NovelToon NovelToon
Legenda Dari Masa Depan

Legenda Dari Masa Depan

Status: sedang berlangsung
Genre:Ahli Bela Diri Kuno / Time Travel / Mata Batin / Fantasi Wanita / Peramal / Konflik etika
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: R. Seftia

Dua saudari terjatuh ke sumur tua—terbangun di hutan belantara, menjadi buruan para pemburu; berusaha bertahan hidup ditengah intrik istana dan konflik asmara.

(Jika berkenan, follow Author di ig&tiktok untuk dapat melihat ilustrasi karakter dan berbagai cerita Author yang lain)
ig = @refinawriters
tiktok = @refinawriters

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R. Seftia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Senang Bertemu Denganku Lagi?

Yakin jika dirinya telah diikuti, Shu Hua memilih untuk berhenti di tempat sepi, kemudian dengan pelan ia berbalik dan kemudian melihat kepada sosok yang telah mengikutinya sejak tadi.

Shu Hua tidak mengenali siapa orang itu. Yang pasti, dia seorang pria. Shu Hua tidak bisa melihat jelas wajahnya karena tertutup topi, terlebih lagi dia menundukkan kepalanya. Dan wajar Shu Hua tak bisa melihat.

Namun yang lebih penting daripada itu, saat Shu Hua berhenti, pria itu juga berhenti, padahal jalanan masih luas, Shu Hua sengaja berdiri ke pinggir, memberikan akses kepada pria itu untuk melanjutkan perjalanannya. Tetapi, saat itu dia tidak bergerak sedikitpun, dan bukti itu sudah sangat cukup bagi Shu Hua untuk menyimpulkan jika pria itu memang mengikuti dirinya sejak awal.

"Jika memang ingin berjalan biasa, kamu pasti sudah lewat dari tadi saat aku berikan kamu akses untuk lewat. Tapi sepertinya kamu tidak punya keinginan untuk lewat dan itu artinya sejak awal kamu memang sengaja mengikutiku?"

Mengingat jika Yu Xuan melarang dirinya untuk menujukkan kemampuannya sembarangan, Shu Hua pun tidak melakukannya walaupun tampaknya saat itu ia benar-benar butuh senjata.

Namun untung saja saat itu di dekat Shu Hua ada kayu yang bisa ia gunakan sebagai senjata; Shu Hua tanpa rasa takut langsung mengarahkan kayu itu kepada pria misterius di depannya.

Pria itu sama sekali tidak bergerak, bahkan saat Shu Hua terus memintanya untuk pergi, atau setidaknya buka topi yang saat itu menghalangi Shu Hua untuk melihat wajah pria itu.

"Sebenarnya apa yang kamu inginkan? Jika tidak ingin melakukan apa-apa... pergilah! Dan jika melakukan sesuatu, lawan aku sekarang! Jangan berdiam diri seperti patung begitu! Atau... bolehkah aku saja yang pergi?" Shu Hua lelah harus meladeni pria yang aneh itu.

Saat itu Shu Hua tidak boleh buang-buang waktu. Bahkan saat ini Shu Hua belum berhasil mendapatkan informasi apapun. Dan semua itu terjadi karena pria aneh di depan matanya ini tidak mau membiarkan Shu Hua pergi, atau bahkan dia tidak mau melawan Shu Hua.

"Menyebalkan! Aku benar-benar sudah tidak sabar lagi!" Shu Hua yang memiliki kesabaran yang bahkan jauh lebih tipis dibanding dengan tisu, menggerakkan tangannya dengan pengendalian energi yang jauh lebih terkontrol; dan semua ini berkat latihan keras yang diberikan oleh Yu Xuan.

Dengan hanya menggerakkan tangannya, Shu Hua berhasil membuka topi yang melindungi wajah pria itu. Dan saat topi itu terbuka, barulah Shu Hua bisa melihat dengan jelas siapa wajah dibalik topi itu.​

Ternyata dibalik topi itu adalah Hao Lin. Sejak tadi dia terus mengikuti Shu Hua karena tidak yakin apakah itu benar-benar Shu Hua atau bukan karena wajah Shu Hua yang tertutup; dan saat Hao Lin ingin memberikan tes agar Shu Hua memanggil senjatanya, ternyata Shu Hua tidak melakukannya hingga membuat Hao Lin sedikit ragu untuk membuka topinya.

Namun, akhirnya semuanya terbuka sekarang!

"Hao Lin?" Shu Hua tidak terlihat senang bertemu dengan Hao Lin. Berbeda saat ia bertemu dengan adik Hao Lin, Xiao Yan.

Dan berbeda juga dengan Shu Hua yang tidak terlalu senang karena bertemu dengan Hao Lin; Hao Lin justru merasa senang karena bisa bertemu lagi dengan Shu Hua, bahkan Hao Lin refleks memeluk Shu Hua.

