Season 2
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ane, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24'
Suatu hari, saat Arthur sedang tidur di sela sela istirahat latihannya, dia di datangi sosok pria gagah bertopeng Hannya.
Topeng berwarna merah itu tersenyum mengikuti gerakan bibir pemakainya.
"Mohon maaf, kalau boleh tau, anda siapa tuan?" tanya Arthur sangat sopan karena tau orang di hadapannya ini bukanlah orang sembarangan.
"Nak, jangan lihat siapa aku, aku hanya ingin memberikan titipan Yang Kuasa untukmu. Terimalah kekuatan dahsyat ini, gunakanlah dengan baik untuk melindungi orang-orang yang kamu sayangi." jawab pria itu menyentuh dahi Arthur.
Woshhhh...
Arghhhh.....
Arthur berteriak kesakitan karena di kepala dan tubuhnya terasa ada sesuatu yang sangat besar masuk.
Di luar alam bawah sadarnya, Adrian, dan Devin panik mendengarkan teriakan kesakitan dari mulut Arthur. Mereka berdua berusaha keras untuk membangunkan Arthur dari tidurnya, namun semua itu sia sia.
Arthur yang sudah satu jam merasakan rasa sakit itu kaget saat rasa sakitnya hilang begitu saja. Dia lebih kaget lagi saat sadar bahwa dia sudah pindah ke sebuah padang rumput.
"Akhirnya datang juga!" ucap sosok bayangan hitam yang berjarak 10 meter di depan Arthur.
"Siapa kau?!" tanya Arthur memicingkan mata.
"Aku? aku adalah sisi gelapmu! hahahaha....anak sampah! miskin! beban orang tua!" jawab bayangan hitam.
"Kau juga dong! kau kan diriku juga." ucap Arthur.
"Iya juga." gumam bayangan hitam itu baru sadar.
"Dasar! beban teriak beban! hahaha!" ejek Arthur.
"Kau yang beban! kau yang menggerakkan tubuh ini!" teriak bayangan hitam itu.
"Kan kau yang mempengaruhi aku!" ucap Arthur dengan senyuman lebar.
"Bajingann! lebih baik kau mati sekarang dasar sampah!" teriak bayangan hitam itu melesat menyerang Arthur.
Arthur yang pada dasarnya sudah muak akan dunianya ikut melesat menyerang bayangan hitam itu.
Booommm...
Ledakan besar terjadi saat Arthur dan bayangan hitam itu bertabrakan dengan serangannya masing-masing. Arthur yang sangat kesal pun memulai pertarungan dengan tangan kosong.
Buaghh..
Bughh..
Buaghh..
Bughh..
Kedua makhluk itu saling memukul satu sama lain menggunakan tenaganya. Bayangan hitam yang sudah terpancing emosinya membuat gerakannya berantakan dan banyak celah.
Hal ini di manfaatkan oleh Arthur sebaik mungkin, dia meningkatkan kecepatan gerakannya sambil diam diam membuat bola energi Alam.
Buaghhh...
Arthur menendang perut bayangan hitam itu sehingga membuat bayangan hitam itu lemas untuk beberapa saat. Kesempatan ini tidak Arthur sia siakan, dia langsung menarik kepala bayangan hitam itu lalu menembakkan bola energi di dadanya.
"Menyingkir dari tubuhku!" ucap Arthur penuh penekanan.
Booommmm....
Arghhhh....
Sepersekian detik setelah ledakan besar itu, kesadaran Arthur pun kembali ke raganya. Nafasnya ngos-ngosan, tubuhnya basah karena keringat, dan wajahnya pucat.
"Kau kenapa?!" tanya Devin khawatir.
"Tunggu sebentar, biarkan dia tenang terlebih dahulu." ucap Adrian memberikan air mineral pada Arthur.
Arthur meminum air mineral tersebut sampai habis, dia masih berusaha untuk tenang walaupun masih sangat syok.
