NovelToon NovelToon
Santri Rock'N Roll

Santri Rock'N Roll

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Komedi
Popularitas:425.3k
Nilai: 5
Nama Author: Green Aple

Santri Rock'n Roll..
Ricky Sanjaya adalah anak dari seorang pengusaha yang sukses, kehidupan mewah dengan segala fasilitas yang dia miliki membuatnya hidup tanpa aturan.

Ricky selalu membuat ulah dimanapun dia berada, bahkan dia sering berpindah-pindah sekolah karena kenakalannya.

Sang Ayah yang merasa sudah tidak sanggup lagi mengatur perilaku anak semata wayangnya, mencoba menitipkannya ke sebuah pondhok pesantren yang jauh dari rumahnya, dengan harapan Ricky akan mampu hidup mandiri dan bisa lebih menghargai orang lain.

Kehidupan pesantren yang penuh aturan nyatanya juga tidak membuatnya berubah, hingga dia dikeluarkan dari pesantrennya. Namun kehadiran sosok perempuan yang juga merupakan anak dari sang Kiai perlahan-lahan mampu mengubah hidupnya.

Bagaimana petualangan Ricky selanjutnya. Ikutu kisahnya yuk..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Green Aple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Minggu berganti bulan, dan bulan pun berganti tahun. Kini Ricky tengah wisuda karena telah menyelesaikan pendidikan akhirnya.

Ricky memperoleh bea siswa karena mendapat nilai terbaik sementara Syifa yang berada pada urutan kedua juga mendapatkannya. Ricky langsung mendapat ucapan selamat dari teman-temannya saat guru mengumumkan hasil akhirnya. Syifa pun kemudian mendekat setelah melihat Ricky tengah berdiri sendiri.

"Selamat ya Rick, kamu dapat nilai tertinggi" ucap Syifa sambil tersenyum dan mengulurkan tangannya.

"Makasih Syif, kamu juga hebat" jawab Ricky menyambut uluran tangan Syifa.

"Ricky!" Teriak Bu Sofi sambil berlari ke arah Ricky dan langsung memeluknya. "Selamat ya sayang" sambungnya lagi tanpa melepas pelukannya.

"Lisa?" Ucap Ricky yang terkejut saat melihat Syifa tengah berjalan ke arahnya sambil tersenyum. "Kamu kenapa bisa ada di sini?" Tanya Ricky yang masih tampak terkejut.

"Kebetulan kemarin Lisa main ke rumah, dan untungnya dia mau nemenin Mama ke sini, Soalnya Papa nggak bisa dateng, karena ada urusan penting di kantor" ucap Bu Sofi panjang lebar sambil melepas pelukannya.

Bu Sofi beralih menatap Syifa kemudian tersenyum lalu mengucapkan selamat atas prestasi yang didapatnya, sementara Syifa tersenyum ramah menanggapi dan tidak lupa berterima kasih atas ucapan selamat yang diberikan Bu Sofi.

"Oiya Rick, toilet di sebelah mana ya?" Tanya Bu Sofi tiba-tiba, kemudian mengarahkan pandangannya untuk mencari-cari letak toilet.

"Di sebelah sana tante" jawab Syifa sambil menunjuk arah toilet yang langsung dituju oleh Bu Sofi.

"Selamat ya Rick" ucap Lisa sambil mengulurkan tangan dan tersenyum.

"Iya, makasih Lis" jawab Ricky sambil menyambut uluran tangan Lisa. "Eh iya, kenalin ini Syifa, anak Pak Kiai tempat aku ngaji..Syif ini Lisa, temen sekolah aku dulu" sambungnya lagi mengenalkan kedua temannya.

Lisa melirik tidak suka, kemudian menatap tajam Syifa. "Gue Lisa, pacarnya Ricky" ucap Lisa sambil mengulurkan tangannya.

Dan ketika Syifa hendak menyambut uluran tangannya, Lisa langsung menarik kembali tangannya. "Sorry, gue lupa bawa hand sanitizer, takut tangan gue gatel-gatel ntar!" Sambungnya lagi ketus.

