Seorang Dirga pewaris tunggal dari keluarga kaya raya terpaksa harus menikahi Elisa anak dari rekan bisnis orang tuanya, hanya karena surat perjanjian kala itu beserta penyatuan dua perusahaaan yang sudah di sepakati bersama.
Dirga sebenarnya tidak mencintai Elisa karena dihatinya sudah ada Mona yang sudah 5 tahun ini menjadi kekasihnya.
Elisa sudah mengetahui semuanya kalau ternyata Dirga menikahinya hanya karena keterpaksa, rumah tangga yang mereka jalani hanya kebohongan belaka. lambat laun hati Elisa mulai lelah dan dengan terpaksa dia harus pergi menjauh dari kehidupan Dirga dengan membawa kehamilannya yang tidak di ketahui oleh siapapun.
Dirga akhirnya menyesali perbuatanya saat dia mengetahui ternyata Mona hanya memanfaatkannya saja selama ini, dia kembali mencari Elisa tapi Elisa sudah pergi jauh dari hidupnya.
Penyesalan? apakah Elisa akan kembali untuk Dirga kita lihat saja nanti.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian readers like dan komennya ya!''🙏♥️😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indaria_ria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24. Kepulangan Dirga dan Elisa
"Kita? maksud kamu?"
"Iya kita, aku dan kamu!''
"Apa kamu juga akan ikut pulang denganku? lalu bagaimana dengan bisnismu?''
"Kamu lebih penting dari apapun sayang!''
Mona semakin bingung bagaimana dengan Dirga? dirinya saja belum menyelesaikan masalahnya kalau Edwin ikut bersamanya semua masalah tidak akan selesai yang ada akan semakin rumit.
"Sayang, kenapa kamu seperti bingung?"
''Em...Aku, aku hanya sedang memikirkan ibuku!" Mona mencoba menutupi semuanya.
"Ya sudah kalau begitu aku akan menyuruh asisten ku untuk segera memesan kan tiket untuk kita!" Disana Edwin segera menelepon asistennya, nampak disana ada sedikit perdebatan antara Edwin dan sang asisten.
"Maaf Pak, kalau saya lancang saya hanya ingin mengingatkan kembali dengan tujuan bapak ke Eropa!"
Disana nampak Edwin berpikir keras memang benar Mona segalanya tapi bisnisnya juga sangatlah penting, apa kata Ayahnya kalau dia gagal mengelola perusahaan yang sudah diberikan pada dirinya.
"Sayang, aku minta maaf sepertinya aku tidak bisa menemanimu untuk kembali ke Indonesia. Bisnisku disini masih membutuhkanku!" disana sebenarnya Mona sangat senang setelah tahu Edwin tidak bisa ikut dengan dirinya sebenarnya Mona tidak ingin Edwin merusak rencananya.
"Ya sudah tidak apa-apa, aku akan pulang sendiri perusahaanmu lebih membutuhkan mu dari pada aku!"
"Apa kamu marah?"
"Tidak aku tidak marah." dengan menampakan senyum manisnya Mona meyakinkan pada Edwin.
"Kalau begitu aku akan pesankan tiket pesawat untukmu!"
"Terimakasih banyak ya sayang, kamu baik sekali!"
"Itu tidak seberapa sayang, kamu tidak perlu berterimakasih, kamu tahu cintaku lebih besar dari pada semua ini!"
Edwin kembali memeluk Mona disana, rasanya dia tidak ingin lagi berpisah dengan pujaan hatinya, tapi sayang dihati Mona sekarang hanya ada Dirga seorang, Edwin hanya ingin ia manfaatkan saja.
**
Sementara itu Pesawat yang Dirga dan Elisa tumpangi sudah mulai lepas landas dari bandara menuju ke Indonesia, Elisa hanya mampu memandangi keindahan Eropa dari atas pesawat, "Aku akan kembali!" ucapnya lirih.
Kalau bukan permintaan Dirga, mungkin Elisa belum ingin meninggalkan Eropa, dia sudah lama ingin pergi berlibur ke negara itu tapi baru saja tiga hari di Eropa dia harus kembali lagi ke Indonesia, dia tidak bisa melawan perintah suaminya.
Sebenaranya Dirga tahu apa yang sedang di pikirkan oleh Elisa disampingnya, tapi dia tidak bisa berlama-lama disana sedang dia tahu Mona juga berada disana.
"Bagaimana dengan Mona, kenapa aku masih saja mengkhawatirkan dirinya bukankah dia sudah menyakitiku?" Dirga masih melawan rasa itu walau dihatinya masih tetap ada Mona yang belum bisa ia hilangkan dalam pikirannya.
Sementara itu Mona yang baru saja di antar Edwin menuju kebandara masih nampak terlihat sedang menunggu jam terbangnya setelah melakukan check in dan mendapat boarding pass Mona langsung menuju waiting room untuk menunggu keberangkatannya.
