NovelToon NovelToon
Shan Luo

Shan Luo

Status: tamat
Genre:Action / Balas Dendam / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:12.8k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

“Demi ibu, apa pun akan kulakukan!”

Dianggap sampah oleh ayahnya sendiri karena tak memiliki bakat kultivasi, Shan Luo hidup dalam hinaan. Demi melindungi ibunya, ia memilih pergi meninggalkan segalanya.

Takdirnya berubah saat ia menemukan sebuah gua misterius yang menyimpan warisan terlarang: Sabit Jiwa Kegelapan.

Dengan kekuatan itu, Shan Luo bersumpah
“Aku akan membalas semua yang menghina aku dan ibuku!”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23: Barang hilang yang di maksud

Dinding batu kediaman walikota menjulang tinggi, namun bagi tiga bayangan yang kini merayap di antara celah atap, itu tak lebih dari sekadar rintangan kecil.

​Shan Luo mengenakan topeng porselen putih polos tanpa ekspresi, memberikan kesan seperti hantu yang dingin.

Di sampingnya, Han Xiao mengenakan topeng monyet yang sedang tertawa sangat kontras dengan situasi serius ini.

Sementara itu, Mo Huang menyatu dengan bayangan jubah Shan Luo, hanya sepasang mata ungunya yang sesekali berkilat di balik kegelapan.

​"Kenapa aku harus memakai topeng kain hitam ini? Ini merusak estetika wajahku," bisik Mo Huang dari balik bayangan.

​"Diamlah, Mo Huang. Jika kau terlihat, seluruh rencana ini hancur," balas Shan Luo tanpa menoleh.

​"Haha! Lihat sisi baiknya, Paman Transparan. Dengan topeng itu, kau terlihat seperti pencuri profesional, bukan sekadar pelayan pembawa daging," goda Han Xiao sambil bergelantungan terbalik di dahan pohon yang menjuntai ke arah balkon lantai dua.

​Shan Luo memberikan isyarat tangan. Mereka melompat turun ke area taman dalam yang dijaga ketat oleh pasukan berzirah perak.

Ini bukan lagi prajurit kota biasa, melainkan Pasukan Elit Bayangan Klan Shan.

Setiap langkah mereka begitu teratur, dan aura yang mereka pancarkan menunjukkan bahwa mereka adalah praktisi bela diri yang berpengalaman.

​Shan Luo merasakan getaran energi di udara. "Ada formasi pendeteksi di bawah lantai ini. Jangan menginjak batu yang berwarna lebih gelap."

​Han Xiao mengangguk, gerakannya berubah menjadi sangat ringan seperti bulu yang ditiup angin. Ia melompat di antara pilar-pilar bangunan dengan ketepatan yang luar biasa. Shan Luo mengikuti, menggunakan langkah Embun Beku untuk meminimalkan gesekan udara.

​Mereka berhenti tepat di bawah jendela besar ruangan utama yang dihiasi tirai sutra merah. Dari dalam, terdengar suara tawa yang melengking, suara yang sangat dikenal Shan Luo.

​"Jadi, kau masih belum menemukannya?"

​Suara itu berat dan penuh tekanan. Di dalam ruangan, Shan Hei sedang duduk di kursi kebesaran walikota, kakinya diangkat ke atas meja. Di depannya, Walikota Awan Merah bersujud dengan keringat dingin bercucuran.

​"M-maafkan hamba, Tuan Muda Ketiga. Kami sudah menggeledah setiap sudut kota, namun Kunci Giok Naga Hitam itu seolah lenyap ditelan bumi setelah insiden di perbatasan," ucap walikota dengan suara gemetar.

​Shan Hei memainkan sebuah belati emas di jarinya. Wajahnya yang tampan terlihat bengis. "Kunci itu adalah satu-satunya alat untuk membuka makam leluhur di perbatasan antara Tiandi dan Binghuo. Jika ayahku tahu kunci itu hilang saat dalam pengawasanku, kepalamu bukan satu-satunya yang akan dipenggal."

​Shan Hei tiba-tiba berhenti memainkan belatinya. Ia menoleh ke arah jendela, matanya menyipit tajam. "Siapa di sana?!"

​SYUT!

​Belati emas di tangan Shan Hei melesat menembus tirai dan jendela, menuju tepat ke arah mata Shan Luo.