"Lisa! Jaga sikapmu!" Hardik Ricky yang tidak suka dengan perlakuan Lisa pada Syifa.

"Udah Rick, nggak papa, yaudah kalo gitu aku ke sana dulu ya" ucap Syifa ramah sambil menunjuk ke arah teman-temannya. "Wasalamu'alaikum" sambungnya lagi lalu pergi meninggalkan Ricky yang belum sempat membalas salamnya.

"Keterlaluan kamu Lis!" Hardik Ricky pada Lisa. "Syifa, tunggu!" panggilnya kemudian dan hendak menyusul Syifa, namun tiba-tiba Lisa menangkap lengannya dan menggenggamnya erat.

"Ricky, biarin aja dia pergi!" Teriak Lisa mencoba menahan Ricky yang hendak pergi.

"Lepasin tangan gue Lis!" Perintah Ricky sambil melepas tangan Lisa dari lengannya. "Dan Ingat, sekarang kita hanya berteman, tidak lebih" sambungnya lagi.

"Rick, kalian kenapa?" Tanya Bu Sofi saat melihat Ricky dan Lisa seperti bertengkar. "Loh, Syifa mana?" Sambungnya lagi saat menyadari Syifa sudah tidak bersama mereka.

"Eh, nggak papa kok tante, tadi Syifa pergi sama teman-temannya" jawab Lisa sambil melepas lengan Ricky. "Yaudah kita pergi cari makan yuk tan, aku laper nih" sambungnya lagi mencoba mengalihkan perhatian.

"Yaudah ayok" jawab Bu Sofi, dan mereka pun akhirnya pergi.

Sementara Ricky terpaksa mengikuti mereka, namun pandangannya tidak lepas dari Syifa yang tampak asyik ngobrol dengan teman-temannya, seolah tidak pernah terjadi apa-apa padanya.

***

"Kamu ikut pulang ke jakarta bareng kita kan Rick?" Tanya Lisa saat mereka berada di rumah makan.

"Nggak, aku masih betah tinggal di sini" jawab Ricky tanpa mengalihkan pandangannya dari makanan di piringnya.

"Loh emang kenapa Rick?" Tanya Bu Sofi. "Mama sudah berencana memasukkan kamu ke universitas ternama di jakarta, apalagi dengan nilai kamu yang bagus, Mama yakin Papa pasti setuju" sambungnya lagi mencoba meyakinkan Ricky.

"Enggak Ma, masih banyak yang harus aku pelajari lagi di sini" tolak Ricky. "Lagian kan kuliah di sini juga sama saja" sambungnya lagi

"Jelas beda lah Rick, universitas di jakarta itu kualitasnya jauh lebih baik daripada di sini, pasti karena perempuan kampung itu kan?"Tanya Lisa menyelidik.

"Itu kan menurut kamu, mungkin kamu memang pandai, tapi dari cara berfikirmu terlihat jelas, bahwa wawasanmu terlalu sempit karena kamu hanya melihat sesuatu dari satu segi sudut pandang, tanpa melihat dari sudut pandang lainnya" ucap Ricky. "Dan kamu harus ingat baik-baik, meskipun Syifa anak kampung, tapi dari segi apapun, dia jauh lebih baik dibandingkan kamu" sambungnya lagi sambil menatap tajam Lisa.

Bu Sofi mencoba menengahi perdebatan antara Lisa dan anaknya, sementara Lisa hanya membuka mulutnya tanpa mengeluarkan kata-kata saat mendengar ucapan Ricky.

"Maksud kamu apa?" Tanya Lisa yang tidak terima dirinya dibanding-bandingkan dengan Syifa.

"Sudahlah, lupakan saja, orang seperti kamu tidak akan pernah bisa mengerti" jawab Ricky datar. "Ma, jika memang sudah tiba saatnya nanti, aku pasti pulang, tapi tidak untuk saat ini" sambungnya lagi sambil menggelengkan kepala pelan dan menatap Mamanya.

