NovelToon NovelToon
Rahasia Yang Kau Bawa

Rahasia Yang Kau Bawa

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Bad Boy / Cintamanis
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: wiwi

Keisha lari membawa rahasia hidupnya. Lima tahun ia bersembunyi, berpikir tak ada yang akan tahu. Tapi Arsen tidak pernah berhenti mencari. Ketika mereka bertemu kembali, dunia Keisha gemetar. Pria itu datang bukan untuk membenci, tapi untuk menuntut haknya sebagai seorang ayah dan ingin memiliki Keisha sepenuhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SATU RUMAH, DUA KEPALA BATU

BAB 26 — SATU RUMAH, DUA KEPALA BATU

Pagi itu Keisha bangun dengan niat yang sangat sederhana:

Menjalani hari dengan normal.

Tanpa Arsen.

Tanpa gangguan.

Tanpa pria menyebalkan yang merasa semua pintu di dunia ini bisa dibuka seenaknya sendiri.

Dengan wajah yang masih segar dan penuh harapan baru, ia turun menuju dapur.

Dan... ia membeku total di tangga.

Di sana, tepat di depan kompor, berdiri Arsen.

Pria itu sedang memakai celemek masak milik ibunya yang berwarna pink cerah, sedang sibuk membalik telur dadar di wajan.

Keisha menatap pemandangan itu kosong selama tiga detik penuh.

“Aku pasti masih tidur ya?” gumamnya pelan.

Ibunya keluar dari gudang sambil membawa piring bersih.

“Enggak, Nak. Dia sudah datang jam enam pagi tadi.”

“BU?!”

“Ya iyalah, Ayahmu yang ajak dia jogging bareng tadi.”

Keisha menoleh cepat ke arah halaman depan.

Benar saja. Ayahnya sedang tertawa lebar sambil mengawasi Leo yang naik sepeda kecil, sementara sosok yang seharusnya duduk di kursi CEO kantor... kini sedang sibuk menjadi koki dadakan.

Dunia Keisha rasanya sudah rusak total.

 

“Apa yang kamu lakukan di dapurku?!” tanya Keisha tak percaya.

Arsen membalik telur dengan tenang dan ahli.

“Memasak.”

“Kamu bisa masak?”

“Sekarang bisa.”

“Terus kenapa pakai celemek bunga-bunga gitu?!” cibirnya sambil menunjuk kain pink bergambar stroberi yang melilit di pinggang pria itu.

Arsen melirik celemeknya dengan wajah datar.

“Ibumu yang memaksa. Katanya biar bajunya tidak kotor.”

Ibunya langsung menyela dari samping dengan wajah bangga.

“Cocok kok! Gagah-gagah manis!”

Keisha menahan tawa sekuat tenaga.

Ini pertama kalinya ia melihat Arsen tampak kalah dan tidak berdaya. Lucu sekali.

 

Saat sarapan tiba, meja makan dipenuhi hidangan yang cukup mewah untuk ukuran pagi hari.

Telur dadar tebal.

Roti panggang hangat.

Buah potong segar.

Susu hangat.

Leo makan dengan lahap dan semangat empat nol.

“Enak banget! Papa masak enak!” serunya dengan mulut penuh.

Keisha mencibir pelan.

“Pasti dia pesan catering terus diatur biar kelihatan kayak masak sendiri.”

“Eh enggak ah! Ibu lihat sendiri dia yang goreng, dia yang aduk!” bantah ibunya cepat.

Pengkhianatan lagi dan lagi.

Arsen menatap Keisha sambil menuangkan teh.

“Kamu belum coba.”

“Aku tidak lapar.”

PRUUT...

Tepat saat itu juga, perut Keisha berbunyi keras memprotes kelaparan.

Leo langsung tertawa terbahak-bahak melihat tingkah ibunya.

 

Setelah sarapan selesai, Keisha bersiap pergi ke studio desain.

Hari ini ia harus benar-benar fokus bekerja, tidak boleh diganggu oleh urusan hati.

Begitu keluar kamar dengan tas di bahu, Arsen sudah duduk rapi di ruang tamu menunggunya seperti sopir pribadi.

“Ayo.”

“Aku bisa sendiri.”

“Aku antar.”

“Tidak usah, Arsen!”

“Aku sudah cancel taksimu tadi.”

Keisha memejamkan mata panjang menahan emosi.

