NovelToon NovelToon
The Forgotten

The Forgotten

Status: tamat
Genre:Horor / Action / Thriller / TKP / Iblis / Balas Dendam / Misteri / Tamat
Popularitas:73.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mapple_Aurora

Sebelum membaca cerita ini Baca dulu room 14

*

Ternyata cerita itu belum usai disana, dia masih ada, dia belum benar-benar musnah, dia masih merajalela. Dia masih mencari, terus mencari, hingga kekuatan itu kembali ada. Sekali lagi tempat yang menyimpan rahasia kelam itu belum sepenuhnya hilang, masih banyak rahasia disana yang belum terungkap.

Menyelidiki lebih dalam konspirasi apa yang ada dibalik rahasia gelap lab buana membuat Diana tersesat semakin jauh. Apa yang selama ini ia ketahui hanya potongan kecil dari sebuah rahasia yang lebih besar. Apa yang terjadi dan disembunyikan di buana membuatnya lebih menyadari betapa menakutkan makhluk yang bernama manusia.

Diana berusaha melakukan penelitian tentang Oublierserum demi menciptakan serum lain yang dapat menetralisir Oublierserum. Diam-diam dia juga mengumpulkan bukti untuk menjebloskan wali kota kedalam jeruji besi.

.

ikuti juga ig aku ya : aca_0325

selamat membaca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mapple_Aurora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Mobil yang dikendarai feby mulai memasuki kawasan Villa la'journey yaitu sebuah Villa milik keluarga buana yang terletak di ujung selatan kota. Elise yang duduk disebelahnya melihat sesekali keluar kaca mobil. pohon-pohon pinus berjejer disepanjang jalan, indah namun juga seram. Meski ia merasa tak nyaman, Elise mencoba mengabaikannya. Barangkali memang hanya perasaan Elise saja, tak mungkin juga wanita ramah seperti Feby orang jahat.

" Rumah kamu jauh juga, ya, "Celetuk Elise memecah kesunyian. Sudah cukup lama mereka berkendara, tapi, sebentar lagi akan sampai. Pada pohon terakhir diujung jalan ada sebuah gerbang menuju villa. Feby membunyikan klakson dua kali dan gerbang segera dibuka secara otomatis.

" Lumayan, "Feby membalas dengan senyum tipis, matanya mengerling sekilas. Elise tidak berhasil menangkap kilatan aneh dimata Feby, hanya saja ia merasa semakin tak nyaman.

Tak lama kemudian mobil feby berhenti di halaman depan villa, ia mengajak Elise untuk segera turun. Mereka berdua berjalan berdampingan masuk kedalam, Elise mengikuti sambil memperhatikan sekeliling yang nampak asing baginya.

Elise mengikuti Feby masuk kedalam. Belum lagi ia melewati pintu masuk sebuah chat dari Diana membuatnya otomatis terhenti.

El, kamu dimana? Orang yang kamu ikuti itu bukan teman, dia musuh kita. Dia berbahaya, El.

Feby nampaknya belum menyadari kalau Elise berhenti. Dengan cepat Elise membuka kamera, ia merekam yang ada disekitar kemudian mengirimkan pada Diana. Setelah itu Elise menyusul Feby, lantai keramik yang mengkilap dan pencahayaan yang terang memantulkan bayangan Elise dengan jelas dilantai.

" Kenapa, El? Kamu pasti meras asing dengan tempat ini? Tak apa, nanti juga kamu akan ingat dan terbiasa,"ujar Feby yang sudah membuka lebar sebuah pintu. Ia memberi isyarat supaya Elise mengikuti.

Elise hanya mengangguk.

"Ayo, sini!"Feby menarik Elise untuk mendekat, Setelah wanita itu berada tepat disebelahnya ia mendorong tubuh kurus Elise kedalam. Setelah itu ia mengunci pintu dari luar, wajah ramahnya berubah datar. Lalu, seolah tak ada yang terjadi, dia pergi ke lantai dua setelah mematikan lampu dilantai satu.

" Semoga kamu datang sendirian kesini, Diana. "Gumam feby lirih. ia pergi ke lantai dua, menemui seseorang yang mungkin sudah menunggu sedari tadi.

" Erlan! "Panggil Feby pada pria jangkung yang duduk diam dibalkon lantai dua. Tak mendapat sahutan, feby setengah berlari memeluk Erlan dari belakang, menyalurkan kerinduan dan juga keinginan untuk memiliki.

