saya jadi pemuas banyak wanita setelah penghianatan yang dilakukan Matan istri saya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr.Ho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kemenangan pak Bambang.
Sebuah kebanggan untuk saya karena bisa memenuhi janji kepada pak Bambang untuk menyelesaikan proyek dalam waktu empat bulan.
Dan hari ini hari yang sudah dinantikan sejak lama oleh pak Bambang yaitu hari peresmian Apartemen mewah tiga lantai di tengah kota. Senyum pak Bambang hari ini tidak bisa hilang dari wajahnya . Bagaimana tida sebelum hari ini tiba dia sudah sempat putus asa ditengah jalan .
" Hardi Lesmana, Lihat lah berkat kerja keras dan pengorbananmu hari ini saya bisa menghadiri acara peresmian Apartemen ini sebagai tamu istimewa . " kata pak bambang dengan merangkul tangannya di bahu saya.
" jangan berlebihan pak, ini semua tidak lepas dari peran bapak, bapak adalah pemeran utama atas kesuksesan proyek ini " jawab saya merendahkan diri.
" Tidak tidak Hardi , saya akui kecerdasan kamu , saya salut dengan kerja keras yang kamu lakukan , jadi hari ini saya akan memperkenalkan kamu kepada teman teman saya " kata pak Bambang mengajak saya berjalan menuju teman teman dan relasi bisnis.
selama pengalaman saya bekerja dengan Pak Bambang bisa dibilang ini adalah puncak tertinggi karir saya. dari kebanyakan yang hadir menatap pak Bambang penuh rasa kagum , ada tiga Laki laki seumuran pak Bambang menatap dengan tatapan yang berbeda, sangat jelas kalau mereka tidak menyukai kesuksesan yang di capai Pak Bambang. Dan saya bisa menebak pasti itu musuh dalam selimutnya pak bambang.
" Bambang wijaya Selamat atas kesuksesanmu " kata mereka satu persatu dengan menyalami tangan pak bambang . tapi setelah itu tatapannya kembali berubah seperti semula.
Acara peresmian sudah selesai jam sebelas malam , sekarang waktu sudah menunjukan jam satu dini hari saya dan pak bambang masih berada di ruang acara bersama dua orang pemilik apartemen ini untuk melakukan transaksi terakhir tanda berakhirnya kerjasama antara Pihak Apartemen dengan perusahaan pak bambang .
" Mas Hardi " beberapa kali saya mendengar si bibi memanggil saya dari luar kamar , setelah melihat jam di dinding kamar ternyata sudah pukul tujuh pagi . pantas saja si bibi sudah teriak teriak.
" Iya bibi , ini saya sudah bangun " jawab saya dari dalam kamara tanpa beranjak dari kasur. seperti biasa kalau sudah dijawab sekali tidak pernah terdengar lagi teriakan si bibi.
Hari ini tidak ada kegiatan setelah menyelesaikan proyek. rencananya saya akan ke Bandung untuk menjenguk Linda. kata Adik saya , sampai detik inu Linda belum juga siuman membuat saya jadi sedikit khawatir dengan keadaanya. Meskipun kata dokter tidak ada hal yang aneh ,tapi mengingat kondisinya sekarang saya jadi tidak yakin dengan apa yang di katakan dokter.
" Mas Di tungguin bapak sama Ibu di meja makan " kata si bibi lagi.
" Iya Bibi lima menit lagi" jawab saya dari dalam kamar..
Lima menit kemudian saya keluar dari kamar menuju ruang makan, saya di sambut dengan senyuman sepasang suami istri yang pastinya sedah bahagia hari ini karena kemenangannya.
" Selamat pagi pak Bu. "
" Selamat pagi Hardi " kata pak bambang.
" selamat pagi Mas Hardi silahkan duduk" kata bu Dian.
" Iya terimakasih pak bu "
Sarapan pagi ini cukup spesial karena bertepatan dengan ulah tahun pernikahan pak bambang dan Bu ida yang ke 25 tahun . Makanya menu sarapan kali ini tidak seperti biasanya.
