NovelToon NovelToon
HANTU CANTIK Dan GADIS INTROVERT

HANTU CANTIK Dan GADIS INTROVERT

Status: sedang berlangsung
Genre:Idola sekolah / Hantu / Teen
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Lisa

Hidup Lylac yang datar tapi penuh perjuangan karena orangtuanya yang miskin, berubah total ketika tak sengaja ia bertemu hantu cantik Mika, di gudang sekolah saat ia ingin sendiri.

Mika terus merengek pada Lylac untuk mendekati Evan, Anak basket yang populer. Itu idolanya dulu saat masih hidup. ini membuat Lylac harus berhadapan dengan Angel geng cewek cantik dan populer yang merasa kesal melihat Lylac ada disekitar Evan. Padahal Lylac hanya disuruh Mika, hantu cantik itu.

Baca dan lihat bagaimana Lylac yang malas mengurusi orang malah bertemu dengan geng cowok dan cewek paling populer itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 24 Permintaan Mika

Lylac melihat ke kanan dan kiri. Setelah melalui perdebatan tadi malam, menunggu seseorang. Riri mengerutkan kening. Di dekat mereka, beberapa murid berjalan melewati koridor untuk pulang ke rumah masing-masing.

"Nyari siapa?" tanya Riri lagi karena Lylac terus mengedarkan pandangan ke sekeliling sekolah.

"Orang."

"Aku tahu pasti orang , tapi siapa?"

"Evan."

"Evan?" Riri terkejut. Dia langsung menghentikan gerakan tangannya yang sedang merapikan tas. "Sejak kapan kamu menunggu cowok? Evan pula."

"Sejak hari ini."

"Kamu bercanda ya?" Riri menatap Lylac tidak percaya, tetapi wajah Lylac terlihat sangat serius.

Saat itu Lylac ingin teringat sesuatu. Dia mengingat jadwal mingguan yang pernah dibahas teman sekelasnya beberapa hari lalu. "Dia pasti lagi latihan basket."

"Eh, mau kemana?" tanya Riri. Lylac tidak menjawab. Ia berjalan masuk lagi ke dalam sekolah. Riri penasaran jadi mengikutinya dari belakang. Mereka berjalan melewati koridor kelas sepuluh dan menuju ke arah gedung olahraga yang berada di bagian belakang sekolah.

Dugaan Lylac benar. Cowok itu sedang ada jadwal latihan. Suara pantulan bola basket terdengar keras sampai ke luar pintu gedung. Lylac berjalan mendekat lalu langsung berdiri di pinggir lapangan untuk melihat ke dalam. Riri berdiri tepat di sebelah Lylac sambil memasang wajah bingung.

"Kamu beneran ada perlu sama Evan?" tanya Riri memastikan sekali lagi.

"Ya."

Saat itu Nuno yang duduk di pinggir lapangan menoleh. Dia sedang mencatat sesuatu di papan jalan milik OSIS.

"Hai, Ri!" sapanya.

Riri tersenyum sambil melambai.

Evan yang sedang mendribble bola jadi ikut menoleh. Dia menghentikan langkah kakinya di tengah lapangan karena mendengar suara Nuno. Menurutnya kalau ada Riri, pasti ada Lylac. Dan dugaannya benar. Ada Lylac tengah melihat ke tengah lapangan. Lylac berdiri diam di sana sambil menatap lurus ke arahnya.

Merasa cewek itu memang melihat ke arah lapangan dan tidak ada niat pergi, Evan menghentikan dribblenya. Dia memegang bola basketnya dengan kedua tangan lalu berdiri tegak.

"Kok berhenti?" tanya Jay heran. Dia yang sejak tadi berlari di belakang Evan ikut menghentikan langkahnya dan memegang lutut karena lelah.

Evan hanya tersenyum. Lalu dia melempar bola ke Jay dan bergerak keluar lapangan.

Jay menerima bola itu dengan bingung. Lalu ikut melihat ke arah luar lapangan.

Sekeliling lapangan ini ada dinding jaring besinya. Pembatas itu memisahkan area lapangan utama dengan area luar. Evan berjalan cepat menuju pintu keluar jaring besi tersebut.

Nuno yang lihat Evan menuju pintu keluar yakin kalau cowok ini menghampiri Lylac. Dia menurunkan bola dan terus memperhatikan gerak-gerik kapten tim basket itu. Dan benar. Evan sudah berdiri di depan cewek itu. Napasnya agak memburu karena baru selesai berlari di lapangan.

"Hai, Lylac," sapa Evan duluan.

Kepala Lylac hanya mengangguk. "Ini." Tanpa banyak kata Lylac menyerahkan amplop warna merah muda. Tangannya terulur lurus ke depan wajah Evan.

Evan yang mengira Lylac hanya tidak sengaja lewat heran. Ternyata cwek ini ada perlu dengannya. Dia melihat amplop berwarna merah terang itu, lalu beralih menatap wajah Lylac yang sangat datar.

Kening Evan mengerut heran. "Buat aku?" tanya Evan belum menerima sodoran Lylac. Dia ingin memastikan karena benda di tangan Lylac terlihat seperti surat yang biasa diberikan siswi lain kepadanya.

"Ya."

Setelah meyakinkan dirinya bawah itu memang untuknya, Evan menerima amplop cute dan manis itu. Jarinya menyentuh permukaan kertas amplop yang halus.

Setelah berhasil membuat Evan menerimanya, dia menurunkan tangannya dan langsung membalikkan badannya tanpa senyum sama sekali. Lylac langsung mau pergi.

"Hei," panggil Evan karena tidak menduga cewek ini pergi setelah kasih amplop. Dia maju satu langkah berniat menahan Lylac untuk bertanya lebih lanjut.