“Kamu ini psikopat ya?”

“Efisien,” jawabnya singkat.

 

Di dalam mobil, suasana terasa tegang namun tidak seberat biasanya.

Keisha diam menatap keluar jendela.

Arsen menyetir dengan santai namun tetap terlihat gagah.

“Kamu akan marah sampai kapan?” tanya pria itu memecah keheningan.

“Sampai kamu berhenti mengatur hidupku.”

“Tidak mungkin.”

“Kenapa?”

Arsen menoleh sekilas, tatapannya lembut.

“Karena aku suka... melihat kamu hidup baik dan terawat.”

Jawaban itu membuat Keisha kehilangan kata-kata seketika.

Ia sangat membenci saat pria itu bicara dengan nada tenang tapi kalimatnya bisa menghantam jantung sekeras ini.

 

Sesampainya di studio, Nadia langsung menyeret Keisha ke pojokan.

“Sha! Pria mimpi burukmu itu datang lagi?!”

“Sayangnya iya.”

“Dia itu paket lengkap sih: kaya, ganteng, posesif, tapi kayaknya emang gila beneran.”

“Terima kasih atas rangkumannya yang akurat,” sahut Keisha pasrah.

Tiba-tiba Rio datang membawa dua gelas kopi.

“Pagi semuanya.”

Ia menyodorkan satu gelas tepat ke hadapan Keisha.

“Buat kamu. Tadi pesan sekalian.”

Sebelum tangan Keisha sempat menyentuh gelas itu, tangan lain lebih cepat menyambarnya.

Arsen.

Pria itu menatap label pada gelas itu sejenak, lalu mengembalikannya ke hadapan Rio dengan wajah datar.

“Terlalu manis. Dia suka less sugar.”

Rio berkedip beberapa kali bingung.

Keisha rasanya ingin pingsan saja di tempat karena malu.

 

Rio berusaha tetap bersikap santai dan profesional meski suasananya mendadak jadi seperti area berbahaya.

“Mas Arsen, ya?”

“Ya.”

“Saya Rio, rekan kerja Keisha.”

“Aku tahu.”

Nada bicara Arsen yang datar dan dingin itu terasa seperti pagar listrik yang menyengat.

Rio tersenyum tipis mencoba mencairkan suasana.

“Kami akan masuk meeting sebentar, mungkin agak lama.”

“Aku tunggu di sini.”

“Tapi bisa jadi sampai sore lho.”

“Aku sabar.”

Keisha mendongak menatap langit-langit ruangan.

Kenapa hidupnya rasanya seperti sinetron premium dengan budget tak terbatas sih?

 

Dua jam kemudian, meeting selesai.

Keisha keluar ruangan dengan kepala yang terasa pening memikirkan detail desain.

Dan apa yang dilihatnya?

Arsen masih duduk di lobby, kini sibuk bekerja dengan laptopnya sambil menerima telepon bisnis dengan serius, seolah-olah tempat itu adalah kantor cabang perusahaannya sendiri.

Begitu melihat Keisha, ia langsung menutup laptopnya dan berdiri.

“Selesai?”

“Kamu... benar-benar nungguin dari tadi?”

“Ya.”

“Kenapa sih repot-repot?”

“Aku bilang kan... aku sabar.”

 

Di perjalanan pulang, langit mendung dan tiba-tiba hujan turun dengan sangat deras.

Jalanan macet total, mobil bergerak pelan sekali.

Keisha menatap rintik air yang membasahi kaca jendela.

Suasana di dalam mobil mendadak menjadi sangat tenang dan hening.

Untuk pertama kalinya sejak lama, mereka duduk berdampingan tanpa saling marah atau mencibir.

“Apa kamu bahagia selama lima tahun itu?” tanya Arsen tiba-tiba.

Keisha menoleh.

“Apa?”

“Di Kanada. Waktu jauh dari sini.”

Keisha terdiam lama, memikirkan jawabannya.

“Capek. Sangat capek. Dan sering takut. Tapi... Leo membuat semuanya terasa layak dijalani.”

“Dan soal aku? Kamu anggap apa?”

“Kamu... cuma masa lalu.”

Arsen mengangguk pelan, seolah menerima jawaban itu.

Namun tangan kanannya yang memegang setir terlihat menggenggam sedikit lebih keras dari biasanya.

