Mengkisahkan cerita cinta anak anak Alexa queen, ketua mafia black queen.
Anak dari ke dua suami nya Kaisar dan Pangeran. ( HUKUMAN QUEEN MAFIA )
"Ya tuhan tolong aku, jika dia perempuan akan aku jadikan saudara, dan jika ia laki laki kelak akan aku jadikan sua mi." Ujar nya Lirih.
Jedeeerr.
"Kau baik baik saja."
"Kak Raja, jadi kau yang sudah menyelamatkan ku, aaaaah terimakasih banyak."
Bagaimana caranya agar Nayla mampu menjerat Raja salah satu ketua mafia yang paling di takuti sekaligus kakak dari sahabat nya.
Lelaki dingin, datar dan minim akan ekspresi.
Lalu bagaimana jadi nya ketika Raja sudah mau menerima Nayla di hidup nya namun justru Nayla pergi?
ikuti terus ceritanya, jangan lupa beri macil semangat😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon macil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
suasana semakin panas.
Hari hari terus berlalu, bulan pun berganti.
"Kak Boy, ngapain duduk di sini sendirian." Tanya Ratu saat melihat Boy duduk di kursi taman sendirian.
"Kamu juga ngapain di sini." Tanya Boy balik saat melihat Ratu duduk dengan memakai seragam sekolah.
"Habis pulang sekolah beli jajan terus lihat kakak di sini." Jawab Ratu sambil makan telur gulung.
"Kakak mau?" Tawar Ratu pada Boy yang langsung menyomot begitu saja.
"Nanti malam ada acara parti kelulusan di bar, dan di wajibkan membawa pasangan." Ujar Boy lalu melihat Ratu.
"Ya tinggal bawa pacar kakak aja repot amat." Cetus Ratu santai.
"Masalah nya kakak nggak punya pacar Ratu, mau nyomot di mana juga." Ratu terkekeh melihat Boy yang berdecak.
"Sewa aja lah." Boy menghela nafas nya bagaimana bisa sewa dalam waktu beberapa jam saja.
"Ratu bantu aku yah, jadi pasangan ku semalam aja." Pinta Boy membuat kunyahan Ratu terhenti.
"Kak Raja aja nggak berangkat kak." Cletuk Ratu yang memang tahu kakak nya tak akan ikut acara membosan kan itu.
"Ck kalau Raja semua juga takut nyinggung dia, apa lagi kan semua orang tahu Raja tambah pendiem semenjak kejadian itu." Kejadian itu yang di maksud Boy adalah hari kematian Nayla.
"Baik lah, tapi ada bayaran nya kak." Ujar Ratu.
"Apa pun yang kamu mau akan kakak turuti asal, kamu mau jadi pasangan malam ini buat kakak." Ujar Boy dengan senang, akhir nya masalah ini terpecahkan.
"Iya." Jawab Ratu.
"Biar kita nggak bohong, mulai detik ini kita pacaran yah, jadi kalau ada yang tanya kita bisa ngomong jujur ok." Ujar Boy dengan senang di angguki Ratu.
"Masalah sudah selesai kan? Aku pulang dulu ya kak rasa nya ngantuk banget." Cetus Ratu berdiri hendak beranjak pergi namun Boy cegah.
"Biar kakak antar yah, sekalian kakak juga mau pulang." Pinta Boy setelah beban pikiran nya terasa plong semenjak ada Ratu.
"Hemmm." Ratu mengikuti kemana Boy membawa nya, ternyata mengarah ke parkiran motor milik Boy.
Boy mengantar Ratu hingga sampai di depan gerbang kediaman nya.
"Makasih kak."
"Nanti kakak jemput jam tujuh malam, dandan yang cantik." Ratu mengangguk.
Lebih baik membersihkan diri dan tidur isi tenaga untuk acara nanti malam.
.
.
.
.
.
Malam hari saat Boy sudah menjemput Ratu jam 7 pas tidak kurang, tidak lebih, begitu juga Ratu yang sudah stay di depan gerbang nya.
Tak susah untuk meminta izin sebab mamah nya sedang hamil tua jadi lebih menjaga emosi dan lebih mementingkan diri nya yang mudah lelah juga gerah.
Sedang papah dan papih nya mengizinkan putri kesayangan mereka pergi karna bersama Boy, Queen? Dia sibuk dengan dunia nya, Raja? Dia tak pernah pulang, dia lebih sering ke markas baik pagi, siang atau malam.
"Ini betul kita ke bar kak?" Tanya Ratu memastikan sebab ini kali pertama ia menginjak kan kaki di temapt seperti ini.
"Iya lah, kamu tenang saja ok." Mereka berdua memasuki bar tempat di mana kelas tiga yang sudah berakhir menuntut ilmu di masa masa putih abu abu ini berkumpul.
Banyak sekali muda mudi sedang berjoged, ada juga yang bahkan sedang melakukan hal tak layak untuk anak seumuran mereka.
"Hai Boy, wah gue nggak nyangka gandengan lo ngeriii broow." Ledek salah satu teman sekelas Boy.
"Ho oh, lo nggak takut di babat kakak nya." Ratu hanya terkekeh saat mereka membicarakan kakak kandung nya di depan adik nya.
"Aman sob, Rat kita duduk sini yah." Boy mengajak Ratu duduk di sebelah nya.
"Minum minum." Ajak sahabat Boy.
"Ah nggak, gue nggak minum, Ratu juga." Tolak Boy dengan santai.
"Ah kalau begitu ini saja, tak ada alkohol nya sama sekali, sebaik nya memang kalian tak mabok, bisa bisa kita di gorok Raja." Ujar salah satu gadis yang duduk di sebelah Boy.
Boy dan Ratu meminum jus jeruk itu tanpa curiga sama sekali.
Glek glek glek
Setelah beberapa menit entah memang keadaan semakin malam semakin ramai, atau karna sesuatu.
"Emm semua nya aku pamit ke toilet sebentar." Pamit Ratu bergegas menuju kebelakang mencari letak toilet.
Boy mengerutkan alis nya saat di rasa suhu tubuh nya semakin panas.
Badan gue panas banget anying. Batin Boy.
Boy bukan anak kemaren sore yang tak tahua apa yang sedang ia rasakan,
Tadi kan Ratu izin kebelakang jangan jangan. Gumam Boy.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
enak aja dah enak2 ma ratu mau ditinggalin gitu aja tanggung jawab woyyyy sebelum kau dikebiri wkwkwk
padahal dia udah serius malah harus kecewa
ayo kak author jangan lama-lama up nya + crazy up