( Sedang di Revisi )
Kisah seorang wanita cantik (Dara) yang menikah dengan presdir( Braga). banyak tragedi yang terjadi saat mereka menikah.
mulai dari keguguran, hingga sulit memiliki keturunan paska keguguran. dilain sisi, ada sosok mertua yang tidak menyukai Dara. dan kehidupan bahagianya terusik saat sang mertua sangat ingin memiliki cucu.
segala cara dilakukan oleh ibu mertua untuk memisahkan dara dan braga.
kira kira akankah Braga dan Dara masih terus bersama dan saling mencintai?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi wahyuningsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
jangan mencurigai nona dara
kenapa mereka bersama lagi? kenapa akhir akhir ini, aku merasa mereka lebih sering bertemu? kenapa mereka keluar dari gedung hotel? aku bahkan harus sampai memastikan bahwa tidak ada acara apapun di hotel itu? apa yang mereka lakukan?
gumam braga dalam hati.
" pak presdir. kenapa anda tidak menghampiri nona dara tadi?
tanya sekretaris saka.
" apa kau buta? dia sedang bersama bima tadi. " jawab braga dengan wajah kesal.
" itu yang saya maksut. anda sudah lama tidak bertemu beliau.
" aku tidak tertarik menemui bima.
jawab braga tegas.
" pak presdir, apa anda sedang cemburu?
braga menghembuskan nafas kasarnya.
" lalu, aku harus beraksi seperti apa melihat istriku dengan sahabat ku keluar dari gedung hotel?
saka terkekeh.
" ah, jadi anda benar benar cemburu ya?
" nyali mu akhir akhir ini semakin besar ya?
tanya braga menatap saka tajam.
" ah, maaf kan saya pak presdir. saya tidak menyangka anda bisa cemburu juga.
" apa kau gila? kau pikir, suami mana yang tidak akan mencurigai istrinya kalau melihat adegan tadi.
tanya braga sedikit emosi.
' hahahahaha
" kalau saya adalah suami nona dara, saya tidak akan mencurigai nona pak presdir.
" tutup mulut mu!
saka langsung menutup mulutnya rapat. sesekali saka mendengar desahan nafas braga.
" huh! jangan mencurigai nona dara pak presdir. dia adalah tipe perempuan yang setia.
saka membulatkan mata.
" ah,.. maaf pak presdir. mulut saya hilang kendali.
" dasar bocah tengik!
" hehe maaf.
braga memajukan tubuhnya mendekati kursi kemudi.
" mengapa kau Begitu yakin tentang istriku?
" hah?
saka sedikit gugup mendengar pertanyaan itu.
" fokuslah mengemudi. nyawa kita tidak lebih dari satu.
braga mengingatkan.
" dasar aneh! memang apa yang salah dengan pertanyaan ku? sampai sampai kau kehilangan fokus.
" tentu saja aku merasa aneh dengan pertanyaan anda pak presdir. bukankah seharusnya, anda lebih mengenal istri anda?
" tentu saja.
tegas braga.
" kalau begitu, anda tidak perlu mencurigai nona dara. berselingkuh dari anda adalah hal yang tidak mungkin.
braga menghela nafas.
" tidak ada yang tidak mungkin. aku bahkan melakukan hal yang tidak mungkin bagiku.
" hee... iya benar. tapi itu terjadi, karena anda kurang teguh pendirian.
" kau mau mati ya?
" ah.. belum pak presdir. aku sedang mencari seorang istri. aku tidak ingin mati dalam keadaan perjaka.
" dasar bocah tengik! kau benar benar sudah ingin menikah?
" tentu saja.
" kau ingin wanita yang seperti apa?
tanya braga penasaran.
" itu, saya, sudah ada tipe. tapi belum ada yang mirip.
" seperti apa tipe mu?
" em,... agak rahasia pak presdir.
" katakan!
" se,.. seperti nona dara.
ucap saka dengan wajah pucat.
" dasar berandal tengik!
sesampainya dirumah.
" mas bima mau mampir dulu?
" tidak usah dara. siapa yang mau ku temui? maria belum kembali kan.
" baiklah kalau begitu. terimakasih mas bima.
" sama sama.
dara keluar dari mobil. saat hendak menutup pintu mobil.
" dara,.
" iya mas.
" kau terlihat sedikit gemuk. pipimu sangat indah dilihat.
" benarkah? apa segemuk itu?
" tapi kau lebih cantik saat gemuk dara.
" huh! akhir akhir ini, aku mudah sekali lapar mas.
" itu bagus. kemarin, kau sangat kurus. baiklah aku permisi dulu.
bima melajukan mobilnya. dara memandangi mobil bima hingga tak terlihat lagi.
" kau pasti sangat bersenang senang ya hari ini?
dara mendesah sebal. baru saja ia masuk sudah disambut dengan begitu renyah nada suaranya. batin dara.
" aku penasaran, bagai mana reaksi mas braga saat tau, kau beberapa kali diantar oleh laki laki itu.
dara menatap hana.
