NovelToon NovelToon
Santet Kemaluan

Santet Kemaluan

Status: tamat
Genre:Horor / Iblis / Misteri / Tamat
Popularitas:362.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: novita jungkook

Aina memutuskan untuk meminta cerai dari sang suami karena tidak sanggup untuk hidup berumah tangga dengan Darno lagi, Darno memang tidak berselingkuh namun segala sikap yang dia miliki begitu buruk serta sangat kasar sekali.

ekonomi mereka juga sangat turun sehingga membuat Aina begitu bingung untuk menghadapi ini semua, belum lagi mertua yang selalu ikut campur dalam urusan rumah tangga mereka, membuat Aina gelap mata dan memutuskan untuk bercerai.

namun belum sempat itu terjadi malah kejadian mengerikan terjadi pada wanita cantik itu, Aina mendadak saja sakit pada kemaluan dan mengeluarkan ulat berwarna putih yang berjumlah begitu banyak.

Apa terjadi pada Aina?
mengapa mendadak saja Aina menderita penyakit seperti itu?

ikuti terus kisah mereka di cerita Novita Jungkook.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7. Keluar darah

Setelah ditenangkan sedikit oleh Pak RT maka akhirnya pak Seno memutuskan untuk pulang ke rumah dan tidak memperpanjang masalah ini, dia juga sudah sangat yakin untuk memisahkan Aina dan Darno dan dia sendiri yang akan membiayai perceraian antara anaknya dan sang menantu, sebab sekarang dia sudah melihat sendiri bagaimana buruk tabiat Darno itu.

Untuk apa juga diteruskan bila tidak ada kecocokan di antara mereka berdua dan justru Aina yang semakin tersiksa setiap hari, mungkin memang benar bahwa akhirnya mereka memilih untuk berpisah dan tidak ada lagi cekcok dalam rumah tangga ini, maka Pak Seno memutuskan untuk pulang ke rumah lalu mengabaikan itu semua.

Namun sekarang para warga sudah mengetahui kejadian yang telah menimpa antara Darno dan juga Aina, mereka sebelumnya tidak mengetahui bahwa pasangan itu akan berpisah karena memang Aina yang sudah tidak ingin mempertahankan rumah tangga tersebut, tapi karena kejadian ini maka seluruh warga jadi mengetahui dan mereka memiliki pikiran masing-masing.

Jelas saja mereka memiliki pikiran sendiri karena orang yang begitu banyak sehingga pikiran mereka tentu saja semua berbeda, ada yang membela Darno namun ada juga yang membela Aina saat mereka dulu mengetahui bagaimana kehidupan rumah tangga mereka berdua, jadi ada yang menghujat dan ada juga yang membela.

Kalau untuk tinggal di kampung tentu saja itu adalah hal yang biasa dan tidak perlu untuk diragukan lagi, ada kabar sedikit saja yang sangat mencolok maka mereka tidak akan pernah berhenti untuk membahas, terlebih lagi ini adalah kabar baru sehingga mereka semua pasti akan sangat semangat untuk membicarakan masalah itu.

"Astaga aku sama sekali tidak menyangka kalau mereka berdua akan berpisah." tutur Mai.

"Ya kalau memang Aina telah berselingkuh lalu untuk apa juga mereka mempertahankan rumah tangga itu." sahut Marni.

"Heh kau tidak boleh langsung mengatakan seperti itu karena kita tidak tahu juga." Mai tidak setuju dengan ucapan Marni.

"Betul, terlebih lagi selama ini kita juga tahu bahwa Aina seringkali kerja keras sendirian." sambung Diana.

"Aku jujur saja kadang merasa kasihan ketika dia menjadi buruh di tempat orang berpanas-panasan seperti itu, demi uang upah dia rela melakukan apa saja." ujar Mai kembali.

"Tapi dia bisa saja berselingkuh karena tidak ingin hidup miskin dan sekarang pria itu mau membiayai hidup dia." Marni tetap saja menuduh.

"Kau ini selalu saja menuduh orang seperti itu tanpa mengetahui bukti yang jelas." Mai sangat kesal kepada sang adik.

"Banyak kok kejadian seperti itu sehingga mungkin saja Aina nekat karena tidak sanggup lagi hidup miskin." ucap Marni sangat meyakini hal tersebut.

Mai dan Diana memilih untuk diam saja karena mereka tidak ingin berdebat tentang hal itu, sebab mereka juga masih belum mengetahui secara pasti sehingga tidak perlu untuk berdebat pada hal yang tidak penting, semakin mereka pikirkan maka semakin rumit saja dan itu bukan urusan mereka untuk terus ikut campur.

"Entah mengapa tapi aku setuju kalau Aina berpisah saja dari Darno itu." Diana berkata pelan.

"Ih berarti secara tidak langsung kau mendukung perselingkuhan yang dilakukan oleh Aina." Marni terlihat begitu kaget.

"Kau ini, Aina belum tentu berselingkuh dan kau sudah sangat yakin mengatakan tentang hal itu!" Mai jadi bertambah kesal kepada sang adik.

"Lalu apa yang membuat dia semakin yakin untuk meninggalkan Darno bila Dia tidak memiliki orang lain?" Marni menatap mereka berdua.

"Kan sudah dibilang bahwa dia tidak sanggup lagi untuk hidup bersama Darno, mungkin saja selama ini Danu juga tidak pernah memberi perhatian kepada dia." tutur Diana.

Marni hanya membuang muka dengan wajah mengejek karena dia tidak percaya dengan hal itu dan kepercayaan dia adalah bahwa Aina telah berselingkuh, jadi semakin yakin bahwa Aina memang ingin berpisah karena ada orang lain di dalam hidup dia, Diana dan Mai tidak bisa memaksa Marni untuk percaya dengan mereka.

