Novel ini menceritakan kisah dari Andini Putri Atmaja, anak tunggal dari Hendra Atmaja, Pengusaha terbesar di kota ini.namun kisah cintanya yang indah di waktu SMA akan hilang dan menjadi kesedihan ketika dia harus menerima perjodohan orang tuanya dengan anak dari sahabat mama dan papanya yang sekaligus sahabat pacarnya.
Akankah Andini akan tetap bersama Cinta pertamanya ataukah dia akan bisa bahagia dengan perjodohan keluarganya???
Ikuti ceritanya ya guys...😄😄
Jangan lupa untuk vote, like dan coment ya 😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cintya Devi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terbongkar sudah
Andini yang sudah selesai menelpon deva, kini melihat ponselnya dan ada pesan masuk.
"hmmm ngapain si aldo nyuruh gue hubungi dia, udah malem juga.palingan juga dia mau bahas yang tadi siang, gak penting banget. Besok ajalah gue telpon dia. "batin andini sambil menarik selimut.
Keesokan harinya andini bangun lebih awal, karena harus mengikuti tes masuk kuliah dan kini sudah bersiap siap untuk berangkat
" mah Pah andini berangkat dulu ya?? "pamit andini.
" loh gak dijemput aldo. "tanya mama
" enggak mah, aldo nganter bita kerumah temennya, andini bawa mobil sendiri ya. "ucap andini yang membohongi mama papanya.
" iya sayang, hati hati ya nyetirnya. "pesan mama.
Setelah andini berangkat, tak berselang lama mobil aldo masuk ke halaman rumah andini.
Mama rara yang hendak masuk kerumah sehabis mengantar suaminya ke mobil, kaget melihat kedatangan aldo.
" pagi tante, andininya ada?? "tanya aldo.
" baru aja berangkat al, lah kata andini kamu tadi nganter bita kerumah temennya?? Kok malah kesini, andini udah ke kampus bawa mobil sendiri. Apa andini bohong ya sama tante. "tanya mama rara sambil mengintrogasi aldo.
" iya tante, kemaren aldo emang mau nganter bita, tapi kata bita gak jadi, makanya aldo mau jemput andini sekalian kasih surprise, la kok andini udah berangkat. "bohong aldo, agar mama rara tidak curiga.
"kamu romantis juga ya ternyata, tapi sayang andini udah berangkat coba kamu kejar aja, mungkin belum jauh kok."
"ih iya tante, aldo pamit dulu ya. "ucap aldo sambil mencium tangan mama rara.
...... Di kampus........
Sehabis memarkirkan mobilnya, andini melihat beni juga sedang memarkirkan motornya. Akhirnya andini menghampiri beni dan mengajaknya masuk ke kampus bersama.
" heeeiii ben, loe baru dateng ya?"tanya andini.
"iyoo din, loh aldo mana. "
" ih gak tau gue, masuk yukk. "ajak andini.
Dan disaat mereka berjalan bersama, beni teringat akan ucapan bita semalam, dan beni ingin mencari tau lewat andini, karena memang andini juga dekat dengan aldo.
" eh din, loe tau gak kalo minggu depan aldo tunangan. "tanya beni yang membuat wajah andini menjadi pucat mendadak.
" gue gak tau tu, emang loe tau darimana. "jawab andini
" dari adiknya aldo, kemaren pas kita mau pulang bita cerita katanya aldo minggu depan mau tunangan, gue kepo deh din, kan loe deket ma keluarganya aldo, masak loe gak tau. "tanya beni lagi.
" gue gak tau, udah gue mau ke toilet, loe masuk duluan aja. "pamit andini sambil meninggalkan beni.
" gue mending ke parkiran aja deh, gue mending nungguin aldo Disana, apa Jangan jangan kemaren aldo nyuruh gue telpon dan bilang urgent karena ini, arrrghhh sial, kenapa juga gue gak telpon dia sih. "
Sesampainya di parkiran andini tak menemukan mobil aldo,
" tuh anak mana sih, ditelpon gak aktif lagi. "andini berkata sendiri sambil menengok kanan kiri menunggu kedatangan aldo.
Tak berapa lama mobil aldo datang dan andini langsung menghampiri mobil aldo dan mengetok kaca mobilnya.
" al, turun. "kata andini sambil mengetok ngetok kaca mobil aldo.
" apaan sih din, berisik tau. "jawab aldo.
" sini loe. "andini menarik tangan aldo dan mengajaknya ke tempat yang agak sepi.
"loe kenapa gak kasih tau gue kalo beni sam dev udah tau kalo loe mau tunangan."tanya andini
" kemaren malem gue udah coba hubungi loe, tapi nomer loe sibuk, gue WA, gue tungguin sampe malem, loe gak telpon² juga. "
" gue udah tidur. Terus ini gimana, gue tau dari beni, dia tanya siapa calon tunangan loe, gue bilang aja gak tau, terus nanti gimana ini al?? "tanya andini sambil panik.