[Kau bertemu siapa bos?! gila! statistik mu melonjak drastis! seperti naik ke atas gunung tertinggi! luar biasa!]
"Kalau sudah tenang, ayo, ceritalah." ucap Adrian.
"Aku bertemu pria bertopeng kek, dia memberiku sebuah kekuatan dan banyak sekali pengetahuan baru. Setelah itu aku berpindah ke padang rumput yang sudah di tunggu sosok bayangan hitam. Aku bertarung dengannya tangan kosong, dan aku berhasil membunuhnya dengan mudah." jawab Arthur setelah mengumpulkan nyali.
"Baiklah, kita akhiri saja latihan hari ini. Kamu butuh istirahat." ucap Adrian tersenyum lebar.
"Ayo pulang." ajak Devin memapah Arthur.
Mereka bertiga pun berjalan menuruni pegunungan menuju rumah dengan Arthur yang di papah oleh Devin. Sesampainya di rumah, Riana langsung menghampiri mereka untuk menanyai keadaan Arthur.
"Kamu kenapa nak? kamu sakit?" tanya Riana khawatir akan keadaan Arthur.
"Cuma sedikit insiden saja bu." jawab Arthur.
Yap! Arthur telah di angkat sebagai anak oleh keempat istri Adrian. Keputusan ini di ambil karena sifat, karakteristik, dan tingkah laku Arthur yang sangat sangat mirip dengan Bima.
"Kamu pasti kecapean sayang, jangan di paksa dulu ya." ucap Riana memeluk Arthur penuh kasih sayang seorang ibu.
"Iya, kita libur dulu dua hari, kamu harus recovery dulu." ucap Adrian mengusap kepala Arthur seperti seorang ayah.
"Ayo aku antar ke kamar, kau harus istirahat total, jangan coba coba untuk latihan di Alam Surgawi!" ucap Devin.
Arthur hanya menganggukkan kepala, dia pun di bantu masuk ke dalam kamarnya oleh Devin. Arthur rebahan di atas kasur dengan rasa lelah luar biasa di tubuhnya.
[Istirahat bos, jangan sampai kau drop]
'Ya bos! kalau kau drop, siapa yang akan mencintai nona Olivia nanti.' ucap Son.
"Sialan." ucap Arthur tersenyum geli.
Karena kelelahan, Arthur pun tertidur pulas di kamarnya. Dari sore sampai pagi Arthur tidur pulas di kamarnya tanpa ada gangguan dari mimpi buruk maupun suara Olivia yang membangunkannya.
Pagi harinya, pukul 07.00, Arthur baru selesai mandi dengan kondisi tubuhnya yang sudah lebih segar dari kemarin. Arthur keluar dari kamarnya untuk sarapan bersama.
Di ruang makan ternyata sudah terdapat seluruh penghuni rumah dan satu sosok pemuda tampan bertubuh atletis bernama Brian. Brian ini bisa di bilang sahabat baru Arthur, sejak 50 tahun lalu mereka bersahabat.
Berawal dari Brian yang datang bersama kedua orang tuanya untuk meminta Adrian melatih anak mereka. Sampai saat ini mereka bersahabat, sangat dekat, bahkan keduanya sudah mengucapkan janji suci persaudaraan.
Keduanya sudah saling memahami sifat masing-masing, sehingga mereka berdua bisa saling melengkapi satu sama lain ketika bertarung, nongkrong, dan jalan jalan.
Di ketahui bahwa Brian ini adalah reinkarnasi dari Dewa Indra. Penerus tahta dari wadah sebelumnya, tentu saja hal ini membuat Adrian senang bukan main. Karena impiannya untuk menyatukan dua rival abadi bisa terwujud.
"Dari mana kau? belakangan ini tidak ikut latihan." tanya Arthur melakukan tos tinju dengan Brian.
"Aku? aku pergi ke Alam Dewa untuk melamar salah satu putri kerajaan di sana." jawab Brian.
"Buru buru banget." ucap Arthur sambil menyendok nasi ke piringnya.