...****************...

"Aduuuh sakit sekali perut ku." Aina mengeluh ketika ada di dalam kamar mandi.

"Masa mau halangan ya, atau karena dia telah melakukan dengan sangat brutal tadi?" Aina kepikiran karena memang terasa begitu sakit pada bagian bawah.

"Kurang ajar sekali dia, selama ini aku sudah bertahan dan kali ini memang aku tidak sanggup lagi." Aina berkata dengan air mata menetes.

Teringat bagaimana perlakuan Darno sebelum dia pergi dari rumah itu, semakin diingat maka terasa semakin sakit dalam hati Aina sehingga dia memutuskan untuk melupakan ini semua tanpa ada mengingat sama sekali di dalam hati ini, tekan untuk berpisah juga semakin kuat karena dia tidak ingin bersama dengan pria yang sepanjang hidup hanya mementingkan diri sendiri.

"Yah sepertinya aku halangan ini." Aina menatap kloset yang tampak berwarna merah.

Byuuuur.

Byuuuuur.

"Kau tidak apa-apa, Ai?" Wiwin berteriak dari luar karena Aina sangat lama di dalam kamar mandi.

"Iya, cuma agak sakit karena halangan saja ini." jawab Aina.

"Halangan atau kau pendarahan karena tadi mengalami kekerasan?!" Wiwin agak kaget dan mendekati kamar mandi.

"Enggak kok, cuma halangan biasa saja." jawab Aina karena memang darah yang keluar tidak seberapa banyak.

Wiwin sedikit lega setelah mendengar hal itu karena tadi dia sempat cemas bila ternyata Aina mengalami pendarahan, untung bila memang hanya halangan biasa dan dia tidak mempermasalahkan lagi tentang hal itu, terlebih lagi Wiwin juga menyadari bahwa mungkin saja Aina sedikit syok dengan masalah yang sedang dia hadapi itu.

"Pucat sekali wajah mu." Wiwin menatap Aina yang baru keluar dari dalam kamar mandi.

Aina mengusap wajah sedikit karena dia memang merasakan dingin yang tidak biasa, setelah bercermin maka dia baru menyadari bahwa wajah ini memang terlihat begitu pucat seolah tidak memiliki darah sama sekali, namun Aina tidak memikirkan hal itu karena beranggapan bahwa mungkin saja ini adalah efek dari rasa takut serta marah yang sedang dia hadapi.

"Mau di kompres es enggak memar mu itu?" tanya Wiwin.

"Nanti saja lah, aku rasanya ingin rebahan dan istirahat." Aina berkata sambil menuju kamar.

"Apa tidak makan dulu?" tegur bu Putri ketika melihat putri dia.

"Nanti saja, Bu! aku mau istirahat saja dulu biar agak enakan sedikit badan ku." tolak Aina

Bu Putri juga tidak memaksa karena dia menyadari bahwa mungkin saja Aina masih begitu sedih dengan masalah yang dia hadapi, lebih baik untuk memberikan sedikit ruang agar Aina bisa menenangkan diri terlebih dahulu dan ketika pikiran sudah anteng makan mereka bisa membahas bagaimana kelanjutan masalah ini.

Selamat siang besti, yok like dan komen kalian semua.

1
farika
kisahnya apikkkk poull
Dewi
Sudh psyi gk akn da prubhan dr darno dia aj hk mnyesal sm skli sudh jhat sm aina..
Dewi
😅😅rsakan tuh sudh tau mb pur org yg bisa bca pkiran dia mau bntu org yg pnts di bantu.. eh sudh mnta bntu songong lgi..
Dewi
😅😅kaget gak tuh psti bru mkir pntesan slma ini mb our gk suka sma dia krn sudh bca pkiran jhatmu
Dewi
nah baru tau kan kau katiyem klo brhdpan sm mb pur kau gk bisa brbohong
Dewi
biar darno trsiksa kya ps kmu di santet aina.. klo lgsg mati ya seneng tuh si darno mlahan..
Dewi
Sabar aina biar dia mnderita dan mati dgn sendri nya
Dewi
Apa gk da wrga yg lewt ya smpai tuh myt dkun mau membusuk
Dewi
Gimna rsanya ktkutan slah sendri itu ulahmu dan ankmu bu bu
Dewi
nah tuh rskan katiyem ankmu gk da baikny kmu ngrsain kan hsil ddikanmu..
Dewi
Dukun yg di mksd darno yg sudh di bunh mahrani sm nana kan
Rahma Hidayati
aku ketawa sampe ngik ngik,,,ketika aina meremas,,nyoooot🤣
Dewi
takut takuti aja mreka aina gpp yg ornh ikut bicrain kmu😅hnya di takuti saja ya
Dewi
😅aina usil gpp si stdkny mreka yg prnh iku bicrain kmu tau takut aina
Dewi
smoga dinda minta maaf dgn tlus aina bisa memaafkn mu dinda jdi kmu gk jdi korban kaya 2 temen mu
Dewi
bu putri kalo trllu baiknya apa kmu gk emosi liat ank mnderita.. boleh baik bu tpi da rsa kesal wajar bu.. untk ikhls dan memaaf kan org lain tuh psti butuh wkatu jg buat hati berdamai..
Dewi
bilng aja mb pur itu blsan dr aina biar tuh katiyem sm darno tau.. jdi mb pur gk prlu bantu buat alsan krn memng mreka yg salah
Dewi
Nah betul mb pur biar tuh katiyem sm darno mrsakan putus asa org gk da rsa pnyeslan sudh buat aina mnderita dan meninggl
Elsa Devika
top👍🏻❤️❤️
Pandra Tour
ga ngerti ini maksudnya typo atau apa ya?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!