NovelToon NovelToon
Serumah Dengan Mertua

Serumah Dengan Mertua

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Selingkuh
Popularitas:19k
Nilai: 5
Nama Author: Amie.H

menginjak usia pernikahan ke tahun ke lima. aku dan suamiku masih tinggal dirumah orang tua dari suamiku.
bersama dengan dua saudara ipar yang setiap hari tiada henti nya merengek pada suamiku untuk memenuhi gaya hidup mereka.
padahal mereka tau suami ku hanya seorang buruh pabrik yang gajinya tidak seberapa, bahkan uang dapurpun aku hanya diberi separuh dari gajinya. itu pun masih untuk jajan anak anak kami juga untuk membeli listrik.
mau tau gimana kelanjutannya, ikutin terus ceritanya yaa .
terus dukung outhornya dengan like dan komen ya readers😋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amie.H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 24

Aku dan mas Radit pun saling berpandangan dengan alis yang bertaut.

"maaf Bu, sebaiknya biar sari aja menghadiri rapat itu. kan semua biaya sari yang mengeluarkan." kata mas Radit membuat ibu mertua mencebikkan bibirnya.

"kalo begitu kamu ga menghargai ibu dong mas" kata Sarah sambil memasukan suapan nasi goreng kedalam mulutnya.

"apa maksud kamu Sarah?!" kata mas Radit dengan suara tegas.

"masa mas ga ngerti, namanya apa kalo ga menghargai. ibu kan masih hidup masa cuma menghadiri rapat aja harus diwalikan mbak sari. yang orang tua kami kan ibu bukan mbak sari" kata Sarah dengan ketus.

"kalo kamu kesini cuma mau buat keributan pagi-pagi begini mending kamu langsung berangkat kesekolah dan jangan pernah datang kesini" kata mas Radit yang seketika membuat Sarah berhenti makan.

Sarah pun keluar rumah tanpa berkata sepatah katapun, ibu mertua dan Safira pun mengikuti langkah Sarah.

"mas jngan seperti itu pada Sarah, biar gimana pun dia adikmu mas" kataku pada mas Radit sambil mengelus punggung tangannya.

"dia sudah keterlaluan sar, sudahlah mana bekal ku" kata mas Radit , aku pun memberikan bekal yang sudah aku siapkan untuk mas Radit. kamudian aku antar kan mas Radit sampai kedepan pintu, sementara Aska masih melanjutkan sarapannya.

"mas berangkat dulu sayang" kata mas Radit sambil melirik ke arah ibu mertua Sarah dan juga Safira yang masih berada dihalaman rumah ntah sedang membicarakan apa.

mas Radit pun meninggalkan halaman rumah tanpa berpamitan kepada mereka membuat ibu mertua menapilkan wajah sangarnya padaku.

tanda akan dimulainya perkataan pedas ibu mertua dimulai, aku harus waspada harus pintar menjawab makian ibu mertua. bukan untuk maksud melawan, tapi hanya membela diri.

ibu mertua melangkahkan kaki menghampiriku setelah mas Radit sudah tidak terlihat dari halaman rumah. ibu mertua melayangkan pukulan pada bahuku yang membuatku mengaduh.

"adduuh ibu apaa apaan sih, sakit Bu" pekik ku

"rasain, itulah akibatnya kalo kamu berani menghasut Radit. belum puas juga kamu sudah membuat Radit acuh terhadap kami. hah!" kata ibu mertua membentakku.

"jadi ibu kesini masih terus membahas soal ini? ga cape Bu?!" kataku dengan sinis menatap ibu mertua.

"yaa gara-gara kamu, Radit keluar dari rumah ku dan uang bulanan kami harus kena potong juga gara-gara kamu!" kata ibu mertua semakin keras membentakku.

"seharusnya ibu sadar diri, salah siapa ibu berhutang sana-sini mana uangnya buat foya-foya lagi. Bu, ibu makanya jngan kebanyakan gaya Bu" kataku dengan santainya.

"heh kurang ajar kamu ya, liat aja nanti aku kan membuat Radit menceraikan kamu dan membuat Radit menikahi saira yang jelas lebih segala-galanya dari kamu!" kata ibu mertua dengan menahan geram.

"silahkan saja Bu, itu pun kalo ibu bisa dan mas Radit mau" kataku dengan santai sambil meninggalkan ibu mertua yang masih memakiku di halaman rumah.

aku pun menghampiri Aska dan ikut sarapan bersama nya.

"Aska udah selesai ma" kata Aska.

"yasudah disini dulu ya tunggu mama sarapan dulu" jawabku.