Setelah melakukan perdebatan ringan yang cukup panjang, Bu Sofi pun akhirnya menyerah dan hanya pulang bersama Lisa, sementara Ricky langsung kembali ke rumah Pak Yusuf.

***

Selesai ngaji rutinan, Ricky tidak langsung pulang, dia mengajak Hasan dan Samsul untuk makan di warung Pak Karso.

Ricky ingin mentraktir mereka makan sebagai perayaan kecil-kecilan, karena dia lulus dengan predikat terbaik.

"Kalo mau syukuran tu jangan tanggung-tanggung dong, masa iya makan di sini, makan di sini mah udah sering kali, di restorant kek, apa cafe gitu, biar kerenan dikit" protes Samsul panjang lebar saat mereka sudah mulai duduk.

"Yaelah tinggal makan aja protes, udah mending ada yang mau traktir" gerutu Hasan pada temannya.

"Lagian lidah lo juga nggak cocok sama masakan restorant, ntar kesleo lagi lidah lo" sambar Ricky yang disambut tawa oleh Hasan, sementara Samsul tampak memonyongkan bibirnya kesal.

"Ya paling nggak masakan padang lah, biar anteng di perut, baru deh gue bisa tidur nyenyak" ucap Samsul saat tawa kedua temannya reda.

"Makan di sini aja kamu udah susah dibangunin, gimana kalo makan di rumah makan padang, bisa-bisa malah nggak bangun lagi ntar" balas Hasan yang membuat tawa mereka pecah lagi.

"Tega banget kalian sama gue, inget do'a orang teraniaya itu cepet dikabulin" ancam Samsul pada kedua temannya yang masih mentertawakannya.

"Oalah warung saya kedatangan Gus Ricky rupanya, pantesan aja hari ini warung rame banget" canda Pak Karso saat keluar dan melihat Ricky di warungnya.

"Ini mah Gus swasta namanya" sambar Samsul yang membuat Pak Karso terkekeh.

"Gus swasta juga nggak papa, yang penting manjur" jawab Pak Karso disela tawanya. "Buktinya masakan saya hari ini habis semua" sambungnya lagi kemudian melanjutkan tawanya.

Samsul tampak mengernyitkan dahi saat mengetahui kalau sudah tidak tersisa lagi makanan untuk mereka. "Apes..apes" gerutunya sambil menepuk jidatnya, menampakkan muka memelas, sementara yang lain tampak tertawa melihat tingkah Samsul.

Mereka pun akhirnya hanya memesan mie instant dan teh hangat, dengan Samsul yang memesan dua porsi.

___

1
Anonim
/Good/
jangkaremas
seruuu..
karyaku: hi kak mendadak menjadi istri ustadz jangan lupa mampir y kk
total 1 replies
jangkaremas
makin seru
jangkaremas
masih lanjut
jangkaremas
jejak/Facepalm/
Anonim
lanjut lagi Thor, jangan lama2 up-nya..penasaran nih/Frown/
Anonim
ceritanya ringan tapi banyak berisi ilmu, apalagi dikemas dengan nuansa komedi jadi lebih mudah dipahami. Terima kasih author.
then_must_nanang
syarat pak Kiai memiliki makna yg sangat dalam.
Ya begini ini cerita yg aku suka.
semangat buat authornya.
Siti Muniroh
baru juga awal awalan udah kocak,gimana kalau di jadiin filem
Dede Saputra Djaelani
lanjut thor
sudi mukti susila
mana up datenya Thor
dah lama banget
Adi Marhadi
mana nih up datenya.....??
Fauzan Bahri
lanjut thor meskipun aku bacanya telat yg lain baca dr tahun 2020 lah aku baru baca😀
sul sul
kapan up lagi
Dwi Ningsih
semangat...ricky..!!!!
yamink oi
nyimak...
bagus sanggar hurif
assalammualaikum
Fatur Rohman
kapan lanjutan nya nih...
arief budiman
belum ada sambungan cerita masih nunggu
Fatonah
👍🙏🙏💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!