“Kalau begitu... kenapa kamu masih gemetar setiap kali aku dekat?”

Keisha tercekat.

Dadanya berdegup kencang.

Karena pria itu benar. Itu fakta yang tak bisa ia dustakan.

 

Saat sampai di rumah, terjadi masalah baru.

Listrik padam total karena hujan deras dan angin kencang.

Seluruh rumah gelap gulita.

Ibunya panik di dapur takut masakan basi.

Ayahnya sibuk mencari senter kemana-mana.

Leo justru bersorak kegirangan seolah ini adalah pesta kejutan.

“Wah! Malam petualangan!”

Arsen tidak banyak bicara. Ia langsung bergerak sigap.

Menyalakan lampu emergency dari mobil dan membawanya masuk.

Membantu ayahnya mengecek meteran listrik.

Mencari lilin dan korek api.

Bahkan mengangkat galon air besar ke dapur tanpa diminta.

Tanpa gaya. Tanpa pamrih.

Keisha berdiri di tengah ruangan yang remang-remang sambil memperhatikan pria itu bekerja.

Pria itu selalu datang seperti badai yang mengacaukan segalanya.

Namun anehnya...

Saat keadaan sedang kacau balau, justru dialah orang yang paling tenang dan bisa diandalkan.

 

Malam itu mereka akhirnya makan malam dengan penerangan lilin yang romantis dan hangat.

Leo tertawa-tawa sambil bercerita hal-hal seram yang ia tahu (padahal kebanyakan bohong).

Ibunya tersenyum lebar melihat keramaian ini.

Ayahnya santap dengan lahap.

Arsen duduk di samping Leo, sesekali membantu mengambilkan makanan untuk anak itu.

Keisha menatap pemandangan di hadapannya ini cukup lama.

Dan ia sadar akan satu hal yang paling menakutkan bagi dirinya saat ini:

Pemandangan ini terasa begitu benar.

Seolah memang seharusnya begini adanya.

Seolah mereka memang sebuah keluarga utuh.

 

Setelah Leo tertidur pulas, Keisha keluar ke teras depan.

Hujan masih belum reda, udaranya dingin dan segar.

Tiba-tiba seseorang datang mendekat. Arsen.

Ia membawa satu cangkir teh hangat dan menyerahkannya pada wanita itu.

Keisha menerimanya tanpa protes sedikit pun.

Sebuah kemajuan kecil yang besar.

“Kamu sedang melunak nih ya?” goda Arsen sambil bersandar di tiang teras.

“Jangan besar kepala dulu.”

“Tadi kamu tidak marah aku masih ada di rumah sampai malam.”

“Aku cuma lelah melawanmu.”

“Aku akan tunggu... sampai kamu tidak lelah lagi.”

Keisha menoleh pelan menatap profil wajah pria itu di bawah cahaya lampu jalan yang remang.

“Kamu selalu sekeras ini sama semua orang?”

“Tidak.”

“Terus kenapa cuma sama aku?”

Arsen menatap derasnya hujan yang turun, suaranya pelan namun tegas.

“Karena... cuma kamu yang bisa membuatku merasa takut kehilangan.”

Jantung Keisha berdetak kacau lagi di dalam dadanya.

Pria ini... benar-benar tidak tahu cara bermain adil.

Bersambung...

1
Yunes
Yaaa abis😭😭😭😭
wiwi: tunggu updatenya Kak
total 2 replies
Yunes
Cie cie bau2 nikah nich😍😍😄
Yunes
Wow😍😍😍
Yunes
MasyaAllah aq suka aku suka 😍😍😍💪💪
Yunes
Lanjut Thor kereeennn
Yunes
Alhamdulillahi 😍😍 Happy with ur Son
Yunes
😍😍😍💪💪
Yunes
Semangat Thor😍💪💪
Yunes
😭😭😭
Yunes
Mudah2 an tidak hamli amiiiin🤭
Lasmin Alif nur sejati
ceritanya bagus Thor, tapi kadang bingung, alurnya maju mundur apa gimana ini ya, kemarin sudah ada Aluna sekarang cuma ada leo
wiwi: makasih kak
total 3 replies
Erna Wati
ayolah keisha masak kamu LBH percaya sama org lain dari pada suami mu buka mata kamu keisa KLO Kevin itu org jahat
wiwi: iyaa nih kak, padahal kan kita harus lebih percaya suami😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!