Kisah cinta Dev dan Maya yang sudah dijodohkan oleh kedua orang tuanya sejak kecil.
Saat mengetahui tentang perjodohan itu, keduanya sama-sama tidak mau dijodohkan karena mereka sudah memiliki kekasih masing-masing. Walau begitu Maya tetap berusaha menerima perjodohan itu.
Maya atau Vina adalah seorang mahasiswi jurusan keguruan atau PGSD,
Sedangkan Dev atau Vano, adalah mahasiswa fakultas ekonomi, jurusan Manajemen Bisnis.
Maya dan Dev, kuliah di universitas yang sama, tapi keduanya tidak tahu kalau orang yang dijodohkan oleh orang tua mereka ternyata orang yang mereka sukai.
Bagaimana kisah selanjutnya? Penasaran?
Lanjut baca yuk👉🏻
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mom's chaby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kecurigaan pak Indradi
Malam hari dirumah Vano.
Keluarga Vano sedang berada diruang keluarga. Pak Indradi sedang menanyai Dev. "Sebenarnya selama ini kamu pergi kemana Dev?." Tanyanya.
"Dev pergi ke rumah mak Darsih dan pak Karman pah."Jawab Devano
"Pantas saja, papa cari kamu ke rumah teman-teman kamu nggak ada. Ternyata kamu pergi ke rumah mak Darsih. Kenapa kamu pergi kesana?."
"Karena Dev pikir papa nggak mungkin mencari Dev kesana."
"Apa kamu tahu, kalau orang yang menemukan Maya juga tinggal disana?." Tanya pak Indradi.
"Enggak pah. Dev nggak tahu." Bohong Vano.
"Apa selama kamu tinggal dirumah mak Darsih, kamu tidak mendengar ada orang yang menemukan seorang gadis dan merawatnya disana?."
"Entahlah, tapi Dev tidak mendengar kabar itu." Bohong Dev lagi. Dev sebenarnya ingin mengatakan yang sesungguhnya.Tapi ia sudah berjanji pada dirinya sendiri, untuk mendapatkan Vina dengan caranya sendiri.
Dikamar pak Indradi.
"Papa lagi mikirin apa sih?. Dari tadi kok bengong aja." Tanya bu Dina.
"Papa lagi mikirin Dev dan Maya mah."
"Memangnya apa lagi yang papa pikirkan?. Bukankah kita sudah sepakat untuk membatalkan perjodohan mereka?." Ujar bu Dina.
"Bukan itu yang papa pikirkan?"
"Lalu?"
"Papa kok curiga, jangan-jangan yang menyelamatkan Maya itu adalah Dev, anak kita."
"Kenapa papa berpikir seperti itu?."
"Mah, kamu tadi denger sendiri kan, pemuda yang menyelamatkan Maya itu bernama Vano. Dan dia juga tinggal di daerah mak Darsih. Dan tadi Dev bilang, kalau selama ini dia tinggal dirumah mak Darsih. Apa menurut mama ini bukan kebetulan?"
"Maksud papa apa sih?. Mama nggak ngerti."
"Mah, papa curiga kalau Vano yang dimaksud Maya itu adalah Devano, anak kita. Tadi Maya bilang dia sekampus dengan Maya. Dan mungkin saja, Dev kita yang menemukan Maya, dan merawatnya dirumah mak Darsih. Apalagi Maya dan Dev, kembali dihari yang sama. Mungkin saja kan mereka memang pulang bersama?."
"Kamu benar pah.Tapi, coba kamu tanyakan sama Surya, siapa nama pemilik rumah yang merawat Maya."
"Besok papa akan tanyakan pada Surya, biar kita tahu kecurigaan papa itu benar atau salah."
*******
Esoknya.
Vina senang karena hari ini dia kedatangan keempat sahabat yang sudah sangat ia rindukan. "Ya Allah Vin, kita kangen banget sama elo. Lo tahu nggak sih, kita semua khawatir banget sama lo. Kita sampai mikir yang enggak-enggak tau. Tapi Alhamdulillah lo udah kembali dengan selamat." Ucap Elsye sahabat Vina.
"Iya Vin, kita sempet mikir kalau kita semua nggak akan ketemu lagi. Apalagi setelah polisi berhasil nemuin mobil lo, tapi lo nya nggak ketemu. Kita semua sangat sedih dan cemas." Nuri menimpali.