"Ga, tunggu aku! aku akan perbaiki semuanya, aku tidak ingin kamu meninggalkanku. Aku benar-benar mencintaimu!" ucap Mona disana.
Setelah menunggu hampir satu jam akhirnya pesawat yang akan Mona tumpangi akan segera di berangkatkan, Edwin sendiri tidak bisa menunggu sampai keberangkatan Mona dia harus melakukan pertemuan penting hari ini dengan sesama pembisnis.
**
Setelah menempuh perjalan kurang lebih dua puluh jam akhirnya pesawat yang Dirga dan Elisa tumpangi sudah bersiap-siap untuk landing, mereka sampai di jakarta pagi hari disana kedua orang tua mereka sudah menyambutnya di bandara.
"Sayang bagaimana keadaanmu apa kamu sudah membaik?" mama Rina sang mertua sangat mengkhawatirkan keadaan menantunya.
Tidak terkecuali Mama Rosa dia lebih mengkhawatirkan putri semata wayangnya, disana mereka saling berpelukan melepas rindu yang sebenarnya baru saja kemarin mereka pergi sudah seperti setahun meninggalkan mereka.
Elisa sangatlah beruntung mendapatkan keluarga serta mertua yang benar-benar menyanyanginya, tapi kenapa di pernikahannya tidak seberuntung seperti yang lainnya.
Disana Pak Hartawan mulai mendekati putranya, dia ingin mencerca banyak pertanyaan pada Dirga. Bagaimana bisa Mona ikut dalam perjalanan mereka, kalau sampai Elisa meminta pulang gara-gara Dirga, Ayahnya tidak akan segan memberi perhitungan pada putranya.
"Temui Ayah dirumah kalau kalian sudah sampai di rumahmu!" ucap Pak Hartawan berbisik di telinga Dirga saat mereka berpelukan.
"Ba-baik Ayah!" Dirga sudah merasa ada sesuatu nantinya yang terjadi menyangkut kepulangannya yang mendadak.
Dua keluarga masuk kedalam dua mobil yang berbeda Elisa meminta ijin pada mertuanya untuk satu mobil dengan mama dan papanya, disana mama Rina mengijinkannya.
"Bagaimana bulan madunya sayang?" tanya Mama Rosa pada Elisa.
"Seperti yang mama lihat aku bahagia bukan?" nampak senyum kebahagian Elisa ia tunjukkan kepada kedua orang tuanya, dia berusaha menutupi pada semua tentang apa yang sudah terjadi pada rumah tangganya.
"Papa harap setiap ada masalah ceritakanlah pada kami ya nak?"
"Baik pa!" disana mata Elisa sedikit berembun kala papanya berbicara, pak Aditya memang tidak banyak berbicara tapi di dalam hatinya dia sangat menyayangi putri satu-satunya.
Setelah melakukan perjalanan hampir satu jam akhirnya dua mobil itu sudah sampai di depan rumah Dirga, mereka hanya mengantarkan anak serta menantunya saja setelah itu mereka langsung meninggalkan rumah itu.
Didepan pintu gerbang para asisten rumah tangga disana segera menyambut kedatangan majikannya, mereka segera membawakan koper dan barang-barang lainnya untuk segera di bawa masuk.
Sebenarnya Dirga malas sekali pulang kerumahnya, disana dia harus berpura-pura menjalankan pernikahannya. Apalagi di rumahnya juga banyak mata-mata yang terus mengawasi pergerakannya kalau boleh memilih Dirga akan pergi saja dari rumah itu tapi mengingat perjanjian Ayahnya dengan dirinya dia tidak bisa berbuat apa-apa.
"Maaf Nyonya muda, apa anda akan makan dulu? saya akan menyiapkan semuanya!"
"Sebentar ya bi, saya tanya mas Dirga dulu! Mas apa kamu mau makan dulu?"
"Tidak, sebentar lagi aku akan kerumah Ayah nanti aku akan makan di sana!" ucap Dirga sambil berlalu dari hadapan Elisa dan segera menaiki tangga menuju kekamarnya.
"Baiklah! bi biar saya saja yang makan ya? tolong siapkan untuk saya saja!"
"Baik Nyonya muda!" Disana Elisa segera menyusul Dirga ke kamarnya.
Sesampainya dikamarnya Elisa tidak menemukan Dirga dia berfikir mungkin suaminya sedang kekamar mandi dan dia akan menunggu sebentar disana.
Setelah menunggu hampir sepuluh menit akhirnya Dirga terlihat keluar dari kamar mandi, Elisa segera bangun dan berdiri di depan Dirga.
"Mas apa aku boleh tahu kenapa Ayah memintamu datang kesana?"
"Sudahlah jangan banyak tanya! kedatanganku kesana tentunya tidak akan merugikanmu!"
"Maksud kamu?"
BERSAMBUNG....
BANTU LIKE DAN KOMENNYA READERS KALAU KALIAN SUKA DENGAN CERITA INI
TERIMAKASIH🙏😊❤