Merasa tidak nyaman dengan pelukan itu, Shu Hua mendorong Hao Lin agar jauh-jauh darinya. Bagi Shu Hua, Hao Lin bukanlah hal yang baik. Dan jika bisa, Shu Hua ingin menjauh dan tidak ingin terlibat apapun lagi dengannya.

"Kenapa kamu terus mengikuti? Kamu sengaja? Ingin menangkapku dan kemudian balas dendam atas penghinaan yang aku lakukan kepada ibumu?" Shu Hua langsung berburuk sangka kepada Hao Lin, padahal Hao Lin tidak memiliki niatan seperti itu.

"Astaga, Shu Hua. Apakah menurutmu aku sejahat itu? Tidak mungkin aku melakukannya. Dan masalah penghinaan itu... jujur saja aku merasa sedikit kecewa, tapi aku juga tidak membenarkan perbuatan ibuku. Dan aku tidak punya niat untuk menangkap kamu Shu Hua. Aku hanya senang melihatmu lagi," ungkap Hao Lin.

Ketika mendengar apa yang Hao Lin katakan, Shu Hua hanya bisa tertawa.

"Kamu senang melihatmu?" tanya Shu Hua.

"Iya," jawab Hao Lin.

"Tapi aku tidak senang bertemu denganmu lagi. Jadi, jika bisa tolong biarkan aku sendiri. Jangan ikuti lagi atau akan aku pukul kamu!" seru Shu Hua; melemparkan kayu di tangannya ke arah Hao Lin, dan kemudian dengan langkah cepat Shu Hua langsung berjalan maju dengan mulut yang terus mengomel sampai tidak fokus pada jalanan di depan matanya.

Dan bahkan saat itu Shu Hua tidak sadar jika ada prajurit yang memacu kudanya dengan cepat dan tidak berniat untuk berhenti hanya karena Shu Hua; dan tepat saat Shu Hua ingin tertabrak kuda itu, Hao Lin dengan cepat menarik tangan Shu Hua dan Shu Hua pun langsung jatuh ke atas tubuh Hao Lin yang menopang tubuh Shu Hua.​

Berakhir pada posisi yang tidak nyaman, terlebih saat mata mereka saling bertemu satu sama lain. Perasaan canggung yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata.

Dan sebelum perasaan tidak enak mulai muncul, Shu Hua cepat-cepat bangkit kembali dan kemudian membersihkan pakaiannya yang kotor karena pasir di jalanan itu. Dan hal yang sama pun juga dilakukan oleh Hao Lin.

"Kamu baik-baik aja 'kan, Shu Hua?" tanya Hao Lin memastikan.

"Iya. Semua berkat kamu. Makasih banyak ya. Dan selanjutnya, jangan ikutin aku lagi!" tekan Shu Hua.

"Aku tidak akan ikuti kamu lagi, tapi boleh aku tanya sesuatu?" tanya Hao Lin.

Sebenarnya Shu Hua tidak ingin mendengarkan apapun lagi yang Hao Lin ingin katakan, tetapi mengingat Hao Lin barusan saja menyelamatkan dirinya, Shu Hua berusaha untuk berbaikan hati dan mendengarkan pertanyaan apa yang Hao Lin ingin tanyakan.

"Baiklah. Satu pertanyaan saja. Aku tidak akan menjawab lebih daripada satu pertanyaan!" tekan Shu Hua.

"Aku hanya ingin tahu; kamu dan Li Hua baik-baik saja 'kan?" tanya Hao Lin.

"Iya. Kami berdua baik-baik saja. Dan sekarang sudah 'kan? Aku akan pergi sekarang."

Baru saja Shu Hua mengambil beberapa langkah untuk menjauh dari Hao Lin,tiba-tiba perkataan Hao Lin kembali menghentikan langkah Shu Hua.

"Senang bertemu denganmu lagi. Lain kali ayo bicara lebih banyak hal. Dan sampaikan salamku untuk kakakmu! Sampai jumpa lagi!" Hao Lin berteriak dengan senyuman ceria di wajahnya.

Shu Hua bersikap dingin, tidak membalas senyuman Hao Lin dan langsung berjalan lurus tanpa melihat ke belakang lagi. Sedangkan Hao Lin pun kini hanya bisa melihat sosok Shu Hua dari belakang yang kini semakin menjauh... menjauh dan kemudian menghilang di tengah kerumunan orang ramai yang ada di pasar itu.​

-Bersambung-

1
Chen Nadari
mampir Thor
SecretS
Up lagi kak, besok aja langsung double 5 eps 😄😄😄 sekarang istirahat yang cukup aja kak, tapi cerita kakak Sungguh seru loh, oh ya Aku penasaran apa Li Hua sama Shu Hua itu anak dari orang penting kok sampek diburu terus 🙏😄😄
SecretS
Lanjut kak 😆😆😆, shu hua bakal tau ngak kalau kakak Li Hua nya pingsan, Tolong up lagi kak 🙏🙏🙏
Sungguh penasaran pasti shu hua bakal ngecincang Hao Lin dan Xiao Yan bakal kena nih 😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!