Kayana Putri & Gavin Adhitama
Kayana terpaksa menerima perjodohan itu karena dia tidak memiliki siapa-siapa lagi di dunia ini. Kayana berusaha untuk menjadi isteri yang baik dan penurut, tapi usahanya tidak pernah di hargai oleh Gavin. Sampai pada suatu hari Gavin bertemu kembali dengan wanita di masa lalunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S.M Arti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pelukan Pertama
"Bukankah itu. . . " Ucap Tuan Gavin tak percaya saat melihat seseorang yang keluar dari pintu belakang dan membuka pintu depan untuk menyuruh Kayana keluar dengan sebilah pisau di tangannya.
"Tuan Gavin sudah melihatnya sendiri kan. Tapi saya benar-benar tidak tahu jika dia mengikuti Nona, Tuan. Karena saya mengantarnya sampai mobil dan mobil keluar dari area gedung." Uaar Agil yang juga bingung setelah melihat Claudia menjadikan Kayana sebagai tawanan.
"Kalau begitu ayo kita lihat kesana." Ujar Tuan Gavin.
Sebaiknya kita disini dulu, mendengarkan apa yang akan dia katakan di belakang Tuan." Ujar Agil.
"Baiklah. . ." Tuan Gavin kembali menyandarkan kepalanya dan sesekali memijitnya.
Terlihat Claudia memaksa Kayana untuk keluar dari mobil dan diancam dengan sebilah pisau. Wajah Kayana tampak pucat, tapi tetap tenang mengikuti kemauan Claudia yang menarik tubuhnya.
"Kau pergi jauh dari kota ini, atau kau dan bayimu tida akan selamat?" Uajr Claudia.
"A. . aku akan pergi. . aku tidak akan mengganggu kalian. Aku bahkan sudah pergi dari rumah Tuan Gavin sejak 4 bulan lalu Nona." Ujar Kayana.
"Kak, lepaskan Kak Yana. . .Aku yang akan membawa Kak Yana pergi jauh dari kota ini, kalau perlu pergi dari negara ini. . Aku tidak tahu masalahnya, tapi yang aku tahu Kak Yana orang baik. . ." Ujar Ricko.
"Diam kau anak kecil. . ." Ujar Claudia membentak Ricko.
"Aiissh. . .Kakak ini. . Jangan marah-marah terus nanti kerutan di wajah semakin bertambah. . .Kita sudah menyanggupi untuk pergi jauh dari sini, tapi Kakak masih menahan Kak Yana. . Mau Kakak itu apa sebenarnya? Cepat katakan. . ." Ujar Ricko.
"Jauhi Gavin, jangan pernah temui dia lagi. . .Katakan pada anakmu jika dia kahir tanpa seorang Ayah." Ujar Claudia pada Kayana.
"Akan aku lakukan. . . Itulah yang terbaik, dan itu yang aku harapkan. Aku tidak oernah banyak berharap Nona, lagian Tuan Gavin tidak tahu kalau aku mengandung anaknya." Ujar Kayana.
"Ja. . jadi Kak Yana isteri Tuan Gavin? Benarkah? Kenapa Kakak tidak bilang padaku? Jadi Kakak mengajakku pergi untuk menghindari Tuan Gavin? Seharusnya Kak Yana tidak pergi, biar bagaimanapun Tuan Gavin suami Kak Yana. Jangan mau di rusak sama orang ketiga Kak." Ujar Ricko lagi yang sepertinya sengaja mengakihkan perhatian Claudia.
"Kau berisik sekali. . . Gavin hanya milikku. . ." Ujar Claudia berteriak.
"Tapi Kak Yana yang sudah menikah dengannya Kak. Kakak jangan jadi orang ketiga. . .Azab Tuhan pasti ada. . . jahat sekali . . ." Ujar Ricko lagi.
"Sepertinya aku harus menyingkirkanmu lebih dulu." Ujar Claudia melepaskan Kayana dan melemparnya membuat Kayana terhuyung, untung saja Agil yang sedang diam-diam menguping segera berlari dan menangkap tubuh Kayana.
"Nona tidak apa-apa?" Tanya Agil saat berhasil menangkap tubuh Kayana.
" Tu. . Tuan. . . " Ujar Kayana tak percaya.
"Tenang lah. . jangan panik. . ada Tuan Gavin di mobil. Jangan lari lagi darinya. Dia mencemaskan Nona." Ujar Agil berbisik.
"Ta. . tapi. . " Ucap Kayana.
"Nanti akan saya jelaskan Nona. Saya akan mengurusnya. Kasihan pemuda itu tida tahu apa-apa." Ujar Agil melirik Ricko yang sedang berjaga-jaga.
"Selamatkan Ricko Tuan. . " Ujar Kayana.
Prokk Prokk prokk
Suara tepukan tangan Agil seketika mengalihkan perhatian Claudia, matanya terbelalak ketika melihat sosok Agil yang sudah berdiri di belakangnya. Mulutnya seakan terkunci tak mampu mengeluarkan suara ataupun alasan yang biasanya dia pakai jika ketahuan bersalah.
