NovelToon NovelToon
MAS CLEANING HATIKU

MAS CLEANING HATIKU

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / Romantis / Kaya Raya / Tamat
Popularitas:233.9k
Nilai: 5
Nama Author: EmeLBy

Terlahir tampan, cerdas serta kaya adalah Impian semua orang. Tetapi berstatus jomblo di usia 28 bagi Aydan cukup meresahkan. Bukan karena tidak di sukai wanita, justru ia bagaikan gula yang di kerubuti semut. Semua wanita dari yang muda hingga janda, berlomba ingin menjadi istri seorang Aydan. Bahkan rela jadi yang kedua, ketiga dan seterusnya.
Masalah terbesar bagi Aydan ialah siapa wanita yang memiliki hati yang tulus menerimanya. Tidak memandang fisik dan uangnya. Hari gini, nyari yang original dan berhati baik itu bagai mencari jarum pada tumpukan Jerami bukan?
Berperan sebagai cleaning servis di rumah sakitnya sendiri adalah trik Aydan mencari wanita berhati emas, yang sudah hampir punah di muka bumi ini.
Simak petualangan cinta Aydan Atthallah Hildimar anak dari pasangan fenomenal Kevin Sebastian Mahesa dan Monalisa Hildimar pada OB Milik CEO.
Happy reading

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EmeLBy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24 : DINDING BERTELINGA

Aydan masih belum tau kemana arah hatinya akan tertambat dan berhenti dimana, sebab penyamarannya baru berlangsung dua hari. Tujuannya melakukan itupun tidak semata-mata ingin mencari jodoh, tetapi ingin mengetahui dengan banyak dan rinci hal apa saja yang terjadi di rumah sakit miliknya.

Hanya saja walau dalam kurun waktu dua hari, Aydan sudah merasa agak lain dengan gadis cantik si dokter koas yang baru setahun magang di rumah sakitnya. Tugas Aydan sekarang adalah terus meneliti sikap dan sifat asli Alluna. Besar keinginan Aydan menemukan wanita yang baik secara lahir dan batin, karena Muna sang ibu merupakan tolok ukurnya mencari pasangan hidup kelak.

“Ada deh.” Senyum Aydan terkembang dan Muna harus lebih terbiasa melihat senyum Aydan versi Rahmad di depannya kali ini.

“Eh, mam. Bisa tolong kasih bilang ke Mang Ozan dan lainnya. Kalo liat Rahmad di depan pos, langsung ijini masuk aja gitu. Capek mam, kalo harus di periksa terus di depan.” Aydan mundur mendekati Muna dan meminta agar ibunya memudahkan aksesnya untuk masuk ke kediaman Hildimar tersebut.

“Iya, nanti mamam bilang ke mereka, juga para pelayan di rumah ini. Terutama agar mereka gak bingung ada orang asing yang tidur di kamar Ay.” Agak tersenyum Muna menyampaikan hal itu, karena bisa saja ini bukan yang terakhir, bisa saja besok-besok Aydan akan datang lagi sebagai Rahmad di kala lelah mendera tubuhnya selepas kerja.

Aydan pamit pada ibunya, mencium punggung tangan wanita itu dengan rasa sayang dan hormat, seperti kebiasaan mereka yang sudah tertanam sejak masih kecil. Sungguh keluarga panutan dan patut jadi teladan.

“Gila … gila. Bilang pada abang, apa kao punya mantra penakluk wanita Giman?” Baru saja Aydan memasang celemek akan mulai bebersih di ruang jenazah, suara besar Bolas sudah menyapanya.

“Kagak ada mantra ape-ape bang Bolas.” Jawab Aydan yang sudah bertampang Rahmad itu tersenyum khas gimannya.

“Tapi abang kemaren, sungguh liat kalian boncengan. Abang tau, itu benar dokter koas yang ramah dan baik hati. Liat kelen berdua, udah kayak liat pelem beuty en de bis aja tampaknya.” Kekeh Bolas bangga sekaligus aneh.

