Arthur, mantan mafia yang tampan dan keren, masih terjebak dalam kenangan bersama Rose, pacarnya di kelompok mafia yang sama. Setelah putus, Arthur tidak bisa move on dan menjadi dingin terhadap perempuan lain. Namun, pelayan kakaknya, Esme, diam-diam menyukai Arthur dan berharap suatu hari bisa mendapatkan hatinya.
Kehidupan Arthur berubah ketika ia bertemu dengan Maureen, seorang perempuan yang ceria dan penuh semangat. Maureen tidak tahu latar belakang Arthur sebagai mantan mafia, dan Arthur tidak ingin memberitahunya. Apakah Arthur bisa melupakan Rose dan jatuh cinta dengan Maureen? Atau apakah Esme akan mendapatkan kesempatan untuk memenangkan hati Arthur?
Apakah Arthur akan mengikuti hatinya atau tetap terjebak dalam masa lalu? 🤔😊
Novel baru othor menceritakan tentang Arthur adiknya Adelle dari novel 'transmigrasi menjadi ibu muda yang tangguh'.
Jangan lupa mampir dan kasih dukungan ya teman-teman..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kau kemana, Arthur ?
Maureen sudah bersiap-siap sejak satu jam tadi. Gaun malam berwarna hitam dengan bagian punggungnya yang terekspos menjadi pilihan Maureen untuk malam spesial nanti. Sepatu hak tinggi warna senada semakin menunjang penampilannya.
Maureen berdiri di balkon kamarnya, membiarkan angin meniup rambut panjangnya yang ia biarkan terurai tanpa hiasan.
Tiga puluh menit yang lalu Arthur memberinya kabar jika ia sudah dalam perjalanan pulang. Ia juga sudah mandi dan bersiap di kantor tadi. Jadi ia hanya tinggal menjemput Maureen kemudian pergi.
"Kenapa Arthur lama sekali," gumamnya dengan cemas. Gemuruh di dadanya sejak tadi tidak berhenti juga. Antara penasaran dengan apa yang akan dikatakan oleh Arthur, ataukah Arthur yang akan mengakhiri pernikahan mereka.
Lama Maureen menunggu. Jarum jam pun sudah berubah posisi dan Arthur tidak datang juga.
Maureen mencoba menghubunginya tapi yang di dapatkan hanya nada dering yang panjang. Kemana Arthur. Bukannya ia mengatakan akan segera sampai ? pikir Maureen.
Tidak terasa Maureen menunggu sudah tiga jam. Sudah pukul sepuluh dan Arthur masih belum menghubunginya kembali.
Maureen menatap ponselnya. Memandangi sebuah nomor yang ia beri nama 'pangeranku'. Tercatat sudah seratus satu kali Maureen menghubungi nomor tersebut dalam waktu tiga jam dan belum ada balasan apapun.
"Kemana kau, Arthur ?" tanya Maureen bersama dengan air matanya yang jatuh ke pipinya yang merah.
Kekhawatiran bercampur kecewa menguasai hati Maureen. Kalau tidak jadi, mengapa tidak memberitahu ? Mengapa membiarkannya tenggelam dalam kebahagiaan yang tidak pasti.
Dengan dada yang masih sesak, ia hapus air matanya dengan kasar. Ia sudah tidak peduli dengan riasannya yang mungkin saja ikut terhapus.
Matanya yang kabur karena air mata yang belum surut mencoba mencari nomor Adelle. Ia ingin bertanya pada Adelle apa Arthur menghubunginya atau tidak.
'Maureen... Apa ada sesuatu ? Kenapa kau menelfon malam-malam ?' tanya Adelle dari seberang telfon.
"Oh tidak apa-apa. Aku hanya ingin tau, apa Arthur menghubungi mu ? Dia tadi mengajakku pergi tapi sampai sekarang tidak ada kabarnya. Aku takut sesuatu terjadi padanya," kata Maureen mencoba menormalkan suaranya agar Adelle tidak tau jika ia sedang menahan tangis.
Adelle terdiam. Bukan karena pertanyaan yang dilontarkan oleh Maureen. Melainkan ia merasa ada yang lain dalam suara Maureen. Suara serak dan nafasnya yang pendek, benar-benar tidak bisa disamarkan.
'Aku tidak tau dimana Arthur. Kami tidak saling berkomunikasi sejak pagi,' balas Adelle pelan. Ia mencoba mengerti kenapa Maureen menangis. Mungkin saja Arthur menjanjikan sesuatu untuknya dan sekarang malah ia menghilang tanpa kabar. Bukankah perempuan tidak suka hal semacam itu ?
'Tapi aku bisa meminta tolong pada suamiku untuk mencari tau dimana keberadaannya. Kau tunggulah sebentar,' kata Adelle lagi kemudian dengan cepat mematikan panggilan tersebut.
Setelah panggilan terputus, Maureen tiba-tiba menangis tersedu-sedu. Kali ini tidak ia tahan. Ia keluarkan semua kekecewaan yang tersimpan selama beberapa bulan menjadi istri Arthur.
"Harusnya kau memberitahu ku kalau tidak jadi pergi. Bukannya tiba-tiba meninggalkan ku saat aku senang begini," racaunya.
