Senja, seorang gadis yang cantik dan ceria, dia malah jatuh cinta dengan Om nya sendiri, adik dari Ayahnya. Perasaan cinta Senja tumbuh saat dia duduk di bangku putih biru, dengan kata lain Om nya sendiri yang bernama Krisna adalah cinta pertamanya.
Krisna atau Senja sering memanggil namanya Om Kiss adalah lelaki tampan, tegas dan sederhana. Dia benar-benar menyayangi Senja sebagai seorang keponakan kesayangannya. Sedari bayi Nenek dan Krisna lah yang mengasuh Senja karena Mama Senja memutuskan untuk tetap bekerja.
Di saat Senja sudah pasrah dan rela melepaskan Krisna, dia malah mengetahui fakta yang sebenarnya. Hal itu membuat Senja menjadi lebih terobsesi dengan Om Kiss kesayangannya. Bahkan dia menjebak Krisna agar menikahinya, berhasilkah Senja mendapatkan hati Krisna?
"Om Kiss, kiss Senja dong!"
"Ogah, najis cium bocil"
"Ih jahat banget sih Om mulutnya"
"Baru tau kamu? Kamu kan yang jebak Om buat nikahin kamu!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nyimas Aksara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 24 KELUARGA SENJA MURKA
Seperti biasa Ina pagi-pagi sudah terbangun, dia memang hendak berolahraga dengan suaminya di hari Minggu. Ina dan Egi berjalan ke rumah Krisna dengan membawa baju olahraga untuk Senja.
"Mah, nanti kita sarapan bubur ayam aja ya"
"Soto aja lah Pah, Mama pengen soto"
"Lah kok gak kompak sih, jangan-jangan nanti Senja pengen sate"
"Terus Krisna pengen lontong sayur"
"Hahahah ya udah yuk Mah buruan ke rumah Krisna, Papa laper ini"
Udara pagi hari di Jogja hari ini sangat cerah, kedua pasangan suami istri itu bergandengan. Mereka masih mesra meski pernikahan mereka sudah lebih dari 20 tahun. Itulah Ina dan Egi, mereka memang saling mencintai sejak dulu maupun sekarang. Hingga akhirnya mereka sampai ke rumah Krisna.
"Loh kok masih ketutup? Tumben apa mereka belum bangun Pah?"
"Iya loh, coba buka aja pintunya"
"Loh gak di kunci mungkin iya udah bangun Pah"
Namun Senja dan Krisna tidak ada di ruang tamu. Kedua orang itu mencari keberadaan Senja dan Krisna, hingga mereka masuk ke dalam kamar Krisna. Sontak mereka langsung shock.
Senja dan Krisna sedang tidur berpelukan dengan keadaan telanjang, meski selimut menutupi dada mereka, namun sebagai orang yang sudah menikah tentu Ina dan Egi paham. Terlebih lagi dada Senja terlihat menyembul.
"KRISNA SENJA APA YANG KALIAN LAKUKAN!" Bentak Egi, Egi benar-benar emosi, darahnya mendidih dia melihat putri kesayangan tidur dengan Adik angkatnya, hatinya terasa sakit.
"YA AMPUN SENJA KRISNA KENAPA KALIAN LAKUIN INI?" Ina histeris dia menangis.
Sontak Krisna dan Senja langsung terbangun. Mereka memelototkan matanya melihat Ina dan Egi ada di kamar Krisna.
"Mama Papa?" Ucap Senja tertahan, melihat reaksi kedua orang tuanya mendadak tubuh Senja bergetar dia duduk memegangi selimut di dadanya.
Krisna bingung, dia melihat tubuhnya tanpa sehelai benangpun dan melihat Senja yang ada di sampingnya juga sama tidak memakai sehelai benangpun.
"Mas, Mbak ini, maaf" Ucap Krisna, dia tak tau apa yang harus dikatakan kepada Kakak angkatnya selain kata maaf.
"CEPAT PAKAI BAJU KALIAN DAN KELUAR! JELASKAN PADA KAMI!" Bentak Egi, dia lalu keluar bersama Ina dan membanting pintu kamar Krisna.
Dengan cepat Krisna dan Senja langsung memakai pakaiannya kembali, dan menemui Egi dan juga Ina. Ina menangis di pelukan Egi, dia juga terluka, anak gadisnya malah di rusak oleh orang yang paling dia percayai.
Krisna bersimpuh di hadapan Egi dan Ina "Ma maaf Mas Mbak, Krisna khilaf" Ucapnya lirih dengan pandangan mata ke bawah.
Egi langsung melepaskan pelukan istrinya, dan menarik kerah baju Krisna. "Bug, bug" Egi meninju pipi Krisna. Senja histeris dia langsung memeluk Krisna, dan melindunginya. Dia tau kalau Krisna akan di pukul oleh Egi sampai babak belur.
"Jangan Papa jangan. Jangan pukul Om Kiss, Senja yang salah di sini Papa. Tolong jangan pukul" Pinta Senja, dia menangis sambil memeluk Krisna.
"Baj*ngan kamu Kris, bisa-bisanya kamu ya menodai Senja. Sejak kapan Kris? Seharusnya Mas udah curiga tiba-tiba kamu pindah rumah" Bentak Egi.
"Kamu udah Mbak percaya buat jaga Senja Kris, kamu bagai pagar makan tanaman. Mbak gak nyangka kamu berbuat seperti ini" Tangis Ina.