" kau tidak ada pekerjaan lain? kenapa kau selalu mengajak berargumen dengan ku? apa kau ingin aku mengakui mu?
" tidak usah sok bermartabat. kau juga tak diakui sama sekali oleh mama.
" aku tidak perduli! tak bisakah jangan menggangguku? aku muak saat melihat mu.
" kalau begitu, pergilah dari rumah ini. memang tugas ku membuat mu muak.
dara mendesah kesal. matanya memerah menahan marah.
" kau! ku peringatkan kau jangan membuatku kehilangan kesabaran.
" kau takut padaku? apa kau merasa aku ancaman bagimu?
tanya hana. senyum meledek dia sematkan diwajahnya.
dara mendekati hana. menatap tajam.
" kau,.. pernah kah kau berfikir? gunakan lah otak mu sedikit. kau memiliki anak perempuan. apa kau tidak takut? suatu hari saat dia sudah dewasa dan menikah, dia mengalami apa yang aku alami. atau, dia akan menjadi mesin anak sepertimu.
" tutup mulutmu.
hana mengepalkan tangan. kata kata dara telah menggores hati.
" berani sekali kau membawa anak ku dalam masalah ini.
" karena kau disini. karena anak mu, kau ada di antara aku dan mas braga.
" diam kamu dara!!
bentak mama yang entah sejak kapan mendengar.
" kenapa kau menyalahkan hana? seharusnya kau sadar diri! kau ini mandul. kau punya apa yang bisa dibanggakan? wajah polos memelas mu? wanita sepertimu, tidak cocok menjadi istri putraku. kau seharusnya lebih sadar diri.
dara tak mampu lagi menahan air mata yang sudah menggenang di matanya. hatinya hancur mendengar kata mandul. kata yang membuat setiap wanita hancur saat kata mandul lekat padanya.
dara mengusap air matanya. mata marahnya lekat menatap mata mama.
" kenapa mama memperlakukan aku seperti ini? apakah mama tidak pernah bercermin? dulu, aku terlalu stres saat hamil. mama tau kenapa? karena aku harus mendengar kata kata sumpah serapah dari mulut mama setiap hari. seorang cucu hanyalah alasan mama untuk memisahkan aku dan mas braga. kalau tidak, saat aku hamil dulu, mama pasti akan memperlakukan aku dengan baik.sehingga aku tidak akan keguguran. tapi apa yang kudapat? penghinaan. penghianatan. kalian semua menjijikan.
" dara!
dara menoleh ke arah sumber suara yang memanggil namanya dengan nada membentak. matanya sembab dan basah.
" mas braga?."
" pantas saja mama membiarkan aku mengatakan ini semua. picik sekali.
" lihat lah braga. mama tidak perlu menjelaskan siapa istrimu yang sebenarnya.
braga terus memandangi dara dengan tatapan yang sulit diartikan.
" ka,. kalau begitu, saya permisi dulu.
saka yang berdiri dibelakang braga menyerahkan kunci mobil kepada braga. lalu berjalan keluar rumah. nampak maria keluar dari mobil.
" wuah,.. akan jadi apa perdebatan ini kalau ada makhluk ini. " batin saka sembari tersenyum menatap maria.
" kamu tidak masuk?
" saya sudah masuk. sepertinya saya harus cepat keluar.
maria bingung mendengar ucapan saka.
" dasar sekretaris aneh.
maria melangkahkan kaki masuk kedalam rumah. terdengar suara mama yang begitu lantang.
" huh! pasti kak dara sedang diceramahi.
" kalau mama begitu tidak rela dengan adanya aku. tolong, beri tahu anak laki laki mama untuk menendang manusia hina ini.
dara menunjuk dirinya sendiri. air mata semakin deras mengalir dari matanya.
" wauw...... tiada hari tanpa keributan ya dirumah ini.
saut maria.
mama memasang wajah masam. jika maria sudah membuka mulutnya, sudah pasti sulit dibantah. hana terdiam. tanganya terlihat gemetar. braga mematung memandangi dara.
" kenapa mama diam? oh, baiklah.aku cukup sadar diri. aku akan mengemasi pakaian ku.
ucap dara.
" baguslah kak. ayo kita pergi dari rumah ini. aku juga tidak tahan lagi semenjak papa pergi, tidak ada alasan untuk kita berada disini.
maria menarik tangan dara menuju kamarnya.
sesampainya dikamar, dara jatuh terduduk dan menangis.
" kak!, kenapa kakak menangis?
" maafkan aku maria, hari ini aku, aku membentak mamamu.
dara semakin terisak.
maria memeluk dara.
" jangan menangis kak. mereka tidak tahu, kau sangat berharga kak.
" terimakasih maria, terimakasih karena membuatku merasa diterima dirumah ini.
dara bangkit dan meraih sebuah koper besar.
maria sedikit ragu juga gugup.
" kak dara, apa kau yakin dengan keputusanmu ini?
.....................
Gpp tor, ttp semangat..
Jadi teringat pengalaman sendiri dihianati mantan suami..