Lama Maureen menangis. Ponselnya sudah jatuh dari genggamannya dan ia tidak peduli lagi.
Matanya terasa berat dan akhirnya ia memutuskan tidur dengan masih mengenakan gaun dan riasan yang tidak dibersihkan.
...
Sementara di mansion David, pria itu tengah menelfon beberapa anak buahnya untuk mencari tahu dimana keberadaan adik iparnya tersebut atas kemauan istri tercintanya.
Adelle meminta David segera menemukan keberadaan Arthur agar bisa menemuinya dan memarahinya habis-habisan karena sudah membuat Maureen menangis.
"Kalau alasannya tidak masuk akal, lihat saja. Akan ku jambak rambutnya," kata Adelle sembari menyusui Elodie. Elodie menatap Adelle dengan mata bulatnya.
"Jangan begitu. Kau membuat Elodie takut," goda David. Lalu Adelle pun memasang wajah tersenyum kemudian mencium Elodie hingga bayi itu ikut tersenyum.
"Aku kesal sekali pada Arthur. Kalau tidak jadi pergi harusnya mengatakannya pada Maureen. Bukannya hilang tidak ada kabar seperti ini," sungut Adelle.
Ia merasa sangat geram pada adik satu-satunya itu. Ia begitu tau seberapa besar Maureen mencintai Arthur. Pernikahan benar-benar mengubah hidup Maureen menjadi lebih baik.
Wanita itu begitu menurut. Bicara pun tidak pedas seperti dulu dan lebih anggun. Semua keluarga mengakui itu termasuk Dimitri.
Tidak sampai lima belas menit, David sudah mendapatkan informasi dimana keberadaan Arthur. Anak buahnya mengatakan jika nomor ponsel Arthur terdeteksi berada di Rumah Sakit kota yang tidak jauh dari mansion nya.
"Rumah Sakit ? Apa sesuatu terjadi padanya ?" tanya Adelle panik.
"Aku tidak tau, sayang. Mereka belum memberi informasi lagi," jawab David yang masih fokus dengan ponselnya.
"Apa kita bisa pergi kesana ?" tanya Adelle. Rasa kesalnya kini berganti menjadi khawatir. Bagaimana kalau memang terjadi sesuatu pada Arthur dan ia belum sempat memberitahu Maureen.
"Baiklah. Ayo kita pergi. Biarkan Elodie bersama pengasuhnya," kata David setuju.
Adelle mengangguk. Ia melepas Elodie dari sumber ASI nya kemudian membaringkannya diatas ranjang karena bayi gemuk itu sudah memejamkan mata kembali.
"Aku akan menghubungi Maureen dulu," kata Adelle meraih ponselnya.
"Jangan dulu. Kita tidak tahu apa yang terjadi. Lebih baik kita pastikan dulu dan beritahu Maureen kalau sudah jelas," kata David. Ia pun ragu jika Arthur sedang terluka karena anak buahnya mengatakan melihat mobil Arthur terparkir rapi di parkiran Rumah Sakit.
Adelle terdiam sebentar dan akhirnya mengangguk. Ia setuju dengan usulan David. Mereka bersiap dengan cepat kemudian pergi ke Rumah Sakit dengan David yang mengemudi sendiri.
Di perjalanan, David mengatakan apa saja informasi yang di dapatkan oleh anak buahnya. Mereka mengatakan jika saat ini Arthur berada di depan ruang operasi dan ia sudah berada disana sejak dua jam yang lalu.
"Ruang operasi ?" gumam Adelle mengerutkan keningnya.
Mereka tiba di Rumah Sakit tidak lama setelah itu dan segera disambut oleh beberapa anak buah David yang memang menunggu di depan.
"Apa Arthur masih berada disana ?" tanya David.
"Iya, Tuan. Tuan Arthur masih disana. Tapi kami tidak bisa mendapatkan informasi siapa yang sedang ditunggunya," jawab anak buah David tersebut.
"Baiklah tidak apa-apa. Ayo antar kami kesana," kata David. Ia melihat kecemasan di wajah Adelle dan ingin segera menuntaskan semua ini.
Beberapa anak buah David berjalan lebih dulu dan sisanya mengiringi di belakang David dan Adelle. Saat mereka hampir tiba, hanya David dan Adelle yang masuk karena tidak ingin memancing keramaian.
"Arthur... Apa yang kau lakukan disini ?" tanya Adelle tegas dengan sorot mata tajam pada Arthur yang duduk dengan menunduk.
Melihat keberadaan Adelle, ia begitu terkejut. Tidak menyangka jika Adelle dan David ada disini. Lalu ingatannya tertuju pada Maureen. Ia lihat jam tangannya dan terkejut. Rupanya ia sudah berada disini cukup lama dan ia benar-benar lupa jika ada seorang wanita yang menunggunya di rumah.
....
Ramaikan lagi yukz🥰
kejutan besar..
pantesan moses langsung ngeklik saat ngurus enzźoo
😍😍👍👍💪
🤣😍😍🙏💪
😍😍🙏💪💪
❤❤❤💪💪😍😍😍
😍😍❤❤💪💪
yg mau ketemu istri ...
😄😄😍😍❤❤💪💪
gak usah ketemulah irang masih ada anak mantan
😍😍❤💪💪💪💪
😄😄😍❤❤💪