"Ternyata seperti ini kelakuan Nona Claudia Smith di belakang Tuan Gavin. . ." Ujar Agil sengaja menyebut nama Claudia beserta nama keluarga suaminya.
"A. . apa maksudmu?" Tanya Claudia ketakutan.
"Benarkan? Suami Nona Tuan Smith? Kebetulan saya mengenalnya. Jika Nona tidak percaya, saya bisa menghubunginya saat ini." Ujar Agil mengeluarkan ponselnya.
"Ja. . jangan. . .aku mohon. . " Ujar Claudia.
"Kau punya rasa takut rupanya. . .Tapi kenapa Nona masih ada keinginan untuk memisahkan Tuan Gavin dan Nona Kayana? Apa karena nasib Nona juga seperti itu? Bukankah itu sudah takdir? Lalu Nona melampiaskan pada orang lain, dan membiarkan orang lain merasakan hal yang sama seperti Nona Claudia Smith." Ujar Agil yang lagi-lagi memperjelas nama suaminya.
"A. . aku mencintai Gavin. . .Aku hanya tidak ingin ada wanita lain yang memiliki Gavin selain aku." Ujar Claudia.
"Lalu bagaimana nasik putri kecilmu? Kau akan meninggalkan begitu saja?" Tanya Agil.
"Dia bukan putriku. . . " Teriak Claudia yang sontak membuat Gavin terperanjat dan keluar dari mobil.
Melihat ada Gavin, Claudia langsung membuang pisau kecil di tangannya dan berhambur memeluk tubuh Gavin. Claudia memohon pada Gavin untuk untuk tidak meninggalkannya.
Kayana langsung menghampiri Ricko dan menanyakan apakah dia baik-baik saja. Kayana merasa bersalah karena sudah melibatkan Ricko dalam masalah rumah tangganya yang begitu rumit.
"Rick. . .maafkan Kak Yan . .kau tidak apa-apa kan?" Tanya Kayana membelai rambut Ricko seperti seorang kakak pada adiknya.
"Tidak Kak. . .aku baik-baik saja. ." Uaar Ricko memasang senyum manis di wajahnya supaya Kayana tidak khawatir lagi.
Sementara itu Gavin masih diam di tempat dengan Claudia yang memeluk tubuhnya dengan erat. Gavin merasa iba, tapi dia tidak sadar istrinya hanya Kayana, dan Claudia sudah berumah tangga seperti yang barubsaja dia dengarkan sejak tadi.
Perlahan Tua Gavin melepas pelukan Claudia, namun Claudia tidak mau. Dia semakin mempererat pelukannya, dan membenamkan wajahnya pada tubuh Gavin.
"Lepaskan aku Clau. . ." Ujar Tuan Gavin.
"Tidak Gavin . .aku tidak akan melepaskanmu. . Aku mencintaimu. ." Ujarnya menangis dengan pilu.
"Kau sudah menikah Clau, kasihan suami dan anakmu. Dan aku juga sudah menikah, isteriku sedang mengandung anakku. . .Aku tidak mungkin meninggalkannya. Lupakan masa lalu mita. . .Anggap sebagai pelajaran kedepanya. Kau kembalilah ke Belanda." Ujar Tuan Gavin langsung berlari menghampiri Kayana dan memeluknya.
Kayana hanya diam, karena dia belum pernah dipeluk oleh Tuan Gavin sekalipun setekah mereka menikah. Kayang tidak tahu harus bagaimana, dia hanya diam dan mendengar detak jantung Tuan Gavin.
Apa ini mimpi? Tuan Gavin memelukku?? Jika ini hanya mimpi, aku tidak ingin lekas bangun. . .Rasanya begitu damai saat aku dipeluknya. . inikah rasanya di peluk seorang suami? Aku merindukannya sejak dulu, tapi baru kali ini dia memelukku. Jangan lepaskan pelukan ini, biarkan di dalam pelukan Tuan lebih lama lagi Tuan. .
Tubuh Kayana terkulai lemas, dia jatuh pingsan. Sejak satu jam yang lalu saat Claudia mengancamnya dengan sebilah pisau, Kayana sudah begitu takut tapi dia menahan dirinya untuk tetap kuat agar Ricko tidak panik dan berakibat fatal.
Tuan Gavin segera menggendong tubuh Kayana dan membawanya masuk ke dalam mobil. Namun tiba-tiba Claudia mengejarnya dengan membawa sebuah pisau yang ia ambil kembali dari tanah saat ia jatuhkan tadi.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Maaf typo masih suka nyempil
Ditunggu Kritik & Sarannya 🙏
Jangan lupa meninggalkan Jejak untukku (Like, Komen, Rate 5🌟, jika berkenan boleh juga vote 🙏🙏🙏)
Terimakasih 🌹🌹
Btw, aku pernah baca novel yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, itu keren banget. Kalo search jangan lupa tanda kurungnya