Tapi Lylac terus berjalan menjauh menuju pintu keluar gedung. Riri yang ikut bingung menyusul Lylac setelah mengangguk berpamitan pada cowok ini.

Evan tetap berdiri di depan jaring besi sambil memegang amplop merah muda itu.

"Apaan itu, Evan?" tanya Jay. Nuno juga ikut mendekatinya karena penasaran. Tetapi Evan tidak memedulikan mereka dan memilih memasukkan amplop itu ke dalam tas olahraga miliknya.

Lylac berjalan sangat cepat menuju gerbang depan sekolah. Langkah kakinya lebar dan konstan karena dia ingin segera sampai ke tempat kerjanya. Riri harus berjalan cepat agar tidak tertinggal di belakang.

"Ly! Kamu sedang apa tadi?" tanya Riri di antara kakinya yang terus berjalan mengikuti langkah Lylac.

"Kasih amplop."

"Aku lihat, tapi amplop apa?" Riri memegang lengan seragam Lylac agar sahabatnya itu berjalan sedikit lebih lambat.

Lyla diam. Dia melepaskan tangan Riri dari lengannya dengan halus, lalu tetap melanjutkan langkah kakinya ke arah gerbang.

"Hmmm ... Itu surat cinta?" tebak Riri ragu. Dia menatap wajah Lylac dari samping, mencoba mencari tahu apakah Lylac sedang tersenyum atau malu.

"Ya," sahut Lylac tegas.

Jawaban itu keluar begitu saja tanpa keraguan. Ini membuat Riri super terkejut. Dia menghentikan langkahnya selama satu detik karena tidak percaya. Lalu ia terpaksa melangkah lebih cepat dari cewek ini untul memangkas langkah Lylac.

"Berhenti." Akhirnya Riri sukses memotong langkah kaki Lylac. Cewek ini pun terpaksa menghentikan langkahnya secara mendadak agar tidak menabrak Riri yang berdiri tepat di depannya.

Lylac menatap Riri. Dia menghela napas pendek dan berdiri diam di tengah jalan setapak dekat pos satpam sekolah yang sedang kosong.

"Jelaskan lagi. Kenapa kamu memberi surat cinta pada Evan?" tanya Riri dengan mata penuh rasa ingin tahu. Dia menuntut jawaban yang masuk akal sekarang juga.

Ini sungguh aneh karena Lylac bukan tipe cewek kebanyakan. Dia bukan sperti lainnya yang mengidolakan Evan. Kalau cakep, oke, dan keren memang iya, Lylac juga pasti tahu soal itu. Tapi kalau Lylac yang kasih surat cinta itu terasa janggal.

Riri tahu betul bahwa Lylac selalu sibuk bekerja paruh waktu setelah jam sekolah selesai dan tidak pernah punya waktu untuk memikirkan cowok populer seperti Evan.

"Itu bukan aku. Itu orang lain," sahut Lylac santai. Dia membetulkan posisi tali tas ranselnya yang terasa agak miring.

"Orang lain? Gimana maksudnya?" Riri bukan tidak paham, tapi dia masih nge-blank karena kejadian ini bikin syok. Jadi dia ingin penjelasan jelas dan tegas dari Lylac. Riri melipat kedua tangannya di dada, menunggu Lylac melanjutkan kalimatnya karena jawaban tadi justru membuat pikirannya semakin bingung.

"Seseorang meminta tolong untuk antar surat ke Evan. Jadi itu bukan punyaku," sahut Lylac santai. Dia mencoba mengalihkan pandangan dari mata Riri yang masih melotot.

Riri tidak langsung percaya. Dia menurunkan tangannya dari dada lalu maju satu langkah untuk mendekati Lylac. Hubungan pertemanan mereka yang sudah terjalin lama membuat Riri tahu betul bagaimana keseharian Lylac di sekolah. Lylac bukan tipe anak yang gampang dimintai tolong oleh murid lain, apalagi untuk urusan asmara seperti ini.

1
viellia
Ly kasian mika kenapa ga jujur aja si,mika udah ga lama lg akan balik ke alamnya😭😘
viellia
coba aja angel bisa liat mika pasti mukanya pucet dan ga gangu liylac lg🤭
viellia
lanjut kakak...
LisA: Terima kasih sudah mampir dan baca😊
total 1 replies
Jumi Saddah
pengen deh mika masuk ke raga liylac,,trus mukul angel🤭🤭
Jumi Saddah
klo lylac ju2r apa riri percaya,,,
Jumi Saddah
moga evan percaya klo lylac bisa melihat yg orang tidak lihat,,
Jumi Saddah
sering up donk,,soal nya seru ini cerita nya,,
LisA: Siap. Terima kasih sudah membaca.
total 1 replies
Inah Ilham
astaga gemes ih pingin nguncir bibirnya si Mika
Inah Ilham
dicueki salah.... ditanggapi makin salah lagi, piye to wis jan angel...angel...
LisA: 😅😅😅😅😅
total 1 replies
Inah Ilham
🤣🤣🤣🤣🤣
Prines
bagus cerita nya lanjutin lg yaa
Prines
Thor mana kelanjutannya aku tunggu loh
LisA: Terima kasih sudah baca😊
total 1 replies
Suci Lestari
Thor,, kok novel kencan buta, udah gk ada lagi??
LisA: Iya😅🙏
total 1 replies
Kasandra Kasandra
crita shana sm pak regas katanya mau ada extra part nya kak.. sy tunggu2 ndak muncul2😞
Qaisaa Nazarudin
waaahhh kayaknya kereeennn nih..Nabung dulu ah,nunggu babnya banyak,biar bisa marathon bacanya 🙏🙏😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!