NovelToon NovelToon
Di Pacarin Brondong Kaya

Di Pacarin Brondong Kaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Dya Veel

Kayla Daviena, seorang gadis konglomerat yang hidupnya suka foya-foya. Karena sikapnya itu, sang ayah mengambil seluruh kartu kreditnya dan bahkan menyuruh Kayla untuk tinggal seorang diri di kos-kosan sederhana di tengah kota! Hidup pas-pasan, tunggakan yang numpuk, piring belum di cuci, semuanya datang bertubi-tubi tanpa henti dalam hidup gadis itu. Siapa sangka ia tiba-tiba bertemu cowok aneh super menyebalkan yang tinggal di sebelah kosnya, dan mendadak di cowok itu memacari dirinya tanpa aba-aba! Apa yang akan terjadi dengan mereka selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dya Veel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dengkulmu!

Kayla menelan ludahnya yang terasa kesat. Rasa senang yang tadi sempat membuncah di dadanya mendadak menguap begitu saja, berganti dengan rasa waswas yang perlahan merayap di tengkuknya.

"Nggak mungkin salah alamat, kan jelas-jelas Bu Arin tadi panggil nama gue kencang banget," gumam Kayla pelan dengan dahi berkerut dalam.

Dengan tangan yang sedikit gemetar, Kayla kembali mendekat ke arah kasur. Ia berlutut di tepi ranjang, lalu membongkar kembali isi totebag kain hitam itu dengan jauh lebih teliti. Ia merogoh setiap sudut dan sela-sela tumpukan makanan di dalamnya, berharap bisa menemukan nota belanja atau secarik kertas coretan yang bisa menjelaskan siapa sebenarnya si pengirim misterius ini.

Sampai akhirnya, jemari Kayla menyentuh sebuah benda tipis yang terselip di saku bagian dalam tas kain tersebut. Sebuah amplop putih kecil dengan bahan kertas yang terasa tebal dan mewah saat disentuh.

Kayla menarik amplop itu keluar dengan pelan. Jantungnya mendadak berdegup dua kali lebih cepat dari biasanya. Di bagian depan amplop tersebut, tertera nama lengkapnya yang dicetak rapi menggunakan ketikan komputer, Kayla Daviena.

"Beneran buat gue..." bisik Kayla dengan bulu kuduk yang mulai meremang ringan.

Ia membuka perekat amplop itu dengan gerakan hati-hati. Di dalamnya, tidak ada surat panjang lebar yang ditulis di atas kertas polio. Hanya ada selembar kartu nama tebal berwarna hitam legam dengan cetakan tinta emas yang berkilau di bawah temaram lampu kamarnya. Sebuah nama yang tertera di sana langsung membuat mata Kayla membelalak sempurna, tak mampu berkedip.

David William - Chief Executive Officer of William Group.

Napas Kayla tercekat di tenggorokan. Layar laptopnya yang masih menyala di atas kasur seolah sedang mengejeknya, menampilkan lembar artikel dengan foto wajah pria paruh baya yang sama persis dengan nama yang tertera di kartu mewah tersebut.

Dengan jemari yang semakin dingin, Kayla membalik kartu nama itu. Di bagian belakang yang berwarna putih bersih, terdapat sebaris tulisan tangan singkat yang digoreskan dengan tinta hitam pekat. Tulisannya tampak begitu tegas, kaku, dan terasa dingin saat dibaca:

"Terima kasih sudah mengantar anak saya pulang semalam. Anggap ini sebagai upah kecil atas bantuan Anda. Tapi setelah ini, tolong tahu batasan Anda sendiri. Jangan pernah mencampuri urusan yang bukan porsi Anda."

Deg.

Kartu nama di tangan Kayla rasanya mendadak berubah menjadi sangat dingin. Kamar kosnya yang berukuran minimalis itu seketika terasa semakin sunyi dan menghimpit. Pria paruh baya yang semalam ia lihat menampar Juna dengan kejam di pinggir jalan raya, pria berkuasa yang baru saja ia baca skandal kekerasan rumah tangganya di internet, ternyata sudah tahu segalanya. Pria itu tahu siapa nama lengkapnya, tahu di mana kamar kosnya berada, dan tahu persis apa yang ia lakukan semalam.

Kayla terhenyak, ia kembali menatap totebag itu. Namun rupanya ada satu amplop lagi di dalam sana. Amplop putih yang terlihat lebih besar dan tebal!

Gadis itu merogoh amplop itu dengan cepat, begitu ia membuka benda itu dirinya terkejut luar biasa. Tumpukan uang merah berjejer rapi di dalam amplop itu!

Satu, dua, tiga, empat. Kayla menghitung dalam hati, sesekali memastikan apakah uang itu palsu atau bukan. Ada 10 juta di dalam sana! Pantas tebal sekali, pikir Kayla.

"Gila ni bapaknya Juna! Banyak bener dia kasih duit, edan!"

"Di kira gua pejabat berpengaruh gitu yang bisa di sogok," gumam Kayla.

Kayla semakin bingung, entah kini dia harus menyimpan barang-barang ini atau lebih baik membuangnya? Tapi sayang sih, ini mah bisa buat makan seminggu ke depan!