"Ayolah! masa kau belum paham juga!" jawab Brian tersenyum penuh arti.
"Dasar!" ucap Arthur menggelengkan kepala.
"Kamu kapan?" tanya Adrian pada Arthur.
Arthur hanya cengengesan, dia tidak berani menjawab karena Olivia menatapnya penuh harap.
"Sudah, cepat makan, ibu mau pergi hari ini." ucap Riana.
"Kemana? tumben sekali." tanya Arthur.
"Jalan jalan dong! emang kamu! setiap hari latihan!" jawab Riana meledek.
"Hehehehe...Brian aja absen beberapa minggu, jadi gak ada teman main deh." jawab Arthur terkekeh geli.
"Kan ada Oliv, ajak aja dia, lagian dia juga nganggur di rumah." ucap Zoya.
"Nanti malah jajan aneh aneh, gak ah, habis nanti uangku." jawab Arthur yang langsung mendapatkan cubitan keras di pinggangnya.
"Adududu...becanda doang!" ucap Arthur merintih kesakitan.
"Oh iya, kata paman Devin, kemarin kau waktu tidur teriak-teriak kesakitan. Kenapa?" tanya Brian.
"Mimpi buruk." jawab Arthur.
"Payah, cuma mimpi buruk saja sampai teriak-teriak hahaha..." ucap Brian tertawa keras.
"Sialan.." ucap Arthur terkekeh geli.
Mereka pun melanjutkan sarapan dengan perbincangan ringan yang mengundang tawa. Selesai sarapan, Arthur pergi ke teras halaman belakang untuk merokok sambil melihat Brian berlatih bersama Devin dan Adrian.
'Zet, cek statusku.' ucap Arthur.
[Status
Nama: Arthur Dillingham
Usia: 137 tahun
Title: Pemilik Sistem, MahaDewa, Dewa Kematian, Kaisar Neraka
Job: Fighter, Assassin, Guardian, Alchemist
Kultivasi: Dewa 3 Alam
Level Hunter: 1.899.090 (Raja Alam Semesta)
STR: ∞
AGI: ∞
DEF: ∞
VIT: ∞
Poin Pengalaman: 0
Elemen: Api, Air, Angin, Tanah, Petir, Kayu, Es, Cahaya, Kegelapan
Pasif Aktif:
-Devil's Steps
-Simple Illusion
Teknik:
-Berpedang kuno
-Void Sword
-Teknik penyerapan
Skill:
-Sword of justice
-Doomsday Meteor
-Dragon Fire Of Death
-Thunder Strom
-Lightning Dragon
-Sealing soil
-Hurricane slash
-Death god's stab
-Simple Domains
Statue:
-Gedomazo
-Susano'o
Beast Spirit:
-Gorilla Putih
-Rubah ekor 9
Titan:
-Raksasa Batu
-Dewa Titan
-Dewa Dark Titan
Mode:
-Chakra (mode energi)
-Mode Kaisar Neraka
-Mode Yin Yang
Roh Spiritual:
-Naga Penguasa Langit ke tujuh
Total persentase kekuatan: 1.000.000%
Kekayaan: Rp 100 Triliun
Inventori:
-Kitab Teknik Berpedang
-Pedang Yin Yang
-Pedang Dewa Neraka
-Pedang Jiwa
\=>Shop
\=>Gacha]
"Uhuk...uhuk..." Arthur kembali tersedak ludahnya sendiri saat melihat status yang benar-benar di luar nalar sehatnya.
[Bagaimana bos?! hahaha!]
'Bagaimana mungkin Zet?!' teriak Arthur tidak percaya.
'Itu kau telah di beri rahmat oleh sang Pencipta, jangan di sia siakan! gunakan dengan baik!' ucap Smith.
'Baiklah paman!' jawab Arthur tegas.
"Huhuhuy! aku sekarang kaya!" gumam Arthur sangat gembira.
Bersambung....
req lanjutan anak dari si arthur ama isabela dungs😁