"Alhamdulillah, seperti yang kalian lihat, gue baik-baik aja kan. Semua ini berkat do'a kalian."Jawab Vina.
"Sebenarnya apa yang terjadi sama lo Vin?." Tanya Alya.
"Gue dirampok, dan dibawa ke hutan. Untungnya gue berhasil kabur, tapi gue jatuh dari tebing, dan seseorang menyelamatkan gue, dan keluarganya ngerawat gue, hingga gue sembuh"
"Cewek apa cowok yang menyelamatkan lo,Vin?" Tanya Anisa.
"Cowok."Jawab Vina.
"Cieeee.....di tolongin pangeran nih ceritanya.
Orangnya gimana?. Ganteng nggak?."
"Ganteng lah....lo semua juga tahu kok siapa dia."
"Oh ya. Emangnya siapa dia?."
"Kalian pasti nggak akan nyangka deh. Soalnya gue juga nggak nyangka banget bisa ketemu dia disana."
"Emangnya siapa dia?"
"Kak Vano."
"Apa Vin, kak Vano?.Lo serius Vin?." Tanya Elsye.
"Gue serius Sye. Dia yang udah nolong gue."
"Kok bisa?."
"Kebetulan dia sedang menginap dirumah nenek dan kakeknya di daerah itu."
"Maksud lo, kak Vano temennya kak Radi Vin?." Tanya Nuri.
"iya..Ri, dia."Jawab Vina
"Pantes aja, gue suka lihat kak Radi sendirian akhir-akhir ini. kalaupun berdua, pasti sama kak Rubi." Kata Nuri
"Ya udah sih ya, gue nggak tahu siapa itu kak Vano.Yang jelas gue seneng akhirnya Vina kembali lagi. Lo kapan masuk kuliah Vin?." Tanya Anisa .
"Gue belum tahu. Kemaren bokap gue malah ngajak gue liburan. Padahal gue udah dua minggu nggak kuliah."
"Tenang aja, lo kan pinter. Gue yakin lo bisa ngejar ketinggalan lo. Dan pihak kampus juga udah tahu tentang apa yang terjadi sama lo, gue yakin mereka pasti ngerti. Oh ya Vin, ada yang nitip pesan buat lo?"
"Siapa?"
"Kak Erik."
"Apa katanya?"
"Katanya dia sangat merindukan, dan mengkhawatirkan lo. Dia udah coba hubungin lo berkali-kali, tapi hp lo nggak bisa dihubungi."
"Ya iya lah, hp gue kan diambil sama perampok itu. Entar lo bilangin sama dia, oh jadi karena dia sangat merindukan gue, makanya dia pergi berduaan sama cewek lain, gitu?."
"Maksud lo Vin?"
"udah lo bilang aja gitu ke dia, entar dia juga ngerti."
"Hem...sepertinya ada perang disini." Sahut Alya.
"Sudah lah Vin, buang aja tuh kak Erik, lo kan udah punya pangeran Vano, yang nyelametin lo." Ucap Anisa.
"Bisa aja lo." Jawab Vina.
Mereka pun tertawa, sambil melepaskan rasa rindu kepada sahabatnya Vina.
******
Disisi lain, pak Surya dan pak Indradi sedang berbincang ditelpon. "Aku cuma mau nanya, siapa nama orang yang sudah merawat Maya, Kemarin aku lupa nanya."
"Kata Maya, namanya mak Darsih dan pak Karman. Ada apa memangnya?."
"Enggak apa-apa, aku cuma pengen tahu aja, siapa tahu dia kenal dengan mantan pengasuh Dev."
"Ohhhh..."
"Ya sudah kalau gitu Surya. Aku mau lanjutin pekerjaanku. Assalamualaikum."
"Wa Alaikum salam. Sambungan telepon pun terputus.
Benarkan dugaanku. Dev memang orang yang telah menemukan Maya. Tapi, kenapa dia berbohong?. Apa karena perjodohan itu?.
Padahal aku sudah mengatakan kepadanya, kalau kami sudah membatalkan perjodohan mereka. Kenapa Dev harus berbohong?.Aku harus menanyakannya langsung.
Batin pak Indradi.
...----------------...
Bersambung🌻