"Maaf Mbak Mas, maafin Krisna" Ucap Krisna lirih.
"Baru tadi malam Ayah, kita ma" Ucap Senja, namun langsung di sela oleh Krisna.
"Krisna mencintai Senja Mas, Mbak. Maaf Krisna khilaf. Krisna benar-benar salah. Krisna yang merayu Senja" Ucap Krisna.
"Kenapa gak bilang dari awal Kris, kalian bahkan sudah bertunangan dengan orang lain. Kalian menyakiti hati tunangan kalian" Ucap Ina.
"Senja juga mencintai Om Kiss Mah, Pah Senja juga salah. Maafin Senja Mah Pah" Ucap Senja.
"Telfon Ayah sama Bunda sekarang Mah, kita nikahkan mereka hari ini!" Perintah Egi.
Ina langsung menelpon Darto dan Sarni, tak lama Darto dan Sarni datang. Mereka heran melihat sudut bibir Krisna berdarah. Suasana juga tegang, Ina menangis di pelukan Egi, dan juga Senja menundukkan wajahnya.
"Ada apa ini?" Tanya Darto setelah dia duduk bergabung bersama Ina, Egi, Krisna dan Senja.
"Kenapa kamu nangis Na?" Tanya Sarni, wajahnya tampak khawatir, dia tau pasti ada yang tidak beres.
"Ayah Bunda, kami menemukan Krisna dan Senja tidur berpelukan dalam keadaan telanjang di kamar Krisna. Mereka sudah melewati batas." Jelas Egi.
"Ma maaf Ayah, maaf Bunda, Krisna yang salah. Krisna khilaf." Ucap Krisna.
"Gak, bukan Om aja yang salah. Senja juga salah Yangkung, Yangti maafin Senja." Cicit Senja.
Darno dan Sarni menarik nafasnya dalam-dalam dan mengelus dada mereka. "Sudah Ayah duga kok. Hubungan kalian memang tidak normal sebagai Om dan keponakan." Ujar Darto, dia malah terlihat santai tidak emosi seperti Egi.
"Kenapa to Kris gak bilang dari kemarin-kemarin? Kasian to Guntur sama Yulia kalian permainkan? Sejak kapan kalian begini?" Tanya Sarni.
"Baru tadi malam Yangti, maafin Senja ya Yangkung Yangti." Jawab Senja.
"Maafin Krisna Ayah Bunda, Krisna sudah bikin Ayah dan Bunda kecewa, Krisna bukan anak yang baik buat kalian. Maaf Krisna mohon maaf Ayah Bunda." Jawab Krisna.
"Lah pie Iki? Ya wes nikahne wae Gi. Nanti takute Senja malah hamil. Malah nambah malu-maluin." Ucap Darto.
"Saiki wae Yah di nikahne, undang Ustadz Haikal, nikahin mereka secara siri dulu. Nanti mereka biar minta maaf sendiri sama tunangannya mereka. Sebulan kemudian baru nikahkan resmi." Saran Sarni.
"Eling, Krisna ini satu KK sama kita loh, di pisah dulu KK ne baru mereka bisa nikah resmi. Ribet ngurus suratte" Jelas Sarni.
"Iya yow Bun, Jan wes Krisna Senja jan. Pagi-pagi wes gawe ulah kalian. Nek gak di nikahne cepet nanti malah gituan lagi, ndak nambah dosa. Wes Gi telfon Ustadz Haikal sekarang!" Perintah Darto.
"Iya Yah, bentar Egi telfonkan" Egi lalu berdiri dan menelfon Ustadz Haikal.
"Wes ayo ke rumahnya Egi aja. Senja Krisna gek mandi dandan yang cantik dan ganteng. Kalian menikah sekarang ya! Pie seneng to wes di nikahne." Ucap Sarni.
"Penak to Kris? Sama yang lebih muda. Kamu panen buah yang kamu rawat sendiri loh. Aslinya Ayah ki salut sama kamu Kris, kamu kok bisa tahan liat cucu Ayah yang cantik dan seksi kayak Senja dan gak gak pernah tergoda. Lah akhirnya ternyata tergoda juga kamu Kris." Goda Darto.
"Gimana Nja rasane Om mu? Enak Nja? Hahaha si Senja beneran ternyata kemarin kebelet kawin sama Krisna Yah" Goda Sarni.
"Ya ampun Ayah Bunda kok ngomong gitu loh." Protes Ina, mendengar obrolan kedua mertuanya dia malah yang malu sendiri.
"Walah Na kayak kamu gak pernah muda aja." Sindir Sarni.
Egi masuk kembali ke rumah Krisna dan duduk di sofa lagi. "Ustadz Haikal datang jam 10 Yah Bun." Ujar Egi.
"Ya wes yok neng rumahmu aja Gi sekarang. Tak telfonke Daniar biar Senja di dandani, sama Krisna biar pakai beskap. Masih cukup ini masih 3 jam lagi." Ucap Darto.
Sementara wajah Senja dan Krisna memerah mereka sungguh malu. Mereka merasa lucu karena di goda oleh Sarni dan Darto. Selain itu mereka juga deg-degan karena sebentar lagi akan menikah. Senja? Jangan tanya kupu-kupu berterbangan di hatinya. "Yes misiku berhasil" Gumam Senja dalam hatinya.