" Kau membawanya?" Tanya Erlan sembari melepaskan kedua tangan feby dari pinggangnya. Mata tajam nan dingin miliknya menghunus tepat di mata Feby, memberi peringatan bahwa dia telah melampaui batas.

" ya, aku membawanya. Apa yang akan kamu lakukan?"

" Biarkan dia disana. Jangan sampai wanita tua itu tahu kalau kita sudah lebih dulu mendapatkan orang incarannya. Kita belum tahu dimana keberadaan pak Eddie, " Kata Erlan. Ia kembali berbalik mengarahkan tatapannya kearah jalan menuju villa. Diambil teropong yang tergeletak dilantai tak begitu jauh dari tempatnya berdiri, sekarang ia bisa melihat lebih jauh. Sebuah seringaian tipis tersungging di bibirnya kala melihat sebuah mobil melaju cepat kearah villa.

" Feby!" Geram Erlangga, ia berbalik cepat dan mengcengkeram kuat pelipis Feby, " Kau memang tak becus! Ada yang mengikutimu kesini! "

"Sa-sakit, Erlan. Aku tak tahu, aku yakin sudah menjebak mereka kerumah madam susan, " Nyali Feby ciut melihat kemarahan Erlangga. Ini semua salah diana, dia selalu menjadi penghambat ku, jika ada kesempatan akan kubunuh perempuan sialan itu. Umpat Feby dalam hati, tangannya mengepal erat.

" Bereskan mereka!"

"Aku tidak mungkin melawan mereka sendirian, erlan, " Protes Feby.

"Kau membangkang? kau sudah tidak menginginkan pernikahan? "

 "A-aku.... "

" Mencintaiku berarti harus siap dengan segala resiko dan konsekuensinya. Kau yang menawarkan diri, dan mengorbankan seluruh hidupmu padaku. Sudah terlambat menyesalinya sekarang! "Potong Erlangga dingin. Kemudian tanpa mempedulikan Feby, dia beranjak pergi. Masuk kedalam ruangan yang cukup terisolasi.

Feby mengusap kasar pipinya yang terasa sakit, namun hatinya jauh lebih sakit. Satu bulir air mata jatuh di pipinya, tak ingin menjadi cengeng ia gigit bibirnya sampai berdarah.

*

" Ini beneran tempatnya disini? "Tanya Alea, matanya sibuk melihat pohon pinus yang berjejer.

" Percaya saja sama Dylan."Sahut Abi dari depan.

" Ya, si feby pasti sangat dekat dengan bu margareth sampai bisa datang ke villa nya dengan bebas, "Ucap Alea.

" Daripada membahas yang tidak penting, kenapa kita tidak membahas alasan kamu masuk kedalam sumur itu, na? " Tanya Adnan.

" Firasatku mengatakan disitu ada sesuatu, "

"Terus kamu menemukan apa? harta karun? atau mayat yang lain? " Potong Alea cepat.

" Diem dulu, lele. Nyerocos aja kerjaannya, "cibir Abi.

"Dih, serah aku lah, " Alea memutar bola matanya malas terlalu jengah meladeni Abi, ia memilih menatap sepenuhnya pada Diana.

" Sudah diam dulu, " Tegur Dylan.

" Didalam sumur yang tidak pernah digunakan itu ada lagi ruangan rahasia. Aku bertemu sarah disana bersama seorang perempuan yang sedang koma. Menurutku sarah dan madam susan bekerja sama, mereka termasuk orang-orang Profesor Adams. Tapi, sarah mengatakan kalau dia dan madam susan sedang mengumpulkan bukti disana, " Diana mengeluarkan unek-unek yang membuat kepalanya pusing. Sebanyak apapun Diana berpikir ia tidak bisa mengerti, disisi mana sarah berdiri. Apalagi mayat madam susan yang ia temukan diasrama buana. Kenapa pula feby membunuh madam susan kalau mereka satu komplotan. Namun, untuk apa madam susan mencoba membunuh Diana kalau dia bukan komplotan itu. Diana sungguh tak mengerti, semakin ia berpikir semakin pusing kepalanya.