Aska pun menungguku yang masih sarapan dengan duduk santai dikursi sambil menggoyangkan kakinya. tak lama aku pun selesai.

terdengar suara berisik dari halaman rumah, aku segera berjalan keluar ternyata ibu mertua kedatangan wanita yang bernama saira itu lagi.

"sayang sekali Ra, raditnya sudah berangkat. ntahlah tumben dia berangkat cepet" kata ibu mertua yang aku dengar, aku sengaja menguping lewat ruang keluarga yang berbatasan dengan ruang tamu agar bisa dengan jelas mendengar pembicaraan ibu mertua dengan wanita bernama saira itu.

"gapapa Bu, emang Radit kerja dimana sih Bu?" tanya saira dengan suara lembutnya pada ibu mertua.

"Radit sebagai buruh pabrik Ra, ya namanya hanya lulusan D3 bisa kerja apa" kata ibu mertua dengan wajah lesu.

"oohh, lalu istrinya?" tanya saira kembali mengorek informasi mengenai rumah tanggaku pada ibu mertua.

"huh, istrinya Radit itu tidak bekerja. hanya ongkang ongkang kaki aja dirumah. mau kerja apa, wong dia juga SMA ngga tamat Ra" kata ibu mertua mulai menjelekkan ku didepan saira.

"ohyaa? kok mas Radit mau si Bu?" tanya saira.

"ntah lah saira, ibu juga ga habis fikir dengan si Radit yang seperti itu. mana yg Radit itu gampang banget dihasut sama istrinya, huh ibu tu sebenernya ga suka Radit menikah sama dia dulu. tapi mau gimana lagi, Radit ngga bisa dicegah. pusing ibu" kata ibu mertua sambil memijat pelipisnya.

aku pun tersentak dengan perkataan ibu mertua, tak heran jika selama ini dia selalu bersikap seenaknya padaku. ternyata dia tak merestui pernikahan kami.

tak terasa bulir bening menetes. aku menangis, ya ternyata perkataan ibu mertua mencabik relung hatiku sebagai menantu yang tak diharapkan oleh mertua. apa salahku, selama ini aku selalu mengikuti perkataan ibu mertua tanpa membantah. baru saat ini saja aku berani berontak karna sudah tidak tahan dengan sikap ibu mertua, tapi ternyata sebegitu tidak sukanya dia denganku bahkan sebelum aku dan mas Radit resmi menikah.

aku bergegas kembali menuju meja makan dan membereskan sisa makanan dan piring kotor yang berada diatas meja, Aska memandangiku dengan alis yang bertaut.

"mama kenapa? abis nangis ya?!" tanya Aska dengan polosnya, aku pun hanya menggeleng kepala sambil tersenyum yang dibalas anggukan kepala olehnya.

aku pun mencuci piring kotor dan mengelap meja makan, setelah selesai aku mengajak Aska keluar rumah untuk bersosialisasi dengan lingkungan baru.

"oohh ini istrinya mas Radit Bu?" tanya saira ketika aku dan Aska keluar menuju ruang tamu.

"iyaa, ga ada apa- apanya kan dibanding kamu" kata ibu mertua dengan sinisnya.

"jelas lah Bu, lihat lah aku pengusaha muda. sedangkan dia apa, hanya ibu rumah tangga biasa" jawab saira dengan wajah sombongnya.

"heh sari, mau kemana kamu pagi-pagi begini udah mau keluyuran aja" kata ibu mertua dengan ketus.

"mau jalan-jalan sama Aska Bu, biar bisa sosialisasi sama warga disini" kataku sambil terus menggandeng Aska dan menatap ibu mertua.

"apa kamu bilang? jalan-jalan? ngga salah?, kerjain dulu kerjaan rumah, pagi-pagi udah mau kelayapan aja. dasar istri gaada kerjaan" kata ibu mertua dengan sinis.

"ini rumahku Bu, ingat ibu disini hanya menginap. jadi terserah aku mau bagaimana pun bukan urusan ibu!" kataku dengan tegas.

"nah lihat kan Ra, ini lah sikapnya istri Radit. suka ngelunjak sama mertua sendiri" kata ibu mertua sambil menunjuk-nunjuk wajahku dengan jarinya.

"mending ibu pulang kerumah ibu, kalo disini cuma mau buat keributan. aku mau tenang Bu bukan mau keributan kaya gini. cukup udah waktu dirumah ibu aku diam, tapi ngga disini. ini rumahku!" kataku dengan tegas pada ibu mertua.

"haalaaah cuma rumah sewa aja belagu!" kata ibu mertua memandang remeh, begitupun dengan saira yang masih dengan tampang angkuhnya.

1
Castello96
bab 1 gedek,,memang ga enak tinggal serumah ma mertua plus ipar tuh,🥲🥲🥲,Mangat Thor❤️
Castello96
❤️👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!