​Dengan refleks yang telah ditempa ribuan kali, Shan Luo memiringkan kepalanya. Belati itu melewatinya hanya berjarak beberapa milimeter, memotong beberapa helai rambutnya sebelum menancap dalam di batang pohon di belakangnya.

​"Sial, dia sadar!" bisik Han Xiao.

​"Pergi!" perintah Shan Luo.

​Pintu balkon meledak terbuka. Shan Hei melompat keluar dengan aura emas yang membumbung tinggi dari tubuhnya.

Matanya yang tajam menyapu area taman, namun yang ia lihat hanyalah tiga bayangan yang sudah melompat jauh ke arah atap luar.

​"Pengejar Bayangan! Kejar mereka! Jangan biarkan tikus-tikus itu lepas!" teriak Shan Hei.

​Sepuluh prajurit elit klan Shan melesat mengejar. Terjadi aksi kejar-kejaran di atas atap Kota Awan Merah.

Shan Luo memimpin di depan, gerakannya efisien dan cepat. Mo Huang sesekali muncul dari bayangan untuk menendang prajurit yang terlalu dekat, membuat mereka terjatuh dari atap dengan teriakan tertahan.

​Setelah berhasil menjauh dan bersembunyi di dalam gang sempit yang gelap, mereka melepas topeng masing-masing.

Napas Shan Luo stabil, namun matanya memancarkan kemarahan yang tertahan.

​"Kunci Giok Naga Hitam," gumam Shan Luo. "Jadi itu barang yang mereka cari."

​"Makam leluhur klan Shan ... sepertinya mereka sedang merencanakan sesuatu yang besar untuk memperkuat posisi klan di benua ini," tambah Mo Huang, kini ia sudah kembali ke wujud aslinya yang santai.

​Han Xiao menyandarkan tubuhnya ke dinding, wajah bodohnya kembali muncul. "Wah, Shan Hei itu lumayan juga. Refleksnya hampir secepat aku saat melihat bakpao gratis. Tapi Shan Luo, dia sudah mencurigai kita. Besok seluruh kota ini pasti akan dipenuhi poster wajah kita, maksudku, poster orang bertopeng."

​Shan Luo menatap lencana emas yang tadi ia ambil dari pendekar sombong di kedai. "Biarkan saja dia curiga. Justru itu yang kuinginkan. Jika dia tahu kunci itu hilang, dia akan menjadi tidak stabil. Dan saat dia tidak stabil, itulah saat paling tepat untuk mematahkan sayapnya."

​"Apa rencanamu selanjutnya?" tanya Han Xiao sambil mengunyah sisa roti yang entah sejak kapan ada di kantongnya.

​Shan Luo menatap ke arah kediaman walikota yang kini terlihat terang benderang oleh obor para penjaga. "Kita akan mencuri kunci itu sebelum mereka menemukannya. Jika klan Shan sangat menginginkannya, maka aku akan memastikan benda itu menjadi batu nisan bagi Shan Hei di kota ini."

​Malam itu, di tengah kegaduhan pencarian para prajurit klan Shan, Shan Luo dan tim kecilnya mulai merancang rencana yang jauh lebih berbahaya.

Mereka tidak hanya akan membereskan Shan Hei, tapi juga akan mengambil apa yang paling berharga bagi klan yang telah membuangnya.

1
Ajipengestu
lanjut thor👍
Iwa Kakap
ribet amat thor
Beni: itu cuma penjelasan naik ranah sama kesulitannya aja. gak perlu di pikirin hehe. /Pray/
total 1 replies
angin kelana
ayooooo jdi juara💪💪💪
Beni
oke... 😐
Beni
😛
Beni
/Hunger//Sweat/
Beni
😐
Beni
oke... 😐
angin kelana
semangat bertarung💪💪💪
angin kelana
anak baik👍
angin kelana
semangaaat menjadi kuat..
angin kelana
ayo buktikan kekuatanmu💪💪💪
angin kelana
ayoooo lebih kuat lg
angin kelana
lanjuuuttt...
angin kelana
kalo untuk pengenalan bole lah pake english tpi ke depannya gak usah ajah ini kan fantasi timur bukan barat..lanjut👍
Beni: nanti di revisi ya, terima kasih/Pray/
total 1 replies
angin kelana
lanjuuuttt..
angin kelana
dunia yg kejam.😬
Beni
😐
Jade Meamoure
bagus 🤣🤣🤣
Jade Meamoure
Yan Bingchen bukankah itu patriarki sekte es ya
Beni: Pendekar es dan api
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!