" Diana, bagaimana kalau begini, "Alea merubah posisi duduknya mengarah pada Diana kemudian berkata, " Sarah dan madam susan kelihatannya memang bekerja sama dengan mereka tetapi sebenarnya memiliki tujuan yang berbeda, "

" Ingat beberapa hari lalu aku juga mengatakan kalau feby dan margareth sebenarnya juga memiliki tujuan yang berbeda, "Abi menambahkan.

"jadi maksudnya ada tiga kelompok disini yang seolah bekerja sama tetapi sebenarnya tidak? " Tanya Diana memastikan,

"Seharusnya begitu. Kalau kita terfokus dengan pertanyaan apakah mereka satu komplotan atau tidak maka kita tidak akan menemukan apa-apa. Kita hanya akan berjalan di tempat," Ujar Adnan.

" Kita ambil kesimpulan kalau mereka tidak bekerja sama. Setelah itu, kita bisa mencari tujuan mereka. Jawabannya pasti ada disana, " Kata Dylan.

" Aku merasa mereka sama-sama membutuhkan pak Eddie."Kata Diana.

Mereka saling melirik satu sama lain, setuju dengan apa yang dikatakan Diana. Berarti pemegang kunci dari rahasia yang mereka coba cari tahu ada pada pak Eddie.

Mereka menghentikan pembicaraan setelah sampai si villa. Gerbang yang terbuka secara otomatis membuat mereka waspada, para pria lebih dulu masuk sementara Alea dan Diana mengikuti dari belakang.

***

1
Libra ♎
aaa kok tamat sih 😭😭... syuka ceritanya. knp gak bikin part 2
Libra ♎: Robert kmn
total 1 replies
Reksa Nanta
lalu mayat Ibunya Sarah ada di mana ? atau sudah berhasil dihidupkan kembali ?
Reksa Nanta
bukankah Sarah bergabung dengan lab Buana atas saran ayah Elise ? dan juga Sarah dibiarkan membuat gubug di tengah hutan karena dia berpura pura menjadi anggota La Reine ?
Reksa Nanta
darimana Safira mendapatkan alat itu ?
Reksa Nanta
jasad ibunya masih utuh ? disimpan atau atau bagaimana ?
Reksa Nanta
mayatnya tergantung di langit2 koridor lantai empat, bukan lantai tiga.
Reksa Nanta
dan apakah Diana tidak mendengar teriakan Alea sama sekali ?
Reksa Nanta
kalau ada renovasi, kemungkinan mayat2 korban kebakaran sudah dibersihkan.

lagipula walau hanya memperbaiki kaca, apa iya proyek renovasinya tidak diketahui siapapun padahal gedung ini letaknya di tengah kota ?
Reksa Nanta
satu yang pasti. ada orang besar dibalik semua ini. renovasi dan segala keperluan di gedung pasti butuh dana yang sangat banyak.
Reksa Nanta
bukan bagi kita, tapi bagi manusia. berarti benar kalau Diana sekarang bukanlah manusia lagi.
Reksa Nanta
Robert pingsan bersamaan dengan pingsannya Diana. jadi kemungkinan besar kondisi Diana sama dengan Robert. Mutan ?
Reksa Nanta
linggisnya bisa digunakan untuk membuka pintu utama. atau untuk senjata melawan orang berjubah hitam.
Reksa Nanta
mungkin dia adalah mutan. apakah ada hubungannya dengan projek Age V ?
Reksa Nanta
apakah obat obatannya masih layak ?
Reksa Nanta
Sarah menoleh pada Sarah ? 🤔
Reksa Nanta
senternya kan terjatuh di dekat tangga lantai satu dan Sarah menggunakan senter dari ponsel sebagai penerangan saat berada di celah tembok.
Reksa Nanta
di novel Room 14 diceritakan bahwa Sarah adalah wanita yang usianya hampir menginjak kepala empat. kenapa di sini usianya baru 30 tahun ?
Reksa Nanta
apakah laboratorium penelitian ilegal lainnya ? siapa yang mengelola dan mendanainya ?
Reksa Nanta
apakah pintu utamanya juga terbuka. sepertinya ada sebuah sistem yang mengendalikan buka tutup pintu secara otomatis, jadi percuma saja mencari kunci.
Reksa Nanta
sepertinya author sengaja membuat alurnya berbelit belit khas sinetron. 😅😅

padahal dari awal mereka mendapatkan email misterius, Dylan bisa melacaknya lalu melapor ke polisi. apalagi Sarah dekat dengan Jendral Besar dan walikota yang baru.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!