“Ya rejeki Rahmad kali bang.” Rahmad terus merendah pada Bolas.

“Kemana saja kelen?”

“Ke pasar beli hape terus makan malam bang?”

“Bah, gila kali. Segala makan malam, apa dia itu teman lama mu? Masa baru kenal sudah pergi berdua dan pake makan malam berdua segala.” Bolas masih tampak tak percaya.

“Kagak bang, kami memang baru sama-sama saling kenal. Yang lebih parah ni, liat benar-benar pipi gua, masih ada merah dikit kagak?” Aydan mendekatkan tubuhnya, agar Bolas melihat dengan jelas bekas tamparan Irfan di pipinya semalam.

“Merah sedikit, di apakan dokter Luna kao?” tanya Bolas memastikan wajah Aydan yang terlihat ada sedikit garis merahnya.

“Bukan dokter Luna yang bikin ini bang. Tapi dokter Irfan.” Jawabnya akan memberikan informasi.

“Lalu ?”

“Itu, pas dokter Luna mau pulang, gua anterin sampe parkiran mobilkan. Nah, pas mobilnya udah pergi, gua langsung di tampar oleh dokter Irfan.” Jelas Aydan sesuai kejadian semalam.

“Kao di tampar dokter Irfan? Apa hubungannya kamu jalan sama Luna, tiba wajah kao yang jadi sasaran.”

“Ya kagak tau.”

“Makin br3ngsek aja dokter itu. Kamu orang baru di sini. Abang bilangin sama kao. Eh tapi, nanti kamu saja yang melihat sendiri.” Ujar Bolas terlihat ragu.

“Liat apa bang?” kejar Aydan pada Bolas yang sudah melangkah akan mulai pekerjaan mereka.

“Jangan kita bicarakan itu di sini, tidak baik juga kalo yang abang sampaikan masih belum pasti kebenarannya.” Lanjut Bolas yang walau bermulut ember tapi tetap ada saringan jika menyangkut prilaku seseorang.

“Emang kenapa sih bang.” Aydan mengejar Bolas.

“Nanti kapan-kapan. Kao ajak abang ngobrol di luar, tidak berani anang bicara tentang orang-orang di rumah sakit ini. Abang masih mau bekerja di sini, juga takut. Bisa saja dinding rumah sakit ini pun bertelinga.” Jawab Bolas kemudian memulai aktivitasnya dengan penuh kesungguhan.

Aydan tidak berminat untuk mengorek apapun agi dari Bolas, walaupun sepertinya pria berdarah Batak itu memiliki banyak informasi yang menjadi tujuan penyamarannya. Aydan mengikuti Bolas, memilih bersungguh-sungguh melakukan pekerjaan mereka berdua di ruang jenazah yang memang tergolong sepi dan cendrung selalu bersih karena frekuensi kematian pasien rendah di rumah sakit tersebut.

“Rahmad.” Suara wanita terdengar menyapa ruang rungu Bolas dan Aydan yang berada dalam ruangan yang sama, kedua nya mendongak kearah asal suara, pemilik suara itu adalah Markonah alias Ona Shinia yang terlihat datang dengan selambar kertas di tangan kirinya.

“Siap bu Ona.” Dengan sigap Aydan menghentikan aktivitasnya dan menghadap Markonah.

“Ini jadwal baru kamu, atas permintaanmu yang mau bekerja juga di ruang Radiologi. Pagi ini adalah pagi terakhir bertugas di ruang ini, sebab mulai besok pukul 6.30 kamu sudah harus bertugas di sana, dan 2 jam terakhir jam kerja mu. Kamu tetap wajib ke ruangan ini.” Papar Markonah dengan jelas.

“Artinya setelah makan siang, saya akan kemabli bertugas di sini ya buk.” Aydan menerima jadwal dari tangan Markonah.