" udah loe tenang aja, entar gue yang atur, sekarang mending kita masuk dan loe fokus kerjain tes, biar kita bisa masuk kampus ini. "ucap aldo seraya menenangkan andini.
Akhirnya andini dan aldo masuk ke kampus bersama dan langsung masuk ke ruang ujian masing².
Kini andini, aldo dan beni sudah selesai mengerjakan tes masuk kuliah, dan mereka menuju ke mall dekat kampus deva. Karena deva sudah menunggu mereka di Cafe sekitar.
Deva yang terlebih dulu menyelesaikan tes berangkat awal, sedangkan dita akan menyusul karena dia belum selesai mengerjakan.
Disaat deva hendak mencari tempat duduk, matanya tertuju dengan orang yang duduk di sudut Cafe itu. Orang tersebut adalah bita, dan deva langsung menghampirinya.
"ehheeemmmm. "suara deheman dari deva.
" eh kak deva, abis pulang tes ya. "tanya bita.
" iya, loe ngapain disini? Gue boleh duduk sini gak. "tanya deva balik.
" boleh dong kak, oh gue lagi nungguin kak disa dan kak risa, mereka juga daftar kuliah di tempat kak deva. Tapi kok belum keliatan ya?"
"ih paling belum selesai, eh bit gue boleh tanya sesuatu gak?"tanya deva kembali.
"mamp*s gue, jangan² kak dev mau tanya soal kemarin. "batin bita.
" mau tanya apa ya kak. "jawab bita sambil memainkan ponselnya agar tak terlihat kalo dia sekarang benar benar takut dengan pertanyaan deva.
" tunangannya aldo siapa sih bit, apa bener dia di jodohin."tanya deva sambil menatap bita dengan tatapan serius.
"emmmm,,,,,, gu....guu..gue gak tau kak.gak kenal juga sih tapi emang kak aldo dijodohin, btw gue balik dulu ya kak, ini mama barusan WA nyuruh pulang. "pamit bita yang hendak melarikan diri dari deva.
Tapi sepertinya usahanya sia sia, deva malah menarik tangan bita, hingga bita jatuh dan kembali ke tempat duduknya.
" loe mau kemana, mau lari dari pertanyaan gue ya?"ucap deva.
"engg... enggak kok kak, beneran gue disuruh balik sama mama. "jawab bita dengan terbata bata.
" loe gak mungkin gak tau siapa tunangannya aldo. Mending loe bilang sama gue deh sekarang, gue beneran pengen tau. Tapi dilihat dari kepanikan loe, sepertinya gue tau siapa orangnya. "
" kak please jangan kasih tau kak aldo, kakak tau kan kak aldo kalo marah beneran kayak gimana. "Jawab bita kembali yang hampir mengeluarkan airmatanya.
" makanya kalo loe bilang,gue bakal belain loe dan gue gak akan bilang ke aldo. Loe tenang aja. Emang siapa sih?? "rayu deva kembali.
Tapi tak kunjung ada jawaban dari bita.
" bitt... Kok diem? "tanya deva kembali.
Bita yang tak berani menyebutkan namanya hanya diam, sambil terus melihat ke arah deva. Deva yang sudah bisa menebak, mencoba menyebutkan orangnya.
"apa andini calon tunangan aldo???"tanya deva dengan suara pelan.
Bita tetap tidak menjawab pertanyaan aldo, dan terus saja diam.
Hingga akhirnya deva yang sudah lelah dengan kebisuan bita akhirnya membentaknya.
"JAWAB GUEE BITT, LOE PUNYA MULUT KAN?? "
Dan akhirnya bita memberanikan dirinya untuk berkata jujur pada deva.
" iiii.... iiii...iyaa kak. "jawab bita.
Dan jeeeddeeerrrr.....
deva yang semula berdiri, tiba tiba duduk dengan lemas, dirinya seperti tersambar petir di siang bolong. Di pikirannya hanyalah pertanyaan kenapa andini dan aldo tega membohonginya di belakang.
Bita yang melihat deva begitu sedih, menggoyangkan badan deva.
"kak... Kakak baik-baik aja kan? "tanya bita.
" iya bit gue gapapa kok.makasih ya udah kasih tau gue. "jawab deva dengan suara begitu sedih.
" tapi please ya kak, jangan kasih tau kak aldo, bita takut kak. "harap bita.
" hmmm, loe tenang aja. Mending sekarang loe balik, mereka lagi otw kesini. "jawab deva dengan wajah datar dan tak menatap bita.
"iya kak gue pamit ya kak, loe baik-baik ya, maafin kakak gue dan kak andini ya kak." pamit bita.
Bita kini sudah meninggalkan deva sendirian , dan tanpa disadari deva, dia kini sudah menangis dan merasa sakit hati atas kebohongan andini pacar kesayangan ya, dan aldo sahabatnya sendiri.
"sekarang semua udah terbongkar, gue cuma tinggal nunggu kejujuran kalian, kenapa kalian tega ma gue, kalian anggep hati gue mainan, gue bener bener kecewa ma kalian. "batin deva sambil menangisi dirinya sendiri.