" Wah ini masih dalam rangka pesta kemenangan ya pak.? " tanya saya spontan .
" Emang kenapa Har.?
" Ini menu sarapannya agak berbeda dari biasanya pak " jawab saya sambil tersenyum
" Oh , bukan mas , kebetulan hari ini anniversary pernikahan kita yang ke dua puluh lima , jadi menunya say request sedikit berbeda " kata Bu dian sambil tersenyum dan menengok ke arah pak bambang. ...
" iya Har ini hari ulang tahun pernikahan kita yang ke dua puluh lima. " sambung pak bambang.
" Wah selamat ya pak . Saya ikut senang bisa jadi bagian di hari ulang tahun pernikahan bapak dan ibu, tapi ... "
" tapi apa Har? " tanya pak bambang
" tapi saya tidak bawa kado pak " jawab saya sambil tersenyum.
" kamu ada ada saya Har har. Kita tidak mengharapkan apapun Har. " kata pak bambang sambil tersenyum.
" Justru kita yang akan memberikan kamu Hadiah " sambung pak bambang.
" Loh ko jadi terbalik pak.? "
" saya akan menepati janji saya untuk memberikan kamu Rumah dan mobil "
" apa tidak terlalu cepat pak.? Bapak kan juga belum melakukan serangan balik kepada mereka , "
" tidak apa apa Har , saya sudah sangat yakin seratus persen dengan senjata dan bukti yang kamu kasih , mereka tidak akan berdaya lagi " jawab pak bambang.
" begini saja pak untuk bonus kali ini saya minta libur saja satu bulan bagaimana.? " tanya saya.
" Ada apa Har.? Tidak bisanya kamu minta libur selama ini.? tanya pak Bambang heran.
" Iya Mas Hardi ada apa.?" tanya bu dian sekarang.
" saya ingin menemani mantan istri saya yang berada di rumah sakit pak "
" kenapa Linda Har.? " tanya pak bambang.
" saya belum tahu pasti pak , tapi sudah hampir dua minggu ini dia tidak sadarkan diri di rumah sakit " jawan saya.
" kenapa kamu masih peduli kepadanya Har.? Bukankah dia sudah mengkhianati kamu.? "
" iya pak , tapi ada kejadian yang membuat saya harus memaafkan dia dan ,saya harus kembali kepadanya " jawan saya dengan menahan kesedihan "
" kamu orang baik Har, apapun itu kalau menurut kamu yang terbaik saya akan dukung keputusan kamu. " kata pak bambang.
" terima kasih pak . "
" Sama sama Har, kamu tidak usah sungkan untuk meminta bantuan kepada kita , karena kita bisa jadi seperti ini juga berkat bantuan kamu " kata Pak bambang.
" dan selama kamu belum menerima hadiah mobil dari kita , selama kamu di bandung kamu boleh bawa mobil saya lagi Har , iya kan pak.? " Sambung bu Dian sambil meminta persetujuan suaminya .
" Ide bagus , bawa saja mobil ibu Har , untuk memudahkan segala urusan kamu di sana ," lanjut pak bambang..."
" sekali lagi terima kasih pak bu "
" sama sama Har. " jawan ibu dan bapak.
Setelah selesai sarpan , saya pamit pergi ke kamar untuk mengemas pakaian yang akan saya bawa selama satu bulan di bandung .
" Mas Hardi " panggil bu Dian dari pintu kamar
" Iya bu " jawab saya ,
" Ini ada titiapn dari bapak , untuk bekal kamu selama satu bulan di sana "
" jangan bohong bu, ini dari ibu kan.? Bapak semalam sudah trasfer saya bu " jawab saya.
" ya sudah ini memang dari saya , di terima ya " kata bu Dian sambil terus mendekat dan perlahan menyentuh tangan saya.
" Ibu maafkan saya , Untuk kali ini saya tidak bisa bu, Pikiran saya sedang kacau memikirkan kesehatan linda. Sekali lagi maafkan saya bu. " kata hardi berusaha menolak keinginan Bu Dian.