“Iya, jam kerjamu bertambah. Itu mempengaruhi waktu magangmu. Tentu akan lebih singkat dan lebih cepat jadi pegawai tetap di sini.” Jelas Markonah lagi.

“Siap. Terima kasih buk.” Jawab Aydan penuh hormat.

“Satu lagi, setelah makan siang ini, kamu sudah harus masuk ke ruang Radiologi.” Markonah kembali mengingatkan tentang perubahan jadwal Aydan.

Rahmad Giman paham, berkali-kali ia mengucapkan terima kasih pada Ona yang sudah menyetujui permintaannya agar bisa bekerja di ruangan yang sama dengan Alluna. Untuk memperlancar pendekatannya dengan si dokter koas.

“Bah, kenapa pulak kao pake minta tambahan jam segala Giman?” Bolas segera merapat saat Markona sudah berlalu dari ruangan tempat mereka bekerja.

“Ah abang, usaha bang. Usaha.” Jawab Aydan dengan alis yang di angkat-angkat sebagai tanda senang.

“Usaha apa?”

“Pedekate lah sama dokter Alluna.” Jawab Aydan lebih detail.

“Baah, ngebut kali kao. Jangan lupa pulang ke daratan, ketinggian kao terbang. Merana Kao nanti.” Bolas tetap konsisten untuk mengingatkan Aydan agar tidak terus berharap pada Alluna.

“Kita liat aje nanti bang.” Aydan penuh percaya diri.

“Mas CS, jangan lupa kita makan siang di tempat kemarin yak. Aku udah masak buat Mas Rahmad.” Isi chat terbaca du ponsel lipat milik Aydan.

Dengan wajah senyum sumringah Aydan menarik Bolas agar lebih dekat dengannya dan membacakan isi pesan yang di kirim Alluna untuknya.

“Angkat abang jadi pengabdimu Giman, tolong!”

Bersambung…

Okeh readers, nyak udah move on daru kotak suara. Sekarang sudah kembali ke laptop.

Tumpuk donk

🌹🌹☕☕👍👍

1
kirei ardilla
ada nangka di kebon abang
ada pisang di gantung tali
udah lama nyak menghilang
apakah cerita masih berlanjut ?
Lilik Rudiati
nyak baru nemu lagi setelah hpku rusak jd baru baca Aydan lagi
Andreas Dwi Purwanto
😊😊😊😊😊 terima lasoh By
Andreas Dwi Purwanto
😊😊😊
Andreas Dwi Purwanto
🥰🥰🥰
Andreas Dwi Purwanto
hmmmmmmmm
Andreas Dwi Purwanto
nmmmmmmmm
Andreas Dwi Purwanto
hmmmmmm.
Andreas Dwi Purwanto
86 By
🌹@tiksp💐💐
aydan pengganti babe rozak nich kocaknya...
Andreas Dwi Purwanto
je..eh.. By 😁😁😁
Andreas Dwi Purwanto
86 By
Andreas Dwi Purwanto
masih merapat ino Nyak By 😁😁😁
Andreas Dwi Purwanto
hmmmm.....pas Ramadhan mnih...Nyak By.... dh merapat ya 😁😁😁
Guzzie
ebleng.....
Guzzie
belom pernah gagal bace karyenye si nyak
🌼EmeLBy🌼: mampir di Karya terbaru, masih On Going
JADI CERAI, GAK?
di tunggu
Terimakasih
total 1 replies
Ry
Q mampir nya nyicil Thor,lagi sibuk, nanti kalau lagi nyantai sambung lagi 🤭
Ry: aamiin, makasih doanya ☺️
total 2 replies
Ry
Q mampir enyak ☺️
🌼EmeLBy🌼: makasih
mampir juga di JADI CERAI GAK?
masih baru dan on going
total 1 replies
bunda n3
waah mas cleaning beres nih
bunda n3
hahaha, Gwen bikin Aluna malu aja nih wkwk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!