhir bahagia? ikuti terus ceritanya ya.
mohon dukungannya semua.🙏🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putry Wulan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 24
Jam menunjukan pukul 11.00
Di kediama Wijaya.
Terlihat pak Bram dan Bu Calina sepertinya mau pergi, mereka keluar menuju halaman rumah.
"Kita mau kemana pah?" tanya bu Calina.
"Kita jalan jalan mah bosen di rumah, katanya kamu juga mau ke salon".
"Ohhh iya pah makasih ya, aku tuh seneng banget punya suami perhatian kaya kamu".
Mereka pun menuju ke mobil yang sudah terparkir di halaman rumah, marco asisten pribadi pak Bram langsung membukakan pintu mobil belakang.
"Silahkan tuan, nyonya". Ucap Marco dengan hormat
Mereka menaiki mobil, kemudian marco pun masuk dan duduk di kursi kemudi, dan pelan pelan melajukan mobilnya meninggalkan halaman rumah.
"Pah kita ke mall dulu kali yah, mamah pengin shoping pah" pinta mama Calina.
"Iya mah terserah kamu saja".
********
Disisi lain di kediaman Mahendra.
Bu Yunita dan pak mahendra juga akan pergi ke butik calista.
"Pah kenapa sih kita harus kesana, Calista bukan anak kecil lagi yang harus selalu di awasi" ucap mamah sambil berjalan menuju halaman rumah.
"Papah cuman mau memastikan saja mah".
"Hemmm ya sudahlah terserah papah saja".
Mereka pun menuju ke mobilnya, kemudian san supir langsung membukakan pintu mobil belakang untuk mereka.
Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang meninggalkan halaman rumah.
*******
Di restoran.
Jery dan Thomas sudah kembali, Jery pun melanjutkan pekerjaan nya dan langsung menuju ke dapur. Saat sudah sampai di dapur, Ririn langsung menghampiri Jery.
"Kak Jery dari mana saja?, aku mencari mu". ucap Ririn.
"Ehhh Ririn, ada urusan sebentar tadi, kenpa? apa ada masalah?".
"Gak kok aku cuman mau di ajarin sesuatu lagi sama kak Jery".
Jery senyum senyum sendiri. "Ohh gitu ya, kenapa gak minta di ajarin yang lain?"
"Ya aku penginnya sama kakak ayo kak cepet". Ririn menarik lengan Jery.
Jery pun mengajari hal yang belum di mengerti Ririn.
*******
Bu Calina dan pak Bram pun telah sampai di parkiran mall, Marco langsung turun dan membukakan pintu mobil belakang.
"Silahkan tuan, nyonya kita sudah sampai". ucap marco sambil membukakan pintu mobil.
"Iya terimakasih Marco" ucap pak Wijaya.
Di saat itu juga mobil pak mahendra sudah sampai di parkiran, dan berhenti di samping mobil pak Bram.
Pak mahendra dan bu Calina langsung turun, dan Pak Mahendra yang melihat pak Bram, ia pun langsung memanggil teman lamanya itu.
"Bram!?" panggil pak Mahendra.
Pak Bram langsung menoleh ke sumber suara. "Mahendra?, Wahh sudah lama kita tidak bertemu ya" mereka berpelukan dan saling menjabat tangan.
"Apa kabar kamu Bram?" ucap pak Mahendra.
"Aku baik, kamu bagaimana?".
"Ya seperti apa yang kamu lihat, aku juga baik".
Ibu Yunita juga menjabat tangan pak Bram. "Hay Bram, aku tidak menyangka loh kita akan bertemu disini".
"Iya Yunita aku juga tidak menyangka kalo kita akan bertemu, ohh iya kenalkan ini istri saya Calina" ucap pak Bram.
"Ohhh kamu sudah menikah lagi?" tanya pak Mahendra.
"Iya Mahendra".
Bu Yunita pun langsung menjabat tangan bu Calina. "Hayy saya Yunita".
"Calina" jawab bu Calina dengan senyuman.
Pak Mahendra juga menjabat tangan bu Calina, mereka pun mengobrol lama hingga lupa kalo mereka masih di parkiran.
"Bagaimana kalo kita makan siang dulu?, sekalian kita reunian" ajak pak Mahendra.
"Ohh iya boleh juga, Kita makan di restoran anak saya saja ya, kebetulan kemarin dia baru buka cabang baru disini ya sudah lama sih sekitar 5 bulan" ucap pak Bram
"Ohhh iya boleh kalo begitu, ayo" ucap pak mahendra
Mereka pun beranjak pergi meninggalkan parkiran dan menuju ke lift.