Beberapa saat berlalu, Kayla memutuskan untuk membuang barang-barang itu. Ia bisa saja semakin ketakutan jika menyimpan pemberian dari ayah Juna di dalam kamarnya.

Dengan langkah pelan Kayla mengendap-endap berjalan menyusuri lorong menuju gerbang halaman depan. Setelah memastikan Bu Arin tidak ada disana, Kayla dengan cepat membuka pintu gerbang kemudian menaruh totebag hitam itu di dalam tong sampah.

Baru saja berbalik, tiba-tiba muncul seseorang yang tak asing di belakang Kayla. "EH ASTAGFIRULLAH YA ALLAH?!?!"

Rupanya itu Raka, cowok menyebalkan itu. Ia berdiri di samping gerbang sambil menata tingkah Kayla yang masih terlihat ketakutan seperti buronan.

"Apaan tuh di buang?" tanya cowok itu.

Kayla memutar kedua matanya malas, ia hendak kembali masuk ke dalam namun laki-laki itu malah menghalangi jalannya.

"Ih, minggir ngga lo?!" ucap Kayla ketus.

Raka kini malah melentangkan kedua tangannya, membuat Kayla semakin tak punya jalan untuk masuk ke dalam. Ia tersenyum jahil.

"Lo kan belum jawab pertanyaan gua," ucap Raka enteng.

"Hello?! Emang penting ya buat lo? Kalau lo penasaran ya buka aja tuh sampah gue di dalam tong sampah!" balas Kayla kesal.

"Bukan soal sampah lo, pertanyaan gua tadi pagi," ucap Raka.

Kayla terdiam. Wah dasar nih anak! Bisa-bisanya masih menanyakan hal itu! Gadis itu menggigit bibirnya dan berkacak pinggang, melayangkan tatapan tajam kepada Raka.

"Yang pertama, gua ngga wajib ngasih tahu alasan gue ke lo!"

"Yang kedua, lo juga ngga punya kepentingan soal gue dan Juna!"

"Yang ketiga, mending lo minggir dari sini atau bentar lagi gue tendang lo dengan tendangan maha dasyat gue!" ancam Kayla.

Raka tidak langsung menyingkir. Mendengar rentetan ancaman dari Kayla, cowok itu malah terkekeh pelan, sama sekali tidak merasa terintimidasi oleh wajah galak gadis di hadapannya. Ia menurunkan kedua tangannya lalu melipatnya di depan dada, menatap Kayla dengan binar jenaka yang semakin menjadi-jadi.

"Oke, gua emang nggak punya kepentingan. Tapi kalau gua iseng bisik-bisik ke Bu Arin soal lo yang seharian ini bolak-balik ke kamar Juna pakai baju polkadot sambil bawa sereal, kira-kira gimana ya kelanjutan nasib lo di kosan ini?"

Mata Kayla langsung mendelik sempurna. Darahnya mendadak berdesir naik ke kepala mendengar ancaman murahan namun sangat mematikan itu. "Raka! Lo beneran mau nyari ribut sama gue, ya?!"

"Nggak nyari ribut, cuma nawarin negosiasi. Cerita dikit lah, lo ada hubungan apa sama anak SMA itu?" bujuk Raka masih dengan senyum usilnya yang sangat menyebalkan.

"Negosiasi dengkulmu!"

BUKK!

Tanpa aba-aba dan dengan gerakan secepat kilat, Kayla langsung melayangkan kaki kanannya, mengarahkan sebuah tendangan maut tepat ke arah area paling vital di antara kedua kaki Raka.

"AH?! Kayla sakit tahu!"

Raka terkejut bukan main sambil memegangi area yang baru saja kena tendangan maha dasyat itu.

"Kan udah gue bilang, minggir!" ketus Kayla puas, sama sekali tidak menunjukkan rasa bersalah sedikit pun setelah menumbangkan mangsanya dalam satu kali serangan.

Tanpa belas kasihan gadis itu berjalan begitu saja meninggalkan Raka yang masih meringis kesakitan di depan pintu gerbang sana.

"Heh! Jadi beneran lo ngga mau jalan bareng gua nih?" seru Raka dari kejauhan.

"NGGA!!"

1
Arin
Siapa tuh si Juna apa Raka?
Arin
Bagus Kayla.....kasih pelajaran buat orang kepo macam Raka.
Tapi itunya Raka gak sampai parahkan ya🤭🤭🤭🤭
Arin
Udah gak usah dengerin tuh si mantan. Cuman mau gertak aja sama kamu Kayla. Jangan mau balikan lagi ya
Arin
Hari apesmu Kayla.... memang gak boleh pindah kos-kosan.... 🤣🤣🤣🤣
Nah akhirnya ketemu Juna. Lumayan ngirit ongkos balik ke kos-kosan
Arin
Saingan Juna malah ikut kos disana juga😁😁😁. Makin seru persaingan buat menarik Kayla
Arin
Lah ibu.... orang cuman jalan berduaan diributin. Itu sebelah kamar Kayla apa kabar??? Lagi mendesah bersama..... Udah halal apa belum???? 🤭🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!